Showing posts with label Kulineran. Show all posts
Showing posts with label Kulineran. Show all posts

Sunday, 3 February 2019

Cerita Fiksi : Dibalik Cerita Terbelinya Goldenfil 6Kg


Siang itu di meja Resepsionis, terjadi percakapan yang cukup serius antara saya dan sebut saja teman saya ini adalah dince.

Anunya sapa ini dince di bawah kakimu? Sambil tunjuk bungkusan

Oh.. Anunya kak Erni itu. Murahnya lagi di belikan, masa' cuma 55rb baru sudah dapat 1Kg makanya pesan 4Kg. Ujar dince dengan muka serius semacam orang lagi kasih penjelasan ke calon prospek

Astaga murahnya, kita nanti beli juga ya. Tinggal tanya kak Erni saja dimana tempatnya beli ini Goldenfil. Begitu Lanjut Icut


Dan pada keesokan harinya terjadi kehebohan dengan kedatangan Goldenfil pesanan orang kantor yang bernama Ibu Siti. Dia menceritakan kalau temannya menjual Goldenfil ini dengan sangat murah. Saking murahnya kita seruangan yang terdiri atas saya, kak Erni, Eki, Heri, dan Tutun kompak bertanya harganya berapa. Maklum kebanyakan para cewek menilai sesuatu dari harga. 

Dengan entengnya bu Siti berkata, murah kok saya belikan cuma 75rb sudah dapat 2Kg. Ya kalau dibagi 2 berarti harga perkilo cuma 37,5rb/Kg lebih murah daripada punya Kak Erni padahal kemasan, dan isinya sama persis. Akhirnya kami semua memutuskan untuk membelinya per kg sambil mencari pasangan karena memang harus di beli sepaket yang isi kemasannya masing-masing 1Kg.


Karena saya tidak mendapatkan teman, saya putuskan menghubungi Dince di meja Resepsionis untuk ikut berpartisipasi dalam pembelian Goldenfil. 

Maka terjadilah percakapan seperti ini diantara kami berdua.

Diiii, ayo beli Goldenfil murah di tempatnya Ibu Siti. Begitulah ajakan saya kala itu di telpon.

Kemudian Dince membalas kalau di tempatnya nini yang teman kantor kami juga lebih murah harganya, cuma 45rb/kg.

Astagaaaa lebih murah lagi di tempatnya Ibu Siti. Terang saya dengan rasa semangat.

Berapakah harganya? Tanya Dince kembali.

Kembali dengan semangatnya, sayapun menjawab, kalau harganya CUMA 37,5rb/Kg.

Dengan nada kaget, Dince berkata stugeeeet ternyata ada lagi yang lebih murah lagi.

Kalau begitu saya pesan 1 juga. Lanjut Dince cepat

Ceklek... telpon di tutup dan sayapun order Goldenfil sebanyak 6Kg pada akhirnya.


Nb:
1. Jangan remehin cewek, walaupun bukan Sarjana Ekonomi kita paham prinsip jual beli.

2. Semakin murah semakin seru

3. Yang enak itu yang murah terus bagus, apalagi Gratis



Friday, 1 February 2019

Lopis Jajanan Masa Kecilku


Dengan berkembang pesatnya teknologi, salah satunya membuat kita jadi melek akan kehadiran Internet. Dan banyak orang yang memanfaatkan kehadirannya untuk membagi berbagai macam informasi, termasuk berbagi informasi tentang makanan. Mulai dari resep makanan atau bahkan restaurant yang menyajikan hidangan tersebut.

Kalau kalian Tim Cari Resep atau Tim Cari Restaurant? Kalau saya bisa dipastikan jadi Tim Cari Restaurant saja deh, soalnya bakat bukan di masak memasak. Tapi kalau cuma sekedar masak yang ringkas pasti bisa dong, maklum mantan anak kost.

Nah waktu saya pindah ke Makassar, dimana belum secanggih itu untuk browsing dari handphone melainkan harus antri di Warnet dulu dan mulai berselancar di dunia maya dan referensi makanan belum banyak yang ulas, hanya mengandalkan cerita dari mulut ke mulut.

