Showing posts with label personality. Show all posts
Showing posts with label personality. Show all posts

Wednesday, 22 May 2019

3 Hal Menarik Saat Jadi Sekretaris

Apakah kalian, pernah merasa seperti saya yaitu menuliskan kata "Sekertaris" seperti ini yang benar? Awal-awal sih saya tahu. Namun seiring berjalan waktu, tulisan yang benar adalah "Sekretaris". Kata ini berasal dari bahasa Inggris yang diambil dari kata Secret yang artinya rahasia.

Benar, salah satu tugas Sekretaris adalah menjaga kerahasiaan perusahaan. Itupun tertuang dalam surat perjanjian kerja kita kok bahkan siapapun yang berkerja dalam perusahaan tersebut. Bedanya adalah karena kita sebagai seorang Sekretaris tentunya orang terdekat dari Atasan akan mengetahui lebih banyak mengenai pekerjaan ataupun apa yang menjadi isu-isu hangat. Duuuh merasa seperti orang Politik mendadak 😆

Namun menjadi seorang Sekretaris tidak selalu berurusan dengan yang serius terus kok, malah ada beberapa pengalaman menarik yang saya alami dan merasakan itulah keseruan antara lain adalah : 

1. Banyak Kenalan

Menjadi seorang Sekretaris yang sering mengikuti rapat ataupun menghubungi klien membuat kita jadi dikenal banyak orang dan menambah relasi tentunya. Diluar kerjaan pun akhirnya kita menjadi teman dekat yang tidak selalu membahas tentang pekerjaan.

Jadi saya ada pengalaman, saat itu saya cukup sering ke tempat si Rangga untuk ikut rapat atau meminta data tertentu dan karena kita cuma beda sekitar 4 tahun sehingga tidak ada kecanggungan untuk kita kalau ingin ngobrol ataupun bercanda. Sehingga banyak yang bertanya kenapa bisa kami cepat akrab. Ternyata kami mempunyai kesamaan suka nonton.

Bahkan kami pun pernah jalan bareng ke Mall hanya untuk nonton. Hasilnya? kita serasa terciduk karena ada orang kantor yang melihat kami. Padahal kami hanyalah anak muda yang suka nonton dan hangout.

Lain lagi dengan si Dewi Sekretaris Direktur, walaupun kami hanya sering berkomunikasi via Gtalk. Tapi kesamaan kami adalah suka ngobrol. Kadang malah kesannya kita jadi curhat-curhatan tentang pacar masing-masing. Bahkan pernah saya membawakan dia Pisang Ijo ketika ada orang yang akan berangkat ke Jakarta.

2. Belajar Menulis

Karena lumayan sering surat menyurat baik untuk internal ataupun Eksternal melatih saya menggunakan bahasa yang baik ditambah hampir sering sebagai notulen rapat. Jadi harus menambah kosakata kata dan juga poin penting dalam hal yang ingin disampaikan. Bahkan saya ingat pertama kali punya blog ini karena atasan yang menyarankan saya untuk ikut kelas di salah satu learning centre. Ya walaupun saat itu saya hanya iseng juga untuk ikut dalam kegiatan ini dan hanya diajar kan cara membuat blog saja serta copy paste tulisan orang lain. Tapi tenang kok, saat ini saya tidak melakukan seperti itu. Hanya setelah Blog Walking membuat saya menemukan Ide-Ide baru dari para Blogger.

Seiring dengan ikutnya saya dalam bisnis Multi Level Marketing membuat saya membuat blog untuk mereview produk-produknya serta promo yang ada saat bergabung di bisnis ini. Tapi seiring berjalannya waktupun, saya mulai menuliskan hal-hal lain dan menemukan Niche sendiri.

3. Belajar bersosialisasi

Bagi saya yang seorang Introvert sudah tentu saya bisa secara mandiri walaupun itu harus pergi sendirian, tapi karena pekerjaan yang mengharuskan kita harus dengan mudah bersosialisasi dengan orang lain agar memudakan keperluan kita. Semisal kita butuh data dari salah satu perusahaan lain, maka dengan segera mereka segera mengirimkannya.

Ya walaupun awal-awalnya merasa malu dan takut salah ngomong, tapi pada akhirnya karena sering bertemu dengan orang akhirnya mulailah belajar bersosialisasi dan berbaur walaupun terkadang harus pakai cara SKSD. Pada taukan kepanjangan dari apa? Yuuup itu Sok Kenal Sok Dekat 😂 tapi daripada dianggap sombong dan jutek mending seperti itu. Ya maklum saja saya memang tampangnya gitu kelihatan dari awal apalagi kalau lagi serius. Makanya jarang ada mendekat hahahahaha. Tapi it's ok pada akhirnya kami bisa ngobrol hal ringan.

