Showing posts with label icha afriza journey. Show all posts
Showing posts with label icha afriza journey. Show all posts

Wednesday, 20 February 2019

Mudahnya Membuat Paspor di Kantor Imigrasi Sulawesi Selatan

Akhirnya Jadi Juga
Kalau ada yang bilang susah membuat paspor, jangan mudah percaya. Biasanya orang kan nakut-nakutin dan tentunya bisa jadi malah mengambil manfaat dari situ. Tapi gak perlu risau ataupun gundah gulana, berikut langkah-langkah yang bisa kalian lakukan dan praktis tentunya pengisian datanya :

Langkah yang harus di lakukan antara lain :

----------------------------------------------------

1. Yang pertama kali harus di lakukan adalah melakukan pendaftaran secara Online di www.imigrasi.co.id karena setiap yang datang kesana tanpa mendaftar pastinya tidak akan dilayani melainkan disarankan untuk langsung mendaftar secara online. Tentunya membuat kita ribet ketika sudah berada di tempat dan akan buru-buru. Pengalaman saya mendaftar 1 Minggu sebelumnya di karenakan menyiapkan datanya membutuhkan waktu dan juga biasanya di Minggu yang sama sudah full kuota ataupun sudah banyak yang mendaftar sehingga akan lama berada di sana, bisa jadi malah setengah hari berada di Kantor Imigrasi.

2. Setelah kita terdaftar maka langkah selanjutnya yaitu memilih lokasi untuk pengurusan paspor. Nah kalau di Makassar ada 2 lokasi yang bisa kalian pilihm yaitu di Jl. Perintis dan di Jl. Alauddin. Setelah memilih lokasi pengurusan, akan ada jadwal yang bisa kamu tentukan sendiri seperti tanggal akan mengurus dan juga waktu pagi hari atau siang hari akan pergi.

Kemudian, akan ada barcode yang muncul dan kamu diharuskan untuk memprint agar di tunjukan ke Petugas Imigrasi  untuk proses pengantrian.

3. Persiapkan data. Untuk kamu yang notabene adalah membuat paspor maka yang persyaratkan untuk membawa 3 item ini:
    a. Kartu Keluarga Asli dan 1 Lembar Foto Copy-an
    b. KTP Asli dan 1 Lembar Foto Copy-an
    c. Akte Kelahiran Asli dan 1 Lembar Foto Copy-an

Untuk perpanjangan paspor cukup membawa Paspor Lama Asli dan juga Kartu Keluarga Asli terkhusus paspor yang di keluarkan pada tahun 2009. Kalau tidak sempat foto copy, jangan khawatir ada tempat ATK di sebelah gedung.

Proses ketika berada di Kantor Imigrasi

---------------------------------------------

Sesampainya di kantor Imigrasi pilihan kamu tentunya, silahkan ambil antrian dahulu ke Satpam yang standby karena mereka sudah mempunyai daftar pembuat paspor. Lalu nanti akan dipanggil serta di periksa kelengkapan berkas,kalau sudah sesuai dan tidak ada yang kurang maka akan di keruangan Foto dan Wawancara. Disini saya mengantri agak cukup lama, sekitar 2 jam karena tiba sekitar jam 09.00
Setelah menunggu dengan perasaan agak tak menentu, gelisah yang tak jelas akhirnya di panggil antrian saya juga.

Begitu selesai wawancara, maka kita akan segera di foto dan membawa pulang seperti resi yang menginformasikan harga pembuatan paspor sebesar 355rb dan juga bank / kantor pos dimana kita bisa membayar. Maka 3 hari setelah pembayaran, paspor dapat di ambil dan di pakai tentunya.

Sekedar informasi nih, prosesnya cuma 3 hari kok setelah pembayaran jadi saya rasa kalau tidak begitu urgent dalam waktu seminggu sebelum berangkat bisa pakai yang reguler saja. Kecuali sudah urgent bisa menghubungi pihak calo yang dikenal. Biayanya bervariasi setahu saya sekitar 500-850rb. Pilih sesuai kebutuhan saja.

Monday, 11 February 2019

Mengenang Masa Indah di bangku SMA


Dapat challenge dari Ainhy Edelweis cerita tentang masa-masa di SMA, sama seperti lagu yang liriknya "masa-masa paling indah adalah masa-masa di sekolah" apalagi itu waktu SMA dimana lagi puber-pubernya aku. Tapi kali ini bukan cerita tentang drama percintaan kok, akan di bahas pada edisi berikutnya saja.