Salah satu makanan favorit saya yang termasuk kategori cemilan adalah Lopis atau bisa disebut juga Cenil. Membuat saya bernostalgia tentang masa kecil ketika berada di Poso dengan makanan jajanan ini. Dulu setiap ikut mami ke Pasar pasti menyempatkan untuk makan Lopis di lorong kecilnya itu. Campuran antara getuk dan lopisnya yang disajikan dengan cairan gula merah serta kelapa parut menambah rasa manis tanpa membuat eneg. 

Sayangnya setelah pindah ke Makassar beberapa tahun pun belum ketemu yang jualan Lopis, sampai pada akhirnya ke rumah teman disajikan Lopis dan saking excitednya tanya ke si tante dimana belinya dan sejak saat itu saya ketika melintasi daerah Pasar Senggol menyempatkan untuk mampir beli untuk sekedar bisa mengenang masa itu.

Cerita tentang makanan favoritmu apa? Ada yang sama kah dengan saya yang suka Lopis?


Ini cerita seru lainnya Kak Ery tentang Kuliner tentunya 
dan baca juga cerita fiksi tentang kuliner dari Ainhy Edelweis 


Friday, 11 January 2019

Review : Raa Cha Nipah Mall Makassar


Shawadikab..
Itu kalimat penyambut ketika kamu memasuki Raa Cha. Letaknya disudut lantai 2 dekat Watson. Di depan pintu akan ada pilihan menu dan harga tapi pas sampai di tempat pengambilan rada ngasal di bagian sukinya. Kalau bagian beefnya masih ada harganya, jadi aman lah. Disini pengambilannya self service.


Setelah pilih-pilih makanan langsung kita ke kasir dan tentunya bayar. Nanti akan ada pelayan yang mengantarkan kita ke meja yang kita gunakan untuk grill ataupun masak sukinya. Nah kebetulan menu yang saya pilih adalah keduanya. Balala? Tantumi tidak. Penasaran ji ini yek 😂


Pesananku yang di grill adalah Beef Moza dan Salty Beef BBQ. Sekedar info ini ada mbak yang baik hati mau bantu grill secara eyke kagak biasa makan beginian, bukannya enak malah gosong. Terusnya Beef Moza ku itu di grill sekitar 3 menitan karena agak tipis sih dan kejunya sudah meleleh tapi jangankan meleleh yang tumpah rumpah tapi biasa aja. Dan setelah matang gak nampak sebagai Beef Moza. Jauh dari ekspetasiku.


Pas bagian Salty Beef BBQ ikutan under estimate tapi sama si mbaknya dibantu tambahkan bumbu katanya biar lebih meresap. Poin plus makan di tempat begini ya yang ini nih. Pas di coba??? Rasanya pas dan enak untuk ukuran sekelas yang saya pernah makan dan lebih mahal malah daripada ini.


Lanjut sesi kedua, makan suki. Kebetulan milihnya cuma 5 biji doang. Abisnya udah maem nasi juga dan officialy i'm alone. Hahahaha jadi gak ada yang bisa bantuin kalau gak habis. Sukinya juga enak, kalau di tempat lain yang lebih mahalpun ketahuan kalau udah lama di kulkas dan yang ini malah gak. Pilihan kuahnya of course Tomyam. Kalau Tomyam di tempat lain, lebih strong rasa dan wanginya, kalau ini sedang saja tapi masih terasa bumbunya.

Untuk pilihan menu minumannya cukup beragam dengan aneka teh, mulai dari thai tea, green tea, teh ocha dll. 

Cuuus deh yang lagi di Nipah Mall Makassar bisa coba ke sini.


Wednesday, 9 January 2019

Review : Warung Kepiting 28 Makassar



Setelah minggu lalu saya mereview Kepiting Sotta Makassar, dan hari ini saya akan mereview tempat makan kepiting lainnya di Makassar dan sedang hits karena banyak review. Maka pas jam makan siang, kami bertiga lagi memutuskan untuk mencoba Warung Kepiting 28 Makassar yang letaknya di Jl. Veteran Utara Makassar, antara Myung Ga dan Soto Betawi tempatnya. 

