Showing posts with label solo traveling. Show all posts
Showing posts with label solo traveling. Show all posts

Sunday, 11 August 2019

Nekat Trip ke Gili Trawangan Cuma Sehari

Sunset depan Villa Coral Floral Gili Trawangan
Cha, yakin sendiri?Cha, ndak takut?Cha, jadi janjian sama pacar disana?Nah kalimat terakhir yang paling sering di tanyakan, mereka berpikiran seperti itu padahal  sebenarnya saya kan lagi jomblo. Wkwkwkwk. Dan entah kenapa setiap traveling emang kondisinya lagi tidak punya pasangan. Sedih? Gak kok, malah ketemu teman baru dan bakal pacar baru sih. Tapi dari itu semua saya memang suka jalan walaupun sendiri terlepas dari kata Mager alias Males Gerak yang terkadang selalu membuat saya lebih banyak di rumah. Sekalinya keluar rumah jadinya malah keluar kota. Hehehehe. Itu sih kata si mami.Nah trip ke Gili Trawangan ini sebenarnya mendadak dan nekat, karena saya memutuskan ke sini tepat seminggu sebelum hari H. Niat awal browsing hanya ingin mencari travel yang menyediakan water sport terus tau-taunya malah nyasar ke dunia perblogan tentang penyebrangan ke Gili Trawangan dari Bali. Baca-baca tentang cerita para Blogger membuat saya tertarik untuk mengunjunginya. Maka saya mulai mencoba untuk hubungi travel agent untuk menanyakan biaya penyebrangan dan juga pengantaran dari hotel ke Padang Bay yang merupakan tempat penyebrangan di Bali, begitupun sebaliknya setelah kembalinya dari Gili Trawangan. Gak cukup itu saja, saya pun harus mencari penginapan yang sesuai budget selama berada disana. Saya pun memilih menggunakan AirBNB untuk mendapatkan harga yang lebih murah dan gunakan link ini aja untuk daftar. Prosesnya cepat jugaSetelah fix tanggal berangkat saya ke Bali maka memastikan kembali ke travel agent untuk membooking kapal yang akan membawa saya ke Gili Trawangan. Sayangnya 1 (Satu) hari sebelum saya berangkat sudah ramai dengan berita gempa yang ada di Ternate dan Manado yang menurut info masih satu lempengan. Maka saya mulai deg-degan juga karena tahun 2018 Lombok habis kena gempa dan Gili Trawangan pun ikut kena imbasnya membuat saya harus beberapa kali minta untuk dapat memastikan bahwa disana aman-aman saja. Syukurnya si Bli Putu sabar menghadapi saya dan membuat kekhawatiran saya hilang dengan memastikan bahwa jadwal keberangkatan pada hari sebelum keberangkatan saya aman dan kalaupun cuaca tidak mendukung pasti akan di kabarin dan tidak akan diberangkatkan. Dan bagusnya lagi travel tempat Bli Putu, kita dapat membayar biaya penyebrangan setelah dijemput dan untuk saya sih ini termasuk safety tanpa harus kerugian uang kalau seumpama tidak jadi. Tapi jangan jadikan ini alasan kalian cancel kapanpun kecuali memang ada hal yang tidak di inginkan. 
----------------------------------------------------------------------------------------------

Pada hari keberangkatan, saya sudah dijemput di Hotel sekitar jam 06.30 karena akan menjemput 2 orang lagi di tempat sekitaran Kuta juga. Sayangnya saat itu kami harus menunggu seseorang sampai hampir sejam namun tak kunjung ada dan berujung kami terlambat sampai di Pelabuhan Padang Bay sehingga harus menunggu kapal datang 4 jam lagi. Sungguh hari yang berat menurut saya karena dimulai terlalu pagi dan bingung harus kemana sedangkan kalau keluar lagi tentu memakan waktu dan ongkosnya cukup mahal mengingat ojek online tidak di ijinkan masuk ke daerah sini. Maka saya putuskan untuk berjalan seputar tepi pantai dan mengambil beberapa foto. Tanpa terasa waktu menunjukan waktu sudah jam 12.30 tentu perut keroncongan, ingin beli makanan ternyata harganya cukup mahal dan membuat saya sedikit berpikir kalau lebih baik saya memakan cemilan yang ada di tas daripada mesti keluarkan uang disini. Tips saya bawa cemilan sebanyak-banyaknya karena perjalanan menuju Pelabuhan Padang Bay sekitar 90 menit dan menuju ke Gili Trawangan juga memakan waktu sekitar 90 menit. Cukup lama bukan?
Dan akhirnya kapal datang juga pada jam 13.30. Mau tau apa yang saya pikirkan saat sedang menunggu naik ke kapal? Yeah, cuma saya yang jalan sendiri dan juga asli orang Indonesia. Bisa dibayangkan? Serasa ini ada di luar negeri. hahaha.  Saat akan naik ke Kapal, saya dibantu sama seorang bapak yang awak kapal dari Semaya utnuk membawa koper saya di masukan ke dalam kapal. Langsung berasa ketemu orang baik itu masih ada ya. lebay gak sih? Atau mungkin Bapaknya kasian ada cewek cantik mungil dan sendirian harus membawa koper. hihihihi.. Setelah semua penumpang dengan tujuan Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air naik maka berangkatlah kami semua. Kebetulan sebelah saya itu cewek dari Jepang meskipun bahasa kami terbatas kami bisa bercakap-cakap sebentar karena dia juga berangkat sendiri tapi tujuannya ke Gili Air.
----------------------------------------------------------------------------------------------