Saat SMA merupakan awal terjadi perombakan akan gejolak gejolak jiwa muda. Dimana kala itu saya baru pertama kali pindah ke kota yang lebih besar, yaitu Makassar. At least lebih besar dan ramai dari Palu, Sulawesi Tengah. Sebelumnya pun saya termasuk cewek yang tomboy. Kalau cuma masalah panjat pagar sekolah ataupun sekedar berantem dengan teman sekolah itu sudah hal biasa banget dan tiba-tiba berubah menjadi feminim.. Ceileeeee.. Setidaknya pas sekolah saya menggunakan high heels. Ada yang bisa tebak saya sekolah dimana? hehehehe

Berikut ini adalah teman-teman sekelas yang menyemarakkan masa remaja ku di SMA dan terdiri atas Mayang orang Bulukumba, Eka dari Pontianak, Dian dari Pomalaa, Sulawesi Tenggara dan  saya sendiri tentunya. 

1. Bolos
Setiap pulang sekolah, kebiasaan kami berempat adalah nongkrong di Cafe Net. Ini merupakan tempat warnet yang populer di sekitar Jl. Pettarani karena termasuk kencang buat browsingnya, lokasinya tepat berada Telkom Pettarani Makassar. Jadi tidak ada alasan untuk lemot jaringannya.

Ada yang ingat pertama kali main di warnet biasanya ngapain? Kalau kalian main mIRC, berarti kita seangkatan atau bisa di atas saya #MenolakTua. Biasanya kalau kami main di Cafe Net sampai lupa waktu, pernah saking serunya main internet sampai di kasih warning sama operator karena sudah waktunya mereka pulang dan kami masih pakai seragam sekolah. Terus tahu-tahu depan pintu kost sudah di sambut sama anaknya Ibu kost yang bertanya saya habis dari mana karena kenapa saya pulangnya malam, maka dengan sedikit berbohong saya mengatakan habis kerja tugas di Cafe Net. Amanlah hari itu.

Lain lagi ceritanya kalau hari Sabtu, tentunya karena merupakan hari bertugas saya membersihkan di kost. Maka pulang dari sekolah saya langsung membersihkan rumah dan mencuci perlengkapan alat masak memasak kemudian dilanjut dengan acara mencuci pakaian. Setelah semua beres maka saya akan segera bergegas untuk bersiap-siap untuk nginap di rumahnya Eka karena kalau di rumahnya kami akan bebas pulang agak malam karena kebiasaan kami sering makan di cafe yang berjejer sepanjang Tanjung Bunga sampai batas Jembatan CCC dan mungkin sekarang kalau di ingat itu cuma seperti warung biasa saja yang mana menu setiap cafe saat itu sama saja, sayangnya sekarang tidak akan menjumpainya dikarenakan sudah dibangun sebuah Rumah Sakit.

Kehidupan remaja saya tidak cuma itu saja, tentunya ada drama bolos dari sekolah juga dong. Ada satu cerita yang masih saya ingat ketika terima raport dan karena raport harus di tanda tangan sama orang tua maka saya pun membawanya ketika pulang ke Palu. Setelah saya serahkan ke Mami untuk di tanda tangan. Dan tiba-tiba sayapun di panggil ke kamar. Beginilah percakapaan saat itu.

Mami : Cha kenapa itu raport mu di tipe-x yang bagian "tanpa keterangan"?
Saya : ooo, itu mam salah guru ku karena ada teman sekelas yang namanya mirip-mirip jadinya tulisnya 18 kali. (Padahal emang kenyataannya seperti itu, 18 kali tidak masuk karena masalah bolos ataupun malas ke sekolah karena telat pergi sekolah saja)
Mami : Nanti mami tanya saja sama Ibu Guru (kebetulan Wakasek kami kenal sama mami).
Saya : ok mam. (Harap-harap cemas)

Setelah kejadian itu saya jarang bolos, takut ketahuan sama mami juga dan mau kenaikan kelas juga jadi lebih agak serius dan juga sudah pemilihan jurusan.

