Friday, 24 May 2019

Review Acne Scar Treatment Selama di Arayu Aesthetic Clinic Makassar

Setelah tahun lalu terakhir saya melakukan perawatan berupa Laser CO2, dan tahun ini dimulai dengan Dermapen. maka saya akan mereview selama melakukan treatment Acne Scar di Klinik Arayu. Totally sudah 3 kali saya melakukan treatment dengan rincian 2 kali untuk Dermapen dan 1 kali untuk Laser CO2.

Perbedaan dari Dermapen adalah kulit wajah kita akan dilukai menggunakan alat yang menyerupai pulpen dengan isi jarum dan bekas lukanya berupa bintik-bintik yang dihasilkan dari jarumnya itu. Rasanya seperti apa? Biasa saja apalagi kita telah di anastesi. Hanya yang agak mengganggu wajah kita mengeluarkan darah dan harus menunggu keesokan harinya baru di bilas maka akan terasa gatal dan juga sedikit perih setelah anastesi hilang. Tapi itu cuma beberapa jam saja. Yang pasti wajah menjadi merah. Fungsi dermapen ini adalah membentuk jaringan baru dengan cara di lukai.

Sedangkan Laser CO2, adalah laser yang merangsang kolagen rasanya juga cuma cekit-cekit saja apalagi sebelumnya wajah kita di anastesi. Bentuk lukanya kotak-kotak karena sesuai dengan model mesinnya.

Jadi kalau ada yang tanya, bagusan mana? Maka saya akan bilang Laser CO2 namun setelah itu ada lagi yang bertanya murah mana diantara keduanya? Maka saya akan jawab Dermapen agak lebih murah sedikit. Dan ketika ada yang tanya lagi diantara kedua ini yang paling efektif dan sakit, maka saya hanya bisa menjawab mending di coba saja daripada kebanyakan nanya. *Mendadak Jutek*

Dan setelah itu saya akhirnya membongkar album di handphone tranformasi saya selama setahun ini treatment di Klinik Dr. Ayu, Arayu. Buka apa-apa juga, karena sudah banyak orang yang menegur bahwa ada perubahan setelah saya melakukan treatment.

Ini foto saya ketika berada di Jakarta, kelihatan kan kalau cerahnya sinar mentari tak sebanding dengan wajahku yang saat itu menurut saya asli super gak nyante banget kan? hiks..hiks.. sampai gak berani posting foto ini.

Terus di foto kedua ini, saya saat pertama kali melakukan Dermapen. Yang merah-merah itu memang wajah saja bukan hasil editan.

Foto ketiga menunjukan saat saya selesai Laser CO2 dengan wajah yang bengkak gitu. Udah pipi yang chubby tambah lagi bengkaknya. Ammpun deh yah, rasanya kok gini banget kalau mau cantik.

Dan foto keempat adalah hari keempat saya melakukan Dermapen lagi. Kelihatan hitam kan dan tentunya ketika di pegang rasanya kasar dan kering. Tapi di bantu dengan krim yang diberikan oleh Dr. Ayu membantu cepat prosesnya.

Dan terkahir ini adalah transformasinya saya setelah melakukan 3 treatment tersebut. Kelihatan kan hasilnya?

Namanya juga mau cantik, ya memang harus kayak gini. Bahkan harus menyediakan waktu, karena sekali berkunjung bisa sampai 4-5 jam kalau kalian berada di urutan 1-20 karena saya sendiri jujur sampai 7 jam dengan antrian nomor antrian ke 29. Gak kebayang deh capeknya Dokter yang menghadapi pasien yang 100an lebih.

Tapi kalau hasilnya sudah signifikan begini membuat saya menjadi jauh lebih pede daripada sebelumnya. Walaupun as always Confidence.

Thursday, 23 May 2019

Traveling : First Time Keluar Negeri dan Solo Traveling Pula

Rencana awal keluar negeri ini sebenarnya sudah ada dari bertahun-tahun yang lalu sejak kenal seorang teman, sebut saja dia Aa. Profesinya memang mengharuskan dia untuk sering-sering bepergian terutama bagian Middle East, alias Arab dan sekitarnya. Kalau cuma ke Malaysia dan Singapura semacam naik angkot saja bagi dia. Minimal sebulan sekali, sehingga membuat saya kadang iri. "Kapan saya bisa ke sana ya", itu terus yang ada dalam benak saya kala itu.