Begitu tiba di Gili Trawangan saya pun merasakan aura yang berbeda, lokasinya yang memang berada di sebuah pulau membuat merasakan ini tempat yang tepat untuk berlibur dengan tenang (ini versi saya lho) pantasan banyak yang menyarankan untuk minimal stay 3 hari sedangkan saya terlanjur memesan cuma sehari sungguh membuat saya menyesal dan juga merasa harus balik lagi ke Gili Trawangan.
Setelah turun dari kapal kalian akan ditawarkan untuk menaiki Cimodo atau yang biasa kita sebut Dokar atau Andong dan mengantarkan kalian ke penginapan. Namun karena saya sendirian, tentu cost yang akan di keluarkan menjadi besar, tarif yang ditawarkan sekitar 100rb tapi buat kalian yang bawaannya banyak dan lebih dari 2 orang bisa sharing cost sih. Maka saya memilih jalan kaki menuju penginapan mba Bulan yaitu Melati Cottage. Letaknya juga lumayan jauh dari pelabuhan tapi ini alasan saya karena tidak ingin terganggu dengan hiruk pikuk Party. Dan sepanjang perjalanan menuju penginapan para penduduk lokal sering menyapa saya sehingga membuat saya merasa tambah betah dengan situasi seperti ini. Gak kalah juga, sesama wisatawan pun saling melempar senyum.  



Dengan berjalan kaki sekitar 10 menit, maka tibalah saya di penginapan yang membuat saya sedikit kaget karena ternyata lokasinya tidak persis di depan pantai. Menurut si Bapak yang mengantarkan saya ke bungalows bahwa dulu seperti itu namun karena gempa itu yang bagus di bagian belakang itu. Setelah mendengar itu membuat kekecewaan saya terobati ditambah melihat kamar saya yang bagus, iya beneran bagus buat yang honey moon sih tapi rasanya back to nature. Kamarnya juga dilengkapi dengan AC dimana saya tak takut kepanasan setelah berjalan-jalan dari luar. Setelah tiba dikamar, saya menggunakan pakaian yang nyaman untuk bersepeda keliling pulau. Disini kalian bisa menyewa sepeda dengan harga sekitar 50ribu selama sehari dan bagusnya di Melati Cottage ini disediakan sepeda yang masih bagus dan pastinya remnya masih berfungsi.. hahahaha karena saya sudah lama tidak sepedaan tentunya merasa agak takut sih.


Waktu sudah menunjukkan waktu pukul 16.30 sayapun bergegas untuk mencari Sunset sambil duduk di pantai rasanya pasti romantis, sebelum mengayuh sepeda saya sempatkan untuk menyeruput kelapa muda yang disajikan mba Bulan sebagai welcome drink. Hitung-hitung bakar kalori juga maka saya langsung bergegas ke arah tempat Sunset yang begitu terkenal itu. Lagi asyik sepedaan, sok asyik tepatnya karena pegeul juga kaki ngayuh, eh ketemu si Ibu yang jualan nasi maka sayapun bergegas  turun dari sepeda dan bertanya isinya apa, dan syukurnya isinya nasi ayam bukan si ngoks itu soalnya kalau ada pasti saya tidak makan lagi. Berasa berat juga kali ini tripnya ngalah-ngalahin waktu ke Malaysia kemarin deh hanya karena perkara makanan.
Setelah membeli nasi ayam kepikiran untuk makannya nanti setelah balik saja dari lihat Sunset, tapi perut sudah tidak terkondisikan lagi, maka saya bertanya ke pembeli lainnya dimana tempat untuk cuci tangan dan dengan ramahnya memberikan saya tumpangan di Villa tempatnya kerja agar saya bisa makan menggunakan sendoknya saja dan makan dengan tenang. Sungguh saat itu juga saya merasa ketemu orang baik lagi. Di Villa tempat mas Vicky, begitu dia mengenalkan dirinya sangat bagus untuk yang kesini bersama keluarga atau honeymoon karena benar-benar jauh dari hiruk pikuk Party. Sangat nyaman sekali dan tidak perlu jauh-jauh lihat Sunset cukup depan Villa sudah tersajikan. Amazing banget deh. Oh iya harga nasi ayam ini cuma 15K dan masih cukup hangat nasinya. Sungguh terasa nikmat deh.


Setelah kenyang dan berbincang-bincang sebentar dengan mas Vicky tentang keadaan Gili Trawangan, sayapun melanjutkan perjalanan mengejar Sunset ke bukit. Tapi sayang karena kenyang dan capek, sayapun balik arah dan mampir ke tempat mas Vicky karena kebelet buang air kecil. wkwkwkwk. Eh disitu malah ngobrol panjang dan ditawari kalau stay masih nambah sehari akan diajak berjalan-jalan dan juga akan dibantu untuk dicarikan penginapan yang murah, namun itu tidak mungkin Sheyeng karena hotel di Bali menantiku untuk pulang.
Karena hari semakin gelap, sayapun berpamitan ke mas Vicky untuk kembali ke Melati Cottage dan minta panduannya bagaimana sampai lagi. Tapi nyatanya saya hampir hilang karena melewati semacam hutan dan juga tidak penerangan, syukurnya ada si Mas Dani yang menawarkan bantuan unutk mengantarkan, kebetulan dia yang punya stand pernak pernik sekitar situ juga dan akan kembali ke rumahnya. Sungguh kebetulan kan?

Salah satu Restaurant di Gili Trawangan

Begitu sampai di penginapan saya memutuskan untuk mandi, akibat kegerahan seharian ini yang menurut saya benar-benar membuat saya capek ditambah tiba-tiba dari semalam saya sudah flu. Maka setelah mandi sayapun guling-guling cantik tapi rasanya masih kurang sreg masa cuma di kamar saja, jadinya sayapun keluar dan berjalan kaki ke arah pasar malam dan melewati bar yang sangat membuat saya ingin masuk dan bergoyang menikmati musik namun merasa under estimate sendiri, sehingga sayapun mengurungkan niat dan melihat sepintas saja. Setelah puas berjalan-jalan, sayapun berhenti di sebuah kios Kebab untuk mengisi perut dan nyatanya isinya sangat banyak mengingat harganya 85K pantas saja mahal. Gilee aja kan? padahal di Makassar kebab 35K sudah mahal menurutku. wkwkwkwk. Saat makanpun bertemu mas Dani lagi, maka kamipun bercerita juga tentang kehidupan malam di Gili Trawangan bahwa setiap harinya ada jadwal Bar yang akan mengadakan acara tertentu dan itu bergantian Bar. Sayapun tak heran dikarenakan saat itu ada sekitar 3 Bar yang punya pengunjung sangat ramai dibanding yang lain, tentunya di selingi oleh Games Ping Pong Glass. Ada yang tahu? Kalau belum, cari di google aja ya 😆


