Sunday, 7 October 2018

Bye September


Kenapa judulnya seperti di atas? Terlalu banyak yang saya lalui dibulan September, mulai dari hal yang menyenangkan dan tidak, like a rollcoaster.

Dimulai dari awal bulan saya mendengar kabar dari teman lama yang meninggal. Sangat tidak disangka-sangka karena hari sebelumnya kita komunikasi dengan intens, namun pada malam harinya saat dia menghubungi saya tidak mengangkat telpon. Namanya ajal memang tidak ada yang tahu, tapi masih sangat merasa kehilangan. Karena kami kenal sudah cukup lama sekitar 10 tahun. 

Kemudian saya bersama teman mengunjungi Rammang-Rammang, ya walaupun kategorinya dekat dari Makassar tapi ini pertama kalinya saya ke sini. Akhirnya bisa merasakan feelnya ketimbang dengar dari cerita orang selama ini. Kemudian disusul besoknya saya berangkat ke Ambon, yeah it's my first time berangkat di September bukan karena liburan, tapi ada urusan kerjaan. Ya walaupun itu juga diselingi jalan-jalan dikit. Seenggaknya punya gambaran tentang kota Ambon.  

Setelah pulang dari Ambon, minggu berikutnya saya ke Palu untuk urusan kerjaan juga. Kalau ke Palu sih udah pasti bernostalgia dengan kenangan waktu sekolah dulu. Sebelumnya saya tinggal di Palu sekitar 4tahun dan setelah itu menetap di Makassar karena melanjutkan study. Itupun waktu terasa sangat mepet, masih belum sempat ketemu teman-teman lainnya. Setidaknya ketemu salah satu teman yang cukup dekat dan jalan-jalan malam bersama. Dan pastinya sempat ziarah ke makam papi. Itu tujuan paling penting selain masalah kerjaan.

Satu minggu selang pulang dari Palu, terjadi bencana nasional yaitu gempa dan disusul tsunami disana. Sangat sedih sekali, sampai harus ansos beberapa waktu karena kejadian itu. Keluarga disana juga tidak dapat dihubungi, karena mereka menggunakan operator Tsel. Setelah di coba beberapa hari, keluarga semua dalam keadaan sehat walaupun masih ada trauma bagi mereka. Sangat bersyukur juga karena saya tidak berada disana pada saat itu, entah kenapa saya ingin cepat-cepat ke Palu. Sudah tidak bisa membayangkan mesti bagaimana kalau saya dalam situasi seperti itu.

Kemudian diminggu terakhir itu saya nginep di Melia Makassar hotel. Ulasan tentang hotel ini bisa kalian baca juga.

Review : First Impression Spa Salt My choice


Spa Salt My Choice di klaim bisa mencerahkan kulit karena saya juga Sedang membutuhkannya. Karena habis pants-panasan selama 3 minggu dan kaki serta tangan paling kelihatan ada tanda antara batas lengan baju dan antara kaki yang tertutup dan tidak.

Bahan dasarnya sudah jelas adalah Garam. Tapi karena ini menggunakan garam spa, jadi patut di coba lah, cukup merogoh kocek sebesar 10K untuk 1 sachet. Ambil secukupnya dan tambahkan air, sama seperti kita membuat masker. Awalnya garam ini berwarna orens, setelah di gosokan ke badan maka akan berubah jadi ke abu-abuan yang artinya daki kita ikut tergerus. 

Pada pemakaian di awal terasa badan lebih halus, untuk efek mencerahkan secara instan belum terlihat. Nanti akan saya update setelah ada perkembangan. So far sih ini tidak bikin kulit kering.

Thursday, 4 October 2018

Review : St Ives Radiant Skin Pink Lemon & Mandarin Orange


Baru-baru ini saya menggunakan ST. IVes yang varian Radiant Skin Pink Lemon & Mandarin Orange Scrub. Buat kalian pasti tau ST. Ives merupakan brand yang sangat terkenal di Indonesia karena sudah banyak beauty blogger ataupun beauty vlogger bahas. Sayangnya di Indonesia sendiri mereka belum ada store nya. Jadi buat kami yang tinggal di Makassar belinya harts online tapi sekarang sejak ada Watson Indonesia di Makassar, sedikit demi sedikit ada sedikit secercah harapan. hahaha.

St. Ives Radiant Skin Pink Lemon & Mandarin Orange Scrub merupakan face scrub brand no.1 di Amerika. Bayangkan dari Benua Amerika ke Benua Asia, tepatnya di Indonesia dan akhirnya ada di Makassar Sulawesi Selatan, it's so long far away. hahaha..

Seperti yang di klaim St. Ives Radiant Skin Pink Lemon & Mandarin Orange efektif untuk melembutkan dan menghaluskan kulit. Awalnya sempat ragu dengan kata yanga ada di belakang kemasan, tapi beneran it's worth it. Jadi Hari sebelumnya saya make-up full Karena ada kegiatan yang mengharuskan, setelah itu terasa muncul komedo yang kasar terutama di bagian hidung yang paling sering kena touch up. Pada saat cuci muka, di gosok-gosok lah bagian yang terasa banyak komedonya. Dan hasilnya bagus banget Karen bikin kulit lebih kenyal seketika dan halus. Walaupun komedo masih keliatan seenggaknya sudah halus. Beneran ada hasilnya. Gak kayak yang meng-claim lainnya. 

