Showing posts with label traveling. Show all posts
Showing posts with label traveling. Show all posts

Wednesday, 20 February 2019

Mudahnya Membuat Paspor di Kantor Imigrasi Sulawesi Selatan

Akhirnya Jadi Juga
Kalau ada yang bilang susah membuat paspor, jangan mudah percaya. Biasanya orang kan nakut-nakutin dan tentunya bisa jadi malah mengambil manfaat dari situ. Tapi gak perlu risau ataupun gundah gulana, berikut langkah-langkah yang bisa kalian lakukan dan praktis tentunya pengisian datanya :

Langkah yang harus di lakukan antara lain :

----------------------------------------------------

1. Yang pertama kali harus di lakukan adalah melakukan pendaftaran secara Online di www.imigrasi.co.id karena setiap yang datang kesana tanpa mendaftar pastinya tidak akan dilayani melainkan disarankan untuk langsung mendaftar secara online. Tentunya membuat kita ribet ketika sudah berada di tempat dan akan buru-buru. Pengalaman saya mendaftar 1 Minggu sebelumnya di karenakan menyiapkan datanya membutuhkan waktu dan juga biasanya di Minggu yang sama sudah full kuota ataupun sudah banyak yang mendaftar sehingga akan lama berada di sana, bisa jadi malah setengah hari berada di Kantor Imigrasi.

2. Setelah kita terdaftar maka langkah selanjutnya yaitu memilih lokasi untuk pengurusan paspor. Nah kalau di Makassar ada 2 lokasi yang bisa kalian pilihm yaitu di Jl. Perintis dan di Jl. Alauddin. Setelah memilih lokasi pengurusan, akan ada jadwal yang bisa kamu tentukan sendiri seperti tanggal akan mengurus dan juga waktu pagi hari atau siang hari akan pergi.

Kemudian, akan ada barcode yang muncul dan kamu diharuskan untuk memprint agar di tunjukan ke Petugas Imigrasi  untuk proses pengantrian.

3. Persiapkan data. Untuk kamu yang notabene adalah membuat paspor maka yang persyaratkan untuk membawa 3 item ini:
    a. Kartu Keluarga Asli dan 1 Lembar Foto Copy-an
    b. KTP Asli dan 1 Lembar Foto Copy-an
    c. Akte Kelahiran Asli dan 1 Lembar Foto Copy-an

Untuk perpanjangan paspor cukup membawa Paspor Lama Asli dan juga Kartu Keluarga Asli terkhusus paspor yang di keluarkan pada tahun 2009. Kalau tidak sempat foto copy, jangan khawatir ada tempat ATK di sebelah gedung.

Proses ketika berada di Kantor Imigrasi

---------------------------------------------

Sesampainya di kantor Imigrasi pilihan kamu tentunya, silahkan ambil antrian dahulu ke Satpam yang standby karena mereka sudah mempunyai daftar pembuat paspor. Lalu nanti akan dipanggil serta di periksa kelengkapan berkas,kalau sudah sesuai dan tidak ada yang kurang maka akan di keruangan Foto dan Wawancara. Disini saya mengantri agak cukup lama, sekitar 2 jam karena tiba sekitar jam 09.00
Setelah menunggu dengan perasaan agak tak menentu, gelisah yang tak jelas akhirnya di panggil antrian saya juga.

Begitu selesai wawancara, maka kita akan segera di foto dan membawa pulang seperti resi yang menginformasikan harga pembuatan paspor sebesar 355rb dan juga bank / kantor pos dimana kita bisa membayar. Maka 3 hari setelah pembayaran, paspor dapat di ambil dan di pakai tentunya.

Sekedar informasi nih, prosesnya cuma 3 hari kok setelah pembayaran jadi saya rasa kalau tidak begitu urgent dalam waktu seminggu sebelum berangkat bisa pakai yang reguler saja. Kecuali sudah urgent bisa menghubungi pihak calo yang dikenal. Biayanya bervariasi setahu saya sekitar 500-850rb. Pilih sesuai kebutuhan saja.

Tuesday, 1 January 2019

5 Benda Yang Perlu Dibawa Saat Traveling



Saya cukup sering berangkat keluar kota, apalagi pas kemarin LDRan. Rasanya sesuatu banget deh pergi hari Sabtu dan Minggu harus balik lagi. Rasanya jangan ditanya, ibarat kata capek dan tua di jalan, dan itu yang saya jalani hampir 3 tahun. Ini juga dikarenakan kalau pacar ke Makassar bakal sedikit ribet karena saya gak bisa bawa kendaraan dan kemana-mana kita mesti naik taksi, ditambah lagi yang paling bikin doi agak susah keluar kota karena kegiatan seabrek-abrek. Seenggaknya kalau masih di Jakarta, saya masih bisa ikutan nongki atau saya di tinggal bentaran. Hiks.. Hiks.. Begitu kurang lebih monolognya. Nah apa saja yang saya siapkan kalau traveling.