Kurang lebih itulah hal menarik yang bisa saya ceritakan ketika menjadi Sekretaris.

Sunday, 19 May 2019

3 Tipe Atasan Yang Bikin Kamu Jadi Sekretaris Berkualitas

Sekretaris merupakan salah satu orang terdekat Atasan karena mereka adalah orang yang sering berinteraksi secara langsung, terutama untuk diskusi terkait kendala pekerjaan.

Tugas seorang Sekretaris adalah membantu dan mengatur kegiatan dari atasan. Tugas-tugas seorang antara lain adalah menangani surat menyurat, mengatur jadwal atau urusan Atasan dengan pihak External maupun Internal Corporate, memberikan laporan terupdate terkait dengan berbagai informasi yang terkait dengan kinerja kantor, serta menjaga kerahasiaan kerjaan. 

Pengalaman saya menjadi seorang Sekretaris sekitar 3 Tahun dengan memiliki karakter atasan yang berbeda-beda membuat saya punya segudang pengalaman yang kadang kalau di ingat-ingat bisa membantuk saya seperti sekarang ini dalam dunia pekerjaan

1. Atasan Yang Sering Rapat

Literally seorang Atasan pasti melakukan rapat bersama dengan bawahannya untuk mendiskusikan progress dari pekerjaan yang mereka tangani, termasuk atasan saya ini. Kebetulan kami berada di Divisi Collection yang biasanya adalah menagih pembayaran atas jasa yang telah di gunakan sama klien / pelanggan. Namun tentunya sering terjadi kendala dengan tagihan ini. Mulai dari pencairan dana yang terlambat, ataupun koreksi tagihan berdasarkan pekerjaan. Sehingga harus sering dilaporkan sudah sejauh mana kami dalam menangani masalah ini.

Saya sebagai seorang Sekretaris sudah barang tentu akan menemani Atasan dalam rapat karena akan menjadi Notulen bahkan tak jarang saya harus membuat surat ke Pelanggan terkait dengan tagihan ini. Bahkan pernah saking seriusnya untuk membuat surat ke Pelanggan bisa sampai seharian karena menyangkut nominal yang di bayarkan.

Poin pentingnya adalah Dari sini saya belajar istilah-istilah dalam keuangan semisal, Adjusment dan lainnya. Dan tak lupa saya ingin memberitahukan bahwa saya bisa menulis surat yang baik dan pastinya harus memperhatikan titik, koma dan tanda baca lainnya. 

Tapi kalau sudah sampai seharian pasti ada jatah makan siang dan juga snack. Bahagianya kalau kerja ditemani cemilan gini, langsung segar bugar. hahahaha 😝

2. Atasan Yang Cepat Tanggap

Sudah menjadi tugas seorang Atasan juga untuk secepat meungkin menuntaskan suatu permasalahan, apalagi saat itu kantor saya itu adalah kantor Area yang membawahi bagian Indonesia Timur termasuk Denpasar. Jadi saat-saat seperti itu, saya pun di minta untuk sigap menyiapkan line  untuk teleconfrence dan ikut duduk manis mengikuti jalannya teleconfrence serta siap menjadi notulen. 

Jangan salah setelah menjadi notulen tidak begitu saja saya filling, tapi saya harus mencatat itu sebagai pekerjaan dari cabang dan akan meminta progres dari pekerjaannya sesuai dari deadline yang sudah di sepakati sebelumnya.

Ini merupakan tugas yang agak banyak karena dari masing-masing cabang akan saya email ke cabang dan serta sekretarisnya juga dan meminta mereka segera menindaklanjutinya, terlebih kalau progressnya dalam jangka panjang setidaknya seminggu sekali mereka harus mengupdate nya dan kembali ke saya dan harus saya olah data yang mereka berikan dan laporkan kembali ke atasan.