Villa Ombak Sunset

----------------------------------------------------------------------------------------------



Keesokan paginya, saya dibangunkan dengan suara telpon dimana saya memang minta dibangunkan untuk melihat Sunrise tapi dasar badan tidak bisa diajak kompromi sayapun kembali tidur dan saat benar-benar bangun makin terasa sakit di bagian badan terutama di bagian paha atas rasanya sakit banget karena sepedaan kemarin. Sayapun memaksakan diri untuk tetap sepedaan tapi tidak sanggup malahan sempat hampir nabrak kucing dan jatuh. Jadinya saya duduk depan pantai sambil menikmati breakfast dan berjemur kayak bule tapi sayangnya saya masih takut panas. Maklum lah hari itu memang lagi terik-teriknya dan saya lupa pakai sunscreen.
Begitu selesai sarapan sayapun memutuskan untuk kembali penginapan untuk bergegas mengemasi barang-barang karena akan pulang ke Bali. Lebih cepat dari perkiraan karena rencana awal saya balik sore jam 2 namun dikarenakan kondisi tidak memungkinkan alias terlalu capek jadinya saya memilih untuk segera pulang kalau semakin lama maka sampai Balipun akan kemalaman dan akan tepar.
Sayangnya saya kesini tidak menikmati snorkling di spot ketiga Gili ini, dan juga snorkling untuk melihat penyu padahal diajakin sama Mas Dani. Tapi sudah lah lebih penting itu adalah kesehatan dan keselamatan diri. Benar kan? Apalagi perginya sendirian, jadi protection terhadap diri sendiri itu terasa lebih ketimbang saat sedang beramai-ramai.

Gili Gelato

Namun tak lupa sebelum pulang sayapun mampir sebentr ke Gili Gelato yang terkenal tempat yang wajib di coba kalau ke sini. Ya walaupun menurut saya rasanya tetap es krim biasa dengan berbagai rasa. Sebenarnya penasaran sama rasa Rum Raisinnya tapi kan ada kadar alkoholnya sayapun skip dulu deh dan memilih rasa Brownies saja.
Tak lama setelah melaporkan ke agent Semaya, kapalpun datang. Sungguh short trip yang menyenangkan bisa sampai ke Gili Trawangan meskipun mendadak masuk dalam rencana.
----------------------------------------------------------------------------------------------1. Pastikan dijemput tepat waktu agar tidak ketinggalan kapal, rencana bisa berantakan
Pengalaman Traveling ke Malaysia Sendirian Catatan saat ke dan di Gili Trawangan
2. Belum nemu penginapan? Nih no. Mas Vicky 085961441240 / 082359259256. Harganya bisa dapat yang 150K/ Malam lho katanya. Atau kalau mau nginap di Villa Coral Flora tempat kerjanya juga bisa langsung kontak deh.
3. Harga makanan disini itu kalau mau Dinner ala-ala di pinggir pantai sekitar 300K tapi bisa buat berdua sih. Yang mau makan hemat juga sebenarnya ada nasi bungkus harganya pun affordable sekitar 15K saja, cari saja di daerah pasar ada yang jualan. Gorenganpun ada
4. Harga penyebrangan sekitar 200K kalau kamu langsung ke Pelabuhan Padang Bay, tapi karena saya di jemput di daerah Kuta maka saya membayar seharga 500K mengingat lokasi yang jauh juga dan diantarkan kembali ke hotel. Info beli tiketnya bisa hubungi Bli Putu 085253756873.

Thursday, 23 May 2019

Traveling : First Time Keluar Negeri dan Solo Traveling Pula

Rencana awal keluar negeri ini sebenarnya sudah ada dari bertahun-tahun yang lalu sejak kenal seorang teman, sebut saja dia Aa. Profesinya memang mengharuskan dia untuk sering-sering bepergian terutama bagian Middle East, alias Arab dan sekitarnya. Kalau cuma ke Malaysia dan Singapura semacam naik angkot saja bagi dia. Minimal sebulan sekali, sehingga membuat saya kadang iri. "Kapan saya bisa ke sana ya", itu terus yang ada dalam benak saya kala itu.

Sampai suatu ketika tahun 2018 tepatnya setelah lebaran. Si Aa cerita habis dari Malaysia dan Singapore karena urusan kerjaan sih memang, tapi makin memotivasi saya untuk pergi juga minimal salah satunya. Dan tiba-tiba di dukung oleh seorang teman lagi, yang suka traveling memberikan  kontak salah satu temannya di Malaysia. Senang gak tuh? Kayaknya mendukung banget semesta ini.

Langsung niat untuk bikin perpanjangan passport pada saat itu, tapi tak di nyana malah batal pergi karena ada kerjaan diluar kota saat itu dan gagal deh. Namun awal tahun 2019 ini teman ada yang berangkat, membuat saya teringat akan kejadi beberapa bulan lalu bagaimana antusiasnya saya untuk berangkat dan akhirnya berhasil membuat Paspor kembali.

Cara Mudah Buat Paspor di Imigrasi 

Planning awal saya untuk traveling kali ini cukup nekat karena mengingat keluar Negeri yang Notabene pasti berbeda kebudayaan dan tentunya bahasa. Meskipun di Malaysia sendiri menggunakan bahasa Melayu, tapi jangan harap semua menggunakan bahasa Melayu yang ada malah menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa lingual agar tetap terjalin komunikasi.

