Showing posts with label gili trawangan review. Show all posts
Showing posts with label gili trawangan review. Show all posts

Sunday, 11 August 2019

Nekat Trip ke Gili Trawangan Cuma Sehari

Sunset depan Villa Coral Floral Gili Trawangan
Cha, yakin sendiri?Cha, ndak takut?Cha, jadi janjian sama pacar disana?Nah kalimat terakhir yang paling sering di tanyakan, mereka berpikiran seperti itu padahal  sebenarnya saya kan lagi jomblo. Wkwkwkwk. Dan entah kenapa setiap traveling emang kondisinya lagi tidak punya pasangan. Sedih? Gak kok, malah ketemu teman baru dan bakal pacar baru sih. Tapi dari itu semua saya memang suka jalan walaupun sendiri terlepas dari kata Mager alias Males Gerak yang terkadang selalu membuat saya lebih banyak di rumah. Sekalinya keluar rumah jadinya malah keluar kota. Hehehehe. Itu sih kata si mami.Nah trip ke Gili Trawangan ini sebenarnya mendadak dan nekat, karena saya memutuskan ke sini tepat seminggu sebelum hari H. Niat awal browsing hanya ingin mencari travel yang menyediakan water sport terus tau-taunya malah nyasar ke dunia perblogan tentang penyebrangan ke Gili Trawangan dari Bali. Baca-baca tentang cerita para Blogger membuat saya tertarik untuk mengunjunginya. Maka saya mulai mencoba untuk hubungi travel agent untuk menanyakan biaya penyebrangan dan juga pengantaran dari hotel ke Padang Bay yang merupakan tempat penyebrangan di Bali, begitupun sebaliknya setelah kembalinya dari Gili Trawangan. Gak cukup itu saja, saya pun harus mencari penginapan yang sesuai budget selama berada disana. Saya pun memilih menggunakan AirBNB untuk mendapatkan harga yang lebih murah dan gunakan link ini aja untuk daftar. Prosesnya cepat jugaSetelah fix tanggal berangkat saya ke Bali maka memastikan kembali ke travel agent untuk membooking kapal yang akan membawa saya ke Gili Trawangan. Sayangnya 1 (Satu) hari sebelum saya berangkat sudah ramai dengan berita gempa yang ada di Ternate dan Manado yang menurut info masih satu lempengan. Maka saya mulai deg-degan juga karena tahun 2018 Lombok habis kena gempa dan Gili Trawangan pun ikut kena imbasnya membuat saya harus beberapa kali minta untuk dapat memastikan bahwa disana aman-aman saja. Syukurnya si Bli Putu sabar menghadapi saya dan membuat kekhawatiran saya hilang dengan memastikan bahwa jadwal keberangkatan pada hari sebelum keberangkatan saya aman dan kalaupun cuaca tidak mendukung pasti akan di kabarin dan tidak akan diberangkatkan. Dan bagusnya lagi travel tempat Bli Putu, kita dapat membayar biaya penyebrangan setelah dijemput dan untuk saya sih ini termasuk safety tanpa harus kerugian uang kalau seumpama tidak jadi. Tapi jangan jadikan ini alasan kalian cancel kapanpun kecuali memang ada hal yang tidak di inginkan. 
----------------------------------------------------------------------------------------------