Sampai suatu ketika tahun 2018 tepatnya setelah lebaran. Si Aa cerita habis dari Malaysia dan Singapore karena urusan kerjaan sih memang, tapi makin memotivasi saya untuk pergi juga minimal salah satunya. Dan tiba-tiba di dukung oleh seorang teman lagi, yang suka traveling memberikan  kontak salah satu temannya di Malaysia. Senang gak tuh? Kayaknya mendukung banget semesta ini.

Langsung niat untuk bikin perpanjangan passport pada saat itu, tapi tak di nyana malah batal pergi karena ada kerjaan diluar kota saat itu dan gagal deh. Namun awal tahun 2019 ini teman ada yang berangkat, membuat saya teringat akan kejadi beberapa bulan lalu bagaimana antusiasnya saya untuk berangkat dan akhirnya berhasil membuat Paspor kembali.

Cara Mudah Buat Paspor di Imigrasi 

Planning awal saya untuk traveling kali ini cukup nekat karena mengingat keluar Negeri yang Notabene pasti berbeda kebudayaan dan tentunya bahasa. Meskipun di Malaysia sendiri menggunakan bahasa Melayu, tapi jangan harap semua menggunakan bahasa Melayu yang ada malah menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa lingual agar tetap terjalin komunikasi.

Sampai saat saya mengutarakan keinginan saya untuk berangkat ke Malaysia membuat orangtua pun kaget. Bukannya apa secara keluar kota saja masih dikhawatirkan apalagi ini ke negeri orang yang masih sangat baru untuk kita. Dan mamipun berkata :

"Cha itu yakin mau berangkat? Nanti sama-sama mami saja berangkat." Atau kasih batal saja dulu mumpung masih lama berangkat.

Tapi apa dikata karena saya sudah membeli tiket dan tiketpun tidak bisa refund tentunya sangat rugi buat saya untuk membatalkannya. Akhirnya dengan berbagai macam wejangan dari si Mami sayapun berangkat ke Malaysia.

Ya walaupun saya sudah sering solo traveling, tentu beda juga rasanya ketika berada di negara orang. Apalagi adanya banyak perbedaan. Tapi so far gak bikin kapok juga, malah tambah penasaran dengan negara lainnya. 

Tentunya karena ini hal yang baru untuk berangkat, maka masih agak terasa asing terutama bagian Imigrasi untuk dari segi proses keberangkatan di Bandara dan juga tujuan yang akan kita kunjungi.

Maka akan saya bagi menjadi 3 bagian cerita tentang masing-masing hal di atas.

1. Imigrasi dan Bea Cukai

Hal yang satu ini membuat saya sedikit merasa takut karena di Imigrasi pada saat keberangkatan kita akan ditanya berapa lama akan berada di Negara tujuan, tujuannya apa, dan saya kemarin ditanya sama siapa disana dikarenakan saya kelihatan cuma sendiri saja. hehehehe..

Begitupun sebaliknya setelah saya kembali bertemu dengan petugas Imigrasi, namun kali ini tidak begitu tegang karena di ajak bercanda sambil bertanya pendapat saya tentang Malaysia.

Sedangkan bea cukainya tentunya akan memeriksa barang kita melalui scan Xtra Tray dan kalau-kalau ada yang tidak sesuai ketentuan seperti cairan maksimal sebanyak 100ml, jadi yang bawa air mineral ataupun habis dari Starbucks mending di habiskan terlebih dahulu baru masuk ke dalam gate. Tapi buat kamu yang memang sering minum air, ada baiknya bawa tempat minum kecil tanpa isi. Ingat tanpa isi ya, karena di dalam gate ada semacam Dispenser yang bisa gunakan. Meskipun begitu, ada juga semacam cairan yang lebih thick semacam sampo dan sejenisnya meskipun ukurannya 100ml ada kalanya di buang. Teman saya bawa Botol Saos pun mesti merelakannya karena tidak sesuai ketentuan. Jangan nawar dengan kata-kata, itu sudah mau habis atau gimana karena tetap akan di buang pada akhirnya. Sing sabar ya ndo.

Nah saya kemarinpun kena ambil juga petugas Bea Cukai meskipun teksturnya lebih ke pasta , tidak lolos juga. wkwkwkwk. Nambah pengalaman kan?

Abisnya ngeyel juga sih, padahal kan teman saya lebih tahu karena kerjanya di Airlines ini. Dasaaar.

Buat kita yang ada di Makassar, ada baiknya mendownload e-CD di Play Store untuk memudahkan proses pengecekan kita di Imigrasi Makassar tanpa harus menulis-nulis lagi di dalam Pesawat. Gampang banget caranya tinggal isi Customs Declaration (CD) dan langsung otomatis masuk data kita lho. Secanggih itu kan. Coba deh daripada repot antri.

