Wednesday, 20 February 2019

Mudahnya Membuat Paspor di Kantor Imigrasi Sulawesi Selatan

Akhirnya Jadi Juga
Kalau ada yang bilang susah membuat paspor, jangan mudah percaya. Biasanya orang kan nakut-nakutin dan tentunya bisa jadi malah mengambil manfaat dari situ. Tapi gak perlu risau ataupun gundah gulana, berikut langkah-langkah yang bisa kalian lakukan dan praktis tentunya pengisian datanya :

Langkah yang harus di lakukan antara lain :

----------------------------------------------------

1. Yang pertama kali harus di lakukan adalah melakukan pendaftaran secara Online di www.imigrasi.co.id karena setiap yang datang kesana tanpa mendaftar pastinya tidak akan dilayani melainkan disarankan untuk langsung mendaftar secara online. Tentunya membuat kita ribet ketika sudah berada di tempat dan akan buru-buru. Pengalaman saya mendaftar 1 Minggu sebelumnya di karenakan menyiapkan datanya membutuhkan waktu dan juga biasanya di Minggu yang sama sudah full kuota ataupun sudah banyak yang mendaftar sehingga akan lama berada di sana, bisa jadi malah setengah hari berada di Kantor Imigrasi.

2. Setelah kita terdaftar maka langkah selanjutnya yaitu memilih lokasi untuk pengurusan paspor. Nah kalau di Makassar ada 2 lokasi yang bisa kalian pilihm yaitu di Jl. Perintis dan di Jl. Alauddin. Setelah memilih lokasi pengurusan, akan ada jadwal yang bisa kamu tentukan sendiri seperti tanggal akan mengurus dan juga waktu pagi hari atau siang hari akan pergi.

Kemudian, akan ada barcode yang muncul dan kamu diharuskan untuk memprint agar di tunjukan ke Petugas Imigrasi  untuk proses pengantrian.

3. Persiapkan data. Untuk kamu yang notabene adalah membuat paspor maka yang persyaratkan untuk membawa 3 item ini:
    a. Kartu Keluarga Asli dan 1 Lembar Foto Copy-an
    b. KTP Asli dan 1 Lembar Foto Copy-an
    c. Akte Kelahiran Asli dan 1 Lembar Foto Copy-an

Untuk perpanjangan paspor cukup membawa Paspor Lama Asli dan juga Kartu Keluarga Asli terkhusus paspor yang di keluarkan pada tahun 2009. Kalau tidak sempat foto copy, jangan khawatir ada tempat ATK di sebelah gedung.

Proses ketika berada di Kantor Imigrasi

---------------------------------------------

Sesampainya di kantor Imigrasi pilihan kamu tentunya, silahkan ambil antrian dahulu ke Satpam yang standby karena mereka sudah mempunyai daftar pembuat paspor. Lalu nanti akan dipanggil serta di periksa kelengkapan berkas,kalau sudah sesuai dan tidak ada yang kurang maka akan di keruangan Foto dan Wawancara. Disini saya mengantri agak cukup lama, sekitar 2 jam karena tiba sekitar jam 09.00
Setelah menunggu dengan perasaan agak tak menentu, gelisah yang tak jelas akhirnya di panggil antrian saya juga.

Begitu selesai wawancara, maka kita akan segera di foto dan membawa pulang seperti resi yang menginformasikan harga pembuatan paspor sebesar 355rb dan juga bank / kantor pos dimana kita bisa membayar. Maka 3 hari setelah pembayaran, paspor dapat di ambil dan di pakai tentunya.

Sekedar informasi nih, prosesnya cuma 3 hari kok setelah pembayaran jadi saya rasa kalau tidak begitu urgent dalam waktu seminggu sebelum berangkat bisa pakai yang reguler saja. Kecuali sudah urgent bisa menghubungi pihak calo yang dikenal. Biayanya bervariasi setahu saya sekitar 500-850rb. Pilih sesuai kebutuhan saja.

Monday, 11 February 2019

Mengenang Masa Indah di bangku SMA


Dapat challenge dari Ainhy Edelweis cerita tentang masa-masa di SMA, sama seperti lagu yang liriknya "masa-masa paling indah adalah masa-masa di sekolah" apalagi itu waktu SMA dimana lagi puber-pubernya aku. Tapi kali ini bukan cerita tentang drama percintaan kok, akan di bahas pada edisi berikutnya saja.