Pada hari keberangkatan, saya sudah dijemput di Hotel sekitar jam 06.30 karena akan menjemput 2 orang lagi di tempat sekitaran Kuta juga. Sayangnya saat itu kami harus menunggu seseorang sampai hampir sejam namun tak kunjung ada dan berujung kami terlambat sampai di Pelabuhan Padang Bay sehingga harus menunggu kapal datang 4 jam lagi. Sungguh hari yang berat menurut saya karena dimulai terlalu pagi dan bingung harus kemana sedangkan kalau keluar lagi tentu memakan waktu dan ongkosnya cukup mahal mengingat ojek online tidak di ijinkan masuk ke daerah sini. Maka saya putuskan untuk berjalan seputar tepi pantai dan mengambil beberapa foto. Tanpa terasa waktu menunjukan waktu sudah jam 12.30 tentu perut keroncongan, ingin beli makanan ternyata harganya cukup mahal dan membuat saya sedikit berpikir kalau lebih baik saya memakan cemilan yang ada di tas daripada mesti keluarkan uang disini. Tips saya bawa cemilan sebanyak-banyaknya karena perjalanan menuju Pelabuhan Padang Bay sekitar 90 menit dan menuju ke Gili Trawangan juga memakan waktu sekitar 90 menit. Cukup lama bukan?
Dan akhirnya kapal datang juga pada jam 13.30. Mau tau apa yang saya pikirkan saat sedang menunggu naik ke kapal? Yeah, cuma saya yang jalan sendiri dan juga asli orang Indonesia. Bisa dibayangkan? Serasa ini ada di luar negeri. hahaha.  Saat akan naik ke Kapal, saya dibantu sama seorang bapak yang awak kapal dari Semaya utnuk membawa koper saya di masukan ke dalam kapal. Langsung berasa ketemu orang baik itu masih ada ya. lebay gak sih? Atau mungkin Bapaknya kasian ada cewek cantik mungil dan sendirian harus membawa koper. hihihihi.. Setelah semua penumpang dengan tujuan Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air naik maka berangkatlah kami semua. Kebetulan sebelah saya itu cewek dari Jepang meskipun bahasa kami terbatas kami bisa bercakap-cakap sebentar karena dia juga berangkat sendiri tapi tujuannya ke Gili Air.
----------------------------------------------------------------------------------------------



Begitu tiba di Gili Trawangan saya pun merasakan aura yang berbeda, lokasinya yang memang berada di sebuah pulau membuat merasakan ini tempat yang tepat untuk berlibur dengan tenang (ini versi saya lho) pantasan banyak yang menyarankan untuk minimal stay 3 hari sedangkan saya terlanjur memesan cuma sehari sungguh membuat saya menyesal dan juga merasa harus balik lagi ke Gili Trawangan.
Setelah turun dari kapal kalian akan ditawarkan untuk menaiki Cimodo atau yang biasa kita sebut Dokar atau Andong dan mengantarkan kalian ke penginapan. Namun karena saya sendirian, tentu cost yang akan di keluarkan menjadi besar, tarif yang ditawarkan sekitar 100rb tapi buat kalian yang bawaannya banyak dan lebih dari 2 orang bisa sharing cost sih. Maka saya memilih jalan kaki menuju penginapan mba Bulan yaitu Melati Cottage. Letaknya juga lumayan jauh dari pelabuhan tapi ini alasan saya karena tidak ingin terganggu dengan hiruk pikuk Party. Dan sepanjang perjalanan menuju penginapan para penduduk lokal sering menyapa saya sehingga membuat saya merasa tambah betah dengan situasi seperti ini. Gak kalah juga, sesama wisatawan pun saling melempar senyum.  



Dengan berjalan kaki sekitar 10 menit, maka tibalah saya di penginapan yang membuat saya sedikit kaget karena ternyata lokasinya tidak persis di depan pantai. Menurut si Bapak yang mengantarkan saya ke bungalows bahwa dulu seperti itu namun karena gempa itu yang bagus di bagian belakang itu. Setelah mendengar itu membuat kekecewaan saya terobati ditambah melihat kamar saya yang bagus, iya beneran bagus buat yang honey moon sih tapi rasanya back to nature. Kamarnya juga dilengkapi dengan AC dimana saya tak takut kepanasan setelah berjalan-jalan dari luar. Setelah tiba dikamar, saya menggunakan pakaian yang nyaman untuk bersepeda keliling pulau. Disini kalian bisa menyewa sepeda dengan harga sekitar 50ribu selama sehari dan bagusnya di Melati Cottage ini disediakan sepeda yang masih bagus dan pastinya remnya masih berfungsi.. hahahaha karena saya sudah lama tidak sepedaan tentunya merasa agak takut sih.


