Showing posts with label Kulineran. Show all posts
Showing posts with label Kulineran. Show all posts

Saturday, 27 April 2019

Food : Ground Eat & Drink Makassar

Tepatnya seminggu lalu (19/4), saya dan Hanif makan di Ground Eat & Drink Makassar yang berlokasi di Jl. Hertasning. Alasan awal kesini karena saya penasaran dengan tempat makan yang sudah ada sekitar setahun adalah tempatnya Istagramble dan juga penasaran dengan kata mahal menurut orang-orang yang pernah saya dengar ceritanya. Tapi nyatanya? Baca aja sampai habis ya review saya 😁

Sebelum memastikan kesini, kami melihat Instagramnya terlebih dahulu bukan karena apa-apa tapi  Hanif tidak bisa  makan makanan yang mentah jadi harus bisa memastikan dianya bisa makan atau tidak. Secara dia adalah pemilik modal makan kita kali ini..hahahaha 😝

Begitu tiba di Ground Eat & Drink Makassar kami disambut dengan ucapan khas Korea "Annyonghaseo" yang artinya selamat datang. Akhirnya kami memilih untuk duduk di bagian tengah ruangan karena hanya itu kursi sofa yang tersedia.  

Datanglah si mbak yang ramah memberikan menu dan kamipun minta untuk tidak menunggu karena akan kelamaan dan bisa pegel berdiri menunggu kami yang membolak balik menu yang ada 3 jenis karena berasal dari 3 restaurant yaitu Seorae, Patbingsoo dan Papa Jack. 

Kamipun masih asyik memilih, kemudian si mbak ramah datang lagi untuk memberikan informasi tambahan untuk makanan yang bisa dapat Gratisan. Hmmmm kesukaan kita berdua sih ini, ada Gratisan. wkwkwkwk. Tapi bukan hanya kami berdua kan yang suka konsep kayak gini kan? Pembaca juga suka kan? *nyari teman*

Maka semakin gencarlah kami membolak balik menu itu sampai kebingungan sendiri dan untungnya menu tidak sampai lecek.😅

Akhirnya kami memesan 5  menu yang saya lupa namanya apa. hikkksss. Karena notanya keburu saya  buang. hahahaha. Tapi tenang saja, saya bisa mendeskripsikan kok menunya. So let's move to the review 

1. Bibimbab


Kalau saya melihatnya ini seperti nasi campur karena terdiri atas nasi putih, telur goreng, telur orak arik, rumput laut dan kimchi sebagai sayuran yang cara makannya adalah kesemuanya ini di campur jadi satu kemudian di makan. 

Rasanya menurut saya kurang nampol karena tidak pedes. Hmmm seperti kami kelupaan minta saus gokujhang deh atau kami yang tidak perhatikan yah saking excited mau makan. Entahlah. Tapi buat yang ingin tahu rasanya bisa pilih ini. Tapi jangan kaget lihat telur gorengnya karena emang beneran sekecil itu, sepertinya menggunakan telur puyuh terus di ceplok gitu. 

2. Iga Mozarella


Kalau yang ini jangan ditanya, super enak banget. Iga nya sudah berbumbu dengan rasa manis dan bumbu yang cukup hingga tidak ada rasa anyir atau amis terus di balut dengan keju mozarella yang meleleh itu membuat kami harus menelan ludah karena menunggu untuk seperti gambar di atas. Saran saya segera makan begitu setelah dibuat karena akan kejunya akan dingin dan efek tariknya kurang. 

Cara makannya sangat ribet untuk mau makan yang anggun macam di restaurant steak karena mereka hanya menyediakan sarung tangan plastik dan jadinya macam cemong gitu, kena di samping-samping bibir. Huft... Sayapun jadinya cuma makan 1 potong dan hasilnya setelah makan itu berasa kita itu makan kok nyampah banget karena tulang belulang dari Iganya itu ditambah dengan sarung tangan yang sudah kena saos. 

Padahal sebelah meja, makannya sudah heboh tapi kok rapih. Sedangkan kami?hahahaha. Yaudahlah yang penting bisa bayar kan. 😂

3. Ramen

Ekspetasi ku diluar dugaan, karena mikir akan seperti ramen di tempat-tempat yang saya kunjungi dihidangkan di mangkok sedangkan ini authentic di masak dengan panci kuningan macam di Drama yang bisa saya tonton. Rasanya itu mirip dengan salah satu merk mie yang ada di Supermarket. Sayangnya lupa foto karena asyik dengan makanan masing-masing 😌

4. Patbingso


Sebenarnya dengan menu - menu di atas sudah kenyang sekali walaupun kalian hanya share sepiring berdua. Maklum deh kami tim ogah rugi jadinya semua pesanan kami bagi berdua hanya untuk mengetahui rasanya kayak gimana.

Sayapun memesana Patbingso dengan rasa matcha dengan toping kacang merah kesukaan saya dan ada Corn Flakes jadi ada sensasi krenyes-krenyes begitu kamu memasukan sesuap ke dalam mulut. Rasanya enak cuman buat saya yang pernah makan Patbingsoo di Malaysia masih kalah dari segi es krim nya yang tidak selembut itu. Hanifpun mulai ikut-ikutan ngomong kayak es serut. hahahaha..

Tapi overoall perpaduan rasanya enak apalagi setelah makan makanan yang asin-asin, Patbingso ini jadi penyegar dahaga kami.