Scrubnya juga sangat kecil seperti kasat mata, karena warna dari face wash ini putih dan bulirnya warna orange ketika kamu pijat maka akan kerasa lah dan notice setelah cuci muka tidak bikin kulit kering. Sangat membantu karena sekarang wajahku normal to dry. Untuk hasil whitening sejauh ini tidak ada, beda dengan Senka yang memberikan efek cerah setelah sekali penggunaannya saja dan akan saya update setelah menggunakan ini lebih dari sebulan tentunya.

Tuesday, 2 October 2018

Review : Melia Hotel Makassar




Horeeeeeee... Satu lagi hotel yang berbintang empat di Makassar yang saya tempati, Gran Amelia Makassar. Akses ke Melia Hotel sangat dekat dari Mall Ratu Indah, dan enaknya lagi dekat dari Grin & Pull tempat nongkrong yang ngehits akhir-akhir ini. 

Pertama kali masuk di lobby, langsung tercium bau hotel wangi yang menurut saya itu menandakan bahwa hotelnya sangat memperhatikan estetika. Harga Publish di Premium Room 800rban dan kalian bisa mendapatkan reward berupa poin untuk digunakan berikutnya. Kamarnya sangat nyaman, untuk ukuran saya yang biasa nginap di hotel. Di lengkapi dengan complimentary membuat saya makin senang di karenakan habis beli roti sebelumnya. hahahaha..


Untuk ukuran hotel bintang empat, fasilitasnya sangat memadai, mulai dari fasilitas penunjang berupa Spa, tempat nge-Gym, dan kolam renang. Dari segi dalam kamar juga tersedia lengkap sampai ada hair dryernya lho. Suka banget deh sama konsepnya, bahkan ada handuk kimono. 


Dari segi makanannya kurang variatif menurut saya untuk ukuran hotel bintang empat, apa karena pernah cobain hotel di Jakarta bintang 3 yang sangat banyak pilihannya. Entahlah..

Sekian review saya "Melia Hotel Makasar"

Monday, 1 October 2018

Review : Kampoeng Nelayan Hotel



Ini dia hotel yang di malam sebelumnya sudah di intai, bahkan sempat bilang kok tuh orang norak banget ya foto malam-malam depan hotel. Gak taunya saya juga kok pas sampai di situ.


Tempatnya teduh banget, cocok nih buat yang mau sedikit menenangkan diri dari hiruk pikuk perkotaan. Letaknya juga pas depan pantai, dan cottage ini cuma tersedia 16 kamar yang terbagi atas 2 view, yang pertama Sea View dan yang kedua Garden view. Sayapun memilih kamar dengan sea view, tapi tenang depannya juga ada garden kok ya walaupun tidak sebanyak di view garden itu. 


Untuk kamar dengan view laut tidak begitu besar, dan ada jendela yang bisa melihat laut dari kejauhan sih. Banyak orang yang berenang di depan hotel, terutama di hari sabtu dan minggu. Di sepanjang jalan ini juga banyak orang yang jualan nasi kuning dan juga putu penja jadi capek berenang bisa mampir makan
 

Review : Jazz Hotel Palu






Sekarang kota Palu sangat berkembang, dari yang terakhir ke Palu sekitar tahun 2010. Banyak bangunan baru, terutama untuk hotel. Karena saya berada di Palu untuk 2 malam, maka saya memilih malam pertama di Jazz Hotel yang terletak di jalan Zebra. Akses  dari Jazz Hotel ke Bandara Sis Aljufri Palu sangat dekat cukup memakan waktu 5-10menit. Jadi Jazz Hotel bisa jadi alternatif untuk kalian yang ingin nginap dekat bandara. 



Jazz Hotel mengusung konsep seperti cottage yang berteras dan cuma ada 2 lantai saja. Kebetulan saya dapatnya di gedung lama, kuncinya masih manual untuk kelas 2 di Palu saya pikir akan pake access card. Kamarpun cukup luas, terdiri dari tempat tidur, AC, Meja Rias, Lemari Pakaian dan ada Meja serta kursi 2 buah.



 
 





Review : Laser CO2 di Dr. Ayu


Pas tanggal 25 September, saya datang ke Arayu Clinic Makassar untuk konsultasi sama Dr. Ayu tentunya. Terhitung dari terakhir kali ke sini sekitar 3 bulan yang lalu menjelang lebaran. Niat awal cuma ingin peeling korea seperti sebelumnya karena kulit wajahku cukup gelap karena habis main di panas-panasan selama 2 minggu ini. Tapi sama Dr. Ayu disarankan untuk melakukan CO2 Laser.

Sebelumnya saya pernah CO2 Laser Kusuma Beauty Lab Makassar dengan hasil yang kurang memuaskan ditambah waktu itu agak berbeda dengan yang sekarang saya lakukan di Arayu Clinic Makassar. Mesin yang digunakan juga hampir sama.
Pertama yang dilakukan seperti biasa, wajah dibersihkan terlebih dahulu. Kemudian saya minta untuk di totok dulu wajah saya biar agak segeran. Baru setelah itu di kasih krim anastesi. Waktu untuk anastesi sekitar 30menit, tapi karena Dr. Ayu banyak pasiennya saya membutuhkan waktu sekitar 1 jam. 

Setelah itu, saya dipakaikan kacamata untuk menghindari sinar laser. Pengerjannya cuma sebentar saja sekitar 5 menitan dan kemudian di kasih alat seperti infra red sekitar 5 menitan juga. Hasilnya muka saya merah, dan ada bekas seperti kotak-kotak gitu deh. 

Hari pertama setelah itu masih memerah, sampai orang kantorpun bertanya muka saya kenapa. Beginilah kalau mau cantik, ada pengorbanan dikit. Dan hari itupun saya mesti ketemu banyak orang. Dan notice emang muka keliatan bengkak. hahahahaha..