2. Itinerary

Jadi itinerary itu amat sangat penting, tau dong kalau ke suatu tempat terus sampai disana gak tau mo ngapain kan buang-buang duit. Saranku sih mending di print itinerary yang kalian punya supaya mengingatkan jadwal yang akan kita kunjungi termasuk waktunya, kecuali kalian ingin wisata yang santai seperti saya. Dan pentingnya itinerary ini, bisa kalian tunjukan ke Imigrasi apabila mereka bertanya tujuan kita selama berada di sana.

3. Pelajari Bahasa Setempat

Walaupun saya kemarin hanya ke Malaysia dan menurut saya mereka menggunakan bahasa Melayu, tentu kita harus mempelajari bahasanya yang pada umumnya mereka gunakaan seperti petunjuk arah karena selama disana saya banyak bertanya mengenai arah. Terutama ketika kalian berada di tempat yang wisatawannya banyak lebih banyak yang menggunakan bahasa Inggris malahan. Syukurnya saya bisa walaupun masih agak belibet. Tapi akhirnya kami saling mengerti maksud masing-masing kok dan sayapun terbantu.

Namun buat kalian yang ingin ringkas bisa mendownload applikasi bahasa membantu kalian nanti berkomunikasi dan sebaiknya kalian download saat masih di Indonesia untuk memastikan applikasi bisa digunakan dengan baik.


Well, Happy Holiday





Wednesday, 22 May 2019

3 Hal Menarik Saat Jadi Sekretaris

Apakah kalian, pernah merasa seperti saya yaitu menuliskan kata "Sekertaris" seperti ini yang benar? Awal-awal sih saya tahu. Namun seiring berjalan waktu, tulisan yang benar adalah "Sekretaris". Kata ini berasal dari bahasa Inggris yang diambil dari kata Secret yang artinya rahasia.

Benar, salah satu tugas Sekretaris adalah menjaga kerahasiaan perusahaan. Itupun tertuang dalam surat perjanjian kerja kita kok bahkan siapapun yang berkerja dalam perusahaan tersebut. Bedanya adalah karena kita sebagai seorang Sekretaris tentunya orang terdekat dari Atasan akan mengetahui lebih banyak mengenai pekerjaan ataupun apa yang menjadi isu-isu hangat. Duuuh merasa seperti orang Politik mendadak 😆

Namun menjadi seorang Sekretaris tidak selalu berurusan dengan yang serius terus kok, malah ada beberapa pengalaman menarik yang saya alami dan merasakan itulah keseruan antara lain adalah : 

1. Banyak Kenalan

Menjadi seorang Sekretaris yang sering mengikuti rapat ataupun menghubungi klien membuat kita jadi dikenal banyak orang dan menambah relasi tentunya. Diluar kerjaan pun akhirnya kita menjadi teman dekat yang tidak selalu membahas tentang pekerjaan.

Jadi saya ada pengalaman, saat itu saya cukup sering ke tempat si Rangga untuk ikut rapat atau meminta data tertentu dan karena kita cuma beda sekitar 4 tahun sehingga tidak ada kecanggungan untuk kita kalau ingin ngobrol ataupun bercanda. Sehingga banyak yang bertanya kenapa bisa kami cepat akrab. Ternyata kami mempunyai kesamaan suka nonton.

Bahkan kami pun pernah jalan bareng ke Mall hanya untuk nonton. Hasilnya? kita serasa terciduk karena ada orang kantor yang melihat kami. Padahal kami hanyalah anak muda yang suka nonton dan hangout.

Lain lagi dengan si Dewi Sekretaris Direktur, walaupun kami hanya sering berkomunikasi via Gtalk. Tapi kesamaan kami adalah suka ngobrol. Kadang malah kesannya kita jadi curhat-curhatan tentang pacar masing-masing. Bahkan pernah saya membawakan dia Pisang Ijo ketika ada orang yang akan berangkat ke Jakarta.

2. Belajar Menulis

Karena lumayan sering surat menyurat baik untuk internal ataupun Eksternal melatih saya menggunakan bahasa yang baik ditambah hampir sering sebagai notulen rapat. Jadi harus menambah kosakata kata dan juga poin penting dalam hal yang ingin disampaikan. Bahkan saya ingat pertama kali punya blog ini karena atasan yang menyarankan saya untuk ikut kelas di salah satu learning centre. Ya walaupun saat itu saya hanya iseng juga untuk ikut dalam kegiatan ini dan hanya diajar kan cara membuat blog saja serta copy paste tulisan orang lain. Tapi tenang kok, saat ini saya tidak melakukan seperti itu. Hanya setelah Blog Walking membuat saya menemukan Ide-Ide baru dari para Blogger.

