Sunday, 19 May 2019

3 Tipe Atasan Yang Bikin Kamu Jadi Sekretaris Berkualitas

Sekretaris merupakan salah satu orang terdekat Atasan karena mereka adalah orang yang sering berinteraksi secara langsung, terutama untuk diskusi terkait kendala pekerjaan.

Tugas seorang Sekretaris adalah membantu dan mengatur kegiatan dari atasan. Tugas-tugas seorang antara lain adalah menangani surat menyurat, mengatur jadwal atau urusan Atasan dengan pihak External maupun Internal Corporate, memberikan laporan terupdate terkait dengan berbagai informasi yang terkait dengan kinerja kantor, serta menjaga kerahasiaan kerjaan. 

Pengalaman saya menjadi seorang Sekretaris sekitar 3 Tahun dengan memiliki karakter atasan yang berbeda-beda membuat saya punya segudang pengalaman yang kadang kalau di ingat-ingat bisa membantuk saya seperti sekarang ini dalam dunia pekerjaan

1. Atasan Yang Sering Rapat

Literally seorang Atasan pasti melakukan rapat bersama dengan bawahannya untuk mendiskusikan progress dari pekerjaan yang mereka tangani, termasuk atasan saya ini. Kebetulan kami berada di Divisi Collection yang biasanya adalah menagih pembayaran atas jasa yang telah di gunakan sama klien / pelanggan. Namun tentunya sering terjadi kendala dengan tagihan ini. Mulai dari pencairan dana yang terlambat, ataupun koreksi tagihan berdasarkan pekerjaan. Sehingga harus sering dilaporkan sudah sejauh mana kami dalam menangani masalah ini.

Saya sebagai seorang Sekretaris sudah barang tentu akan menemani Atasan dalam rapat karena akan menjadi Notulen bahkan tak jarang saya harus membuat surat ke Pelanggan terkait dengan tagihan ini. Bahkan pernah saking seriusnya untuk membuat surat ke Pelanggan bisa sampai seharian karena menyangkut nominal yang di bayarkan.

Poin pentingnya adalah Dari sini saya belajar istilah-istilah dalam keuangan semisal, Adjusment dan lainnya. Dan tak lupa saya ingin memberitahukan bahwa saya bisa menulis surat yang baik dan pastinya harus memperhatikan titik, koma dan tanda baca lainnya. 

Tapi kalau sudah sampai seharian pasti ada jatah makan siang dan juga snack. Bahagianya kalau kerja ditemani cemilan gini, langsung segar bugar. hahahaha 😝

2. Atasan Yang Cepat Tanggap

Sudah menjadi tugas seorang Atasan juga untuk secepat meungkin menuntaskan suatu permasalahan, apalagi saat itu kantor saya itu adalah kantor Area yang membawahi bagian Indonesia Timur termasuk Denpasar. Jadi saat-saat seperti itu, saya pun di minta untuk sigap menyiapkan line  untuk teleconfrence dan ikut duduk manis mengikuti jalannya teleconfrence serta siap menjadi notulen. 

Jangan salah setelah menjadi notulen tidak begitu saja saya filling, tapi saya harus mencatat itu sebagai pekerjaan dari cabang dan akan meminta progres dari pekerjaannya sesuai dari deadline yang sudah di sepakati sebelumnya.

Ini merupakan tugas yang agak banyak karena dari masing-masing cabang akan saya email ke cabang dan serta sekretarisnya juga dan meminta mereka segera menindaklanjutinya, terlebih kalau progressnya dalam jangka panjang setidaknya seminggu sekali mereka harus mengupdate nya dan kembali ke saya dan harus saya olah data yang mereka berikan dan laporkan kembali ke atasan.