Sampai saat saya mengutarakan keinginan saya untuk berangkat ke Malaysia membuat orangtua pun kaget. Bukannya apa secara keluar kota saja masih dikhawatirkan apalagi ini ke negeri orang yang masih sangat baru untuk kita. Dan mamipun berkata :

"Cha itu yakin mau berangkat? Nanti sama-sama mami saja berangkat." Atau kasih batal saja dulu mumpung masih lama berangkat.

Tapi apa dikata karena saya sudah membeli tiket dan tiketpun tidak bisa refund tentunya sangat rugi buat saya untuk membatalkannya. Akhirnya dengan berbagai macam wejangan dari si Mami sayapun berangkat ke Malaysia.

Ya walaupun saya sudah sering solo traveling, tentu beda juga rasanya ketika berada di negara orang. Apalagi adanya banyak perbedaan. Tapi so far gak bikin kapok juga, malah tambah penasaran dengan negara lainnya. 

Tentunya karena ini hal yang baru untuk berangkat, maka masih agak terasa asing terutama bagian Imigrasi untuk dari segi proses keberangkatan di Bandara dan juga tujuan yang akan kita kunjungi.

Maka akan saya bagi menjadi 3 bagian cerita tentang masing-masing hal di atas.

1. Imigrasi dan Bea Cukai

Hal yang satu ini membuat saya sedikit merasa takut karena di Imigrasi pada saat keberangkatan kita akan ditanya berapa lama akan berada di Negara tujuan, tujuannya apa, dan saya kemarin ditanya sama siapa disana dikarenakan saya kelihatan cuma sendiri saja. hehehehe..

Begitupun sebaliknya setelah saya kembali bertemu dengan petugas Imigrasi, namun kali ini tidak begitu tegang karena di ajak bercanda sambil bertanya pendapat saya tentang Malaysia.

Sedangkan bea cukainya tentunya akan memeriksa barang kita melalui scan Xtra Tray dan kalau-kalau ada yang tidak sesuai ketentuan seperti cairan maksimal sebanyak 100ml, jadi yang bawa air mineral ataupun habis dari Starbucks mending di habiskan terlebih dahulu baru masuk ke dalam gate. Tapi buat kamu yang memang sering minum air, ada baiknya bawa tempat minum kecil tanpa isi. Ingat tanpa isi ya, karena di dalam gate ada semacam Dispenser yang bisa gunakan. Meskipun begitu, ada juga semacam cairan yang lebih thick semacam sampo dan sejenisnya meskipun ukurannya 100ml ada kalanya di buang. Teman saya bawa Botol Saos pun mesti merelakannya karena tidak sesuai ketentuan. Jangan nawar dengan kata-kata, itu sudah mau habis atau gimana karena tetap akan di buang pada akhirnya. Sing sabar ya ndo.

Nah saya kemarinpun kena ambil juga petugas Bea Cukai meskipun teksturnya lebih ke pasta , tidak lolos juga. wkwkwkwk. Nambah pengalaman kan?

Abisnya ngeyel juga sih, padahal kan teman saya lebih tahu karena kerjanya di Airlines ini. Dasaaar.

Buat kita yang ada di Makassar, ada baiknya mendownload e-CD di Play Store untuk memudahkan proses pengecekan kita di Imigrasi Makassar tanpa harus menulis-nulis lagi di dalam Pesawat. Gampang banget caranya tinggal isi Customs Declaration (CD) dan langsung otomatis masuk data kita lho. Secanggih itu kan. Coba deh daripada repot antri.

2. Itinerary

Jadi itinerary itu amat sangat penting, tau dong kalau ke suatu tempat terus sampai disana gak tau mo ngapain kan buang-buang duit. Saranku sih mending di print itinerary yang kalian punya supaya mengingatkan jadwal yang akan kita kunjungi termasuk waktunya, kecuali kalian ingin wisata yang santai seperti saya. Dan pentingnya itinerary ini, bisa kalian tunjukan ke Imigrasi apabila mereka bertanya tujuan kita selama berada di sana.

3. Pelajari Bahasa Setempat

Walaupun saya kemarin hanya ke Malaysia dan menurut saya mereka menggunakan bahasa Melayu, tentu kita harus mempelajari bahasanya yang pada umumnya mereka gunakaan seperti petunjuk arah karena selama disana saya banyak bertanya mengenai arah. Terutama ketika kalian berada di tempat yang wisatawannya banyak lebih banyak yang menggunakan bahasa Inggris malahan. Syukurnya saya bisa walaupun masih agak belibet. Tapi akhirnya kami saling mengerti maksud masing-masing kok dan sayapun terbantu.

Namun buat kalian yang ingin ringkas bisa mendownload applikasi bahasa membantu kalian nanti berkomunikasi dan sebaiknya kalian download saat masih di Indonesia untuk memastikan applikasi bisa digunakan dengan baik.


Well, Happy Holiday





Sunday, 7 April 2019

Traveling : Solo Traveling Ke Malaysia 4D3N




Tentunya kalau keluar negeri kalian ingin mengenal budaya ataupun sekedar berfoto-foto biar ada kenangan selama disana dan bisa berbagi pengalaman. Begitupun saya tentunya apalagi setiap kota / negara ada Landmark jadi kalau tidak foto dirasa rasanya kurang saja dan untuk mengetahui kota tersebut kita membutuhkan waktu minimal 3 hari agar bisa bebas kesana kemari meng-explore yang ada disekitarnya.