2. Pemilihan Jurusan
Waktu pemilihan jurusan sebuah momok yang agak menakutkan buat saya karena di berikan 2 pilihan antara jurusan Perhotelan ataupun jurusan Usaha Jasa Pariwisata. Disatu sisi guru-guru di perhotelan asyik punya karena mereka memang orang industri dan cara mereka mengajar seperti santai tapi kena banget pelajaran. Sampai pernah ya pas praktek saya bisa hapal semua jenis gelas, piring dan sendok sesuai dengan pemakaiannya. Yang menurut saya itu cukup susah bagi teman-teman lainnya.

Namun karena saya senang lihat para kakak kelas yang melakukan tur maka fix saya memilih ini. Program dari jurusan Usaha Jasa Pariwisata ini antara lain pas kenaikan kelas 2 maka kita akan ada tour ke Bali saat itu ya, terus pas kelas 2 kami melakukan magang di travel agent ataupun airlines yang notabene kantornya itu ada di dalam kota yang biasa disebut kantor kota dan di Bandara. Ini paling favorit kebanyakan, karena jaman-jamannya kita dulu kalau pulang terus ada foto sama artis sudah kayak hal yang wooow banget. Hahahaha dulu bahagia semudah itu. Dan pas kelas 3 kami akan melakukan tour BOSOWA (Bone, Soppeng dan Wajo) dan juga ke Toraja. Berasa kehidupan itu cuma jalan-jalan terus.

Setelah sempat ngobrol sama mami juga maka saya pun mantap memilih jurusan ini. Setiap pemilihan jurusan selalu dilakukan tes yang hasilnya bisa menentukan.

3. PKL (Praktek Kerja Lapangan)
Kalau ini adalah part yang paling suka saya ceritakan. Saat itu saya magang di travel agent, dan karena pekerjanya adalah alumni dari sekolah jadi bawaannya malah lebih tegas bukan malah leha-leha. Dimulai dari angkat telpon pelanggan, cara reservasi dan issue tiket tentunya dan juga cara bersikap ke pelanggan. Secara pelanggan tuh ada yang banyak maunya. Setelah selesai PKL di Travel maka sayapun kembali ke sekolah tapi cuma sekitar 1 minggu sayapun di panggil Kepala Sekolah untuk ikut PKL di Airlines. Senang dong ya karena di percaya untuk bisa kembali ke Industri lagi. Di Airlines memang cuma 1 saja penerbangan yang di kuasai tapi apalah saya dulu bahkan pernah salah issued tiket pesawat dan akhirnya penumpang marah-marah. Galau gak tuh? Tapi syukurnya banyak yang membantu sehingga permasalahan itu terselesaikan. Catatan buat saya mulai saat itu saya menjadi lebih teliti lagi dalam make sure ke pelanggan dan berguna setelah saya benar-benar kerja.

Mau tau cerita tentang Ainhy Edelweis tentang Masa SMA? Kalian bisa baca disini








Lomba Cerdas Cermat di TVRI Sulawesi Selatan


Hi semuanya saya sedang ingin membagikan kegiatan saya di bulan Februari ini menjadi tim hore hore di TVRI Sulawesi Selatan.


Acara yang telah berlangsung itu adalah Acara Cerdas Cermat K3 tingkat Provins dimana kegiatan ini memperingati bulan K3 yang jatuh pada bulan Februari. Nah kantor saya sudah sering mengikuti lomba K3 sejak 4 tahun terakhir dan tahun kemarin kami di percaya untuk penjadi panitia.

Suasana Off Air - Eksis
Jadi kemarin (7/2) begitu sampai di ruangan kerja dan belum sempat melepas penat sejenak dan tiba-tiba langsung di ajak keluar kantor. Padahal sebelumnya saya juga baru tiba dari kantor Imigrasi. Begitu lihat Pak Kepala Cabang sudah ada di depan lobby, maka mau tidak mau saya pun bergegas segera menuju ke lobby dikarenakan juga acara di mulai pada jam 16.00 sedangkan kami jalan tadi sudah jam 15.20.

Tim Juri
Perjalanan memakan waktu sekitar 20 menit dari kantor, dan begitu tiba kami langsung diarahkan  me studio untuk mengambil tempat dan dikasih arahan mengenai aturan sebagai penonton dilarang menyalakan nada dering handphone karena akan mengganggu jalannya acara dan juga diberitahukan yel-yel yang diberikan oleh pembawa acara nantinya dan juga yel-yel dari masing-masing kantor yang di briefing sama koordinato. Berasa kayak penonton bayaran *LOL*. hahahahaha

Kalau di lihat dari TV, Cakep Kan?