5. Minuman Soda dengan buah Peach


Nah ini minuman milik Hanif yang terdiri dari soda berwarna biru dengan buah yang kelihatan macam jelly gitu. Kalau saya sih gak excited karena udah mahal tapi gitu doang mah. Tapi gak papa juga, biar dia mengatasi rasa penasarannya. wkwkwkwk..😝

Setelah membayar, kamipun di tawari member yang kalau datang ke sana lagi akan mendapatkan Disc. 10% dan diberikan lagi voucher Buy 1 Get 1. Total semua yang kita makan sekitar 270K 

Kalian yang baca sudah ada yang cobain juga? Atau pernah makan di tempat sejenis? Atau malah penasaran mau cobain juga? 

Happy Eating

Thursday, 21 February 2019

7 Tempat Holywork Yang Wajib di Kunjungi Saat ke Ambon

Cha, dokumen untuk kelengkapan Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) sudah selesai?
 Begitu kira-kira pertanyaan si Bos saat selesai jam istirahat.
Ada beberapa yang masih kurang pak, tinggal menunggu email dari Kantor Pusat saja.
Begitu terang saya kala itu.
Ok, kalau begitu Minggu jadi berangkat ke Ambon. Siapkan dokumen dari sekarang.
Lanjut Si bos.

Begitulah percakapan bagaimana saya bisa sampai ke Ambon untuk ketiga kalinya. Sebenarnya ada perasaan malas, karena cuaca yang sangat tak menentu membuat hati bergetar juga. Tapi kuatkan hati dan minta di doakan sama si mami, Alhamdulillah sampai di Ambon juga.

Setelah sampai, saya pun masih sempat diskusi dengan Unit Ambon terkait dokumen yang akan saya bawa tentunya ke salah satu BUMN untuk di kumpulkan.

Sayapun memilih untuk nginap di Le Green Suite Waihaong saja. Jangan pikirkan Suite seperti hotel bintang 5 yang ada kamar suite nya, tapi ini lebih ke pelayanan yang ramah dari pegawainya.

Le Green Waihaong lokasinya dekat dari berbagai tempat sehingga tanpa di antar sama orang kantorpun, saya bisa jalan sendiri. Nah ini dia tempat yang saya kunjungi dalam rangka Holywork kemarin dan buat kamu yang Solo Traveling pun bisa coba alternatif dari saya ini.

1. Bakso Solo Hebring

Semua orang tentunya suka sama makanan yang satu ini, dan menurut saya Bakso Solo Hebring merupakan tempat makan yang enak. Selain rasanya yang gurih serta dagingnya yang terasa banget kalau menurut percampuran dagingnya lebih banyak daripada tepungnya membuat enaknya. Kalau makan di Bakso Solo Hebring seperti makanan prasmanan karena kita bisa memilih bakso yang kita suka, mulai dari Bakso Kotak, Bakso Bulat, Bakso Tahu, Bakso Kasar, Telur, Kerupuk, Mie Bihun, Mie Kuning. Selain itu, ada menu Ayam Lalapan juga.


Tempat bakso ini masuk dalam kategori tempat makan yang di coba menurut hasil pencarian di Google. Harganya juga tidak begitu mahal sekitar 60ribuan dengan 2 Porsi Bakso dan 2 Air Mineral sudah membuat perut kenyang.

2. Air Terjun Arbes

Medan menuju Air Terjun Arbes ini bisa membuat orang biasa akan berpikir berkali-kali karena untuk mencapai lokasi air terjunnya cukup memakan waktu sekitar 15 menitan dengan melewati semacam hutan, jalan setapak yang hanya bisa di lalui satu orang jadi ketika ada orang yang datang dari arah berlawanan harus berhenti atau salah satu harus melewati semak tanpa jalan setapak itu. Ditambah dengan banyak bebatuan yang besar yang di lalui jadi harus berhati-hati agar tidak tergelincir yang mengakibatkan luka.
 
Para Pemuda Ingin Difoto dengan Gaya Seperti ini

Nama Arbes sendiri diambil dari kepangan dari Air Besar karena disini airnya cukup deras dan juga air terjun ini di manfaatkan oleh warga sekitar untuk di pakai sebagai kebutuhan sehari-hari semisal mencuci sehingga saat saya sedang kesana ada banyak sampah-sampah bekas sabun cuci, sabun mandi, sampo dan lebih hebohnya ada kemasan sampah bumbu masak.  Sayangnya waktu ke sini sedang kemarau sehingga air terjunnya tampak kurang deras. Namun airnya masih hijau seperti air dari telaga gitu dan cukup dalam juga untuk kita berenang (seperti foto)

3. Patung Christina Martha Tiahahu

Ada yang tahu sama tokoh yang satu ini? Ya benar, Beliau merupakan tokoh Pahlawan dari daerah Maluku. Jadi ingat masa SD dulu ketika di suruh ingat nama-nama tokoh pahlawan di tiap daerah dan yang paling kena saat itu dari Maluku adalah Christina Martha Tiahahu dan satu lagi yaitu Thomas Matulesi.


Letak Patung Christina Martha Tiahahu berada di Kantor DPR Provinis Maluku tepatnya di bagian belakang. Disini kita bisa menikmati  Sunset di ketinggian namun saat saya datang sedang terkunci sehingga kami berpindah ke tempat lain jadinya.