1. Baju 
Kalau ketemu saya biasanya bawa 2 jenis pakaian, pertama yang casual seperti akan berangkat atau pulang nantinya dan kedua biasanya agak lebih feminin karena biasanya kita suka dinner di resto gitu atau sekedar ketemu temannya. Tapi kalau kalian memang tujuannya pergi ke tempat yang lebih sering berada di outdoor, tinggal menyesuaikan aja dengan pakaian yang mudah menyerap keringat ketika cuaca terik dan ketika cuacanya dingin gunakan baju tebal atau pakai out wear. Tetap stylish ya.

2. Sepatu
Nah karena dia suka cewek yang pakai high heels, maka saya sering menggunakan sendal high heels tapi yang masih bisa di pakai untuk jalan-jalan seperti naik turun pesawat atau bahkan lelarian di gate karena telat check in.. hahahaha. Pakailah yang nyaman itu lebih tepatnya. 

3. Headset
Ini barang yang gak pernah ketinggalan walaupun keliatan seperti printilan, tapi saya suka membawanya karena untuk dengarkan lagu atau nonton video. Ya 2 jam di pesawat jenuh juga kali.

4. Pouch
Nah isi dari pouch ini lebih ke beberapa lipstik, obat-obatan dan bedak. Minimalis bukan?

5. Dompet
Nah hal yang 1 ini sangatlah penting, sebelum berangkat mending masukan ke dalam tas kecil yang bisa kamu bawa dengan ringkas karena isinya sudah jelas selain duit, tentu ada KTP dan juga kartu yang penting. Pernah nih ya karena takut hilang masukinnya paling dalam tas ransel, dan hasilnya? Hampir ketinggalan pesawat. Jadi mending di pisahkan saja dengan membawa tas kecil.

Jadi cuma 5 barang ini aja cha yang kamu perhatikan? Ya iya emang sih ditambah saya hanya bawa tas ransel ukuran kecil juga. Kok cuma itu aja? Handuk, Sabun, Body Lotion, Odol, Sikat gigi gimana? Semua hotel kan sudah menyediakan jadinya tinggal bawa bedak doang aja, itupun kalau tidak ketinggalan. Jadi emang saya kalau berangkat kemanapun tidak perlu repot-repot bawa ini itu bakal berat sendiri. Jangankan itu ya, 5 hari  berangkat cuma bawa ransel doang kok. Mungkin karena saya tipe simpel juga, jadi tinggal mix and match aja pakaiannya. 

Sekian informasi dari saya akan barang apa saja yang mesti di bawa. Kalau kamu biasanya seperti apa? share dong

Wednesday, 26 December 2018

3 Tips Hemat Wisata Kuliner Tanpa Takut Bokek




Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, beberapa bulan yang lalu saya ke kota Ambon dalam rangka dinas. Dan ketika teman saya berangkat ke sana, sudah saya wanti-wanti untuk wajib coba kuliner yang seperti sari laut yang berjejer. Terus setelah sampai, adanya saya malah di complain karena katanya mahal. Padahal saya waktu ke sana harga makanannya standar, ikan bakar ukuran sedang, beserta nasi dan minum teh anget dapatnya 50K sedangkan dia harus membayar 85K. Belum lagi harga ayam bakarnya 35K katanya itu ayam seekor kalau di Makassar. Hahahaha.
So ini tips untuk kamu yang mau kulineran tanpa takut dompet cekak.

1. Googling tempat makan yang akan kamu datangi sebelum ke sana. Caranya selain googling? Cek di GrabFood atau GoFood

2. Kalau sudah keburu dijalan, liat menu di depan pintu masuk. Biasanya di restaurant ada lembaran menu, atau di warteg juga ada kok. Masih gak ada juga? Tanya aja ke mbak-mbaknya kan lebih malu lagi kalau udah masuk ternyata harganya gak sesuai ekspetasi.

3. Kalau ternyata harganya lebih mahal daripada perkiraan, coba cari tempat makan sejenis dan sesuai budget. Kan banyak tuh alternatifnya.

Selamat  berlibur dan berwisata kuliner. 