Begitu acara sudah On Air, maka para peserta acara Cerdas Cermat pun maju satu per satu mewakili kantornya masing-masing yang terdiri atas 3 Tim yaitu dari PT. Semen Tonasa, PT. CAS dan kantorku tentunya dan memperkenalkan diri dan di iringi oleh tim hore-hore seperti kami yang memeriahkan acara perkenalan.

Babak pertama berupa pilihan jawaban benar atau salah, membuat saya dan teman disamping sempat deg-degan karena tim lawan sempat unggul 200 poin, tapi kantor saya pun bisa menyamai nilainya karena ketika tim lawan salah maka bisa di lempar ke tim lainnya dan pada babak pertama kami menang poin selisih 400poin. 


Bukannya malah makin santai, tapi kami para tim hore-hore makin riuh karena pada babak kedua tim lainnya mulai berkejar-kejaran nilai dan puncaknya pada babak ketiga dimana pada awalnya kami berspekulasi cuma akan ada 15 pertanyaan saja dan bisa di pastikan kami juara tapi setelah sekian lama dengan keriuhan kami para supporter ketiga tim ini merasa ada yang janggal kenapa makin banyak pertanyaan dan ternyata sudah melewati 15 pertanyaan dan menurut informasi ada pertanyaan sekitar 80 yang disiapkan karena mengejar tayang dengan statusiun TVRI di Jakarta dan akhirnya kantor kami keluar sebagai Juara 1. 


Maka kami semakin riuh dan meneriakan kembali yel-yel " K3, Sucofindo Ahlinya". Setelah menerima Hadiah, kami semua menyempat diri untuk berfoto-foto dengan Para Juri dan MC serta peserta dari kantor lainnya.

Semoga tahun depan, kami masih bisa mempertahankan juara 1.

Friday, 1 February 2019

Lopis Jajanan Masa Kecilku


Dengan berkembang pesatnya teknologi, salah satunya membuat kita jadi melek akan kehadiran Internet. Dan banyak orang yang memanfaatkan kehadirannya untuk membagi berbagai macam informasi, termasuk berbagi informasi tentang makanan. Mulai dari resep makanan atau bahkan restaurant yang menyajikan hidangan tersebut.

Kalau kalian Tim Cari Resep atau Tim Cari Restaurant? Kalau saya bisa dipastikan jadi Tim Cari Restaurant saja deh, soalnya bakat bukan di masak memasak. Tapi kalau cuma sekedar masak yang ringkas pasti bisa dong, maklum mantan anak kost.

Nah waktu saya pindah ke Makassar, dimana belum secanggih itu untuk browsing dari handphone melainkan harus antri di Warnet dulu dan mulai berselancar di dunia maya dan referensi makanan belum banyak yang ulas, hanya mengandalkan cerita dari mulut ke mulut.

Salah satu makanan favorit saya yang termasuk kategori cemilan adalah Lopis atau bisa disebut juga Cenil. Membuat saya bernostalgia tentang masa kecil ketika berada di Poso dengan makanan jajanan ini. Dulu setiap ikut mami ke Pasar pasti menyempatkan untuk makan Lopis di lorong kecilnya itu. Campuran antara getuk dan lopisnya yang disajikan dengan cairan gula merah serta kelapa parut menambah rasa manis tanpa membuat eneg. 

Sayangnya setelah pindah ke Makassar beberapa tahun pun belum ketemu yang jualan Lopis, sampai pada akhirnya ke rumah teman disajikan Lopis dan saking excitednya tanya ke si tante dimana belinya dan sejak saat itu saya ketika melintasi daerah Pasar Senggol menyempatkan untuk mampir beli untuk sekedar bisa mengenang masa itu.

Cerita tentang makanan favoritmu apa? Ada yang sama kah dengan saya yang suka Lopis?