4. Kopi Sibu - Sibu

Waktu googling pertama kali tempat yang wajib di kunjungi di Ambon salah satunya tempat ngopi ini, Kopi Sibu - Sibu. 



Di Kopi Sibu - Sibu kita dapat menikmati Kopi Hitam yang ditambahkan Kacang Kenari dan juga Goraka mereka menyebutnya, atau di bahasa Indonesiakan adalah Jahe. Sudah kebayang rasa Kopi dicampur Goraka dan Kacang Kenari? Udah jangan di bayangin, tapi di coba gih. Kalau saya yang suka Kopi dengan campuran susu tentunya tidak cocok selera, masih belum bisa diterima di lidah.Rasa Pahit dari Kopi bertemu dengan Jahe yang ada sensasi Hangat dengan taburan Kacang Kenari tentunya di luar kebiasaan dan ketika ditambahkan gula rasa kopi malah semakin aneh dengan rasa manis dari gulanya itu.

Ketika baru bertandang ternyata banyak bule juga disini itu yang terpikir pertama kali masuk, dan g disambut dengan alunan live music yang suara penyanyi sangat bagus dan merdu. Disajikan lagu lawas ataupun lagu asli Ambon membuat sayapun ikut menghentakkan kaki dan sesekali ikut bernyanyi.

5. Nasi Kuning depan Mesjid Al-Fatah

Mungkin makanan khas dari tiap daerah di Wilayah Timur adalah Nasi Kuning. Ketika di Makassar ada namanya Nasi Kuning Bagadang, di Palu pun ada Nasi Kuning Sis Aljufri yang buka sampai tengah malam, di Tenate juga ada Nasi Kuning, dan di Ambon pun tak luput Nasi Kuning Ambon.

Kalau di seputaran Mesjid Al-Fatah Ambon banyak terdapat penjual Nasi Kuning mereka ada yang buka pada pagi hari dan ada juga yang buka ketika menjelang malam. Namun saya memilih Nasi Kuning yang tempatnya seperti di gang yang sempit dekat lampu merah. Rasanya gurih kaya dengan rempah ditambah dengan sesendok kentang goreng yang di iris kecil dan tipis, bihun goreng kecap dan sambel menambah cita rasanya. 

Untuk pilihannya ada Daging, Ikan Garo Rica, Telur dan Perkedel Kentang. Semuanya enak, tapi saya kali ini memilih Ikan Garo Rica.

Oh iya, ada yang unik disini. Sambil menikmati enaknya Nasi Kuning kalian bisa menikmati lagu barat lho karena Lampu Merah disini Unik. Setiap Lampunya Merah maka akan terdengar alunan lagu dan ketika Lampu sudah berubah menjadi Hijau maka musiknya akan berhenti sehingga tanpa terasa saya pun ikut bernyanyi. hahahaha

6. Lapangan Pattimura


Letak Lapangan Pattimura Ambon berada di depan kantor Gubernur Ambon, Balaikota dan juga Tugu Perdamaian. Lapangan Patimura ketika saya datang cukup ramai dengan ada beberapa anak sekolah sedang bermain basket, juga petugas bersenjata yang sedang menyisir lokasi dikarenakan ada Ibu Presiden dan Wakil Presiden ke Kota Ambon saat itu, dan juga yang lucu adalah ada sepasang muda mudi yang janjian ketemu di Lapangan Pattimura itu.

Ada ceritanya yang sepasang muda mudi ini ketemuan, ceritanya mereka baru ketemu lho. Si cowok yang berbaju hitam kelihatan segar karena lagi jogging menambah machonya, dan si cewek yang kelihatan menggunakan celana pendek dan baju berwarna hitam pula. So sweet banget kan.  Duuuh jadi pengen balik gilaaak kayak dulu deh. Percakapannya seperti ini :

Kak Edo kah? Begitu si cewek bertanya.
Beta yang kemarin chat kakak.
Terus di cowok jawab apa hayo?
---------------------------------------------------------
Iyo beta Edo, tong duduk dulu di bangku situ bacarita daripada badiri


Segeralah saya meninggalkan mereka dan kembali memotret sekitar lapangan yang luas itu. Sambil ikutan tertawa dalam hati, ternyata masih ada yang kayak jamanku dulu waktu masih main di miRC. 

7. Pantai Mardika


Lokasi Pantai Mardika Ambon dekat dari Lapangan Pattimura, lebih tepatnya di kawasan Terminal Pasar Mardika dan juga kawasan Pelabuhan Ambon. Hampir mirip dengan Pantai Losari di Makassar, karena hampir berdampingan antara kapal bongkar muat dan perahu milik nelayan. Di sekitaran situ banyak terdapat penjual hasil bumi terutama buah-buahan yang sedang musim seperti Durian dan Manggis. Sayangnya saya tidak begitu lama karena angin cukup kencang dengan kecepatan 7km/jam seperti yang tertera pada papan penunjuk ditambah hujan gerimis membuat saya ingin cepat sampai ke hotel.

Cerita Tambahan

-------------------------------------------------

1. Makan Durian

Nah kalau edisi cerita tambahan ini, mau saya ceritakan tentang makan buah-buahan tepatnya. Yang pertama saya mau bahas adalah Makan Durian. Ini merupakan salah satu buah favorit saya, kalau cuma makan 1 biji itu rasanya nanggung banget. Di Ambon sendiri Durian musimnya pada bulan April, namun karena saya berkunjung pada Bulan Februari sehingga belum begitu banyak yang jual.