Traveling : Pesona Kawasan Dataran Tinggi Malino Sulawesi Selatan



Gak kerasa di penghujung tahun, dari kantorku mengadakan Employee Gathering ke Malino. Yah Malino adalah salah satu daerah dataran tinggi yang ada di Sulawesi Selatan. Biar ada bayangan sedikit, ada yang pernah ke Puncak? Malang? ya kurang lebih sama suasananya. Dingin banget hawanya, dan mesti bawa baju yang agak cukup tebal dan juga kaos kaki biar malamnya gak masuk angin.


Nah kemarin itu kami nginap di Villa Reunion, tempatnya baru di bangun sekitar 8 bulanan dan bagus pemandangannya. Rasanya tempat istirahat yang tepat untuk yang ingin tenang dari hiruk pikuk kota. Di kelilingi oleh persawahan dan lapangan yang cukup luas itu terdapat juga kolam ikan yang memanjang dari aliran sawah itu dan ada saungnya juga. Cakep gak tuh? Sayangnya waktu disini tidak sempat foto karena kelelahan habis main games.


Selama di Malino, saya cuma ke Malino Highland dan harga tiket masuk ke sini 50K, cukup pricy menurutku untuk ukuran tempat hiburan yang seperti ini. Dengan tiket tersebut kalian sudah bisa memasuki kebun binatang, kebun teh dan kebun bunga. Nah kalau di kebun teh ini paling berasa dinginnya karena dalam keadaan lapang gitu, jadi saran saya harusnya pakai baju yang agak tebal. Sedangkan untuk ke kebun bunga tidak jauh dari situ kamu akan menemukan aneka bunga-bungaan, tapi tidak sebesar dalam anganku. Soalnya ini juga termasuk pertama kalinya saya ke sini. 


Selain ke Malino Highland, kalian bisa ke Air Terjun Takapala, sayangnya medan yang cukup terjal tidak memungkinkan dengan kondisi kendaraan kami yang masuk kategori sedan itu. Sebagai alternatif bisa ke Hutan Pinus. Disini sangat ramai wisatawan dan bisa menikmati wisata naik kuda cukup bayar seadanya aja. Dan capek setelah wisata di kawasan Pinus tidak lengkap kalau tidak menyantap mie rebus telur ceplok. Ya daerah dingin emang enaknya makan yang panas-panas gitu.

Sekian liburan saya selama 2 Hari 1 Malam di Malino.


Wednesday, 19 December 2018

Review : Ibis Budget Makassar Airport Hotel



Untuk yang suka traveling daerah Timur Indonesia, pasti akan transit terlebih dahulu di Makassar. Dan penerbangan ke sana kebanyakan di sangat orang pada tidur terlelap, yaitu pada saat dini hari. Sehingga yang tiba di Makassar pada sore atau malam harinya, perlu mengistirahatkan tubuh sejenak.


Tiduran di dalam Bandara Sultan Hasanuddin bukan pilihan yang cukup baik menurut saya, apalagi kalau lebih dari 3jam. Badan terasa pegel, mau merem dikit tapi takut barang ada yang hilang. Nah sekarang Accor Group memberikan alternatif buat para traveller untuk bisa nginap di Bandara tanpa takut barang hilang dengan menghadirkan Ibis Budget Makassar Airport Hotel.


Hotel yang kelihatannya kecil ini, ternyata cukup besar di bagian lobby nya dan disambut dengan welcome drink dan resepsionis tentunya. Disini kita bisa memilih mulai dari 3 jam, 6 jam dan juga seharian untuk paket menginapnya. Harga yang ditawarkan untuk sekelas di Bandara ya cukup affordable, dimulai dari harga 200ribuan kita sudah bisa sejenak melepas lelah.



Didalam kamar, sudah tersedia air minum kemasan hanya saja untuk perlengkapan mandi seperti odol, sikat gigi, serta sendal hotel di jual di bagian depan resepsionis. Sebelum cek ini juga biasanya dijelaskan oleh resepsionisnya. Menuju area kamar ternyata cukup panjang juga koridornya dan terdiri atas 2 lantai. Memasuki kamar, agak sedikit kaget. Dengan kamar yang luasnya tidak seberapa tapi isinya lumayan lengkap bahkan ada wastafelnya dan juga ada tv sebagai hiburan di kamar. Tempat tidurnya cukup nyaman dan kelihatan bersih. Wangi sih tidak, tapi setidaknya gak ada bau yang aneh tercium. Ya maklum karena saya sangat terganggu dengan bebauan. hehehehe.




Jadi sekarang ada alternatif baru kan untuk kamu yang istirahat sejenak. Enjoy your trip.

Wednesday, 12 December 2018

Traveling : Manakah Applikasi Traveling Termurah?