Ini cerita seru lainnya Kak Ery tentang Kuliner tentunya 
dan baca juga cerita fiksi tentang kuliner dari Ainhy Edelweis 


Sunday, 13 January 2019

Curhatanku Yang Berdamai Dengan Keadaan


Hal terjarang yang saya lakukan menulis kehidupan yang lebih pribadi, ok dimulai dari bulan Desember kemarin yang rasanya udah ngebet mau liburan tapi cuti gak di tanda tangan si bos, belum lagi akhir-akhir ini rasanya malah malas ngantor. Udah bangun pagi tapi masih rebahan di kasur. Buat yang baca jangan di praktekin ya. Dan masalah yang datang dari diri sendiri, tentang sesuatu yang bernama "Target".

Dan tepatnya hari ini badan sama pikiran udah gak sinkron, pas bangun aja udah terasa banget sakit kepala. Ini hal yang pertama kalinya buat saya, dan begitu tiba di kantor langsung buru-buru ke toilet buat muntah. Gak enak banget rasanya dan ngerasa lagi gak sayang sama diri, makan gak dijaga, bobonya larut, mikirin ini itu. Ok jadi badan ngerasa sehat tapi pikiran udah sakit. Sedih gak tuh? kalian mending mana coba, Badan sehat tapi pikiran sakit, atau pikiran sehat tapi badan sakit? Bingungkan? Yaudah sama kita, maklum masih sakit nih pikiran sama badan.

Parahnya lagi sakit kepalanya sampai jam sorean. Bayangin seberapa lamanya itu kan? Tapi anehnya agak enakan setelah ketawa dan juga makan yang banyak. Nah lho udah kebayangkan sakitku kayak gimana? Kadang ngerasa ke diri sendiri udah setega ini, syukurnya masih di kasih warning dengan sakit kayak gini. Bakal gak kebayang kalau tau-tau ambruk sampai harus di RS nginapnya mending iya di hotel bintang 5 ambil kamar suite 😍😍 ah sweet banget *mulai mikir yang positif*


Sampai pas pulang kantor inisiatif pengen makan yang agak pedesan biar keringat keluar, nyatanya gak sampai keringatan cuma bibir doang yang memble tapi teteup kece kok😚. Jadi saya memutuskan untuk jajan yang lain, dan akhirnya saya bisa cobain telur guling dan sosis telur.. horeeeeee akhirnya tau rasanya 😅 Abis itu makan ayam dengan sambel yang pedes dan berakhirlah di Roti John yang katanya pertama kali itu ada di Surabaya. Whatever lah yang penting cobain, jangan banyak mikir yang penting ada duit dan bisa bikin gak banyak mikir.

Seharian ini sakit rasanya menjadi bahan introspeksi diri kalau terlalu memaksakan keadaan yang kalau di ingat-ingat it's so hard. Tapi setelah mulai mereda tekanan dan mencoba berdamai dengan hati, akhirnya lebih enakan. Semoga seterusnya bisa adem ayem kayak pangsit bakso. Terkadang emang kita mesti memberikan reward ke diri, mencoba melepaskan keegoisan yang harus bagus terus dalam kerjaan dan dalam bersosialisasi. Dan sampai nemu insta story teman yang katanya dia gak peduli dengan omongan orang, apalagi dia gak "minta" sama orang. Menurut ukuranku sih dy itu sukses lah, kerja dengan banyak klien dalam bidang advertising, pacarnya bule (itu yang ku dambakan juga), liburan keluar negeri, juga bisa pakai barang yang branded. Tapi setelah lebih open terhadap pribadinya, gak semua yang kamu lihat ke dia itu enak. Ada waktu yang harus dia tambahan waktu dalam bekerja agar bisa membeli ini itu dan pastinya kerjaan kelar juga dapat reward atas jasanya. Tentunya karena bule pacarnya mesti LDRan gitu.

Nah kan jadi omongan orang lain, balik lagi nih gimana cara bikin diri senyaman mungkin agar bisa memberikan hasil yang optimal dalam melakukan sesuatu. Terusnya karena lagi sakit ini, bikin lebih mikir kenapa harus seperti ini? Kenapa mesti gitu? Ruwet gak tuh tulisanku. Tapi tenang, ini lebih legowo kok gak pakai mikir keras. Mulai setting target pelan-pelan mesti ngapain aja. Target tahun 2019 sudah menanti 😄

Inti tulisannya stay happy, stay healthy, eat more and laugh.

Udah dulu ya panjang banget curhatannya.