Makan Durian Ngemper depan Toko Orang
Terlihat seperti di foto saya di atas, tentunya kalau di kota besar lainnya akan ada tempat makan atau semisal lapak. Namun kalau di Ambon jangan harap ada, mereka menjual di emperan toko orang atau malah di bawah pohon. Jadi kalau ingin membeli langsung di bawa pulang ke rumah, dan mungkin jarang ada yang makan di tempat jadi mereka ngemper lokasinya.

2. Makan Buah Gandaria 

Pertama kali lihat buah ini ketika melintas dari Bandara menuju kota, dan awalnya saya pikir itu adalah Jeruk Baby. Namun setelah saya arah balik mau ke Bandara maksudnya, di beritahukan bahwa buah yang berwarna Kuning itu namanya adalah Buah Gandaria.


Langsung deh buru-buru minta berhenti karena saya ingin membelinya. Selama ini taunya Gandaria itu Mall yang ada di Jakarta. hahahaha. Gaswat juga kan. Buah Gandaria ini bentuknya bulat seperti pentolan bakso seharga Rp.1000,-. Rasanya seperti buah Mangga dan dominan Asamnya tapi bikin nagih sih sampai di dalam Pesawat pun saya masih makan buah Gandaria ini. Cara makannya pun persis seperti buah Mangga, yaitu kulitnya di kupas saja. Sayangnya buah Gandaria ini cuma ada di beberapa wilayah di Indonesia, yaitu di daerah Sumatera dan Maluku tentunya. 

Sampai di Bandara ketemu seorang Ibu yang juga petugas Bandara dan bertanya seperti ini :
Dek, berapa harga sekantong itu?
Rp. 20.000,- jawab saya saat itu 
Balas Ibu itu : Mahal sekali, kalau di Morela cuma Rp. 5.000,-/kantong
Aduh Ibu kalau saya ke Morela lagi lebih ongkos lagi. Balas saya lagi
--Dan kami pun tertawa bersama--

Sunday, 3 February 2019

Cerita Fiksi : Dibalik Cerita Terbelinya Goldenfil 6Kg


Siang itu di meja Resepsionis, terjadi percakapan yang cukup serius antara saya dan sebut saja teman saya ini adalah dince.

Anunya sapa ini dince di bawah kakimu? Sambil tunjuk bungkusan

Oh.. Anunya kak Erni itu. Murahnya lagi di belikan, masa' cuma 55rb baru sudah dapat 1Kg makanya pesan 4Kg. Ujar dince dengan muka serius semacam orang lagi kasih penjelasan ke calon prospek

Astaga murahnya, kita nanti beli juga ya. Tinggal tanya kak Erni saja dimana tempatnya beli ini Goldenfil. Begitu Lanjut Icut


Dan pada keesokan harinya terjadi kehebohan dengan kedatangan Goldenfil pesanan orang kantor yang bernama Ibu Siti. Dia menceritakan kalau temannya menjual Goldenfil ini dengan sangat murah. Saking murahnya kita seruangan yang terdiri atas saya, kak Erni, Eki, Heri, dan Tutun kompak bertanya harganya berapa. Maklum kebanyakan para cewek menilai sesuatu dari harga. 

Dengan entengnya bu Siti berkata, murah kok saya belikan cuma 75rb sudah dapat 2Kg. Ya kalau dibagi 2 berarti harga perkilo cuma 37,5rb/Kg lebih murah daripada punya Kak Erni padahal kemasan, dan isinya sama persis. Akhirnya kami semua memutuskan untuk membelinya per kg sambil mencari pasangan karena memang harus di beli sepaket yang isi kemasannya masing-masing 1Kg.


Karena saya tidak mendapatkan teman, saya putuskan menghubungi Dince di meja Resepsionis untuk ikut berpartisipasi dalam pembelian Goldenfil. 

Maka terjadilah percakapan seperti ini diantara kami berdua.

Diiii, ayo beli Goldenfil murah di tempatnya Ibu Siti. Begitulah ajakan saya kala itu di telpon.

Kemudian Dince membalas kalau di tempatnya nini yang teman kantor kami juga lebih murah harganya, cuma 45rb/kg.

Astagaaaa lebih murah lagi di tempatnya Ibu Siti. Terang saya dengan rasa semangat.

Berapakah harganya? Tanya Dince kembali.

Kembali dengan semangatnya, sayapun menjawab, kalau harganya CUMA 37,5rb/Kg.

Dengan nada kaget, Dince berkata stugeeeet ternyata ada lagi yang lebih murah lagi.

Kalau begitu saya pesan 1 juga. Lanjut Dince cepat

Ceklek... telpon di tutup dan sayapun order Goldenfil sebanyak 6Kg pada akhirnya.


Nb:
1. Jangan remehin cewek, walaupun bukan Sarjana Ekonomi kita paham prinsip jual beli.

2. Semakin murah semakin seru

3. Yang enak itu yang murah terus bagus, apalagi Gratis



Friday, 1 February 2019

Lopis Jajanan Masa Kecilku


Dengan berkembang pesatnya teknologi, salah satunya membuat kita jadi melek akan kehadiran Internet. Dan banyak orang yang memanfaatkan kehadirannya untuk membagi berbagai macam informasi, termasuk berbagi informasi tentang makanan. Mulai dari resep makanan atau bahkan restaurant yang menyajikan hidangan tersebut.