Saat SMA merupakan awal terjadi perombakan akan gejolak gejolak jiwa muda. Dimana kala itu saya baru pertama kali pindah ke kota yang lebih besar, yaitu Makassar. At least lebih besar dan ramai dari Palu, Sulawesi Tengah. Sebelumnya pun saya termasuk cewek yang tomboy. Kalau cuma masalah panjat pagar sekolah ataupun sekedar berantem dengan teman sekolah itu sudah hal biasa banget dan tiba-tiba berubah menjadi feminim.. Ceileeeee.. Setidaknya pas sekolah saya menggunakan high heels. Ada yang bisa tebak saya sekolah dimana? hehehehe

Berikut ini adalah teman-teman sekelas yang menyemarakkan masa remaja ku di SMA dan terdiri atas Mayang orang Bulukumba, Eka dari Pontianak, Dian dari Pomalaa, Sulawesi Tenggara dan  saya sendiri tentunya. 

1. Bolos
Setiap pulang sekolah, kebiasaan kami berempat adalah nongkrong di Cafe Net. Ini merupakan tempat warnet yang populer di sekitar Jl. Pettarani karena termasuk kencang buat browsingnya, lokasinya tepat berada Telkom Pettarani Makassar. Jadi tidak ada alasan untuk lemot jaringannya.

Ada yang ingat pertama kali main di warnet biasanya ngapain? Kalau kalian main mIRC, berarti kita seangkatan atau bisa di atas saya #MenolakTua. Biasanya kalau kami main di Cafe Net sampai lupa waktu, pernah saking serunya main internet sampai di kasih warning sama operator karena sudah waktunya mereka pulang dan kami masih pakai seragam sekolah. Terus tahu-tahu depan pintu kost sudah di sambut sama anaknya Ibu kost yang bertanya saya habis dari mana karena kenapa saya pulangnya malam, maka dengan sedikit berbohong saya mengatakan habis kerja tugas di Cafe Net. Amanlah hari itu.

Lain lagi ceritanya kalau hari Sabtu, tentunya karena merupakan hari bertugas saya membersihkan di kost. Maka pulang dari sekolah saya langsung membersihkan rumah dan mencuci perlengkapan alat masak memasak kemudian dilanjut dengan acara mencuci pakaian. Setelah semua beres maka saya akan segera bergegas untuk bersiap-siap untuk nginap di rumahnya Eka karena kalau di rumahnya kami akan bebas pulang agak malam karena kebiasaan kami sering makan di cafe yang berjejer sepanjang Tanjung Bunga sampai batas Jembatan CCC dan mungkin sekarang kalau di ingat itu cuma seperti warung biasa saja yang mana menu setiap cafe saat itu sama saja, sayangnya sekarang tidak akan menjumpainya dikarenakan sudah dibangun sebuah Rumah Sakit.

Kehidupan remaja saya tidak cuma itu saja, tentunya ada drama bolos dari sekolah juga dong. Ada satu cerita yang masih saya ingat ketika terima raport dan karena raport harus di tanda tangan sama orang tua maka saya pun membawanya ketika pulang ke Palu. Setelah saya serahkan ke Mami untuk di tanda tangan. Dan tiba-tiba sayapun di panggil ke kamar. Beginilah percakapaan saat itu.

Mami : Cha kenapa itu raport mu di tipe-x yang bagian "tanpa keterangan"?
Saya : ooo, itu mam salah guru ku karena ada teman sekelas yang namanya mirip-mirip jadinya tulisnya 18 kali. (Padahal emang kenyataannya seperti itu, 18 kali tidak masuk karena masalah bolos ataupun malas ke sekolah karena telat pergi sekolah saja)
Mami : Nanti mami tanya saja sama Ibu Guru (kebetulan Wakasek kami kenal sama mami).
Saya : ok mam. (Harap-harap cemas)

Setelah kejadian itu saya jarang bolos, takut ketahuan sama mami juga dan mau kenaikan kelas juga jadi lebih agak serius dan juga sudah pemilihan jurusan.