Sunday, 21 October 2018

I'm Break Up



Sebelumnya tulisan ini saya dedikasikan buat teman lama saya, yang sedikit banyaknya mempengaruhi saya dalam mengambil keputusan yang beberapa tahun terakhir.

Berikut ceritanya yang saya tulis dengan rasa sedih yang dalam.

Entah kenapa kita yang semula mungkin bagus kalau sebulan sekali bisa kasih kabar, tapi ini kita intens komunikasi dalam 2 minggu terakhir. Ingat hari Senin itu kita telpnan pagi dan sore, bahkan malamnya kmu telp tapi gak keangkat dan membuat aku menyesal kenapa gk angkat. Mungkin bisa jadi itu obrolan kt terakhir. 

Masih sempat kita becanda mau perawatan bareng nanti kalau ketemu, tapi nyatanya gak kesampaian. Harusnya aku juga bertanya kenapa km gk pasang DP lg di WA padahal kamu termasuk orang yang eksis. Hari itu kamu kirim foto lagi di puncak, padahal aku gk minta sambil bilang aku udah gk buncit lg. Karena emng sebutannya dari dulu cuma Buncit, itulah panggilan akrab ku ke kmu. 

Aku cerita permasalahan aku, kmu kasih masukan. Kmu blg kerja di rumah itu gk enak, ya karena kita emng tipe orang yang suka interaksi. Bahkan kamu sempat bilang pengen kerja di Airlines lagi. 

Hari itu, entah kenapa aku pengen telp kmu lagi dan ternyata orang lain yang angkat. Itu bukan kebiasaan kamu, ternyata orang yang ngabarin kamu udah gk ada, kamu udah meninggal. Seakan gak percaya, aku coba buka FB km dan disana banyak aku temukan ucapan belasungkawa. Rasanya pengen teriak, tapi yang bisa aku lakukan cuma nangis. Aku nyesal kita gak sempat ngomong malam itu, aku nyesal gak telpon km besok paginya. 

Sedih, hampir 10tahun kita kenal. Semua udah kita lalui. Tapi ternyata kamu udah dipanggil duluan sama Allah. Akupun gk merasa ada tanda dari kamu. Padahal kita intens. 

Dan 40hari mu pun adalah hari kelahiranmu. Bercampur sedih ketika masih ada yang mengucapkan selamat ulang tahun dan mengharapkan kamu umur panjang. Alfatihah buatmu Bun.

Sunday, 7 October 2018

Bye September

Kenapa judulnya seperti di atas? Terlalu banyak yang saya lalui dibulan September, mulai dari hal yang menyenangkan dan tidak, like a rollcoaster.

Dimulai dari awal bulan saya mendengar kabar dari teman lama yang meninggal. Sangat tidak disangka-sangka karena hari sebelumnya kita komunikasi dengan intens, namun pada malam harinya saat dia menghubungi saya tidak mengangkat telpon. Namanya ajal memang tidak ada yang tahu, tapi masih sangat merasa kehilangan. Karena kami kenal sudah cukup lama sekitar 10 tahun. 

Kemudian saya bersama teman mengunjungi Rammang-Rammang, ya walaupun kategorinya dekat dari Makassar tapi ini pertama kalinya saya ke sini. Akhirnya bisa merasakan feelnya ketimbang dengar dari cerita orang selama ini. Kemudian disusul besoknya saya berangkat ke Ambon, yeah it's my first time berangkat di September bukan karena liburan, tapi ada urusan kerjaan. Ya walaupun itu juga diselingi jalan-jalan dikit. Seenggaknya punya gambaran tentang kota Ambon.  

Setelah pulang dari Ambon, minggu berikutnya saya ke Palu untuk urusan kerjaan juga. Kalau ke Palu sih udah pasti bernostalgia dengan kenangan waktu sekolah dulu. Sebelumnya saya tinggal di Palu sekitar 4tahun dan setelah itu menetap di Makassar karena melanjutkan study. Itupun waktu terasa sangat mepet, masih belum sempat ketemu teman-teman lainnya. Setidaknya ketemu salah satu teman yang cukup dekat dan jalan-jalan malam bersama. Dan pastinya sempat ziarah ke makam papi. Itu tujuan paling penting selain masalah kerjaan.