Di era digital yang serba cepat menuntut kita juga harus cepat termasuk dalam membeli tiket. Yang pada tahun 2000an dulu kita memesan tiket dengan datang ke travel agent itupun tidak semua travel agent bisa online lho, cuma yang sudah bermitra saja atau kita bisa memesan tiket by phone dan pas issued datang ke travel agent-nya.  Namun sekarang kita bisa membeli tiket hanya dengan mengakses ke website penerbangan atau pun dengan mendownload applikasi seperti traveloka, pegi-pegi, dan juga agoda. 

Jadi kali ini kita akan membahas ketiga applikasi ini. Semoga bisa jadi masukan kalian dan masukan buat saya juga sebagai refensi : 

1. Traveloka
Applikasi ini sangat memabntu untuk saya karena harganya yang tertera sudah include dengan biaya lain-lain. Sehingga kita tidak perlu menghitung lagi akan kena charge apasaja dan biasanya ada paket murah untuk beli tiket beserta hotelnya. Belum lagi akan ada diskon lagi untuk pembelian keduanya. Jadi double hemat.

2. Pegi Pegi
Applikasi yang satu ini menawarkan agak berbeda karena promo tiketnya biasanya lebih murah dengan diskon sampai 75K diatas 1000K. Perbedaan lainnya terkadang hotel mereka lebih banyak alternatif ketimbang traveloka dan lebih murah. Sayangnya kita mesti sampai ke halaman booking dengan data lengkap baru tahu nominal akhir yang mesti dibayarkan, kurang praktis menurut saya.

3. Agoda
Nah kalau yang satu ini banyak alternatifnya dan review dari mereka lebih yang sebenar-benarnya jadi yang ingin referensi bagus tidaknya bisa mampir sini dulu. Dari segi hotel ataupun penerbangan jarang ada promo juga.

Kalau kalian sendiri biasanya pakai applikasi apa? Share dong pengalaman kamu

Tuesday, 11 December 2018

Review : Gammara Hotel Makassar



Well terakhir saya review hotel di Melia, sekarang saya akan membahas tentang Hotel Gammara yang sudah launching sekitar 2 tahun terakhir. Berada di daerah tanjung yang satu kawasan dengan Trans Studio Mall membuat hotel ini memiliki kesan mewah.

Kesan pertama begitu kita memasuki pekarangan akan terlihat asri dengan banyaknya tumbuh pepohonan yang sedang berbunga. Sedangkan begitu memasuki area lobby maka ada kesan yang luas dan ramah.



Begitu tiba di kamar, kesannya malah biasa saja seperti hotel pada umumnya saja. Terutama untuk toiletnya tidak ada pispotnya sehingga yang buang air kecil apalagi air besar akan merasa kerepotan ditambah nyala airnya cenderung loyo. Hahaha. Untuk kelengkapan mandinya sangat lengkap, karena ada juga hair dryer nya. Di Makassar jarang ada hotel yang memilikinya sekelas bintang 4. Sayangnya handuknya cenderung bau malah.

Dari segi restaurant untuk penyajian makan paginya cukup banyak alternatif makanan, itulah kenapa saya suka nginap di hotel dan mengambil paket breakfastnya karena ingin merasakan menu makanannya. Kita juga bisa memilih di dalam ruangan breakfastnya atau diluar dengan pemandangan menuju kolam renang. Sayang kemarin tidak sempat berenang.

Sekian review saya tentang Gammara Hotel.




Friday, 7 December 2018

Solo Traveling VS Group Traveling




Bagi kalian yang suka jalan lebih memilih Traveling sendiri atau harus ikutan Group? Yuk simak pengalaman saya berikut ini.


1. Solo Traveling

Kalau kalian tipe Introvert seperti saya, traveling sendiri bukan masalah yang besar. Baiklah mulai dari segi baiknya dulu saya ceritakan, enaknya adalah kita bisa merencanakan perjalanan kita sendiri tanpa harus bingung dan mengikuti tur orang lain. Bayangin aja kita sudah atur waktu dan ternyata ada teman kita yang molor. Bete kan? Dengan solo traveling kita bebas menentukan waktunya tanpa terikat dengan orang lain, bisa lebih lama ataupun cepat dari perkiraan untuk berada disuatu tempat. Nih satu hal yang bikin saya agak kurang nyaman, adalah berbagi kasur dengan beberapa orang. Maklum saya kalau tidur kurang nyantai juga caranya apalagi kalau capek ya kali ngigau ataupun ngorok. Hahaha.. 

Sekilas itu enaknya dari Solo Traveling, berikutnya kita bahas tentang Group Traveling.