Waktu sudah menunjukkan waktu pukul 16.30 sayapun bergegas untuk mencari Sunset sambil duduk di pantai rasanya pasti romantis, sebelum mengayuh sepeda saya sempatkan untuk menyeruput kelapa muda yang disajikan mba Bulan sebagai welcome drink. Hitung-hitung bakar kalori juga maka saya langsung bergegas ke arah tempat Sunset yang begitu terkenal itu. Lagi asyik sepedaan, sok asyik tepatnya karena pegeul juga kaki ngayuh, eh ketemu si Ibu yang jualan nasi maka sayapun bergegas  turun dari sepeda dan bertanya isinya apa, dan syukurnya isinya nasi ayam bukan si ngoks itu soalnya kalau ada pasti saya tidak makan lagi. Berasa berat juga kali ini tripnya ngalah-ngalahin waktu ke Malaysia kemarin deh hanya karena perkara makanan.
Setelah membeli nasi ayam kepikiran untuk makannya nanti setelah balik saja dari lihat Sunset, tapi perut sudah tidak terkondisikan lagi, maka saya bertanya ke pembeli lainnya dimana tempat untuk cuci tangan dan dengan ramahnya memberikan saya tumpangan di Villa tempatnya kerja agar saya bisa makan menggunakan sendoknya saja dan makan dengan tenang. Sungguh saat itu juga saya merasa ketemu orang baik lagi. Di Villa tempat mas Vicky, begitu dia mengenalkan dirinya sangat bagus untuk yang kesini bersama keluarga atau honeymoon karena benar-benar jauh dari hiruk pikuk Party. Sangat nyaman sekali dan tidak perlu jauh-jauh lihat Sunset cukup depan Villa sudah tersajikan. Amazing banget deh. Oh iya harga nasi ayam ini cuma 15K dan masih cukup hangat nasinya. Sungguh terasa nikmat deh.


Setelah kenyang dan berbincang-bincang sebentar dengan mas Vicky tentang keadaan Gili Trawangan, sayapun melanjutkan perjalanan mengejar Sunset ke bukit. Tapi sayang karena kenyang dan capek, sayapun balik arah dan mampir ke tempat mas Vicky karena kebelet buang air kecil. wkwkwkwk. Eh disitu malah ngobrol panjang dan ditawari kalau stay masih nambah sehari akan diajak berjalan-jalan dan juga akan dibantu untuk dicarikan penginapan yang murah, namun itu tidak mungkin Sheyeng karena hotel di Bali menantiku untuk pulang.
Karena hari semakin gelap, sayapun berpamitan ke mas Vicky untuk kembali ke Melati Cottage dan minta panduannya bagaimana sampai lagi. Tapi nyatanya saya hampir hilang karena melewati semacam hutan dan juga tidak penerangan, syukurnya ada si Mas Dani yang menawarkan bantuan unutk mengantarkan, kebetulan dia yang punya stand pernak pernik sekitar situ juga dan akan kembali ke rumahnya. Sungguh kebetulan kan?

Salah satu Restaurant di Gili Trawangan

Begitu sampai di penginapan saya memutuskan untuk mandi, akibat kegerahan seharian ini yang menurut saya benar-benar membuat saya capek ditambah tiba-tiba dari semalam saya sudah flu. Maka setelah mandi sayapun guling-guling cantik tapi rasanya masih kurang sreg masa cuma di kamar saja, jadinya sayapun keluar dan berjalan kaki ke arah pasar malam dan melewati bar yang sangat membuat saya ingin masuk dan bergoyang menikmati musik namun merasa under estimate sendiri, sehingga sayapun mengurungkan niat dan melihat sepintas saja. Setelah puas berjalan-jalan, sayapun berhenti di sebuah kios Kebab untuk mengisi perut dan nyatanya isinya sangat banyak mengingat harganya 85K pantas saja mahal. Gilee aja kan? padahal di Makassar kebab 35K sudah mahal menurutku. wkwkwkwk. Saat makanpun bertemu mas Dani lagi, maka kamipun bercerita juga tentang kehidupan malam di Gili Trawangan bahwa setiap harinya ada jadwal Bar yang akan mengadakan acara tertentu dan itu bergantian Bar. Sayapun tak heran dikarenakan saat itu ada sekitar 3 Bar yang punya pengunjung sangat ramai dibanding yang lain, tentunya di selingi oleh Games Ping Pong Glass. Ada yang tahu? Kalau belum, cari di google aja ya 😆