2. Pemilihan Jurusan
Waktu pemilihan jurusan sebuah momok yang agak menakutkan buat saya karena di berikan 2 pilihan antara jurusan Perhotelan ataupun jurusan Usaha Jasa Pariwisata. Disatu sisi guru-guru di perhotelan asyik punya karena mereka memang orang industri dan cara mereka mengajar seperti santai tapi kena banget pelajaran. Sampai pernah ya pas praktek saya bisa hapal semua jenis gelas, piring dan sendok sesuai dengan pemakaiannya. Yang menurut saya itu cukup susah bagi teman-teman lainnya.

Namun karena saya senang lihat para kakak kelas yang melakukan tur maka fix saya memilih ini. Program dari jurusan Usaha Jasa Pariwisata ini antara lain pas kenaikan kelas 2 maka kita akan ada tour ke Bali saat itu ya, terus pas kelas 2 kami melakukan magang di travel agent ataupun airlines yang notabene kantornya itu ada di dalam kota yang biasa disebut kantor kota dan di Bandara. Ini paling favorit kebanyakan, karena jaman-jamannya kita dulu kalau pulang terus ada foto sama artis sudah kayak hal yang wooow banget. Hahahaha dulu bahagia semudah itu. Dan pas kelas 3 kami akan melakukan tour BOSOWA (Bone, Soppeng dan Wajo) dan juga ke Toraja. Berasa kehidupan itu cuma jalan-jalan terus.

Setelah sempat ngobrol sama mami juga maka saya pun mantap memilih jurusan ini. Setiap pemilihan jurusan selalu dilakukan tes yang hasilnya bisa menentukan.

3. PKL (Praktek Kerja Lapangan)
Kalau ini adalah part yang paling suka saya ceritakan. Saat itu saya magang di travel agent, dan karena pekerjanya adalah alumni dari sekolah jadi bawaannya malah lebih tegas bukan malah leha-leha. Dimulai dari angkat telpon pelanggan, cara reservasi dan issue tiket tentunya dan juga cara bersikap ke pelanggan. Secara pelanggan tuh ada yang banyak maunya. Setelah selesai PKL di Travel maka sayapun kembali ke sekolah tapi cuma sekitar 1 minggu sayapun di panggil Kepala Sekolah untuk ikut PKL di Airlines. Senang dong ya karena di percaya untuk bisa kembali ke Industri lagi. Di Airlines memang cuma 1 saja penerbangan yang di kuasai tapi apalah saya dulu bahkan pernah salah issued tiket pesawat dan akhirnya penumpang marah-marah. Galau gak tuh? Tapi syukurnya banyak yang membantu sehingga permasalahan itu terselesaikan. Catatan buat saya mulai saat itu saya menjadi lebih teliti lagi dalam make sure ke pelanggan dan berguna setelah saya benar-benar kerja.

Mau tau cerita tentang Ainhy Edelweis tentang Masa SMA? Kalian bisa baca disini








Lomba Cerdas Cermat di TVRI Sulawesi Selatan


Hi semuanya saya sedang ingin membagikan kegiatan saya di bulan Februari ini menjadi tim hore hore di TVRI Sulawesi Selatan.


Acara yang telah berlangsung itu adalah Acara Cerdas Cermat K3 tingkat Provins dimana kegiatan ini memperingati bulan K3 yang jatuh pada bulan Februari. Nah kantor saya sudah sering mengikuti lomba K3 sejak 4 tahun terakhir dan tahun kemarin kami di percaya untuk penjadi panitia.

Suasana Off Air - Eksis
Jadi kemarin (7/2) begitu sampai di ruangan kerja dan belum sempat melepas penat sejenak dan tiba-tiba langsung di ajak keluar kantor. Padahal sebelumnya saya juga baru tiba dari kantor Imigrasi. Begitu lihat Pak Kepala Cabang sudah ada di depan lobby, maka mau tidak mau saya pun bergegas segera menuju ke lobby dikarenakan juga acara di mulai pada jam 16.00 sedangkan kami jalan tadi sudah jam 15.20.

Tim Juri
Perjalanan memakan waktu sekitar 20 menit dari kantor, dan begitu tiba kami langsung diarahkan  me studio untuk mengambil tempat dan dikasih arahan mengenai aturan sebagai penonton dilarang menyalakan nada dering handphone karena akan mengganggu jalannya acara dan juga diberitahukan yel-yel yang diberikan oleh pembawa acara nantinya dan juga yel-yel dari masing-masing kantor yang di briefing sama koordinato. Berasa kayak penonton bayaran *LOL*. hahahahaha

Kalau di lihat dari TV, Cakep Kan?