Begitu memasuki Warunf Kepiting 28 Makasar, sudah tercium aroma kepiting yang khas itu dan cukup di padati oleh orang yang makan di tempat ataupun Ojek Online. Dan kami memesan 3 menu berbeda, yaitu Kepiting Geprek Cabe Ijo (sayangnya gak ke foto), Kepiting Saos Lada Hitam, Dan Kepiting Soka Cabe Ijo. 


Coba tebak, itu gambar apaan? Sepintas malah kayak ayam ungkep kan? Tapi percayalah itu adalah Kepiting Soka Cabe Ijo. Sesuai dengan namanya, Kepiting ini lembut dan bisa dimakan semuanya, bumbunya lebih meresap daripada lainnya cuma kalau kelamaan makan jadinya berkuah. Pengaruh di kukus dulu kali ya. Terus punya saya, Kepiting Lada Hitam sudah lama ditungguin gak taunya malah dingin masakannya. Aneh gak tuh? Bikin gak selera makan dan akhirnya gak habis nasinya.

Untuk harga ini lebih murah daripada Kepiting Sotta Makassar, 1 Porsi kepiting soka + nasi + es teh dikenakan biaya 30K saja. Untuk 1 Porsi Kepiting Saus Lada Hitam + nasi + es teh dikenakan 28K. 

Tertarik?  Kalian bisa langsung ke Warung Kepiting 28 Makassar atau cek IG mereka dengan nama yang sama.

Monday, 7 January 2019

Kini Telah Hadir Burger King di Makassar


Bertambah satu lagi restaurant cepat saji di Makassar, yaitu Burger King. Karena minat masyarakat kota Makassar terhadap hal baru terutama makanan, membuat Burger King ramai di kunjungi dan mesti rela antri demi merasakan Burger yang beda dari restaurant cepat saji lainnya. Senangnya lagi Burger King buka di 2 tempat, yakni di Mall Ratu Indah dan juga Mall Panakukkang yang dekat rumah jadi gak perlu jauh-jauh jalannya.


Dan saya memesan paket King Meal yang terdiri dari Cheese Burger, Nasi, Ayam dan Teh. Porsinya pas untuk seharga 43.500 (Inc.ppn 10%). Dimulai dengan makan paket nasi dahulu karena sudah keburu laper dari rumah gak makan. Untuk ayamnya menurut saya cukup asin, sampai tepungnya di pinggirin dulu biar gak begitu terasa asinnya. Sedangkan untuk cheese burger emang yang ukuran small dan ngerasa kok beda sama gambar ya 😅 tapi rasanya cukup cheese banget karena selain slice keju ada semacam saus keju juga. Menurut saya dagingnya kurang tebal dan kering gak juicy. Sepertinya mesti coba versi gedenya biar sesuai ekspetasi.


Terus tadi adekku pesen burger bbq rasher, dengan daging + bacconnya rasanya cukup menggugah selera karena ada pedas-pedas dan merasa kayak blackpaper 😅. Oh iya paketnya terdiri dari burger + kentang goreng + coca cola. Sayangnya disini nasi gak bisa diganti kentang juga, minumpun begitu. Jadi ya sudahlah padahal pengen cobain Float itu. Next aja pas sudah legaan antriannya.


Karena ini baru di buka, pas ke sini mending berdua ama berombongan karena biar ada yang jagain tempat. Secara ruame tenan bisa gak kebagian tempat duduk nanti. Bahkan mesti booking tempat orang yang lagi asyik-asyik makan sembari nanya "sudah ada yang duduki ini bu? kalau belum, nanti saya duduk disini ya bu" bikin makan kurang selera dan rasanya terburu-buru dijagain.

Dari menu yang di tawarkan, favorit kamu yang mana?




Friday, 4 January 2019

Review : Mark Trees Cafe Makassar



Begitu memasuki Mark Trees Cafe Makassar langsung terasa konsep nuansa alamnya, karena begitu banyak tanaman ditambah dengan hiasanya pada dinding berupa dedaunan sesuai nama dari kafe ini yaitu " Tree".