Kalau kalian Tim Cari Resep atau Tim Cari Restaurant? Kalau saya bisa dipastikan jadi Tim Cari Restaurant saja deh, soalnya bakat bukan di masak memasak. Tapi kalau cuma sekedar masak yang ringkas pasti bisa dong, maklum mantan anak kost.

Nah waktu saya pindah ke Makassar, dimana belum secanggih itu untuk browsing dari handphone melainkan harus antri di Warnet dulu dan mulai berselancar di dunia maya dan referensi makanan belum banyak yang ulas, hanya mengandalkan cerita dari mulut ke mulut.

Salah satu makanan favorit saya yang termasuk kategori cemilan adalah Lopis atau bisa disebut juga Cenil. Membuat saya bernostalgia tentang masa kecil ketika berada di Poso dengan makanan jajanan ini. Dulu setiap ikut mami ke Pasar pasti menyempatkan untuk makan Lopis di lorong kecilnya itu. Campuran antara getuk dan lopisnya yang disajikan dengan cairan gula merah serta kelapa parut menambah rasa manis tanpa membuat eneg. 

Sayangnya setelah pindah ke Makassar beberapa tahun pun belum ketemu yang jualan Lopis, sampai pada akhirnya ke rumah teman disajikan Lopis dan saking excitednya tanya ke si tante dimana belinya dan sejak saat itu saya ketika melintasi daerah Pasar Senggol menyempatkan untuk mampir beli untuk sekedar bisa mengenang masa itu.

Cerita tentang makanan favoritmu apa? Ada yang sama kah dengan saya yang suka Lopis?


Ini cerita seru lainnya Kak Ery tentang Kuliner tentunya 
dan baca juga cerita fiksi tentang kuliner dari Ainhy Edelweis 


Friday, 11 January 2019

Review : Raa Cha Nipah Mall Makassar


Shawadikab..
Itu kalimat penyambut ketika kamu memasuki Raa Cha. Letaknya disudut lantai 2 dekat Watson. Di depan pintu akan ada pilihan menu dan harga tapi pas sampai di tempat pengambilan rada ngasal di bagian sukinya. Kalau bagian beefnya masih ada harganya, jadi aman lah. Disini pengambilannya self service.


Setelah pilih-pilih makanan langsung kita ke kasir dan tentunya bayar. Nanti akan ada pelayan yang mengantarkan kita ke meja yang kita gunakan untuk grill ataupun masak sukinya. Nah kebetulan menu yang saya pilih adalah keduanya. Balala? Tantumi tidak. Penasaran ji ini yek 😂


Pesananku yang di grill adalah Beef Moza dan Salty Beef BBQ. Sekedar info ini ada mbak yang baik hati mau bantu grill secara eyke kagak biasa makan beginian, bukannya enak malah gosong. Terusnya Beef Moza ku itu di grill sekitar 3 menitan karena agak tipis sih dan kejunya sudah meleleh tapi jangankan meleleh yang tumpah rumpah tapi biasa aja. Dan setelah matang gak nampak sebagai Beef Moza. Jauh dari ekspetasiku.


Pas bagian Salty Beef BBQ ikutan under estimate tapi sama si mbaknya dibantu tambahkan bumbu katanya biar lebih meresap. Poin plus makan di tempat begini ya yang ini nih. Pas di coba??? Rasanya pas dan enak untuk ukuran sekelas yang saya pernah makan dan lebih mahal malah daripada ini.


Lanjut sesi kedua, makan suki. Kebetulan milihnya cuma 5 biji doang. Abisnya udah maem nasi juga dan officialy i'm alone. Hahahaha jadi gak ada yang bisa bantuin kalau gak habis. Sukinya juga enak, kalau di tempat lain yang lebih mahalpun ketahuan kalau udah lama di kulkas dan yang ini malah gak. Pilihan kuahnya of course Tomyam. Kalau Tomyam di tempat lain, lebih strong rasa dan wanginya, kalau ini sedang saja tapi masih terasa bumbunya.

Untuk pilihan menu minumannya cukup beragam dengan aneka teh, mulai dari thai tea, green tea, teh ocha dll. 

Cuuus deh yang lagi di Nipah Mall Makassar bisa coba ke sini.


Wednesday, 9 January 2019

Review : Warung Kepiting 28 Makassar



Setelah minggu lalu saya mereview Kepiting Sotta Makassar, dan hari ini saya akan mereview tempat makan kepiting lainnya di Makassar dan sedang hits karena banyak review. Maka pas jam makan siang, kami bertiga lagi memutuskan untuk mencoba Warung Kepiting 28 Makassar yang letaknya di Jl. Veteran Utara Makassar, antara Myung Ga dan Soto Betawi tempatnya. 

Begitu memasuki Warunf Kepiting 28 Makasar, sudah tercium aroma kepiting yang khas itu dan cukup di padati oleh orang yang makan di tempat ataupun Ojek Online. Dan kami memesan 3 menu berbeda, yaitu Kepiting Geprek Cabe Ijo (sayangnya gak ke foto), Kepiting Saos Lada Hitam, Dan Kepiting Soka Cabe Ijo. 