Nah pada hari Senin (11/3) saya ke Malaysia selama 4 hari dimana waktu yang bisa saya gunakan dengan maksimal hanya 2 Hari untuk bisa jalan-jalan sepuasnya dikarenakan hari pertama saya tiba itu sekitar jam 21.00 dan memakan waktu sekitar 90 menit ke arah kota Kuala Lumpur. Sayapun diajak teman sebelum menuju ke Hotel untuk mampir makan di Kampung Baru mengingat waktu sudah menunjukan waktu 23.00 waktu setempat. Agak berbeda dengan Alor Street yang sudah ramai dengan berbagai aneka ragam masakan dan tentunya banyak makanan yang Non Halal sedangkan di Kampung Baru malah kebalikannya. Jadi saya sarankan untuk yang Muslim dan mencari makanan yang Halal bisa mampir ke sini. Dan karena saya bisa melihat Menara Petronas dalam jarak cukup dekat, maka saya meminta teman untuk sekali lagi mampir sebelum ke Hotel

Sesampainya di Menara Petronas yang sangat fenomenal itu, maka saya siap untuk berfoto-foto karena rasanya kurang afdol juga kalau belum ada di Landmark Malaysia. Semakin malam, semakin ramai disini. Banyak turis yang datang dari berbagai Negara yang bikin saya sedikit Nganga kok bisa sebanyak ini. Dan mohon kalian yang sedang berfoto-foto di tempat yang tidak di perbolehkan agar menaati peraturan karena ada petugas yang tidak segan-segan untuk menegur dan tentunya kita akan menarik perhatian orang di sekitar. hahahahaha. Namun masih ada beberapa yang bandel juga.

Saya sendiri memilih untuk menginap di daerah Chowkit yang termasuk kawasan yang mudah di akses kemana saja dan tentunya tidak memakan biaya yang banyak. Kawasan Chowkit sendiri ramai disaat pagi hari karena ada pedagang buah-buahan dan saat malam hari menjadi kawasan kuliner serta ada juga yang jualan pakaian. Jadi ramai terus.

-----------------------------------------------------------------------------------------------
Pada hari kedua saya memutuskan untuk ikut Bus Hop On Hop Off namun saya malah memesan Grab dan Driver tidak bisa membantu saya untuk mengantarkan ke lokasi yang semestinya sehingga saya putuskan untuk berjalan kaki ke Suria KLCC lagi untuk mengademkan pikiran dan juga raga yang sudah mulai keringatan ini.

Tentunya saya karena berjalan kaki, maka saya putuskan untuk mengandalkan Google Maps dan bertanya kepada orang yang berjalan kaki searah dengan saya.

Begitu melihat tulisan Suria KLCC dari seberang jalan langsunglah ada perasaan lega, ibarat kata kalau habis buang air kecil rasanya plong banget kan. hahahahahaha. Itulah yang saya rasakan. Ok lanjut ceritanya.


Karena saat saya sampai sudah memasuki jam makan siang dan paginya tidak sarapan, sehingga saya memilih untuk makan McD saja. Harga pun tidak jauh beda sama yang ada di Makassar, bedanya sekitar 5ribuan. Yang berbeda adalah rasanya, kalau di Malaysia untuk Burger isi Ayam terasa bumbunya terutama Blackpapernya dan perbedaan satunya adalah di Makassar ada semacam acar yang membuat rasa Burger sedikit asam, sedangkan di Malaysia malah menggunakan Mayones alih-alih dari Acar itu.

Setelah kenyang saya putuskan untuk berjalan-jalan keliling sambil memasuki toko-toko yang membuat saya penasaran dengan harganya. Tentu toko yang saya masuki adalah toko yang tidak ada di Makassar. Sampailah ke tujuan utama saya masuk Mall adalah belanja Skincare di Guardian 😝

Jangan bayangkan Guardian kita dengan mereka, sudah pasti barangnya jauh lebih banyak dan yang saya cari ada di sana. Pertama kali langsung melihat Masker Freeman. Disana banyak varian nya sampai saya bingung mau beli yang mana dan juga merk Sukin yang dari Australia dan Rosehip yang terkenal ada juga. Langsung pengen borong. Tapi karena rata-rata berbentuknya cairan dan ukurannya 100ml membuat saya memilih untuk tidak membeli. Mengingat pesan dari teman saya bahwa kalau ukuran 100ml ke atas akan di tahan di bagian Imigrasi maka saya putuskan untuk tidak membeli.

Beda hal nya dengan Freeman yang bentuknya seperti pasta dan maka saya putuskan untuk membelinya. Itupun masih dilema karena kemasannya 175gr sampai teman saya bilang kayak gini

"Mending kamu makan daripada beli Skincare karena saya berangkat saja dari sini mesti memindahkan ke dalam kemasan yang lebih kecil"

Namun karena penasaran dan juga ngeyel tentunya saya beli saja. Begitu sampai di hotel sayapun mencobanya, hasilnya sebagus itu menurut saya. Sayangnya pas pulang, Maskernya di ambil sama orang Imigrasi. wkwkwk padahal hampir kalap lagi di Bandara belanja-belanja. 

Tanpa terasa waktu sudah lebih dari sejam saya berada di Guardian, maka saya mencoba ke H&M dimana hampir teman-teman saya suka belanja merk ini namun tidak ada satupun yang nyangkut di hati saya. Lagian tujuan awal memang hanya untuk jalan-jalan kok. Setelah cukup capek saya putuskan untuk kembali ke Hotel. Namun apa yang terjadi? Memesan Grab kembali pulang jauh lebih sulit daripada saat akan pergi. Karena disana tidak sembarang bisa berhenti kendaraan dan terbatas di komunikasi. Mereka lebih mengandalkan chat di applikasi Grab dan as always ketemu dengan orang yang kurang paham bahasa Inggris bahkan mereka juga bukan orang Melayu karena dari namanya sudah cukup sulit saya ucapkan. 

Sampai pada akhirnya teman saya yang notabene orang sana malah khawatir dan meminta saya untuk menunggu untuk di jemput. Ya kali cuma 5 menit, ini dia lagi kerja di daerah Sepang dan jemput saya di Kuala Lumpur. Tapi dengan sok tegar saya bilang dia gak perlu khawatir, saya bisa pulang. hahahahaha padahal rada keder nih, masa' iya bisa pergi tapi gak bisa pulang. 