Bahkan pernah nih saya harus menghubungi salah satu Supervisor hanya untuk menanyakan sedang berada dimana dan akan dipanggil ke ruang atasan. Namun karena sudah mengetahui tabit dari atasan saya ini maka yang ada pertanyaan kayak gini "Cha, ada masalah apalagi ini sampai saya di hubungi?" dan saya hanya bisa menjawab sambil tertawa kalau mau rapat mengenai persiapan Rakor saja bukan lagi mau marah-marah. hahahaha

Poin pentingnya punya atasan seperti ini adalah membuat kamu selalu dituntut untuk juga gercep alias gerakan cepat dan belajar hal baru yang bernama To Do List. Ini merupakan hal-hal yang perlu di tindak lanjuti. Bikin merasa makin pintar deh, ini menurut saya lho 😊

3. Atasan yang Efisien

Berbeda dari atasan-atasan saya sebelumnya, kali ini Beliau mempunyai sifat yang efisien dalam hal baik kok. Gebrakan yang saya suka adalah Less Paper. Nah Beliau ini sudah dari sebelumnya booming gerakan ini sudah mengimplementasikan ke kami para bawahannya. Sehingga untuk disposisi suratpun menggunakan email saja saat itu dan hanya untuk surat ke External saja yang masih menggunakan kertas.  

Sehingga sekalipun saya saat cuti, ya iya saya akui saya sangat sering cuti saat itu tidak akan merasa ribet bila ada surat masuk ataupun keluar. Sungguh ku akui sangat suka bekerja dengan atasan seperti ini.

Dari ketiga tipe atasan kalian, yang mana hampir mirip?



Monday, 6 May 2019

3 Hewan Peliharaan Yang Membuat Saya Sering Berhati Hati


Baca cerita kak Rey tentang Anjing bikin saya kepikiran untuk mengulik kisah lama. Ini juga bukan cuma sama Anjing saja, tapi ke hewan-hewan yang selalu berada di lingkungan sekitar bahkan merupakan hewan peliharaan para tetangga saya. Tapi ini semua ada awalnya kok yang membuat saya menjadi sedikit berhati-hati bila bertemu. 
-----------------------------------------------------------------------------------------------

Sumber Gambar : Google
Jadi dulu waktu saya masih Sekolah Dasar sering di titipkan di rumah mbah karena orang tua saya dua-duanya bekerja. Tetangga mbah mempunyai seorang anak, namanya Nok.

Nok ini berperawakan tinggi besar dan ceria tapi yang aneh saat itu dia kayak anak kecil tingkah lakunya. Di bandingkan saya tentu, kalau melihat Nok sudah seharusnya dia masuk SMP.

Sampai suatu saat saya bertanya ke si mbah kenapa Nok tidak pergi ke sekolah dan kalau kami bermain dia tidak menggunakan alas kaki dan mbah ku menjawab "Nok itu habis di gigit sama Anjing Rabies jadinya begitu" dan saat itu mulai merasa was-was sama Anjing karena sudah di peringatkan oleh mbah untuk tidak melewati rumah yang menjadi jalan pintas ke Mesjid. 

Tapi tak disangka-sangka saya melanggar itu dikarenakan pulang mengaji sudah sore dan saya akan dijemput, maka saya pun melintasi rumah itu. Padahal sebelumnya tidak terdengar suara apapun tapi tanpa di duga Anjing itu tiba-tiba menggonggong dan mengejar saya. Alhasil saya lari, menangis sambil teriak panggil nama Mami.. wkwkwkwk.. Mulai saat itu saya tidak pernah lagi lewat jalan pintas, trauma cuy..

Lain lagi cerita saat saya sudah segede ini di kejar sama Anjing. Bayangin segede gini masih juga di kejar Anjing, kan agak gak lucu juga walaupun lumayan sering di nasehatin sama Mami kalau ada Anjing untuk pura-pura ambil batu tapi kalau udah keburu tuh Anjing pasang aksi dan mengejar jadi lupa lah segala macam, yang ada di kepala adalah menyelamatkan diri dong.

Pagi itu saya memesan Grab Car or Gocar lupalah, terus karena banyak mobil sejurusan dengan rumah saya yang belum keluar. Maklum deh si mpu nya masih pada molor kali ya, jadinya mobil pesanan saya itu di ujung gang. Sayapun mulai berjalan ke arah mobil dan begitu kagetnya tiba-tiba tuh Anjing keluar dari kolong mobil sambil berlari ke arah saya. Bayangin udah dandan kece dan wangi ke kantor harus lari-lari ke arah rumah lagi karena di kejar sama hewan yang ucul ini karena Anjing yang ini putih bersih, pendek badannya dan bulunya lebat banget. Dan tiba-tiba teringat pesannya mami saya ingat, maka saya berhenti dan langsung pura-pura ambil batu. Eh Anjingnya cuma diam doang, dan karena masih parno saya ambil batu beneran dan lempar. Tuannya malah gak tau kalau Anjing sukses ngejar saya yang sudah mandi keringat. Selamaaaat 😂