Bahkan pernah nih saya harus menghubungi salah satu Supervisor hanya untuk menanyakan sedang berada dimana dan akan dipanggil ke ruang atasan. Namun karena sudah mengetahui tabit dari atasan saya ini maka yang ada pertanyaan kayak gini "Cha, ada masalah apalagi ini sampai saya di hubungi?" dan saya hanya bisa menjawab sambil tertawa kalau mau rapat mengenai persiapan Rakor saja bukan lagi mau marah-marah. hahahaha

Poin pentingnya punya atasan seperti ini adalah membuat kamu selalu dituntut untuk juga gercep alias gerakan cepat dan belajar hal baru yang bernama To Do List. Ini merupakan hal-hal yang perlu di tindak lanjuti. Bikin merasa makin pintar deh, ini menurut saya lho 😊

3. Atasan yang Efisien

Berbeda dari atasan-atasan saya sebelumnya, kali ini Beliau mempunyai sifat yang efisien dalam hal baik kok. Gebrakan yang saya suka adalah Less Paper. Nah Beliau ini sudah dari sebelumnya booming gerakan ini sudah mengimplementasikan ke kami para bawahannya. Sehingga untuk disposisi suratpun menggunakan email saja saat itu dan hanya untuk surat ke External saja yang masih menggunakan kertas.  

Sehingga sekalipun saya saat cuti, ya iya saya akui saya sangat sering cuti saat itu tidak akan merasa ribet bila ada surat masuk ataupun keluar. Sungguh ku akui sangat suka bekerja dengan atasan seperti ini.

Dari ketiga tipe atasan kalian, yang mana hampir mirip?



Review : Innisfree Capsule Recipe Pack



Sekitar sebulan ini suka semua sama produk Innisfree terutama Green Tea Sleeping Mask nya yang bisa bikin muka kalian terasa lebih plumpy kenyal- kenyal gitu, langsung berasa ini produk bisa buat kulit kelihatan lebih muda rasanya. Ya karena mau memasuki usia 30th saya merasa membutuhkan produk anti aging yang bisa memperlambat tanda-tanda penuaan bahkan penuaan dini lebih tepatnya.

Tapi karena masih ada jerawat yang sesekali hinggap yang membuat saya harus memberikan perhatian ekstra, udah ngalah-ngalahin ke pacar sih rasanya ini. Jadi bawaannya harus di rawat supaya jerawat ini mengempes tanpa harus meninggalkan bekas. Ya walaupun kadang masih berbekas tapi tidak sehitam itu kok seenggaknya masih pede juga kalau jalan.

Cerita Belanja Innisfree pertama kali malah di Malaysia

Terus saya pun berkesempatan kemarin ke Jakarta cari toko Innisfree-nya, saya masih penasaran sama produk Korea ini yang mana bisa mencegah jerawat ataupun kalau ada setidaknya bisa ya itu tadi memperparah.

Saya pun memilih untuk menggunakan masker yang terdiri atas 2 macam, yaitu wash off pack yang di cuci setelah digunakan sekitar 10 menit dan yang tanpa perlu di bilas dan bisa di gunakan sebagai sleeping mask.

 1. Innisfree Capsule Recipe Pack Bija and Tea Tree                                    
Varian ini merupakan masker wash off pack. Seperti yang kalian ketahui manfaat dari Tea Tree adalah meredakan kemerahan pada kulit dan juga tentunya jerawat. Ya walaupun sempat takut tidak cocok dengan kandungan Tea Tree yang pada produk The Body Shop saya pernah saya coba. Hasilnya? ini tidak membuat jerawat kalian nambah, yang ada malah jerawatnya kempes tanpa membuatnya jadi "matang" juga fungsi dari Bija Oil yang memperbaiki kulit kita yang bermasalah.

Bija Oil sendiri berasalah  dari pohon Bija yang berasal dari Pulau Jeju dan telah berumur 500-800 tahun dan dianggap sebagai sumber alamai dan turun temurun. Semakin tua usia pohon maka semakin efektif kandungan yang bekerja. Sumber Innisfree. Jadi pengen main ke Jeju lihat nih pohon Bija yang sangat bermanfaat ini deh. Ajakin dong 😆

Klaim dari masker  adalah membantu menenangkan kulit serta menjaga kelembapannya dan kamu bisa membuktikannya sendiri. Seberapa bagusnya walaupun ukurannya traveling size. Saya menggunakan ini saat pulang kantor dan setelah itu lanjut melanjutkan Innisfree Capsule Recipe Pack Bija & Aloe.

2. Innisfree Capsule Recipe Pack Bija and Aloe
Masker ini berbentuk gel dan digunakan seperti Sleeping Mask. Klaim dari produk ini membantu menenangkan kulit sensitif serta menyediakan kelembapan yang cukup pada kulit. Jadi memang benar setelah saya menggunakan Innisfree Capsule Recipe Pack and Tea Tree kulit saya menjadi sedikit lebih kering sehingga saya menggunakan produk ini untuk kembali menghidrasi kulit saya agar tetap lembab karena mengandung ekstra Aloe. Tapi tenang, lembabnya tidak bikin lebay sampai kulit kalian jadi lebih berminyak atau plumpy.