Seiring dengan ikutnya saya dalam bisnis Multi Level Marketing membuat saya membuat blog untuk mereview produk-produknya serta promo yang ada saat bergabung di bisnis ini. Tapi seiring berjalannya waktupun, saya mulai menuliskan hal-hal lain dan menemukan Niche sendiri.

3. Belajar bersosialisasi

Bagi saya yang seorang Introvert sudah tentu saya bisa secara mandiri walaupun itu harus pergi sendirian, tapi karena pekerjaan yang mengharuskan kita harus dengan mudah bersosialisasi dengan orang lain agar memudakan keperluan kita. Semisal kita butuh data dari salah satu perusahaan lain, maka dengan segera mereka segera mengirimkannya.

Ya walaupun awal-awalnya merasa malu dan takut salah ngomong, tapi pada akhirnya karena sering bertemu dengan orang akhirnya mulailah belajar bersosialisasi dan berbaur walaupun terkadang harus pakai cara SKSD. Pada taukan kepanjangan dari apa? Yuuup itu Sok Kenal Sok Dekat 😂 tapi daripada dianggap sombong dan jutek mending seperti itu. Ya maklum saja saya memang tampangnya gitu kelihatan dari awal apalagi kalau lagi serius. Makanya jarang ada mendekat hahahahaha. Tapi it's ok pada akhirnya kami bisa ngobrol hal ringan.

Kurang lebih itulah hal menarik yang bisa saya ceritakan ketika menjadi Sekretaris.

Sunday, 19 May 2019

3 Tipe Atasan Yang Bikin Kamu Jadi Sekretaris Berkualitas

Sekretaris merupakan salah satu orang terdekat Atasan karena mereka adalah orang yang sering berinteraksi secara langsung, terutama untuk diskusi terkait kendala pekerjaan.

Tugas seorang Sekretaris adalah membantu dan mengatur kegiatan dari atasan. Tugas-tugas seorang antara lain adalah menangani surat menyurat, mengatur jadwal atau urusan Atasan dengan pihak External maupun Internal Corporate, memberikan laporan terupdate terkait dengan berbagai informasi yang terkait dengan kinerja kantor, serta menjaga kerahasiaan kerjaan. 

Pengalaman saya menjadi seorang Sekretaris sekitar 3 Tahun dengan memiliki karakter atasan yang berbeda-beda membuat saya punya segudang pengalaman yang kadang kalau di ingat-ingat bisa membantuk saya seperti sekarang ini dalam dunia pekerjaan

1. Atasan Yang Sering Rapat

Literally seorang Atasan pasti melakukan rapat bersama dengan bawahannya untuk mendiskusikan progress dari pekerjaan yang mereka tangani, termasuk atasan saya ini. Kebetulan kami berada di Divisi Collection yang biasanya adalah menagih pembayaran atas jasa yang telah di gunakan sama klien / pelanggan. Namun tentunya sering terjadi kendala dengan tagihan ini. Mulai dari pencairan dana yang terlambat, ataupun koreksi tagihan berdasarkan pekerjaan. Sehingga harus sering dilaporkan sudah sejauh mana kami dalam menangani masalah ini.

Saya sebagai seorang Sekretaris sudah barang tentu akan menemani Atasan dalam rapat karena akan menjadi Notulen bahkan tak jarang saya harus membuat surat ke Pelanggan terkait dengan tagihan ini. Bahkan pernah saking seriusnya untuk membuat surat ke Pelanggan bisa sampai seharian karena menyangkut nominal yang di bayarkan.

Poin pentingnya adalah Dari sini saya belajar istilah-istilah dalam keuangan semisal, Adjusment dan lainnya. Dan tak lupa saya ingin memberitahukan bahwa saya bisa menulis surat yang baik dan pastinya harus memperhatikan titik, koma dan tanda baca lainnya. 