Tapi saya putuskan untuk pergi ke Pavilion Mall saja daripada galau nunggu panas-panasan di Halte tapi tak kunjung datang abang Grabnya. Saya menaiki GoKL dan sedikit berjalan untuk kesana. Setelah putar-putar keliling kebingungan dalam Mall, saya bertemu Ibu orang Madura yang bekerja di Mal tersebut untuk membantu saya menemukan sebuah tempat jajanan yang masuk dalam Wishlist.

Dan sebuah kebetulan kalau di sebelah tempat makan saya, ada Innisfree. Tentunya untuk pecinta produk Korea tau salah satu brand ini, apalagi Brand Ambassador nya itu Yoon A SNSD kesukaan si Bebong. Maka tanpa rencana sayapun membeli lipstick Vivid Cotton Ink yang edisi Autumn. Warnanya bagus-bagus tapi yang cocok no. 8 terus senangnya disini malah di kasih Gratis produk Lip Balm mini dan Green Tea Sleeping Mask dalam kemasan sachet. Terus langsung kepikiran untuk jadi bahan review tulisan nih.

Karena sungguh hati masih ingin jalan-jalan tapi kaki sudah gempor ya karena sudah jalan kaki ke KLCC pagi tadi dan juga keliling 2 mall maka saya putuskan untuk pulang. Namun ketakutan masih dilanda karena gimana pulangnya ini. Jadi karena keserahan itu, saya putuskan kembali ke Suria KLCC terlebih dahulu dengan berjalan kaki mengikuti jembatan yang sangat panjang dan tiba di halte Bus. 
Dalam Terowong Penghubung Suria KLCC - Pavilion Mall, Bikin Suasana Macam di Gallery
Syukurnya Bapak yang jaga sebagai koordinator mungkin bahasanya ya di sini, bisa berbahasa Melayu. wkwkwkwk. Soalnya sudah kehabisan tenaga dan merasa kurang bisa mikir maka saya menanyakan untuk balik ke arah Chowkit bisa naik Bus dari sini, dan jawabannya Bisa. Syukurlah akupun bahagia, senorak itu.

Saya bahagia tapi ada seseorang yang selalu chat dan telpon hanya untuk menanyakan saya sudah sampai mana. hahahaha. Namun drama tidak kunjung selesai, setelah saya menaiki Bus Rapid KL saya bingung turun dimana, karena ternyata hanya melewati ruas ujung jalan dan harus berjalan kaki sekitar 300meter. Tapi nyatanya saya nyasar di Chowkit dan semakin saya jalan kenapa mengarah ke tempat yang gelap maka saya memilih untuk kembali ke tempat saya turun semula dan mengikuti arah samping jalan. Dan sampailah. Begitu sampai sayapun mengabari teman yang khawatiran itu. 

Akhir yang melelahkan tapi menambah pengalaman menurut saya.
------------------------------------------------------------------------------------------------

Keesokan harinya tidak ingin mengulangi drama yang sama, bangunnya pagian dikit terus ganti simCard dulu karena urusan mau transfer harus pakai nomor yang terdaftar di applikasi. Setelah beres sayapun prepare segala pakaian yang akan saya gunakan, karena ini bakal naik Bus harus bisa yang menyerap keringat lah. 

Karena sudah agak canggihpun saya pesan Grab gak pake salah alamat lagi, begitu tiba langsung setor voucher ke mbak-mbak yang jaga. Namun dikarenakan aku tak sarapan lagi jadinya beli roti di Sevel dan juga air mineral. Takut kelaparan saat jalan-jalan lebih tepatnya.

Sumber Gambar : Bushoponhoffcom

Terus saya memilih untuk naik Bus Hop On Hop Off yang Garden Line terlebih dahulu. Supaya apa? Karena rutenya termasuk yang jauh-jauh jadi biar nanti sorean agak santai dengan memilih City Line setelahnya. Bus Hop On Hop Off ini benaran berlaku 1x24 jam jadi kalau kalian tukarkan voucher / beli tiket di pagi jam 10 maka tiket berlaku sampai dengan jam 10 pagi keesokan harinya. Tiket ini juga ada yang 2x24 jam, tergantung kalian ingin seberapa sering singgah. Kalau saya sendiri tidak ingin singgah dan lebih menginginkan tur yang santai - santai saja kali ini. 
Duduk Depan Pintu Aja Masih Belum Bisa Macam Bule yang Duduk di Decker 

Setelah selesai melakukan tur Garden Line saya memilih untuk makan terlabih dahulu sebelum melanjutkan tur City Line di Sungei Wang Plaza. Disini cukup banyak pilihan tapi saya memilih untuk mencoba makanan khas disini. Rasanya mirip Kapurung yang ada asam-asam dan di tambah lombok biji persis karena kuahnya ini adalah kuah ikan. Terdiri atas Mie, Daun Mint dan juga serutan Ketimun. Puas dengan menu ini, sayapun melanjutkan perjalan mengikuti tur.


Es Longannya Mengingatkanku Pada Rasa Yang Pernah Ada


Ternyata banyak juga tempat-tempat yang bisa kita kunjungi selama di Malaysia. Sekedar informasi buat kalian yang menginap di daerah Chowkit ada baiknya memilih untuk Garden Line untuk tur terakhir karena mereka berhenti di sana sehingga kita tidak perlu naik bus ataupun Grab lagi.

Puas dengan menaiki Bus Hop On Hop Off maka saya memilih untuk pulang ke penginapan. Karena cukup ngantuk dan capek juga serta harus prepare untuk pulang besok pagi. Yang paling terpenting ada orang yang selalu bertanya sudah dimana dan sampai dimana. hahahaha. Padahal kalau khawatir gitu mbok sayanya di ajak jalan, malah kerja dia. Ngarep mode on.