Satu minggu selang pulang dari Palu, terjadi bencana nasional yaitu gempa dan disusul tsunami disana. Sangat sedih sekali, sampai harus ansos beberapa waktu karena kejadian itu. Keluarga disana juga tidak dapat dihubungi, karena mereka menggunakan operator Tsel. Setelah di coba beberapa hari, keluarga semua dalam keadaan sehat walaupun masih ada trauma bagi mereka. Sangat bersyukur juga karena saya tidak berada disana pada saat itu, entah kenapa saya ingin cepat-cepat ke Palu. Sudah tidak bisa membayangkan mesti bagaimana kalau saya dalam situasi seperti itu.

Kemudian diminggu terakhir itu saya nginep di Melia Makassar hotel. Ulasan tentang hotel ini bisa kalian baca juga.

Sunday, 19 August 2018

Experience : Why So Seriously?




Ini catatan yang sudah lama ingin saya utarakan. Sering mendengar kalimat "Kalau Kerja Sesuatu itu Harus Fokus dan serius?" 
Dulu itu bagaikan angin lalu tapi sekarang itu yang benar-benar saya alami. 

Baru-baru ini kalian pasti tahu saya baru full approved sama Google Adsense tentang konten saya selama ini. Ternyata saya pernah mendaftarkan diri Google Adsense pada tahun 2014 dan di tolak alasannya karena konten saya kurang. Itu memang awal mula saya menulis. Tahu google Adsense saja hanya karena baca buku tutorial blog gimana menghasilkan duit. Just it. 

Percobaan kedua tahun 2018, mulai lihat peluang google adsense kembali dan merasa konten yang saya tulis sudah banyak, dengan penuh percaya diri saya mendaftarkan kembali. Untuk cerita kali ini karena walking blog dan ikut tutorialnya. Hasilnya? Failed. 

Duh mulai merasa emang segini susahnya cari duit di internet, padahal liatin teman-teman di Oriflame yang punya blog sangat gampang banget dapat duitnya. Itulah kadang dibutakan oleh duit tanpa lihat prosesnya seperti apa dan seberapa lama trial error. 

Percobaan ketiga, penuh dengan pertimbangan apa mesti sampai harus membeli domain? apa nanti kalau sudah beli domain bakal langsung di terima? kalau tidak di terima sayang banget domainnya. Jadi saya membeli domain www.ichaafrizajourney.com itu membutuhkan waktu sekitar 7 hari. karena ada 2 opsi nama domain yang harus saya polling. Ok mari kita lanjutkan, setelah membeli domain masih ada kendalanya karena belum redirect dengan blog. Jadi hubungi pihak domain kembali dan rasanya kok makin repot. Selesai itu semua, mulai saya mendaftarkan kembali dan menambahkan kode yang dianjurkan untuk di pasang di blog. Itupun karena walking blog juga saya tau cara memasangnya. 

Proses menunggunya jangan ditanya lagi, seperti cerita sebelumnya membutuhkan waktu 3 minggu. Sangat lama ukuran kegagalan yang saya alami sebelumnya barulah di full approved. 

Jadi disini memang segala sesuatu butuh proses, dan bertekad. Untuk ukuran sekelas saya, keseriusan itu memang suka up and down. Tapi ketika kita sudah dapat feels nya bakal lebih cepat. Pahami dulu baru kita praktekan. 

Kamu sendiri sudah mencoba apa saja dan hasilnya bagus dalam sekali coba atau mesti berkali-kali? 

Monday, 4 June 2018

Falling In Love


Untuk kesekian kalinya merasa jatuh cinta sama hal yang di sukai. Ini yang namanya Love what You Doing. Ketemu yang seru pasti langsung senang rasanya kayak ketemu gebetan yang selama jadi incaran.

Tapi ini semua harus di olah oleh seorang Intuiting Introvert seperti saya ini yang mudah jenuh dan dengan energi jangka menengah. Makanya kalau lagi senang semua pengen di lakukan tanpa liat keterbatasan.

But, i'm love it.