Tapi kalau sudah sampai seharian pasti ada jatah makan siang dan juga snack. Bahagianya kalau kerja ditemani cemilan gini, langsung segar bugar. hahahaha 😝

2. Atasan Yang Cepat Tanggap

Sudah menjadi tugas seorang Atasan juga untuk secepat meungkin menuntaskan suatu permasalahan, apalagi saat itu kantor saya itu adalah kantor Area yang membawahi bagian Indonesia Timur termasuk Denpasar. Jadi saat-saat seperti itu, saya pun di minta untuk sigap menyiapkan line  untuk teleconfrence dan ikut duduk manis mengikuti jalannya teleconfrence serta siap menjadi notulen. 

Jangan salah setelah menjadi notulen tidak begitu saja saya filling, tapi saya harus mencatat itu sebagai pekerjaan dari cabang dan akan meminta progres dari pekerjaannya sesuai dari deadline yang sudah di sepakati sebelumnya.

Ini merupakan tugas yang agak banyak karena dari masing-masing cabang akan saya email ke cabang dan serta sekretarisnya juga dan meminta mereka segera menindaklanjutinya, terlebih kalau progressnya dalam jangka panjang setidaknya seminggu sekali mereka harus mengupdate nya dan kembali ke saya dan harus saya olah data yang mereka berikan dan laporkan kembali ke atasan.

Bahkan pernah nih saya harus menghubungi salah satu Supervisor hanya untuk menanyakan sedang berada dimana dan akan dipanggil ke ruang atasan. Namun karena sudah mengetahui tabit dari atasan saya ini maka yang ada pertanyaan kayak gini "Cha, ada masalah apalagi ini sampai saya di hubungi?" dan saya hanya bisa menjawab sambil tertawa kalau mau rapat mengenai persiapan Rakor saja bukan lagi mau marah-marah. hahahaha

Poin pentingnya punya atasan seperti ini adalah membuat kamu selalu dituntut untuk juga gercep alias gerakan cepat dan belajar hal baru yang bernama To Do List. Ini merupakan hal-hal yang perlu di tindak lanjuti. Bikin merasa makin pintar deh, ini menurut saya lho 😊

3. Atasan yang Efisien

Berbeda dari atasan-atasan saya sebelumnya, kali ini Beliau mempunyai sifat yang efisien dalam hal baik kok. Gebrakan yang saya suka adalah Less Paper. Nah Beliau ini sudah dari sebelumnya booming gerakan ini sudah mengimplementasikan ke kami para bawahannya. Sehingga untuk disposisi suratpun menggunakan email saja saat itu dan hanya untuk surat ke External saja yang masih menggunakan kertas.  

Sehingga sekalipun saya saat cuti, ya iya saya akui saya sangat sering cuti saat itu tidak akan merasa ribet bila ada surat masuk ataupun keluar. Sungguh ku akui sangat suka bekerja dengan atasan seperti ini.

Dari ketiga tipe atasan kalian, yang mana hampir mirip?



Review : Innisfree Capsule Recipe Pack



Sekitar sebulan ini suka semua sama produk Innisfree terutama Green Tea Sleeping Mask nya yang bisa bikin muka kalian terasa lebih plumpy kenyal- kenyal gitu, langsung berasa ini produk bisa buat kulit kelihatan lebih muda rasanya. Ya karena mau memasuki usia 30th saya merasa membutuhkan produk anti aging yang bisa memperlambat tanda-tanda penuaan bahkan penuaan dini lebih tepatnya.

Tapi karena masih ada jerawat yang sesekali hinggap yang membuat saya harus memberikan perhatian ekstra, udah ngalah-ngalahin ke pacar sih rasanya ini. Jadi bawaannya harus di rawat supaya jerawat ini mengempes tanpa harus meninggalkan bekas. Ya walaupun kadang masih berbekas tapi tidak sehitam itu kok seenggaknya masih pede juga kalau jalan.

Cerita Belanja Innisfree pertama kali malah di Malaysia

Terus saya pun berkesempatan kemarin ke Jakarta cari toko Innisfree-nya, saya masih penasaran sama produk Korea ini yang mana bisa mencegah jerawat ataupun kalau ada setidaknya bisa ya itu tadi memperparah.

Saya pun memilih untuk menggunakan masker yang terdiri atas 2 macam, yaitu wash off pack yang di cuci setelah digunakan sekitar 10 menit dan yang tanpa perlu di bilas dan bisa di gunakan sebagai sleeping mask.

 1. Innisfree Capsule Recipe Pack Bija and Tea Tree                                    
Varian ini merupakan masker wash off pack. Seperti yang kalian ketahui manfaat dari Tea Tree adalah meredakan kemerahan pada kulit dan juga tentunya jerawat. Ya walaupun sempat takut tidak cocok dengan kandungan Tea Tree yang pada produk The Body Shop saya pernah saya coba. Hasilnya? ini tidak membuat jerawat kalian nambah, yang ada malah jerawatnya kempes tanpa membuatnya jadi "matang" juga fungsi dari Bija Oil yang memperbaiki kulit kita yang bermasalah.