Coba tebak, itu gambar apaan? Sepintas malah kayak ayam ungkep kan? Tapi percayalah itu adalah Kepiting Soka Cabe Ijo. Sesuai dengan namanya, Kepiting ini lembut dan bisa dimakan semuanya, bumbunya lebih meresap daripada lainnya cuma kalau kelamaan makan jadinya berkuah. Pengaruh di kukus dulu kali ya. Terus punya saya, Kepiting Lada Hitam sudah lama ditungguin gak taunya malah dingin masakannya. Aneh gak tuh? Bikin gak selera makan dan akhirnya gak habis nasinya.

Untuk harga ini lebih murah daripada Kepiting Sotta Makassar, 1 Porsi kepiting soka + nasi + es teh dikenakan biaya 30K saja. Untuk 1 Porsi Kepiting Saus Lada Hitam + nasi + es teh dikenakan 28K. 

Tertarik?  Kalian bisa langsung ke Warung Kepiting 28 Makassar atau cek IG mereka dengan nama yang sama.

Monday, 7 January 2019

Kini Telah Hadir Burger King di Makassar


Bertambah satu lagi restaurant cepat saji di Makassar, yaitu Burger King. Karena minat masyarakat kota Makassar terhadap hal baru terutama makanan, membuat Burger King ramai di kunjungi dan mesti rela antri demi merasakan Burger yang beda dari restaurant cepat saji lainnya. Senangnya lagi Burger King buka di 2 tempat, yakni di Mall Ratu Indah dan juga Mall Panakukkang yang dekat rumah jadi gak perlu jauh-jauh jalannya.


Dan saya memesan paket King Meal yang terdiri dari Cheese Burger, Nasi, Ayam dan Teh. Porsinya pas untuk seharga 43.500 (Inc.ppn 10%). Dimulai dengan makan paket nasi dahulu karena sudah keburu laper dari rumah gak makan. Untuk ayamnya menurut saya cukup asin, sampai tepungnya di pinggirin dulu biar gak begitu terasa asinnya. Sedangkan untuk cheese burger emang yang ukuran small dan ngerasa kok beda sama gambar ya 😅 tapi rasanya cukup cheese banget karena selain slice keju ada semacam saus keju juga. Menurut saya dagingnya kurang tebal dan kering gak juicy. Sepertinya mesti coba versi gedenya biar sesuai ekspetasi.


Terus tadi adekku pesen burger bbq rasher, dengan daging + bacconnya rasanya cukup menggugah selera karena ada pedas-pedas dan merasa kayak blackpaper 😅. Oh iya paketnya terdiri dari burger + kentang goreng + coca cola. Sayangnya disini nasi gak bisa diganti kentang juga, minumpun begitu. Jadi ya sudahlah padahal pengen cobain Float itu. Next aja pas sudah legaan antriannya.


Karena ini baru di buka, pas ke sini mending berdua ama berombongan karena biar ada yang jagain tempat. Secara ruame tenan bisa gak kebagian tempat duduk nanti. Bahkan mesti booking tempat orang yang lagi asyik-asyik makan sembari nanya "sudah ada yang duduki ini bu? kalau belum, nanti saya duduk disini ya bu" bikin makan kurang selera dan rasanya terburu-buru dijagain.

Dari menu yang di tawarkan, favorit kamu yang mana?




Friday, 4 January 2019

Review : Mark Trees Cafe Makassar



Begitu memasuki Mark Trees Cafe Makassar langsung terasa konsep nuansa alamnya, karena begitu banyak tanaman ditambah dengan hiasanya pada dinding berupa dedaunan sesuai nama dari kafe ini yaitu " Tree".



Mark Trees Cafe Makassar berada di jalan jl. Gunung Batu Putih Bundar No.2 Makassar dan buka dari jam 09.00 - 00.00. Jadi yang mau brunch bisa mampir kesini juga. Ada berbagai macam menu yang dihadirkan di sini, mulai dari olahan nasi seperti yang kami pesan, rice chicken katsu dan olahan mie berupa fethucini spicy. Untuk yang gak pengen makan berat, ada kok dessert berupa croisant dengan banyak varian rasa. Sayangnya tadi gak sempat cobain.  


Buat yang mau makan di Mark Trees Cafe Makassar, saya sarankan jangan dalam keadaan lapar banget karena kalian akan menunggu cukup lama. Sembari menunggu bisa minum cantik dulu dengan aneka kopi, teh dan jus. Minuman pilihan saya Thai Tea dan rasanya pas sih menurut saya. Harga minuman sekitar 20ribuan dan untuk Makanan berkisar di harga 35ribuan.

Selamat mencoba ^^

Wednesday, 2 January 2019

Review : Kepiting Sotta Makassar


Haloo, warung kepiting sotta? Bukaji hari ini? Oh iye tunggu meka nah.
Begitulah awal kami bertiga sampai disini. Bumil yang ngidam, kita yang bawaannya laper terus. hahahaha. Hayo siapa yang kayak begitu?


Warung kepiting Sotta ini sudah sering muncul di timeline atau instafeed para creator kuliner makanan yang ngehits di Makassar. Berawal dari rasa penasaran, akhirnya kami bisa ke sini. Kepiting Sotta ini ada 2 cabang, yaitu di Jl. AP. Pettarani ruko Zamrud dan satu lagi yang kami datangi di Jl. Beruang belakang Toko Satu Sama Makassar.