Tips : Buat yang gak kuat panas-panasan macam saya mending duduknya di dalam pas dekat pintu keluar jadi kalau berhenti dan ingin foto dari luar bisa banget. Tapi buat yang mau stop over, mending duduk di bagian bawah saja agar memudahkan kita untuk turun.
-----------------------------------------------------------------------------------------
The Last day, karena Pesawat take off jam 8 maka saya jam 04.30 sudah prepare jalan. Dan mau tau apa yang terjadi, selama perjalanan teman saya memutar radio untuk membunuh rasa kantuk kamu berdua, sampai-sampai selama perjalanan kami ngobrol tentang musik yang ada di Malaysia sebutannya semacam apa dan pada akhirnya saya teringat beberapa lagu itu hingga sampai di Makassar. hahahahaha.. . Contoh lagu-lagunya kayak gini :

1. Mencari Alasan - Exist
Nah kalau kita, eh ini beneran kita kan atau cuma saya aja ya jenis lagu macam begini kita sebutnya lagu Malaysia sedangkan mereka nyebutnya ini lagu lama. Mungkin karena musik mereka sudah beradaptasi juga ya karena sudah bercampuran budaya.

Sumber : Youtube 


2. Tak Tahu Malu - Atmosfera
Kalau lagu ini termasuk lagu Pop, masih menurut teman saya lho ini. Menurut kalian gimana?

Sumber : Youtube 



3. Aku Milik Orang - Harry
Nah kalau lagu ini saya sependapat jenis musiknya itu Dangdut, bahkan kok mirip sama Lagu Dangdut Indonesia ya. Nih kalian dengarkan ya persamaannya.

Versi Malaysia

Sumber : Youtube 



Versi Indonesia

Sumber : Youtube 


4.  Gadis Jolobu - W.A.R.I.S Feat Dato'Hattan
Hayo kalau kalian dengar lagunya ini lebih ke arah mana jenis musiknya? Menurut teman saya ini sudah perpaduan, jadi namanya Malaysia Minang karena kalau kalian perhatikan juga lirik lagunya hampir semua berakhiran dengan kata "O" macam lah orang Padang begitulah perjelasannya. 

Sumber : Youtube 


Dan sepanjang perjalanan membahas tentang musik tanpa terasa akhirnya kami sampai di Airport yang artinya liburan sudah selesai. Padahal masih mau lama-lama karena merasa cocok tinggal di sini. hahahahaha. 

Buat kalian, rencanakan perjalanan mu and Happy Holiday



Saturday, 23 March 2019

Budget Solo Traveling ke Malaysia





Ketika akan bepergian pasti kita menyiapkan dana yang cukup selama kita berada disana. Besar kecilnya dana tergantung kegiatan apa yang akan di lakukan begitu tiba di tempat tujuan. Saya pun waktu ke Malaysia kemarin sempat bertanya ke teman mengenai dana yang dibawa malah bilang bawa saja Rp. 500.000 atau kalau di Ringgit-kan menjadi sekitar RM.140 tapi teman saya sendiri yang tinggal di Malaysia lebih menyarankan untuk membawa Rp. 2.000.000 juta atau sekitar RM. 450 dan saya hanya bisa ketawa terkekeh-kekeh saat di hubungi sama dia seperti percakapan kami 

👨 : Kamu spent Rp. 2.000.000 kalau kamu ke sini biar ada apa-apa dan tidak ada ATM / Money Changer kamu masih bisa bayar pakai uang tunai. Dan balasan saya cukup bikin dia agak kesel

👧 : Ogaaah deh orang ada kamu ini yang bisa dihubungi kalau kurang duit. hahahaha

Tapi nyatanya itu tidak sampai terjadi seperti percakapan kami. Saya membawa sekitar RM. 250 saja dengan catatan hotel sudah terbayarkan dan tempat masuk yang saya kunjungi juga sudah saya beli sebelumnya. Kecuali deposit untuk hotel tentunya harus di bayarkan ketika akan check-in dan ada biaya pajak sebesar RM.10/malam itu juga saya masih merasa aman.


Mengenai kendaraan sebenarnya di Malaysia itu cukup murah asal tau rute-rute dari bus Go KL yang Gratis atau Rapid KL yang kalian bayar RM.1,- saja setiap kali naik. Tapi waktu itu saya terlambat bangun dan akan mengikuti tour menaiki Hop On Hop Off yang mulainya di Kiosk Bukit Bintang atau depan Sungei Wang Plaza maka saya naik Grab dan membayar RM. 7,- tapi pas pulang ke hotel karena saya sudah canggih, ceile secanggih itukah? maka saya akan berjalan kaki ke Suria KLCC terlebih dahulu dan menaiki Bus 302 dan sampailah saya di daerah Chowkit tempat saya menginap dan berjalan sedikit sekitar 200meter maka tiba di penginapan. Untuk pengantaran ke Bandara dari daerah Chowkit sekitar RM.65


Lain lagi tentang makanan, karena disini mayoritas penduduknya muslim tentu mudah sekali menemukan makanan halal. Sayapun juga tidak mengeluarkan dananya yang banyak untuk makanan, karena tujuan sayapun hanya ingin jalan-jalan bukan wisata kuliner. Jadi hari pertama saya sampai pun langsung diajak makan, jadi duit gak keluar. hahahaha. Pas hari kedua karena saya mainnya di Mall jadi makannya disana saja. Banyak sekali pilihan yang bisa dinikmati mulai dari jajanan yang harganya RM. 2,- saja sampai yang modelnya Restaurant secara ya di Pavilion Mall memang banyak tempat makan jadinya saya memilih untuk makan di McD saja karena pikiran saya saat itu tidak ingin makan yang terlalu heboh dan harga McD sepaket di Makassar ataupun McD Malaysia tidak jauh beda kok paling beda sekitar Rp.5.000,- itupun rasanya gak nyampe deh.

rapidKL- Depan Halte Suria KLCC
Sama satu hal lagi, setiap hari saya juga membeli air mineral untuk mencegah dehidrasi tentunya selama berada dalam perjalanan. Harganya itu sekitar RM.1,5 dan juga roti-rotian sampai harus beli 2x untuk roti croisant yang ada di Sevel karena enak rasanya. Hahaha dan pas di pesawat pulang saya memakannya. Terniat emang beli banyak.