2. Group Traveling

Jangan pikir karena saya seorang introvert maka saya tidak pernah melakukan perjalanan bersama orang banyak atau yang disebut group traveling. Bahkan saya pernah bawa tour dengan jumlah 100 orang karena pada saat itu saya sebagai tour leader disebuah travel agent di usia masih cukup muda sekitar 19 Tahun. Enaknya dalam perjalanan group adalah kita bisa mendapat alternatif perjalanan apalagi kalau mereka punya tujuan beda-beda, kita bisa mengikuti tujuan mereka tanpa takut boring dengan tema liburan mereka. Nah untuk urusan makanan dengan group traveling pastinya orang berbeda selera sehingga kita pasti akan memilih makanan yang "aman". Berfotopun bisa bergantian karena ada temannya, asal jangan jalan ama teman yang bawaannya bentar-bentar pengen di foto bakal repot juga ya. Menurutku sih

Itulah pembahasan seputar enaknya Solo Traveling dan Group Ttaveling

Friday, 9 November 2018

Traveling : TravelokaPay


Seiring dengan tingkat stress yang tinggi dan perlu diimbangi dengan berbagai macam hiburan, maka hanya dengan ponsel pintar kita dapat memulainya. Seperti contoh, hiburan adalah liburan dan ini berlaku buat saya. 

Liburan bukan satu hal yang mutlak, tapi kalau sudah mulai jenuh dengan rutinitas maka saya mulai mencari hotel, penerbangan, bahkan keduanya untuk melakukan suatu perjalanan. Liburan juga bukan suatu paksaan mesti yang bermewah-mewah, intinya kan untuk melepaskan kejenuhan dan refreshing. Dan sekarang Traveloka meluncurkan, satu kemudahan untuk penyuka traveling seperti saya dengan tambahan pilihan TravelokaPay yang bisa bayar nanti. 

Program TravelokaPay ini sangat membantu buat yang kita suka traveling lho, dengan limit Rp. 2.000.000 menurut saya ini sudah sangat cukup dan pilihan pembayarannya bisa kita sesuaikan 3 bulan, 6 bulan dan 12 bulan. Kalian tinggal memilih sesuai kesanggupan. Biar gak ada beban pada saat liburan, sebaiknya setelah lunasi baru kita berangkat. Biar benar-benar fresh setelah itu, jangan pas balik dari liburan malah mikirin hutang.. hahahaha..

So buat kalian yang pakai Traveloka tapi belum menggunakan TravelokaPay segera daftar aja, gak sampai 30 menit prosesnya dan bisa langsung digunakan. 

Sunday, 21 October 2018

Journey : Sultan Hasanuddin International Airport


Ada yang punya cerita sama seperti saya, berangkat dengan flight subuh dan mesti jalan ke bandara mesti tengah malam? kalau iya kita tos dulu deh. 

Ini first time berangkat dengan waktu yang super gak nyantai, sebelumnya paling banter flight jam 5 subuh dari Jakarta dan itupun ada yang anterin (pacar), kalau sekarang malah mesti sendiri, cukup mandiri untuk ukuran cewek. 

Cocokin jam tidur biasanya dan mesti berangkat ke bandara itu rasanya badan ama mata gak sinkron deh. Badan minta untuk move dari tempat tidur tapi mata masih pengen merem aja. Belum lagi mesti ijin ke orang rumah, karena banguninnya itu. Pada bangun semua yang ada mereka. 

Pas sampai bandara, langsung masuk untuk ambil boarding pass. Sebelumnya sudah lihat alat ini cuma dilewatin aja, dan sekarang cobain check in mandiri dan langsung tercetak boarding pass nya. Jadi yang buru-buru dan tidak ada bagasi bisa langsung aja daripada mesti ke counter. Ini bukan pertama kali juga saya menggunakan check in mandiri, sebelumnya pas di Jakarta terminal 3. Alat ini juga mudah banget difungsikan, buat yang first time cobain pasti langsung ngerti. 

Dari semua yang saya ceritakan diatas, ini merupakan tugas kedua saya ke Ambon. 

Review : The City Hotel Ambon


Ini kali kedua saya ke Ambon dalam sebulan terakhir, tapi ini masih tetap dalam rangka kerjaan juga kok. Sayangnya tidak pakai acara jalan-jalan, karena aku terlanjur capek dan ngantuk dikarenakan berangkat jam 3 pagi, itupun jam 1 dini hari sudah otw bandara.