Thursday, 11 June 2015

Cara cepat move on dari mantan


Barusan yah tadi ada teman curhat katanya dia habis putus cinta dan pengen cepat move on. Tapi itulah cinta jangan disalahkan dong. Cintakan berawal dari rasa nyaman dari masing-masing pribadi jadi kalau ada yang tiba-tiba merasa tidak nyaman dengan keadaan itu memang sebaiknya dibicarakan jangan main putus aja. Ntar nyesal kayak teman saya itu. Gak mau kan? Tau sendiri penyesalan datangnya selalu belakangan huft *tarik napas dalam-dalam*
Nah kalau sudah dibicarakan terus hasilnya mentok buat putus ya udah mau gimana lagi, gak mungkin maksa juga. Yang namanya maksa gak enak cyiiin. Mo bukti? Coba aja kalau kamu dipaksa buat nraktir temanmu 10orang sedangkan jelas-jelas duitnya gak cukup. Hehehhehehe..

Terus kalau udah putus, mesti gitu nangis meraung-raung? Aduuh plis deh, nangis itu bikin mata bengkak, make up luntur cyin. Hahahaha ada-ada aja yah. Tapi emang ini beneran lho apalagi khususnya cewe. Kalau cowok paling teriak-teriak di tempat karaoke buat luapin perasaannya sama kayak teman saya yang curhat ini. hehehhehe..

Jadi emang setelah putus, kita harus me-recovery diri kita, busyeeet dah udah kayak apa nih bahasanya hihihihi tapi ini beneran lho. Kalau saya sendiri, ce ileee paling lama 2 (Dua) minggu terus udah dapat yang baru. Ini bukan faktor saya cantik,oh oh BIG NO ya tapi ini lebih kepada pembawaan saya ke teman-teman ditambah memang saya punya banyak teman jadi saling mengisi. Jadi  kalau mau cepat recovery perasaannya dan segera menemukan pasangan baru ya banyak bergaul. Cinta itu bukan selebar daun kelor cyiiin. Trus yang butuh waktu lama gimana? oh sabar aja. Bayangan mantan emang menghampiri tapi coba deh ngelist kegiatan apa yang pernah kamu lakukan dan bisa membuat kamu senang. Cobaaaaa dan Harus!!! kalau gak bisa berarti kamu emang masih betah berlama-lama dengan kenangan mantan. Terus udah gitu coba ngaca *ini ngaca beneran di cermin* liatin diri kamu sambil omongin unek-unek mu. Keliatan kan ekspresi kamu, nah disitu deh lebih berasa real kan?

Sekian informasi dari saya, buat yang pengen berbagi cerita sama saya boleh comment :)


Baca Juga :
1.Bahaya! Obat ini layaknya Narkoba
2. Cek cara mengatasi penuaan dini
3. Tips menggunakan produk wajah yang baru dibeli

Friday, 30 January 2015

Resolusi 2015

Heiii.. Kebayang dong tahun ini mesti ngapain aja kamu??
Coba deh, mulai ingat satu-satu apa saja yang perlu kamu lakukan untuk jadi lebih baik dan sebaiknya memang di catat yang bagus biar selalu diinget seperti saya saat ini. Dicatat di blog dan bisa jadi bahan re-viewan di kemudian hari.

Nah kali ini saya akan menuliskan resolusi saya di tahun 2015, gunanya biar banyak yang tau dan banyak yang nanyain udah sejauh mana saya melakukannya. Asik kan? Membantu kita untuk tetap semangat melakukannya.

1. Minimal banget sudah Senior Manager di Oriflame bulan Juli 2015. Bisa... Pasti Bisa.. I can do.. (Sudah mengikuti camp dari Senior Leader)





=>> On Progress mulai buat program kembali dengan iklan
2. Pengen ikut off road (Udah ada teman yang bisa diajakin, tinggal tunggu waktu yang tepat. Ya minimal gak lagi pas hujan gede gini)
3. Pengen ikut ngetrail (Udah ada teman yang bisa diajakin, tinggal tunggu waktu yang tepat. Ya minimal gak lagi pas hujan gede gini soalnya itu adanya di daerah). Ya walaupun ngetarilnya dijalanan raya, lumayan bisa ngerasain lah.
4. Pengen punya gelar S1.
5. Berlibur ke Bira butuh badget sekitar 500rban tanggal 20 Maret 2015 .
Sudah close akhirnya berangkat tanggal 13Maret, seminggu lebih cepat.
6. Berlibur ke Lombok by GA tanggal 24-27 September 2015 bareng mami
7. Punya tabungan minimal 10 juta dalam rekening.
8. Memulai untuk hidup sehat. Berat badan mulai berkurang, dan mulai jaga makanan yang masuk.