Bija Oil sendiri berasalah  dari pohon Bija yang berasal dari Pulau Jeju dan telah berumur 500-800 tahun dan dianggap sebagai sumber alamai dan turun temurun. Semakin tua usia pohon maka semakin efektif kandungan yang bekerja. Sumber Innisfree. Jadi pengen main ke Jeju lihat nih pohon Bija yang sangat bermanfaat ini deh. Ajakin dong 😆

Klaim dari masker  adalah membantu menenangkan kulit serta menjaga kelembapannya dan kamu bisa membuktikannya sendiri. Seberapa bagusnya walaupun ukurannya traveling size. Saya menggunakan ini saat pulang kantor dan setelah itu lanjut melanjutkan Innisfree Capsule Recipe Pack Bija & Aloe.

2. Innisfree Capsule Recipe Pack Bija and Aloe
Masker ini berbentuk gel dan digunakan seperti Sleeping Mask. Klaim dari produk ini membantu menenangkan kulit sensitif serta menyediakan kelembapan yang cukup pada kulit. Jadi memang benar setelah saya menggunakan Innisfree Capsule Recipe Pack and Tea Tree kulit saya menjadi sedikit lebih kering sehingga saya menggunakan produk ini untuk kembali menghidrasi kulit saya agar tetap lembab karena mengandung ekstra Aloe. Tapi tenang, lembabnya tidak bikin lebay sampai kulit kalian jadi lebih berminyak atau plumpy.

So, selamat mencoba 



Monday, 6 May 2019

Buka Puasa di Myko Hotel Makassar


Saat masih awal-awal kerja, saya sangat jarang berbuka puasa di rumah. Bukan apa-apa, saya kerja ada shift siang dan juga kalau masuk pagi biasanya akan ada acara buka puasa berbagai travel ataupun Airlines dan bahkan lebih memilih untuk bergabung bersama teman-teman. Hihihihi. Tapi sekarang merasa  sudah bukan jaman lagi. 😂

Kalaupun ada acara kumpul-kumpul pasti saya mengajak keluarga saya, minimal ada Mami. Ya kalau saya mengajak Mami agar Beliau bisa mengenal teman-teman saya dan kebetulan Mami adalah orang yang mudah bersosialisasi maka dengan mudah ngobrol dengan teman-teman saya juga. Jadi merasa tidak ada masalah. Bahkan pernah saking seringnya saya mengajak Mami, maka teman-teman saya bertanya "Mami mana Cha? Begitulah adanya kalau lagi bareng mereka.

Kegiatan yang paling sering dilakukan saat berbuka puasa adalah ngabuburit bersama apalagi kalau ke Mall pasti bisa keliling dulu ngiderin persiapan buat Lebaran tentunya. Benar kan? Tapi sejak setahun terakhir saya malah merasa malas untuk masuk mall karena selain sesak kita harus membooking tempat minimal itu 2 jam sebelum buka atau kalau kita dalam acara grup harus jauh-jauh hari karena tempat di mall agak terbatas. Makanya saya hampir lumayan sering ke Hotel. Hmmm jangan salah paham ya, Hotel sekarang itu sering mengadakaan acara buka puasa dengan program yang bernama All You Can Eat. Itu sih kesukaan saya, bisa makan sepuasnya dengan harga yang tidak akan berubah sebanyak apapun itu dan berkali-kali nambah.

Puasa tahun lalupun saya mencoba beberapa Hotel yang kala itu juga mempunyai program All You Can Eat. Hitung-hitung mencoba taste di hotel itu karena saya belum pernah menginap di Hotel tersebut. Dan bagi saya Hotel itu selain Kamar yang nyaman, akan terasa lebih lengkap lagi kalau makanan yang disediakan enak juga. Saya termasuk yang suka makan enak sih. Kalian sendiri gimana, suka juga kan sama makanan enak?

Berawal dari keisengan itu, saya sering browsing menu apa yang dihadirkan apalagi kalau menunya itu Chinese Food atau Japanase Food, itu menu favorit saya. Terutama untuk Sushi dan Aneka Dimsumnya yang menggugah selera rasa dan penampilannya yang eye catching.  Kesukaan saya semua itu, dan saya bisa menghabiskan waktu sekitar 2 jam untuk makan. Kalau kalian bagaimana? Setelah beberapa kali mencoba akhirnya saya lebih sering menjatuhkan pilihan ke Myko Hotel Makassar.