Mark Trees Cafe Makassar berada di jalan jl. Gunung Batu Putih Bundar No.2 Makassar dan buka dari jam 09.00 - 00.00. Jadi yang mau brunch bisa mampir kesini juga. Ada berbagai macam menu yang dihadirkan di sini, mulai dari olahan nasi seperti yang kami pesan, rice chicken katsu dan olahan mie berupa fethucini spicy. Untuk yang gak pengen makan berat, ada kok dessert berupa croisant dengan banyak varian rasa. Sayangnya tadi gak sempat cobain.  


Buat yang mau makan di Mark Trees Cafe Makassar, saya sarankan jangan dalam keadaan lapar banget karena kalian akan menunggu cukup lama. Sembari menunggu bisa minum cantik dulu dengan aneka kopi, teh dan jus. Minuman pilihan saya Thai Tea dan rasanya pas sih menurut saya. Harga minuman sekitar 20ribuan dan untuk Makanan berkisar di harga 35ribuan.

Selamat mencoba ^^

Wednesday, 2 January 2019

Review : Kepiting Sotta Makassar


Haloo, warung kepiting sotta? Bukaji hari ini? Oh iye tunggu meka nah.
Begitulah awal kami bertiga sampai disini. Bumil yang ngidam, kita yang bawaannya laper terus. hahahaha. Hayo siapa yang kayak begitu?


Warung kepiting Sotta ini sudah sering muncul di timeline atau instafeed para creator kuliner makanan yang ngehits di Makassar. Berawal dari rasa penasaran, akhirnya kami bisa ke sini. Kepiting Sotta ini ada 2 cabang, yaitu di Jl. AP. Pettarani ruko Zamrud dan satu lagi yang kami datangi di Jl. Beruang belakang Toko Satu Sama Makassar.


Untuk harga  seporsi Kepiting Soka adalah 60K, yang terdiri dari 1 1/2 ekor kepiting, beberapa udang, kerang dan juga jagung. Untuk pilihan rasa ada macam-macam, tapi yang kami pilih Kepiting Soka saus Padang dan Lada Hitam. Dengan harga segitu saya rasa cukup worth it dengan hidangan yang cukup banyak dan pastinya terasa kenyang. Kalau tidak mau makan Kepiting Soka, ada juga Kepiting Jantan yang dibandrol dengan harga 30K dan Cumi-Cumi yang dibandrol harga yang sama. Ini diluar paket, jadi mesti pesan nasi dan juga minum.


Tempatnya juga bersih dan disediakan seperti ember, kalau yang suka ke club pasti tau deh ember tempat naroh es. Nah itu dia deh maksudnya, semoga pada paham dan ada bayangan. hehehehe. Dan tak kalah penting ada pencapitnya juga, jadi kalau keras mudah banget. Bumbunya juga meresap lho sampai ke dalam-dalam, kalau saya recomended untuk bumbu lada hitam walaupun terasa pedasnya ditambah untuk telur dari Kepiting banyak banget di cangkangnya belum lagi di tengah-tengahnya. Masih pengen lagi deh.

Buat yang suka seafood terutama kepiting bisa mampir kesini.
  

Wednesday, 26 December 2018

3 Tips Hemat Wisata Kuliner Tanpa Takut Bokek




Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, beberapa bulan yang lalu saya ke kota Ambon dalam rangka dinas. Dan ketika teman saya berangkat ke sana, sudah saya wanti-wanti untuk wajib coba kuliner yang seperti sari laut yang berjejer. Terus setelah sampai, adanya saya malah di complain karena katanya mahal. Padahal saya waktu ke sana harga makanannya standar, ikan bakar ukuran sedang, beserta nasi dan minum teh anget dapatnya 50K sedangkan dia harus membayar 85K. Belum lagi harga ayam bakarnya 35K katanya itu ayam seekor kalau di Makassar. Hahahaha.
So ini tips untuk kamu yang mau kulineran tanpa takut dompet cekak.