Begitu acara sudah On Air, maka para peserta acara Cerdas Cermat pun maju satu per satu mewakili kantornya masing-masing yang terdiri atas 3 Tim yaitu dari PT. Semen Tonasa, PT. CAS dan kantorku tentunya dan memperkenalkan diri dan di iringi oleh tim hore-hore seperti kami yang memeriahkan acara perkenalan.

Babak pertama berupa pilihan jawaban benar atau salah, membuat saya dan teman disamping sempat deg-degan karena tim lawan sempat unggul 200 poin, tapi kantor saya pun bisa menyamai nilainya karena ketika tim lawan salah maka bisa di lempar ke tim lainnya dan pada babak pertama kami menang poin selisih 400poin. 


Bukannya malah makin santai, tapi kami para tim hore-hore makin riuh karena pada babak kedua tim lainnya mulai berkejar-kejaran nilai dan puncaknya pada babak ketiga dimana pada awalnya kami berspekulasi cuma akan ada 15 pertanyaan saja dan bisa di pastikan kami juara tapi setelah sekian lama dengan keriuhan kami para supporter ketiga tim ini merasa ada yang janggal kenapa makin banyak pertanyaan dan ternyata sudah melewati 15 pertanyaan dan menurut informasi ada pertanyaan sekitar 80 yang disiapkan karena mengejar tayang dengan statusiun TVRI di Jakarta dan akhirnya kantor kami keluar sebagai Juara 1. 


Maka kami semakin riuh dan meneriakan kembali yel-yel " K3, Sucofindo Ahlinya". Setelah menerima Hadiah, kami semua menyempat diri untuk berfoto-foto dengan Para Juri dan MC serta peserta dari kantor lainnya.

Semoga tahun depan, kami masih bisa mempertahankan juara 1.

Sunday, 3 February 2019

Cerita Fiksi : Dibalik Cerita Terbelinya Goldenfil 6Kg


Siang itu di meja Resepsionis, terjadi percakapan yang cukup serius antara saya dan sebut saja teman saya ini adalah dince.

Anunya sapa ini dince di bawah kakimu? Sambil tunjuk bungkusan

Oh.. Anunya kak Erni itu. Murahnya lagi di belikan, masa' cuma 55rb baru sudah dapat 1Kg makanya pesan 4Kg. Ujar dince dengan muka serius semacam orang lagi kasih penjelasan ke calon prospek

Astaga murahnya, kita nanti beli juga ya. Tinggal tanya kak Erni saja dimana tempatnya beli ini Goldenfil. Begitu Lanjut Icut


Dan pada keesokan harinya terjadi kehebohan dengan kedatangan Goldenfil pesanan orang kantor yang bernama Ibu Siti. Dia menceritakan kalau temannya menjual Goldenfil ini dengan sangat murah. Saking murahnya kita seruangan yang terdiri atas saya, kak Erni, Eki, Heri, dan Tutun kompak bertanya harganya berapa. Maklum kebanyakan para cewek menilai sesuatu dari harga. 

Dengan entengnya bu Siti berkata, murah kok saya belikan cuma 75rb sudah dapat 2Kg. Ya kalau dibagi 2 berarti harga perkilo cuma 37,5rb/Kg lebih murah daripada punya Kak Erni padahal kemasan, dan isinya sama persis. Akhirnya kami semua memutuskan untuk membelinya per kg sambil mencari pasangan karena memang harus di beli sepaket yang isi kemasannya masing-masing 1Kg.


Karena saya tidak mendapatkan teman, saya putuskan menghubungi Dince di meja Resepsionis untuk ikut berpartisipasi dalam pembelian Goldenfil. 

Maka terjadilah percakapan seperti ini diantara kami berdua.

Diiii, ayo beli Goldenfil murah di tempatnya Ibu Siti. Begitulah ajakan saya kala itu di telpon.

Kemudian Dince membalas kalau di tempatnya nini yang teman kantor kami juga lebih murah harganya, cuma 45rb/kg.

Astagaaaa lebih murah lagi di tempatnya Ibu Siti. Terang saya dengan rasa semangat.