Lokasinya sangat strategis, ada di dalam Mall Panakukkang dan juga Myko Hotel menyediakan 3 Restaurant untuk kalian yang pilih dengan menu berbeda-beda, Asian Food, Indonesian Food, Italian Food juga ada. Saya sendiri suka di Hana Restaurant karena banyak makanan Asian Food yang bisa di coba, tapi saya lebih ke Tim Manis jadi saya akan mengambil banyak kue tart slices, Ice Cream, Hot Chocolate, Dimsum isi Kacang Merah, Dimsum Isi Durian yang jadi andalan saya. Sayangnya tidak selalu tersedia. Ketika memasuki Restaurant akan diiringi dari instrumen yang menunjukan kalau teman Restaurant ini adalah Japanese dan suasanya tidak melulu gedung karena bisa melihat ke bawah yang merupakan lobby hotel dan juga mall, konsepnya ini yang All You Can Eat. Sedangkan di Ding Ho itu bayar 70rban sudah dapat 3 menu sekaligus. Jadi kalian bisa menentukan menunya sendiri.

Kalian sendiri sudah sering makan dengan yang Menu Makan Sepuasnya juga kah?






3 Hewan Peliharaan Yang Membuat Saya Sering Berhati Hati


Baca cerita kak Rey tentang Anjing bikin saya kepikiran untuk mengulik kisah lama. Ini juga bukan cuma sama Anjing saja, tapi ke hewan-hewan yang selalu berada di lingkungan sekitar bahkan merupakan hewan peliharaan para tetangga saya. Tapi ini semua ada awalnya kok yang membuat saya menjadi sedikit berhati-hati bila bertemu. 
-----------------------------------------------------------------------------------------------

Sumber Gambar : Google
Jadi dulu waktu saya masih Sekolah Dasar sering di titipkan di rumah mbah karena orang tua saya dua-duanya bekerja. Tetangga mbah mempunyai seorang anak, namanya Nok.

Nok ini berperawakan tinggi besar dan ceria tapi yang aneh saat itu dia kayak anak kecil tingkah lakunya. Di bandingkan saya tentu, kalau melihat Nok sudah seharusnya dia masuk SMP.

Sampai suatu saat saya bertanya ke si mbah kenapa Nok tidak pergi ke sekolah dan kalau kami bermain dia tidak menggunakan alas kaki dan mbah ku menjawab "Nok itu habis di gigit sama Anjing Rabies jadinya begitu" dan saat itu mulai merasa was-was sama Anjing karena sudah di peringatkan oleh mbah untuk tidak melewati rumah yang menjadi jalan pintas ke Mesjid. 

Tapi tak disangka-sangka saya melanggar itu dikarenakan pulang mengaji sudah sore dan saya akan dijemput, maka saya pun melintasi rumah itu. Padahal sebelumnya tidak terdengar suara apapun tapi tanpa di duga Anjing itu tiba-tiba menggonggong dan mengejar saya. Alhasil saya lari, menangis sambil teriak panggil nama Mami.. wkwkwkwk.. Mulai saat itu saya tidak pernah lagi lewat jalan pintas, trauma cuy..

Lain lagi cerita saat saya sudah segede ini di kejar sama Anjing. Bayangin segede gini masih juga di kejar Anjing, kan agak gak lucu juga walaupun lumayan sering di nasehatin sama Mami kalau ada Anjing untuk pura-pura ambil batu tapi kalau udah keburu tuh Anjing pasang aksi dan mengejar jadi lupa lah segala macam, yang ada di kepala adalah menyelamatkan diri dong.

Pagi itu saya memesan Grab Car or Gocar lupalah, terus karena banyak mobil sejurusan dengan rumah saya yang belum keluar. Maklum deh si mpu nya masih pada molor kali ya, jadinya mobil pesanan saya itu di ujung gang. Sayapun mulai berjalan ke arah mobil dan begitu kagetnya tiba-tiba tuh Anjing keluar dari kolong mobil sambil berlari ke arah saya. Bayangin udah dandan kece dan wangi ke kantor harus lari-lari ke arah rumah lagi karena di kejar sama hewan yang ucul ini karena Anjing yang ini putih bersih, pendek badannya dan bulunya lebat banget. Dan tiba-tiba teringat pesannya mami saya ingat, maka saya berhenti dan langsung pura-pura ambil batu. Eh Anjingnya cuma diam doang, dan karena masih parno saya ambil batu beneran dan lempar. Tuannya malah gak tau kalau Anjing sukses ngejar saya yang sudah mandi keringat. Selamaaaat 😂