1. Googling tempat makan yang akan kamu datangi sebelum ke sana. Caranya selain googling? Cek di GrabFood atau GoFood

2. Kalau sudah keburu dijalan, liat menu di depan pintu masuk. Biasanya di restaurant ada lembaran menu, atau di warteg juga ada kok. Masih gak ada juga? Tanya aja ke mbak-mbaknya kan lebih malu lagi kalau udah masuk ternyata harganya gak sesuai ekspetasi.

3. Kalau ternyata harganya lebih mahal daripada perkiraan, coba cari tempat makan sejenis dan sesuai budget. Kan banyak tuh alternatifnya.

Selamat  berlibur dan berwisata kuliner. 

Wednesday, 19 December 2018

Review : Woody.DO Makassar





Ini merupakan kali kedua saya mencoba makanan ala korea, setelah sebelumnya saya mengunjungi Jeonju Arif Rate Makassar. Tempatnya kali ini adalah Woody.Do yang beralamat di Jl. Ahmad yani yang bertepatan disebrangnya KFC.

Terdiri atas 2 lantai, lantai bawah yang cukup nyaman dengan angin semilir dari depan. Sedangkan lantai atas lebih ke ornamen futuristik. Kami memesan Menu Paket Yakiniku, sayangnya kita tidak dibakarkan padahal di restaurant sebelumnya kami dibantu, dengan alasan lagi kekurangan pegawai akhirnya kami mencoba sendiri dan syukurnya tidak ada yang gosong ataupun setengah masak. Namun terjadi kejanggalan ketika pertama kali membakar daging, yaitu di rasa. Setelah dirasa cukup matang, dan kami mulai berebut untuk mencobanya ternyata tidak ada rasanya. Anggapan kami semua karena Yakiniku sudah ada rasanya dan bumbu yang dikasih ke kami tinggal di celupkan untuk rasa tapi nyatanya malah aneh. Apa pengaruh gak cocok makanan yang kayak gini? Entahlah serasa zonk aja. Nah pas pembakaran ketigalah baru terasa sempurna, ketika bumbu-bumbu yang dikasih menurut saya secara berlebihan namun setelah di bakar baru pas rasanya. Terusnya kalau biasanya ada kimchi, tapi di menunya malah seperti salad sayur saja dan saya tidak mencobanya karena sejujurnya aku tak begitu suka sayuran. 


Di Woody.DO mempunya beberapa spot foto salah satunya yang kami foto bersama, kan gak afdol juga kalau udah disini kalau gak ada foto cantiknya. Bener kan? Sekian review saya di Woody.DO Makassar

Tuesday, 4 December 2018

5 Rekomendasi Tempat Makan Sop di Makassar

Berikut ini saya akan merekomendasikan tempat makan khas makassar yang menurut saya recomended, bukan karena cuma rasanya tapi harganya affordable antara lain :

1. Coto
Semua orang kalau ke Makassar, pasti pengen makan coto karena ini paling banyak dikenal oleh orang dari luar kota Makassar. Banyak banget tempat makan coto, tapi saya merekomendasikan Coto Abdul Daeng Sirua atau biasa disebut Coto Abdesir. Disini kuahnya warna coklat muda dan biasanya juga disebut coto kuah putih. Ada beberapa versi memang coto di Makassar sih, tapi saya sebagai yang nulis ini tetap paling sukanya itu.





2. Konro
Kebanyakan orang kenal Konro Karebosi, tapi saya akan merekomendasikan Konro Bawakaraeng. Tempatnya berada di perempatan Jl. Bawakaraeng dan tempatnya  terbilang kecil untuk ukuran penjual konro tapi sepertinya memang di set seperti itu. Disini tersedia berbagai macam makanan khas dengan dasar daging juga. Tapi yang mau coba konro, bisa ke sini saja.

3. Sop Lidah
Nah kalau ini namanya memang Sop Lidah tapi tenang saja yang dihidangkan bukan cuma Sop Lidah saja kok, ada bagian lainnya seperti daging, pipih, kikil, paru, hati dan jantung. Kalian tinggal pilih mau bagian yang mana dan juga porsinya cukup banyak. Kalian bisa menambahkan telur juga sebagai pelengkap. Sop Lidah rekomendasi saya adalah Sop Lidah Lamuru.