Karena ini kali kedua seperti yang di ceritakan seperti di atas, maka saya memilih hotel ala koper. Paham kan ya yang ala koper seperti apa, yang sedikit high end lah. Jadi saya memilih The City Hotel Ambon. Pas pertama kali ke Ambon sudah sempat searching dan lihat hotel ini sangat ramai dari depan jalan dan juga bangunannya cukup terasa etnik dari awal karena sepintas kayak di tutupin kayu.


Ini hotel yang baru di opening ada than 2017 jadi masih cukup baru. Dan terjadi drama yang kurang mengasyikan karena hotel ini full booked sampai 4 hard ke dean. Sudah cek di travelog, Agoda, pegi-pegi, tripadvisor, booking.com mash nihilism juga. Hari sebelumnya pun sudah hubungi ke hotelnyapun lagi full. It’s ok, I’m not lucky but the last call at hotel for the day finally I got room. Very happy.


Ok diantar sampai disana sama orang kantor, dan proses check in pun juga cukup cepat. Sampai dikamar langsung beberes mandi terus tidur, nyatanya tidurpun tidak terlalu lama. Pagi harinya saya sarapan di lantai 7, disini baru kelihatan view sebenarnya. Karena dari kamar saya di lantai 3 jelas viewnya masih sepantaran dengan rumah warga, jadinya gak ada pemandangan menarik.




Untuk dari segi makanannya cukup variatif, untuk ukuran hotel yang bintang 3 malah makanan khasnya disitu tidak tersedia, apa karena tamunya yang kebanyakan juga bule jadi mereka menyesuaikan. I think so.


Kekurangannya : Pas kemarin sudah mandi ternyata handuknya tidak ada, alhasil pakai baju yang sebelumnya dipakai. Kelupaan mungkin ya.

Overall untuk The City Hotel Ambon dapat nilai 7 lah.




Tuesday, 2 October 2018

Review : Melia Hotel Makassar




Horeeeeeee... Satu lagi hotel yang berbintang empat di Makassar yang saya tempati, Gran Amelia Makassar. Akses ke Melia Hotel sangat dekat dari Mall Ratu Indah, dan enaknya lagi dekat dari Grin & Pull tempat nongkrong yang ngehits akhir-akhir ini. 

Pertama kali masuk di lobby, langsung tercium bau hotel wangi yang menurut saya itu menandakan bahwa hotelnya sangat memperhatikan estetika. Harga Publish di Premium Room 800rban dan kalian bisa mendapatkan reward berupa poin untuk digunakan berikutnya. Kamarnya sangat nyaman, untuk ukuran saya yang biasa nginap di hotel. Di lengkapi dengan complimentary membuat saya makin senang di karenakan habis beli roti sebelumnya. hahahaha..


Untuk ukuran hotel bintang empat, fasilitasnya sangat memadai, mulai dari fasilitas penunjang berupa Spa, tempat nge-Gym, dan kolam renang. Dari segi dalam kamar juga tersedia lengkap sampai ada hair dryernya lho. Suka banget deh sama konsepnya, bahkan ada handuk kimono. 


Dari segi makanannya kurang variatif menurut saya untuk ukuran hotel bintang empat, apa karena pernah cobain hotel di Jakarta bintang 3 yang sangat banyak pilihannya. Entahlah..

Sekian review saya "Melia Hotel Makasar"

Monday, 1 October 2018

Review : Kampoeng Nelayan Hotel



Ini dia hotel yang di malam sebelumnya sudah di intai, bahkan sempat bilang kok tuh orang norak banget ya foto malam-malam depan hotel. Gak taunya saya juga kok pas sampai di situ.


Tempatnya teduh banget, cocok nih buat yang mau sedikit menenangkan diri dari hiruk pikuk perkotaan. Letaknya juga pas depan pantai, dan cottage ini cuma tersedia 16 kamar yang terbagi atas 2 view, yang pertama Sea View dan yang kedua Garden view. Sayapun memilih kamar dengan sea view, tapi tenang depannya juga ada garden kok ya walaupun tidak sebanyak di view garden itu. 


Untuk kamar dengan view laut tidak begitu besar, dan ada jendela yang bisa melihat laut dari kejauhan sih. Banyak orang yang berenang di depan hotel, terutama di hari sabtu dan minggu. Di sepanjang jalan ini juga banyak orang yang jualan nasi kuning dan juga putu penja jadi capek berenang bisa mampir makan
 

Review : Jazz Hotel Palu






Sekarang kota Palu sangat berkembang, dari yang terakhir ke Palu sekitar tahun 2010. Banyak bangunan baru, terutama untuk hotel. Karena saya berada di Palu untuk 2 malam, maka saya memilih malam pertama di Jazz Hotel yang terletak di jalan Zebra. Akses  dari Jazz Hotel ke Bandara Sis Aljufri Palu sangat dekat cukup memakan waktu 5-10menit. Jadi Jazz Hotel bisa jadi alternatif untuk kalian yang ingin nginap dekat bandara. 