Untuk harga  seporsi Kepiting Soka adalah 60K, yang terdiri dari 1 1/2 ekor kepiting, beberapa udang, kerang dan juga jagung. Untuk pilihan rasa ada macam-macam, tapi yang kami pilih Kepiting Soka saus Padang dan Lada Hitam. Dengan harga segitu saya rasa cukup worth it dengan hidangan yang cukup banyak dan pastinya terasa kenyang. Kalau tidak mau makan Kepiting Soka, ada juga Kepiting Jantan yang dibandrol dengan harga 30K dan Cumi-Cumi yang dibandrol harga yang sama. Ini diluar paket, jadi mesti pesan nasi dan juga minum.


Tempatnya juga bersih dan disediakan seperti ember, kalau yang suka ke club pasti tau deh ember tempat naroh es. Nah itu dia deh maksudnya, semoga pada paham dan ada bayangan. hehehehe. Dan tak kalah penting ada pencapitnya juga, jadi kalau keras mudah banget. Bumbunya juga meresap lho sampai ke dalam-dalam, kalau saya recomended untuk bumbu lada hitam walaupun terasa pedasnya ditambah untuk telur dari Kepiting banyak banget di cangkangnya belum lagi di tengah-tengahnya. Masih pengen lagi deh.

Buat yang suka seafood terutama kepiting bisa mampir kesini.
  

Wednesday, 26 December 2018

3 Tips Hemat Wisata Kuliner Tanpa Takut Bokek




Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, beberapa bulan yang lalu saya ke kota Ambon dalam rangka dinas. Dan ketika teman saya berangkat ke sana, sudah saya wanti-wanti untuk wajib coba kuliner yang seperti sari laut yang berjejer. Terus setelah sampai, adanya saya malah di complain karena katanya mahal. Padahal saya waktu ke sana harga makanannya standar, ikan bakar ukuran sedang, beserta nasi dan minum teh anget dapatnya 50K sedangkan dia harus membayar 85K. Belum lagi harga ayam bakarnya 35K katanya itu ayam seekor kalau di Makassar. Hahahaha.
So ini tips untuk kamu yang mau kulineran tanpa takut dompet cekak.

1. Googling tempat makan yang akan kamu datangi sebelum ke sana. Caranya selain googling? Cek di GrabFood atau GoFood

2. Kalau sudah keburu dijalan, liat menu di depan pintu masuk. Biasanya di restaurant ada lembaran menu, atau di warteg juga ada kok. Masih gak ada juga? Tanya aja ke mbak-mbaknya kan lebih malu lagi kalau udah masuk ternyata harganya gak sesuai ekspetasi.

3. Kalau ternyata harganya lebih mahal daripada perkiraan, coba cari tempat makan sejenis dan sesuai budget. Kan banyak tuh alternatifnya.

Selamat  berlibur dan berwisata kuliner. 

Wednesday, 19 December 2018

Review : Woody.DO Makassar





Ini merupakan kali kedua saya mencoba makanan ala korea, setelah sebelumnya saya mengunjungi Jeonju Arif Rate Makassar. Tempatnya kali ini adalah Woody.Do yang beralamat di Jl. Ahmad yani yang bertepatan disebrangnya KFC.

Terdiri atas 2 lantai, lantai bawah yang cukup nyaman dengan angin semilir dari depan. Sedangkan lantai atas lebih ke ornamen futuristik. Kami memesan Menu Paket Yakiniku, sayangnya kita tidak dibakarkan padahal di restaurant sebelumnya kami dibantu, dengan alasan lagi kekurangan pegawai akhirnya kami mencoba sendiri dan syukurnya tidak ada yang gosong ataupun setengah masak. Namun terjadi kejanggalan ketika pertama kali membakar daging, yaitu di rasa. Setelah dirasa cukup matang, dan kami mulai berebut untuk mencobanya ternyata tidak ada rasanya. Anggapan kami semua karena Yakiniku sudah ada rasanya dan bumbu yang dikasih ke kami tinggal di celupkan untuk rasa tapi nyatanya malah aneh. Apa pengaruh gak cocok makanan yang kayak gini? Entahlah serasa zonk aja. Nah pas pembakaran ketigalah baru terasa sempurna, ketika bumbu-bumbu yang dikasih menurut saya secara berlebihan namun setelah di bakar baru pas rasanya. Terusnya kalau biasanya ada kimchi, tapi di menunya malah seperti salad sayur saja dan saya tidak mencobanya karena sejujurnya aku tak begitu suka sayuran. 


Di Woody.DO mempunya beberapa spot foto salah satunya yang kami foto bersama, kan gak afdol juga kalau udah disini kalau gak ada foto cantiknya. Bener kan? Sekian review saya di Woody.DO Makassar

Tuesday, 4 December 2018

5 Rekomendasi Tempat Makan Sop di Makassar

Berikut ini saya akan merekomendasikan tempat makan khas makassar yang menurut saya recomended, bukan karena cuma rasanya tapi harganya affordable antara lain :

1. Coto
Semua orang kalau ke Makassar, pasti pengen makan coto karena ini paling banyak dikenal oleh orang dari luar kota Makassar. Banyak banget tempat makan coto, tapi saya merekomendasikan Coto Abdul Daeng Sirua atau biasa disebut Coto Abdesir. Disini kuahnya warna coklat muda dan biasanya juga disebut coto kuah putih. Ada beberapa versi memang coto di Makassar sih, tapi saya sebagai yang nulis ini tetap paling sukanya itu.