4. Sop Sodara
Waktu pertama kali bawa temen makan sop sodara, dianya kaget sambil bilang kok tega banget sodara di jadiin sop. Ceritanya mau melucu kali ya. Tapi sendiri saya juga kurang tau juga kenapa nama makanan ini Sop Sodara, tapi karena enak dan biasanya dihidangkan bersama nasi kalian bisa menikmati Sop Sodara di Jl. Irian samping Monalisa dan selalu ramai pengunjung.



5. Sop Kaki Kambing
Ini sebenarnya tambahan saja sih, buat yang pengen makan sop kaki kambing bisa ke belakang Mall Panakukkang. Disini bisa minta disediakan bersama dagingnya untuk merasakan sum-sum nya, tapi bisa cuma dihidangkan dagingnya saja. Rasanya juga bikin nagih

Monday, 26 November 2018

5 Tempat Makan Recomended di Makassar Versi Icha Afriza

Kalau ditanya tempat makan, jelas banyak sekali di Makassar. Tapi untuk tempat yang benar-benar saya rekomendasikan cuma beberapa saja, tergantung dari rasa dan juga budget tentunya. Dan lagi-lagi menurut saya, ada harga ada rasa. Itulah mengapa saya kadang suka rewel pergi ke tempat yang high tapi rasanya standar. Bukannya terlalu milih, tapi karena kebiasaan mungkin ya jadinya bisa tau kira-kira tempat yang enak buat makan dan juga nongkrong. Berikut ini adalah tempat di Makasar yang bisa saya rekomendasikan antara lain :

1. Bon Cafe
Saya sangat suka makan steak disini, karena dengan menu paketnya kita sudah bisa menikmati steak kualitas premium, minuman soda, dan juga es krim. Karena harga dan kualitas makanannya membuat saya sangat merekomendasikan tempat ini.


2. Black Canyon
Ini merupakan tempat nongkrong untuk penikmat kopi dan saya kalau kesini biasanya selain minum es kopi, maka saya akan makan steak juga. Entah kenapa saya sangat suka steak disini, terutama potatonya.

3. Grind and Pull
Nah kalau tempat yang satu ini, sangat-sangat recomended untuk kamu yang suka hangout dengan harga terjangkau dan juga menu makanan yang bervariasi. Bahkan untuk malam minggunya ada acara live musik.

4. Goedang Popsa
Untuk yang ingin melihat terbenam, sangat cocok ke Goedang Popsa. Lokasinya yang berada di sekitaran Pantai Losari memberi nilai lebih juga, ditambah pemandangan hiruk pikuk Pelabuhan Soekarno. Menambah kemeriahan menjelang malam itu.

5. Rumah Makan Madaeng
Nah sekarang di Makassar lagi rame dengan nama tempat makan yang ada nama "Daeng"nya, mulai dari Dara Daeng, Mbak Daeng, Mas Daeng, dll sampai dengan tempat yang saya rekomendasikan ini, yaitu Madaeng yang terletak di Jl. Pelita. Yang suka sama seafood, wajib coba ke sini.Terutama untuk cumi bakarnya yang sangat saya rekomendasikan, cara masaknya tidak bikin cumi jadi kenyal dan susah di makan. Ini malah enak banget ditambah dengan sambal mangga yang jadi ciri khas sambal di Makassar yang ikut menambah selera makan kita tentunya.

Selamat mencoba untuk kamu yang berada di Makasar

Saturday, 15 September 2018

Experience : Red Corner Ex Goro Makassar



Sesuai namanya Red Corner, interior pembatasnya di dominasi dengan warna merah. Di bagian outdoor ada semacam dibuat menyerupai taman dengan menggunakan rumput elastis. 


Di Red Coner cukup instagramble juga, dengan wallpaper di indoor dan juga lukisan 3D di bagian outdoor. Lokasinya yang berada di jalan raya pendidikan, atau lebih sering kita sebutnya ex.Goro sangat ramai pengunjung. Terutama ketika saya datang pada saat malam, banyak pegawai yang berseragam. 