Pernah sekali lagi pulang kantor ceritanya ini naik ojek online sih, karena masih agak parno-an lewat lorong sebelah karena Anjing itu maka saya alihkan perjalanan menuju rumah beda arah tapi kenyataannya sama juga dan ini lebih parah karena ada 5 Anjing sekaligus yang cukup tinggi dan besar yang mengejar kami saat berkendara. Bayangkan apa yang saya lakukan? Karena saya duduk di belakang ada kemungkinan saya yang akan duluan di gigit. Duuuuh amit-amit deh. Secara refleks saya mukul abang ojeknya sembari nyuruh ngegas biar Anjingnya gak ngejar.

Begitu sampai depan rumah, Abang Ojeknya bilang gini " waaah mbaknya kuat juga ya mukul sampai belakang saya sakit " wkwkwkwk. Sayapun meminta maaf.

-----------------------------------------------------------------------------------------------

Sumber Gambar : Google

Selain Anjing sebenarnya saya juga agak takut sama Ayam hidup, beneran ayam hidup. Ini berawal dulu suka kasih makan Ayam di rumah mbah pakai Beras terus karena tuh Beras dekat kaki jadinya di patuk lah kaki saya dan refleks saya tendang sih. wkwkwkwk. Mulai dari situ malas kalau ada Ayam, kalau bisa sih di usir duluan deh.

Saya pernah ada kisah lucu dengan Ayam. Saat itu sudah H-3 Lebaran, tentunya sudah banyak orang yang prepare apa yang akan di masak menyambut Hari Raya. Kebetulan lokasi kantor saya saat itu pasti harus melewati Pasar, dan pasti banyak orang yang naik dari situ. 

Terus tiba-tiba seorang Ibu naik ke angkot dengan membawa 3 ayam yang kakinya di pegang, jadi ayamnya kelihatan terbalik. Tau reaksi saya saat itu? Yuuups, saya jejeritan meminta Ibu itu duduk di ujung dan jangan di samping saya karena saya takut. Ya takut lah kalau kaki saya di patuk ayam. Wkwkwkwk.

Dan semua orang yang ada di dalam angkot pun terkejut sambil tertawa dan mengatakan saya aneh. Gubraaakss orang sudah jejeritan malah di katain pula, nasib ya. Terus seorang Bapak pun bertanya, kalau ayam goreng takut? Dengan tegas saya jawab, masak makanan enak gak di makan sih. hahahaha..

Cerita lain lagi, saya menemani mami ke pasar untuk beli Ayam karena akan ada acara. Dan saya hanya menunggu di depan pintu yang jualan selain takut ayam, sayupun gak suka sama baunya yang amazing. Secara tempat pemotongan ayam tuh ya gitu.. Pahaam kan maksud saya? Maka sering minta ke Mami beli Ayam nya mending di supermarket aja lah, tidak ribet juga jadinya.

-----------------------------------------------------------------------------------------------


Sumber Gambar : Google   


Bagi semua orang, Kucing merupakan hewan kecil yang menggemaskan. Tapi bagi saya itu merupakan hal yang menakutkan. Di rumah oma saya, ada 3 ekor Kucing yang sebenarnya kami tidak pelihara tapi sering main ke rumah dan akrab dengan semua orang rumah kecuali saya yang datang ke rumah ketika ada momen tertentu. Dan karena saya lagi makan tiba-tiba Kucing itu naik di atas kursi dan mengeong dan ketika kami bertatapan.. tsaaaaah.. dan mengambil Ikan itu seketika. Mulai saat itu saya mulai parno sama Kucing, takut kegigit tangannya.

Sumber Gambar : Google


Begitu juga cerita ketika saya makan di Kantin, tempat yang paling banyak hewan yang satu ini ya pasti di Kantin selain area memang terbuka juga jadi cukup ramai kucing liar yang suka berkeliaran. Sampai suatu saat saya yang tergolong orang yang kalem dan suaranya kecil ini ketika teriak pada kaget dan menoleh. Dikiranya saya kenapa, padahal ada Kucing naik di atas meja dan satunya lagi ada di bawah kaki saya. Dan bagi mereka itu biasa, dan saya yang gak biasa 😓

Terus kalau kalian ada hewan yang kalian takut sampai separno itu kah? Di nantikan ceritanya