Jazz Hotel mengusung konsep seperti cottage yang berteras dan cuma ada 2 lantai saja. Kebetulan saya dapatnya di gedung lama, kuncinya masih manual untuk kelas 2 di Palu saya pikir akan pake access card. Kamarpun cukup luas, terdiri dari tempat tidur, AC, Meja Rias, Lemari Pakaian dan ada Meja serta kursi 2 buah.



 
 





Saturday, 15 September 2018

Journey : Ambon 3D2N


Keberangkatan saya ke Ambon sebenarnya dalam rangka tugas kantor. Dan karena disini ada perwakilan kantor, jadi ada yang menemani. Delay sekitar 30 menit dari yang dijadwalkan pada pukul 12.10, bertolak ke Ambon membutuhkan waktu 1 jam 30 menit. 

Tiba di Ambon sekitar jam 15.40, disambut dengan cuaca yang cerah membuat saya merasa beruntung dan perjalanan menuju kantor perwakilan disuguhi dengan pemandangan laut sangat menyegarkan mata teruntuk saya yang suka dengan laut. Perjalanannya sekitar 45menit dengan menggunakan sepeda motor. Setelah sampai, saya prepare untuk kunjungan disalah satu BUMN pada esok harinya. 

 
Karena sudah sangat sore, kami meninggalkan kantor dan melihat penginapan yang akan saya tinggali. Sebenarnya saya sudah booking, tapi teman saya yang tinggal disini, daerah yang ditinggali susah untuk cari makan dan aksesnya ribet karena ada semacam jam malam. Sebelumnya kami makan KFC dulu karena saya cuma sarapan indomie. Kepala sudah sakit saja. 



Penginapan Tiara itulah rekomendasi dari teman. Harganya variatif sekali mulai dari 150K - 230K tergantung dari kalian memilih ada di lantai berapa. Karena saya sudah pengalaman nginap di Ternate yang selantai dengan lobby, rasanya sangat bising sehingga saya memilih untuk berapa di lantai 3. Hitung-hitung bakar kalori nih. hahahaha.

Karena tidak bawa mukenah, saya bertanya petugas lobby tapi sayangnya tidak ada yang punya sehingga mereka memberi tahu Mesjid Raya Al-Fattah yang terdekat. Di jam 18.30 mulai lah ramai dengan berbagai macam dagangan. Mulai dari Nasi Goreng, Terang Bulan, Ketoprak aja ada, sampai ikan bakar yang semacam di Terminal Ternate pun ada. 

Kemudian pada jam 20.00 saya di jemput teman sekedar berkeliling di JMP, yaitu jembatan yang menyerupai suramadu. Apa lagi halu ya aku.. hahahaha.. Disini saya sempatkan foto ala kadarnya. Habisnya rada kayak katrok,padahal mank iya. wkwkwk. 

Untuk hari Pertama cukup, badan lelah banget dan saya memilih untuk tidur. 

Days 2 : 
Karena ke kantor pelanggan sudah selesai, sayapun mengajak teman untuk makan. Dia menyarankan tempat makan seperti prasmanan dekat hotel juga. Disini saya mencoba makan papeda yang ada kacang kenarinya. Ini hal baru buat saya, kalau di makassar namanya Kapurung tapi lebih ke sayur mayur isinya sedangkan di Poso namanya Dwi, kalau ini lebih ke kuah ikan. Dan ikan yang dipakai ikan katombo dan dimasak kuah bening yang rasanya pedas asam. 

Sekitar tengah hari tua, begitu biasa saya menyebutnya kami diajak ke batu kuda. Ini merupakan pantai tempat orang bisa snorkling karena ada karangnya. Sayangnya tidak bisa pergi ke tempat karang itu karena arusnya yang cukup deras ditambah saya masih newbie dalam hal seperti ini. Disini juga tersedia kamar mandi ganti, jadi setelah basah-basahan bisa bilas. Tempat ini dinamakan batu kuda, karena batu yang ada di sekitarnya berbentuk kuda ferrari, i think that.


Rasanya belum puas di batu kuda, tapi karena arus semakin besar kamipun harus beranjak kembali ke kota, namun sebelumnya kami mampir ke Pantai Natsepa. Dimana setiap kios disini menjajakan rujak dan es kelapa muda. Nama semua kios disini di awali dengan nama "Mama" cukup unik dan menarik untuk saya. Pantai Natsepa berwarna hijau muda,ingin rasanya turun mandi lagi tapi kalau tidak mengingat sudah sore dan perjalanan masih 30menit lagi ke arah kota. 