Menu yang di tawarkan juga cukup variatif, terkhusus buat yang cuma sekedar ketemu dengan teman ada menu kentang goreng, pisang goreng bahkan nasi goreng juga ada. Untuk dari segi minuman sudah hampir sama seperti kafe lainnya. Harga yang ditawarkan tidak terlalu mahal juga berkisar 20-30rb saja.

Saturday, 1 September 2018

Experience : Joenju Korea BBQ Prime





First time nya Cobain barbeque ala Korea, Karena sejauh ini paling makannya yang ala Jepang dan karena gak ada temannya lebih tepatnya untuk ke sini. Kalau kata temanku malah, kalau bisa makan yang orang biasanya makan, jangan coba yang aneh-aneh.

Kesan pertama datang ke sini, rasanya kok sepi banget. Emang sih baru setengah 6 sore juga jadi rada wajar kalau suasananya seperti itu. Karena kita juga makannya bukan di tempat biasa jadinya cuma saya berdua teman saja yang ada di ruangan dan kebetulan kami duduk di samping kasir.


Begitu buka pintu, kita akan disambut para waitress dengan sapaan khas korea "Annyoenghaseo", baru kita di persilahkan untuk duduk dan sambil menuggu menu datang sempatin untuk foto interiornya. Di Joenju Korea BBQ Prime ada promo lho, dapat 6 daging hanya denganseharga 298K sayangnya karena saya aja yang doyan, jadinya beli yang singel meat nya dan best seller disana.
Selesai memesan, maka akan datang 5 piring kecil yang di isi dengan berbagai macam isian, mulai dari kimchi sayur, salad sayur, lobak kimchi, telur puyuh, bakwan jagung dan juga ssam yang isinya selada air, bawang putih dan cabe beberapa iris. Ini merupakan pelengkap makan dengan daging yang di bbq nantinya.



Beberapa saat kemudian, dagingnya yang akan di panggang datang dan waitress akan menanyakan mau dibantu di panggang atau mau sendiri. Karena saya tidak berpengalaman maka saya meminta untuk di panggang, dan katanya sebelumnya mereka di training agar bisa barbeque seperti ini dan menggunakan alat panggangannya. 

Begitu selesai di panggang, maka saya mulai makan. Rasa dagingnya juicy banget, jadi ketika di panggang tidak membuat daging menjadi kering. Terus mulai mencoba dengan campuran isian tadi. Overall suka makan di sini karena pelayanan dan juga makanannya. Sayang kurang banyak. hahahaha.

Yang pengen makan ala korea dan gak perlu masuk mall bisa ke Joenju Korea BBQ Prime yang beralamat di Jl. Arief Rate dekat lampu merah perempatan H. Bau.  




Sunday, 12 August 2018

Experience : Makan di Restaurant Sendirian


Buat orang di sekitar saya mungkin sudah tau kalau saya sudah hampir sering jalan sendiri. Nah kali ini saya mau ceritakan pengalaman saya makan sendirian di restaurant.

Jadi karena kemarin google Adsense saya sudah full aproved, wajar dong saya menghadiahi diri sendiri. Seketika itu saya milih makan di Boncafe Makassar sendiri. Ini termasuk restaurant besar menurut saya dan pilihan makannya juga kesukaan saya, steak. Itupun kadang ngerasa kalau gak ada traktiran bakal mesti ngehemat dulu. Tapi demi mengappresiasikan diri, why not? menyenangkan diri sendiri itu penting untuk membuat kita lebih mengahrgai diri kita sendiri dan juga bisa jadi memunculkan ide-ide lain dalam diri kita.


Lokasinya yang terletak di jl. AP. Pettarani pas samping BPJS ini cukup ramai saat weekend, karena family time. Saya sendiri? itu hal biasa, prinsip kerjanya kalau ada duit kenapa takut. hahahaha. simpel kan? yeah, that's me. Lagian biasanya kalau di templar seperti ini orangnya juga gak rese', saya anggap semua berkelas jadi tidak terlalu memikirkan sekitarnya. 

