Skip to main content

Pesona Wisata Alam Kalibiru


Ini tempat sangat ngehits banget buat wisatawan yang mau ke sini. Jadilah saya dari dulu-dulu pengen ke Kalibiru apalagi setelah teman saya mengunggah foto-fotonya jadi semakin ngebet. 

Untuk sampai kesini butuh waktu sekitar 1,5-2jam tergantung pak sopir yang bawa dan keadaan jalannya. Karena kami sempat mengalami kemacetan di daerah pinggir kota dan mampir di beberapa tempat dulu. 

Di Kalibiru banyak spot-spot foto, mulai dari model kotak,bundar, persegi, bunga, sampai yang mesti ala rock climbing dulu, naik di jembatan sampai flying fox dan ini tempat yang paling mahal menurut saya karena kita bisa dapat banyak kegiatan di satu tempat itu. Sayang untuk flying fox nya gak ada gambarnya. Jadi mesti di fotoin sama forographer mereka sendiri dan bayar lagi. Komersil banget sih emang, sampai-sampai fotograper ku ngomel. Ya udah sih, itu optional buat kalian. 


Saran buat aku buat yang turun pas di bawah tulisan Selamat Datang Kalibiru itu mesti pemanasan dulu untuk olah kaki, bahkan kalau perlu pakai salonpas. Tanjakannya hampir 90° jadi sangat menukik untuk kita jalan. Baru jalan dikit udah capek, dikit-dikit haus, bawaannya pengen ke toilet aja tapi syukur banget disini banyak banget tersedia. 

Masing-masing spot foto menawarkan harga yang berbeda-beda jadi mending kalian jalan dulu sampai ujung dan lihat spot mana yang kalian sukai terus di bayar. Tapi eh tapi ya, pas kesini malah ingat waktu di Ternate pemandangan danaunya hampir sama persis. Bedanya di Kalibiru sangat safety karena di pakaikan body hardness beda dengan di Ternate yang gak pake begitu sehingga pasti merasa lebih takut. Untuk ke spot fotonya mesti naiki tangga yang terbuat dari batang pohon, jadi pas naik berasa gemetaran yang hebat (it's my first time). 

Pas pulang dari Kalibiru sempat nanya ke pak supir kenapa bisa dinamakan Kalibiru, katanya karena langitnya yang biru dan biasanya orang di edit sampai biru banget jadilah namanya Kalibiru tapi kalau ada yang benarnya mohon info biar saya edit kembali. 

So Enjoy Your Journey. 

Popular posts from this blog

Korea Peeling di Arayu Aesthetic Clinic

Kunjungan kedua di Arayu Aesthetic Clinic ini saya akan melakukan peeling. Menurut Dr. Kiki (Dokter Pengganti Dr. Ayu) saya masih halus melakukan chemical peeling kembali, cuma karena saya merasa tidak ada perubahan signifikan sehingga saya meminta untuk melakukan Korean Peeling ini, malah mau yang American Peeling tapi masih belum di sarankan dokter. Ok daripada tidak, jadinya saya melakukan peeling ini. Terupdate 2020 : Balik Perawatan Lagi di Arayu Klinik Cara peelingnya seperti pada umumnya, di pakaikan 3 layer di wajah sembari wajah kayak kesengat perih-perih gimana gitu dan kena kipas akhirnya selesai lah perawatan itu. Dokterpun sudah memberi tahu nanti akan terkelupas wajah di hari ke-3 dan paling lama seminggu prosesnya. Ya so far sama seperti di tempat lainnya yang pernah saya kunjungi. Berikut prosesnya saya jabarkan. Review CO2 Laser di Dr. Ayu   Hari pertama, muka keliatan kusam walaupun udah pakai bedak. Terlebih daerah kening keliatan kering seperti orang k

Review Acne Scar Treatment Selama di Arayu Aesthetic Clinic Makassar

Setelah tahun lalu terakhir saya melakukan perawatan berupa Laser CO2, dan tahun ini dimulai dengan Dermapen. maka saya akan mereview selama melakukan treatment Acne Scar di Klinik Arayu. Totally sudah 3 kali saya melakukan treatment dengan rincian 2 kali untuk Dermapen dan 1 kali untuk Laser CO2. Perbedaan dari Dermapen adalah kulit wajah kita akan dilukai menggunakan alat yang menyerupai pulpen dengan isi jarum dan bekas lukanya berupa bintik-bintik yang dihasilkan dari jarumnya itu. Rasanya seperti apa? Biasa saja apalagi kita telah di anastesi. Hanya yang agak mengganggu wajah kita mengeluarkan darah dan harus menunggu keesokan harinya baru di bilas maka akan terasa gatal dan juga sedikit perih setelah anastesi hilang. Tapi itu cuma beberapa jam saja. Yang pasti wajah menjadi merah. Fungsi dermapen ini adalah membentuk jaringan baru dengan cara di lukai. Sedangkan Laser CO2, adalah laser yang merangsang kolagen rasanya juga cuma cekit-cekit saja apalagi sebelumnya wajah ki

Review : Obat Sakit Gigi Cap Burung Kakaktua

Nanya kedua orang yang terpecaya hanya untuk tanya obat sakit gigi apa dan keduanya merekomendasikan Obat Sakit Gigi Cap Burung Kakaktua ini. Baunya? Jangan di tanya deh. Semriwing gimana gitu deh. Dan kalau kita agak tekan akan merasakan rasa cukup pedes gitu. Dan mengingatkan saya pada obat yang pernah di kasih dokter pada saat di tambal dulu. Entah lah. Cara pakainya cukup mudah, cukup kita menaruh kapas yang sudah di kasihkan minyak ke gigi berlubang dan diamkan selama 5 menit. Kalau di rasa perlu, tinggal di ulangi saja. Apakah bekerja? Di gigi saya ini bekerja sih walaupun 2x penggunaan baru merasa enakan. Cuma yang di akar gigi masih berasa cenat cenut. So far saya merasa kurang nendang dengan produk ini. Yang sudah coba produk ini, kasih komentar dong. Reaksinya seperti apa?