Berapakah harganya? Tanya Dince kembali.

Kembali dengan semangatnya, sayapun menjawab, kalau harganya CUMA 37,5rb/Kg.

Dengan nada kaget, Dince berkata stugeeeet ternyata ada lagi yang lebih murah lagi.

Kalau begitu saya pesan 1 juga. Lanjut Dince cepat

Ceklek... telpon di tutup dan sayapun order Goldenfil sebanyak 6Kg pada akhirnya.


Nb:
1. Jangan remehin cewek, walaupun bukan Sarjana Ekonomi kita paham prinsip jual beli.

2. Semakin murah semakin seru

3. Yang enak itu yang murah terus bagus, apalagi Gratis



Friday, 1 February 2019

Lopis Jajanan Masa Kecilku


Dengan berkembang pesatnya teknologi, salah satunya membuat kita jadi melek akan kehadiran Internet. Dan banyak orang yang memanfaatkan kehadirannya untuk membagi berbagai macam informasi, termasuk berbagi informasi tentang makanan. Mulai dari resep makanan atau bahkan restaurant yang menyajikan hidangan tersebut.

Kalau kalian Tim Cari Resep atau Tim Cari Restaurant? Kalau saya bisa dipastikan jadi Tim Cari Restaurant saja deh, soalnya bakat bukan di masak memasak. Tapi kalau cuma sekedar masak yang ringkas pasti bisa dong, maklum mantan anak kost.

Nah waktu saya pindah ke Makassar, dimana belum secanggih itu untuk browsing dari handphone melainkan harus antri di Warnet dulu dan mulai berselancar di dunia maya dan referensi makanan belum banyak yang ulas, hanya mengandalkan cerita dari mulut ke mulut.

Salah satu makanan favorit saya yang termasuk kategori cemilan adalah Lopis atau bisa disebut juga Cenil. Membuat saya bernostalgia tentang masa kecil ketika berada di Poso dengan makanan jajanan ini. Dulu setiap ikut mami ke Pasar pasti menyempatkan untuk makan Lopis di lorong kecilnya itu. Campuran antara getuk dan lopisnya yang disajikan dengan cairan gula merah serta kelapa parut menambah rasa manis tanpa membuat eneg. 

Sayangnya setelah pindah ke Makassar beberapa tahun pun belum ketemu yang jualan Lopis, sampai pada akhirnya ke rumah teman disajikan Lopis dan saking excitednya tanya ke si tante dimana belinya dan sejak saat itu saya ketika melintasi daerah Pasar Senggol menyempatkan untuk mampir beli untuk sekedar bisa mengenang masa itu.

Cerita tentang makanan favoritmu apa? Ada yang sama kah dengan saya yang suka Lopis?


Ini cerita seru lainnya Kak Ery tentang Kuliner tentunya 
dan baca juga cerita fiksi tentang kuliner dari Ainhy Edelweis 


Wednesday, 23 January 2019

Seberapa Greget Ikut #10YearChallenge

Beberapa hari yang lalu, dalam grup obrolan whatsapp Blogger Makassar tercetus untuk membuat kolaborasi antar sesama blogger dengan mengangkat topik yang sedang di gandrungi, atau topik sepanjang masa seperti tentang tips kecantikan, tips parenting, tips blogging dan lainnya. Saya, kak Eryvia Maronie dan Ainhy Edelweiss membentuk dalam 1 kelompok. Tema yang pertama akan kami bahas tentang  #10yearchallenge.


Tepatnya sekitar 2 minggu terakhir sosial media diramaikan dengan unggahan foto dengan tema #10yearchallenge. Maksud dari #10yearschallenge ini adalah membandingkan diri antara kita yang sekarang dan kita yang dulu yaitu 10 tahun yang lalu langsung ingat lagunya si Tegar ini. hehehehe

Tidak ketinggalan para artis ikut ambil bagian dalam challenge ini termasuk Indra Herlambang yang menurut saya "gokil" dengan captionnya "Makin Tua? Pasti! Makin dewasa? Belum tentu.


Indra Herlambang On #10YearChallenge




















Berbeda dengan para artis yang ikut challenge ini maka Idola saya, Merry Riana tidak ikut berpartisipasi dan tetap konsisten dengan quote yang selalu memberi semangat ke Followersnya.