2. Konro
Kebanyakan orang kenal Konro Karebosi, tapi saya akan merekomendasikan Konro Bawakaraeng. Tempatnya berada di perempatan Jl. Bawakaraeng dan tempatnya  terbilang kecil untuk ukuran penjual konro tapi sepertinya memang di set seperti itu. Disini tersedia berbagai macam makanan khas dengan dasar daging juga. Tapi yang mau coba konro, bisa ke sini saja.

3. Sop Lidah
Nah kalau ini namanya memang Sop Lidah tapi tenang saja yang dihidangkan bukan cuma Sop Lidah saja kok, ada bagian lainnya seperti daging, pipih, kikil, paru, hati dan jantung. Kalian tinggal pilih mau bagian yang mana dan juga porsinya cukup banyak. Kalian bisa menambahkan telur juga sebagai pelengkap. Sop Lidah rekomendasi saya adalah Sop Lidah Lamuru.




4. Sop Sodara
Waktu pertama kali bawa temen makan sop sodara, dianya kaget sambil bilang kok tega banget sodara di jadiin sop. Ceritanya mau melucu kali ya. Tapi sendiri saya juga kurang tau juga kenapa nama makanan ini Sop Sodara, tapi karena enak dan biasanya dihidangkan bersama nasi kalian bisa menikmati Sop Sodara di Jl. Irian samping Monalisa dan selalu ramai pengunjung.



5. Sop Kaki Kambing
Ini sebenarnya tambahan saja sih, buat yang pengen makan sop kaki kambing bisa ke belakang Mall Panakukkang. Disini bisa minta disediakan bersama dagingnya untuk merasakan sum-sum nya, tapi bisa cuma dihidangkan dagingnya saja. Rasanya juga bikin nagih

Monday, 26 November 2018

5 Tempat Makan Recomended di Makassar Versi Icha Afriza

Kalau ditanya tempat makan, jelas banyak sekali di Makassar. Tapi untuk tempat yang benar-benar saya rekomendasikan cuma beberapa saja, tergantung dari rasa dan juga budget tentunya. Dan lagi-lagi menurut saya, ada harga ada rasa. Itulah mengapa saya kadang suka rewel pergi ke tempat yang high tapi rasanya standar. Bukannya terlalu milih, tapi karena kebiasaan mungkin ya jadinya bisa tau kira-kira tempat yang enak buat makan dan juga nongkrong. Berikut ini adalah tempat di Makasar yang bisa saya rekomendasikan antara lain :

1. Bon Cafe
Saya sangat suka makan steak disini, karena dengan menu paketnya kita sudah bisa menikmati steak kualitas premium, minuman soda, dan juga es krim. Karena harga dan kualitas makanannya membuat saya sangat merekomendasikan tempat ini.


2. Black Canyon
Ini merupakan tempat nongkrong untuk penikmat kopi dan saya kalau kesini biasanya selain minum es kopi, maka saya akan makan steak juga. Entah kenapa saya sangat suka steak disini, terutama potatonya.

3. Grind and Pull
Nah kalau tempat yang satu ini, sangat-sangat recomended untuk kamu yang suka hangout dengan harga terjangkau dan juga menu makanan yang bervariasi. Bahkan untuk malam minggunya ada acara live musik.

4. Goedang Popsa
Untuk yang ingin melihat terbenam, sangat cocok ke Goedang Popsa. Lokasinya yang berada di sekitaran Pantai Losari memberi nilai lebih juga, ditambah pemandangan hiruk pikuk Pelabuhan Soekarno. Menambah kemeriahan menjelang malam itu.

5. Rumah Makan Madaeng
Nah sekarang di Makassar lagi rame dengan nama tempat makan yang ada nama "Daeng"nya, mulai dari Dara Daeng, Mbak Daeng, Mas Daeng, dll sampai dengan tempat yang saya rekomendasikan ini, yaitu Madaeng yang terletak di Jl. Pelita. Yang suka sama seafood, wajib coba ke sini.Terutama untuk cumi bakarnya yang sangat saya rekomendasikan, cara masaknya tidak bikin cumi jadi kenyal dan susah di makan. Ini malah enak banget ditambah dengan sambal mangga yang jadi ciri khas sambal di Makassar yang ikut menambah selera makan kita tentunya.

Selamat mencoba untuk kamu yang berada di Makasar

Saturday, 15 September 2018

Experience : Red Corner Ex Goro Makassar



Sesuai namanya Red Corner, interior pembatasnya di dominasi dengan warna merah. Di bagian outdoor ada semacam dibuat menyerupai taman dengan menggunakan rumput elastis. 


Di Red Coner cukup instagramble juga, dengan wallpaper di indoor dan juga lukisan 3D di bagian outdoor. Lokasinya yang berada di jalan raya pendidikan, atau lebih sering kita sebutnya ex.Goro sangat ramai pengunjung. Terutama ketika saya datang pada saat malam, banyak pegawai yang berseragam. 



Menu yang di tawarkan juga cukup variatif, terkhusus buat yang cuma sekedar ketemu dengan teman ada menu kentang goreng, pisang goreng bahkan nasi goreng juga ada. Untuk dari segi minuman sudah hampir sama seperti kafe lainnya. Harga yang ditawarkan tidak terlalu mahal juga berkisar 20-30rb saja.