Pernah sekali lagi pulang kantor ceritanya ini naik ojek online sih, karena masih agak parno-an lewat lorong sebelah karena Anjing itu maka saya alihkan perjalanan menuju rumah beda arah tapi kenyataannya sama juga dan ini lebih parah karena ada 5 Anjing sekaligus yang cukup tinggi dan besar yang mengejar kami saat berkendara. Bayangkan apa yang saya lakukan? Karena saya duduk di belakang ada kemungkinan saya yang akan duluan di gigit. Duuuuh amit-amit deh. Secara refleks saya mukul abang ojeknya sembari nyuruh ngegas biar Anjingnya gak ngejar.

Begitu sampai depan rumah, Abang Ojeknya bilang gini " waaah mbaknya kuat juga ya mukul sampai belakang saya sakit " wkwkwkwk. Sayapun meminta maaf.

-----------------------------------------------------------------------------------------------

Sumber Gambar : Google

Selain Anjing sebenarnya saya juga agak takut sama Ayam hidup, beneran ayam hidup. Ini berawal dulu suka kasih makan Ayam di rumah mbah pakai Beras terus karena tuh Beras dekat kaki jadinya di patuk lah kaki saya dan refleks saya tendang sih. wkwkwkwk. Mulai dari situ malas kalau ada Ayam, kalau bisa sih di usir duluan deh.

Saya pernah ada kisah lucu dengan Ayam. Saat itu sudah H-3 Lebaran, tentunya sudah banyak orang yang prepare apa yang akan di masak menyambut Hari Raya. Kebetulan lokasi kantor saya saat itu pasti harus melewati Pasar, dan pasti banyak orang yang naik dari situ. 

Terus tiba-tiba seorang Ibu naik ke angkot dengan membawa 3 ayam yang kakinya di pegang, jadi ayamnya kelihatan terbalik. Tau reaksi saya saat itu? Yuuups, saya jejeritan meminta Ibu itu duduk di ujung dan jangan di samping saya karena saya takut. Ya takut lah kalau kaki saya di patuk ayam. Wkwkwkwk.

Dan semua orang yang ada di dalam angkot pun terkejut sambil tertawa dan mengatakan saya aneh. Gubraaakss orang sudah jejeritan malah di katain pula, nasib ya. Terus seorang Bapak pun bertanya, kalau ayam goreng takut? Dengan tegas saya jawab, masak makanan enak gak di makan sih. hahahaha..

Cerita lain lagi, saya menemani mami ke pasar untuk beli Ayam karena akan ada acara. Dan saya hanya menunggu di depan pintu yang jualan selain takut ayam, sayupun gak suka sama baunya yang amazing. Secara tempat pemotongan ayam tuh ya gitu.. Pahaam kan maksud saya? Maka sering minta ke Mami beli Ayam nya mending di supermarket aja lah, tidak ribet juga jadinya.

-----------------------------------------------------------------------------------------------


Sumber Gambar : Google   


Bagi semua orang, Kucing merupakan hewan kecil yang menggemaskan. Tapi bagi saya itu merupakan hal yang menakutkan. Di rumah oma saya, ada 3 ekor Kucing yang sebenarnya kami tidak pelihara tapi sering main ke rumah dan akrab dengan semua orang rumah kecuali saya yang datang ke rumah ketika ada momen tertentu. Dan karena saya lagi makan tiba-tiba Kucing itu naik di atas kursi dan mengeong dan ketika kami bertatapan.. tsaaaaah.. dan mengambil Ikan itu seketika. Mulai saat itu saya mulai parno sama Kucing, takut kegigit tangannya.

Sumber Gambar : Google


Begitu juga cerita ketika saya makan di Kantin, tempat yang paling banyak hewan yang satu ini ya pasti di Kantin selain area memang terbuka juga jadi cukup ramai kucing liar yang suka berkeliaran. Sampai suatu saat saya yang tergolong orang yang kalem dan suaranya kecil ini ketika teriak pada kaget dan menoleh. Dikiranya saya kenapa, padahal ada Kucing naik di atas meja dan satunya lagi ada di bawah kaki saya. Dan bagi mereka itu biasa, dan saya yang gak biasa 😓

Terus kalau kalian ada hewan yang kalian takut sampai separno itu kah? Di nantikan ceritanya