Postingan Merry Riana




Kalau saya sendiri sudah dipastikan tidak ikutan, soalnya foto tahun 2009 masih di Facebook lama yang kena hack dan pada waktu itu belum berhijab sehingga semakin lengkap alasan untuk tidak ikutan­čśÄ.

Menurut kalian penting ikut ini #10yearchallenge? Seberapa gregetnya untuk berpartisipasi? Tergantung dari pribadi masing-masing. Apalagi kalau fotonya menunjukan juga perubahan drastis dari orang tersebut dalam 10 tahun terakhir, mulai dari bentuk badan, wajah, atau bahkan dari segi pekerjaan. Semua yang di tampilkan dalam #10yearchallenge menurut saya cukup menghibur terutama itu orang yang kita idola kan ataupun kawan sendiri.
Dengan mengikuti #10yearchallenge ini menurut saya membuat kita kembali mengenang yang telah terjadi dalam 10 tahun terakhir dan yang telah kita capai seperti prestasi. Hal ini lebih menarik buat saya dan layak dibagi kisahnya.

Menurut kak Eryvia Maronie, 10yearchallenge seperti ini
dan Menurut Ainhy Edelweiss, 10yearchallenge seperti ini
 Nah Kalau kalian melihatnya seperti apa? Komen di bawah ya



Wednesday, 16 January 2019

5 Acara Ragam Korea Yang Bisa Jadiin Alternatif Hiburan

Kalau mau di bilang sih ya, saya sangat suka nonton acara korea bukan cuma drakor aja lho. Acara ragam yang mereka tampilkan juga cukup membuat saya tertawa karena tingkah mereka membuat saya terhibur, ya walaupun masih butuh translate juga. hahahaha.

So, berikut ini acara ragam korea yang bisa jadi alternatif pengisi liburan kamu.

1. Running Man
Pasti diantara yang baca, ini sudah biasa dengar Running Man dengan member sebanyak 9 orang. Ini merupakan acara yang sudah eksis selama 7 tahun. Pernah hampir tidak dilanjutkan, tapi sekarang makin eksis saja sejak ada 2 member tambahan, Jong So Min dan Yang Se Chan. Yang pernah ke Indonesia, tepatnya Jogjakarta adalah Lee Kwang Soo dan Jong So Min karena kalah dalam games Global.
Sumber Gambar : Google
2. Thrifter's Guide to Luxurious Travels
Yang satu ini favoritku, acara ragam dengan tema traveling. Siapa sih yang gak suka dengan kata “Liburan”. Bahkan mereka pernah tournya ke Bali, dan hebatnya lagi saya malah belum pernah kesana :D ketergejean kan. Melihat dunia luar dengan menonton acara ini, membuat kita bisa tahu bagaimana interaksi antar sesama anggota dan juga masyarakat setempat. Acara ini digawangi oleh Park Myung Soo, Park Na Rae, Jong Jung Hyun yang tiap kali trip hampir selalu menang.

Sumber Gambar : Google

3. The Return Of  Superman


Sumber Gambar : Google

Acara yang ini sudah 5 tahun, melihat tingkah para bayi membuatku kadang ketawa bahkan sedih melihat mereka bersama ayahnya. Jadi ini acaranya dikhususkan untu para Selebritas Korea Pria yang mempunyai anak. Yang terbaru dan jadi idola adalah anak dari pesepakbola Park Jo Hoo, Na Eun dan Gun Hoo. Na Eun mempunyai kemampuan menggunakan 4 bahasa. Cakep kan?

4. Mom’s Diary
Kalau yang 1 (Satu) ini acara para ibu dari para selebritas yang belum menikah. Ada ibu dari Kim Jong Kook, Ibu dari Gun Mo, Ibu dari Eric, dan Ibu dari........ Menceritakan kehidupan para anak yang di tonton oleh ibu mereka dan tentunya memberi komentar di pandung oleh Song Yeop dan Mantan Atlit Basket....
Sumber Gambar : Google

5. I Live Alone
Nah acara ini mengusung konsep “Tinggal Mandiri” jadi ini kehidupan para pewara seperti Park Na Rae, Hyun Mo, Model Han Hye Jin, Lee Si Eon, Henry Lau yang sudah jarang tampil, dan Kian84. Terbagi atas 2 sesi dan berlangsung selama 90 menit.