Untuk oleh-oleh tentatif mau mengeluarkan dana berapa karena saya sendiri juga malas bawa banyak barang dikarenakan jadi beli yang ringan-ringan semacam coklat kotakan. Itupun beli gak banyak karena untuk teman dan orang rumah rata-rata coklat harganya RM. 18-20 yang kotakan beda lagi kalau beli milo itu cuma emang saya malas bawa berat jadi bawa ringan tapi harganya gak ringan-ringan juga.


Oh ya selama disana saya gak belanja baju, tas dll padahal niat dalam hati pengen beli saat di Makassar tapi setelah sampai malah hasrat belanja tidak ada. Malah lebih milih belanja masker-masker Freeman yang katanya sebagus itu dan diakui sama Beauty Vlogger Indonesia seperti Suhay Salim dan juga saya membeli Lipstick di Innisfree karena tokonya baru ada di Jakarta juga sama ada di Online Shopping tapi karena saya sendiri susah menemukan warna yang tepat tentunya saya harus mencobanya secara langsung.

Rinciannya Detailnya Kayak Gini :

Makan : RM. 10-15 per sekali makan
Transportasi : Gratis naik GOKL atau naik bus RapidKL RM.1
Hotel : Biaya Check-in RM. 50 (akan dikembalikan saat check uot) dan tiap malam dikenakan biaya tambahan RM.10

3 Hal Yang Dianggap Solo Traveling Tidak Menyenangkan

Solo traveling bagi sebagian orang tentunya kurang seru. Bisa dibayangkan pergi ke suatu tempat sendiri tanpa ada yang menemani dan tidak ada yang bisa di ajak berbagi. Sampai rata-rata teman saya bilang kayak gini :

Cha ndak papa itu pergi sendirian? Berani sekali, apalagi kamu itu cewek bisa bahaya.



Ok itu tidak sampai begitu saja, mami pun juga sempat kaget dengan pilihan saya tapi karena saya sudah berjanjipun untuk tidak melakukan hal-hal yang di luar batas maka Beliau pun percaya.

Masalah berani atau tidak, saya rasa itu dari masing-masing pribadi apalagi saya sudah cukup terbiasa untuk pergi sendiri untuk makan, nonton atau belanja. Jadi pas kemana saja sendiri itu bukan hal yang aneh, toh di sana nantinya kan kita bertemu dengan banyak orang bahkan kita bisa ngobrol dengan mereka selama nyambung sih yah. hahahahaha. 

Selain yang saya bicarakan diatas, ada 3 hal yang dianggap Solo Traveling tidak menyenangkan antara lain :

1. Memotret

Tak lengkap rasanya ketika berkunjung ke suatu tempat tanpa ada foto-foto yang keren ataupun instagramble yang dapat kita bagi ke media sosial yang kita gunakan. Apalagi kalau ada kita ikut berpartisipasi dalam foto tersebut. Tapi karena menurut saya sudah canggih juga kan ada tongsis juga memudahkan kita, atau bisa minta tolong ke orang yang sedang memotret sekitar. Mereka dengan senang hati akan membantu dan tawarkan juga kamu bisa memotret mereka.

Selfie Aja Lagi
Namun akhir-akhir ini saya memang jarang Selfie jadi bukan masalah juga buat saya kok. Ditambah sekarang sudah ada jasa Fotographer yang bisa kalian bayar per beberapa jam juga. Lebih mudah kan?

2. Transportasi

Bagi yang bepergian secara rombongan tentu untuk transportasi menggunakan Rental Car jauh lebih enak tanpa harus berdesakan dan budget yang keluarkan akan lebih sedikit karena di bagi dengan beberapa orang yang ikut. 

Tapi ketika kamu memutuskan untuk Solo Traveling kalian tidak dapat melakukan kegiatan seperti di atas. Saran saya pastikan kamu mempelajari rute transportasi yang akan kalian gunakan. Misal mau naik MRT kalian tentu harus tahu dari mana start kereta dan akan berakhir dimana terus ketika sampai apa harus jalan lagi atau pindah MRT. Itu semua harus di siapkan. Kalau kalian merasa sedikit ribet seperti saya, maka saya memilih untuk naik Grab ataupun berjalan kaki ketika cuaca kurang mendukung.  

Ketika Kaki Capek Nunggu, Langsung Pesan Grab

Apalagi kalau kamu menginap di daerah yang dekat lokasi pariwisata tentu aksesnya sangat mudah, bahkan di Malaysia ada GoKL yang Gratis bisa kita gunakan. 

3. Hotel

Tidak dapat dipungkiri kita ketika ke suatu tempat membutuhkan hotel. Tempat dimana kita akan melalui malam dan memulai aktvitas berawal dari kamar hotel. Sama seperti hal di atas, kadang berpikir kalau berbagi kamar juga akan lebih murah. Namun sekarang banyak sekali hotel yang menyediakan kamar seperti Dormitory. Jadi kalian juga jauh mudah berbagi informasi yang dibutuhkan seperti tempat yang mereka sudah kunjungi ataupun tempat yang ingin kamu rekomendasikan.

Untuk saya malah sebaliknya, memilih kamar sendiri tapi tetap masuk dalam budget. Bukan karena temanya Solo Traveling lho ini, tapi lebih merasa aman dan nyaman terutama barang-barang yang kita bawa. Begitu sampai kamar langsung kunci kamar, bebersih dan tidur. Apalagi kalau seharian jalan tentu akan nyenyak tidur karena sudah capek juga.

Dari kesemuanya yang terpenting adalah kewaspadaan kita karena pergi sendirian harus memperhatikan segala sesuatu. Tapi itu tidak mempengaruhi kualitas liburan yang ada malah kita ingin membagikan pengalaman. Ada yang punya pengalaman seperti saya? Share dong.

Happy Holiday