Selepas tiba di kota, sayapun kembali ke penginapan untuk bebersih. Sekitar jam 8 malam, saya memutuskan untuk mencoba ikan bakar sepanjang jalan penginapan. Harga ikan disini bervariasi, mulai dari 40K dan jenis ikanpun variatif. Tergantung selera kalian. Masih ingin makan yang manis, saya pun naik angkot untuk beli terang bulan. Biaya untuk sekali naik angkot 3K. Akhirnya selesai juga kegiatan saya di hari kedua. 


Days 3 : Mengawali hari dengan sedikit malas-malasan dikasur karena hari ini the last day dan akan dijemput sekitar siangan. Packing kembali barang yang sudah di bawa. Rencana hari ini cuma mau ke Pabrik Roti dan Gong Perdamaian. 


Karena cuaca lagi gerimis, dan tidak ada yang menjaga di pintu masuk Gong Perdamaian, akhirnya
saya cuma bisa foto dari jarak jauh setelah itu saya ke Pabrik Roti, dimana yang terkenal adalah roti kaya sayapun membeli 5 bungkus roti kaya  dan 5 bungkus roti isi kacang dan harganya mulai dari 8K-35K.

Karena akan take off jam 18.10 maka saya mampir beli ikan asap atau di Ambon ini di sebut ikan Asar dengan dabu-dabu colo untuk dibawa pulang ke Makassar. 


Sekian perjalanan saya ke Ambon, next kalau ada rejeki pengen eksplore lagi. 

Journey : Rammang Rammang Maros


Finally bisa ke Rammang- Rammang,padahal sebelumnya sudah di planning tapi batal. 

Jadi kami memutuskan untuk menggunakan jasa rental mobil dengan alasan tidak ingin ribet. Kalau dari Bandara Hasanuddin cukup memakan waktu sekitar 30menitan saja dan ada papan penunjuk jalan ke Rammang-Rammang. 

Tiba di Rammang-Rammang kita bisa langsung ke dermaga, nanti akan ada petugas yang mencatat berapa jumlah penumpang dalam perahu dan memberi tahu kita perahu yang mana akan digunakan. Sebelum naik ke perahu, ada topi yang bisa di sewakan. Mengingat disini cukup terik. 


Perjalanan dari dermaga ke Rammang-Rammang, memakan waktu sekitar 20 menit dan kita banyak menemui spot bagus untuk foto. Terkadang yang punya perahu kami minta berhenti agar kami bisa mengambil foto. 


Ternyata disana sangat ramai, kesan seperti pasar terapung sangat terasa karena banyak perahu yang sekedar ingin sandar di dermaga ataupun menunggu tamunya kembali. Begitu sampai kita langsung ke spot pertama foto, dengan pemandangan karst yang tinggi. Kemudian kami memilih untuk pergi ke Goa Berlian. 


Perjalanan menuju Goa Berlian pun cukup jauh, melewati semacam persawahan terlebih dahulu kemudian bebatuan. Itupun setelah sampai di muka goa, kita meski melakukan pendakian yang cukup curam. Sebelumnya kita di wajibkan membayar 5K/Orang untuk naik ke atas goa. Baru sampai di mulut goa sudah merasa ngos-ngosan, soalnya ini tidak seperti di awal kita lihat. Tipsnya kalau mau ke Goa Berlian,menggunakan sepatu kets yang nyaman. Di mulut Goa Berlian, ada bebatuan yang menyerupai anak kecil di gendong, Dinosaurus,Telinga Gajah. Kemudian akan menaiki tangga yang terbuat dari kayu dan di bagian atas dapat melihat batu berlian menurut informasi pemandu. Sayangnya kami tidak naik ke atas, karena ada bule yang mengatakan very hot setelah turun jadinya kami memutuskan untuk tidak naik. Ditambah kami kurang suka tempat yang bikin keringetan. haahahaha. 


Setelah turun dari Goa Berlian, kami memilih minum es kelapa muda. Sangat segar ditambah angin yang cukup kencang. Keringat yang membuat baju basah berangsur kering. Kembali ke Dermaga, kami sempatkan untuk mampir lagi ke Cafe dan Cottage yang Eco Natural. Puas berfoto kami kembali. 



Total waktu kami selama disini sekitar 3 jam. 
Sewa Perahu : 200K/ 1-2 OranÄ£ 
Sewa Topi : 5K 
Beli Topi : 30K 

Selamat berkunjung dan temukan pengalaman seru ke Rammang-Rammang.