Saya memilih meja yang berada di dekat pintu masuk dan posisi tengah. Kemudian saya memesan menu paket 2 yang terdiri dari daging tenderloin premium dan dapat es krim juga, that my favorite. Dan waitress nya menawarkan untuk membuat member, ya saya pikir iseng aja buat aja. Gak ada salahnya. Toh saat ini emang banyak yang nawarin keanggotaan setiap kita belanjaan apapun, sampai rasanya dompet penuh dengan berbagai macam kartu.


Sembari menunggu makanan di sajikan, kita bisa menikmati pemandangan sekitar yang cukup asri di bagian belakang. Dan bisa menemukan ide baru mungkin, seperti saya ini. Kadang untuk mencari ide emang mahal kok. Bayaran untuk hasilnya memang sepantasnya, jangan khawatir.

Jadi buat kalian yang merasa kadang galau, atau kosong banget istilahnya ya udah jalan aja sendiri, makan aja sendiri. Yang penting ada dananya. Jangan maksa juga harus makan yang melebihi budget, bakal gak makan-makan. Happy eating, happy reading, and more happiness.


Friday, 3 August 2018

Review : Ayam Goreng Fatmawati Makassar



Tempat makan ini baru buka sekitar bulan April sepertinya karena sempat pas mau buka puasa disini sudah rame banget dan gak kebagian tempat.

Lokasinya sangat strategis karena berada di jalan boulevard yang emang salah satu pusat kuliner di kota Makassar. Suasana di resto ini seperti back to nature karena meja dan kursinya dari kayu yang di purnish dan wall nya di lukis jadi bukan wallpaper yang di pasang ditambah hiasan lampunya jadi semakin kental nuasananya di iringi musik sunda.

   


Awal tanya ke waitres ini resto yang ada di Jakarta itu, tapi katanya cabangnya baru di Makassar aja. Terus tanya kenapa alunannya lagu Sunda gak tau juga kan aneh rasanya. Tapi ya udah lah yah mending pesan makanan aja. Jadi aku pesanan sop iga, sate ayam, sama udang goreng. Overall sih paling suka sama Sop iga karena dagingnya melimpah sesuai harganya dan lembut banget dagingnya. Namun untuk Udang goreng bikin saya sangat kecewa, karena di gambar menu udangnya banyak di piring tapi entah kenapa yang datang malah udang goreng 3 biji dan di tusuk kayak sate. Temen saya aja yang selalu bilang makanan enak, baru kali ini bilang kenapa udangnya asin banget.

Monday, 4 June 2018

Review : Arthama Hotel sekaligus Dinner

Lagi sumpek butuh something new, jadinya nginep ke Hotel Arthama. Ini sih first time nginap di hotel pas Ramadhan di Makassar. 

Hotel yang sudah berdiri sekitar setahunan ini sangat strategis karena berada di Jl. H. Bau yang aksesnya kemana-mana mudah mulai dari Pantai Losari, Somba Opu, dan juga Trans Studio. Disini ramai juga tamu yang nginap karena pas sahur rata-rata setiap meja terisi.

Ornamen kramik klasik dan keliatan mewah begitu memasuki ruangan lobby dan akan disambut oleh resepsionis, proses chek in cukup lama hampir sama seperti di Grand Asia Hotel. Untuk pembayarannya di lakukan di awal karena saya booking langsung ke hotel dan untuk deposit mereka meminta 300rb untuk hotel sekelas ini cukup mahal karena di Santika Premier Slipi yang bagus banget cuma 200rb.

Begitu memasuki kamar sudah terlihat bagus sayang masih kelihatan kecil. Entah karena terlalu besar bed dan tv nya seakan penglihatan jadinya kurang luas. Untuk kamar mandi sudah lengkap dengan hair dryer.

Untuk restaurantnya berada di lantai 2, buat tamu yang cuma ingin makan direstaurant  cukup menaiki tangga dari lobby. Untuk menu makanannya kurang variatif tapi enak menurut saya, untuk nasi goreng, ayam goreng, kue-kue yang di sediakan. Para pelayannya cukup inisiatif jadi butuh sesuatu mereka akan segera membantu.
Dari segi kolam ternyata disini indoor lho jadi tidak perlu takut panas-panasan. Sayang untuk ukurannya cukup kecil buat saya.

Ruang Gym