Villa Ombak Sunset

----------------------------------------------------------------------------------------------



Keesokan paginya, saya dibangunkan dengan suara telpon dimana saya memang minta dibangunkan untuk melihat Sunrise tapi dasar badan tidak bisa diajak kompromi sayapun kembali tidur dan saat benar-benar bangun makin terasa sakit di bagian badan terutama di bagian paha atas rasanya sakit banget karena sepedaan kemarin. Sayapun memaksakan diri untuk tetap sepedaan tapi tidak sanggup malahan sempat hampir nabrak kucing dan jatuh. Jadinya saya duduk depan pantai sambil menikmati breakfast dan berjemur kayak bule tapi sayangnya saya masih takut panas. Maklum lah hari itu memang lagi terik-teriknya dan saya lupa pakai sunscreen.
Begitu selesai sarapan sayapun memutuskan untuk kembali penginapan untuk bergegas mengemasi barang-barang karena akan pulang ke Bali. Lebih cepat dari perkiraan karena rencana awal saya balik sore jam 2 namun dikarenakan kondisi tidak memungkinkan alias terlalu capek jadinya saya memilih untuk segera pulang kalau semakin lama maka sampai Balipun akan kemalaman dan akan tepar.
Sayangnya saya kesini tidak menikmati snorkling di spot ketiga Gili ini, dan juga snorkling untuk melihat penyu padahal diajakin sama Mas Dani. Tapi sudah lah lebih penting itu adalah kesehatan dan keselamatan diri. Benar kan? Apalagi perginya sendirian, jadi protection terhadap diri sendiri itu terasa lebih ketimbang saat sedang beramai-ramai.

Gili Gelato

Namun tak lupa sebelum pulang sayapun mampir sebentr ke Gili Gelato yang terkenal tempat yang wajib di coba kalau ke sini. Ya walaupun menurut saya rasanya tetap es krim biasa dengan berbagai rasa. Sebenarnya penasaran sama rasa Rum Raisinnya tapi kan ada kadar alkoholnya sayapun skip dulu deh dan memilih rasa Brownies saja.
Tak lama setelah melaporkan ke agent Semaya, kapalpun datang. Sungguh short trip yang menyenangkan bisa sampai ke Gili Trawangan meskipun mendadak masuk dalam rencana.
----------------------------------------------------------------------------------------------1. Pastikan dijemput tepat waktu agar tidak ketinggalan kapal, rencana bisa berantakan
Pengalaman Traveling ke Malaysia Sendirian Catatan saat ke dan di Gili Trawangan
2. Belum nemu penginapan? Nih no. Mas Vicky 085961441240 / 082359259256. Harganya bisa dapat yang 150K/ Malam lho katanya. Atau kalau mau nginap di Villa Coral Flora tempat kerjanya juga bisa langsung kontak deh.
3. Harga makanan disini itu kalau mau Dinner ala-ala di pinggir pantai sekitar 300K tapi bisa buat berdua sih. Yang mau makan hemat juga sebenarnya ada nasi bungkus harganya pun affordable sekitar 15K saja, cari saja di daerah pasar ada yang jualan. Gorenganpun ada
4. Harga penyebrangan sekitar 200K kalau kamu langsung ke Pelabuhan Padang Bay, tapi karena saya di jemput di daerah Kuta maka saya membayar seharga 500K mengingat lokasi yang jauh juga dan diantarkan kembali ke hotel. Info beli tiketnya bisa hubungi Bli Putu 085253756873.