So, selamat mencoba 



Monday, 6 May 2019

Buka Puasa di Myko Hotel Makassar


Saat masih awal-awal kerja, saya sangat jarang berbuka puasa di rumah. Bukan apa-apa, saya kerja ada shift siang dan juga kalau masuk pagi biasanya akan ada acara buka puasa berbagai travel ataupun Airlines dan bahkan lebih memilih untuk bergabung bersama teman-teman. Hihihihi. Tapi sekarang merasa  sudah bukan jaman lagi. 😂

Kalaupun ada acara kumpul-kumpul pasti saya mengajak keluarga saya, minimal ada Mami. Ya kalau saya mengajak Mami agar Beliau bisa mengenal teman-teman saya dan kebetulan Mami adalah orang yang mudah bersosialisasi maka dengan mudah ngobrol dengan teman-teman saya juga. Jadi merasa tidak ada masalah. Bahkan pernah saking seringnya saya mengajak Mami, maka teman-teman saya bertanya "Mami mana Cha? Begitulah adanya kalau lagi bareng mereka.

Kegiatan yang paling sering dilakukan saat berbuka puasa adalah ngabuburit bersama apalagi kalau ke Mall pasti bisa keliling dulu ngiderin persiapan buat Lebaran tentunya. Benar kan? Tapi sejak setahun terakhir saya malah merasa malas untuk masuk mall karena selain sesak kita harus membooking tempat minimal itu 2 jam sebelum buka atau kalau kita dalam acara grup harus jauh-jauh hari karena tempat di mall agak terbatas. Makanya saya hampir lumayan sering ke Hotel. Hmmm jangan salah paham ya, Hotel sekarang itu sering mengadakaan acara buka puasa dengan program yang bernama All You Can Eat. Itu sih kesukaan saya, bisa makan sepuasnya dengan harga yang tidak akan berubah sebanyak apapun itu dan berkali-kali nambah.

Puasa tahun lalupun saya mencoba beberapa Hotel yang kala itu juga mempunyai program All You Can Eat. Hitung-hitung mencoba taste di hotel itu karena saya belum pernah menginap di Hotel tersebut. Dan bagi saya Hotel itu selain Kamar yang nyaman, akan terasa lebih lengkap lagi kalau makanan yang disediakan enak juga. Saya termasuk yang suka makan enak sih. Kalian sendiri gimana, suka juga kan sama makanan enak?

Berawal dari keisengan itu, saya sering browsing menu apa yang dihadirkan apalagi kalau menunya itu Chinese Food atau Japanase Food, itu menu favorit saya. Terutama untuk Sushi dan Aneka Dimsumnya yang menggugah selera rasa dan penampilannya yang eye catching.  Kesukaan saya semua itu, dan saya bisa menghabiskan waktu sekitar 2 jam untuk makan. Kalau kalian bagaimana? Setelah beberapa kali mencoba akhirnya saya lebih sering menjatuhkan pilihan ke Myko Hotel Makassar.

Lokasinya sangat strategis, ada di dalam Mall Panakukkang dan juga Myko Hotel menyediakan 3 Restaurant untuk kalian yang pilih dengan menu berbeda-beda, Asian Food, Indonesian Food, Italian Food juga ada. Saya sendiri suka di Hana Restaurant karena banyak makanan Asian Food yang bisa di coba, tapi saya lebih ke Tim Manis jadi saya akan mengambil banyak kue tart slices, Ice Cream, Hot Chocolate, Dimsum isi Kacang Merah, Dimsum Isi Durian yang jadi andalan saya. Sayangnya tidak selalu tersedia. Ketika memasuki Restaurant akan diiringi dari instrumen yang menunjukan kalau teman Restaurant ini adalah Japanese dan suasanya tidak melulu gedung karena bisa melihat ke bawah yang merupakan lobby hotel dan juga mall, konsepnya ini yang All You Can Eat. Sedangkan di Ding Ho itu bayar 70rban sudah dapat 3 menu sekaligus. Jadi kalian bisa menentukan menunya sendiri.

Kalian sendiri sudah sering makan dengan yang Menu Makan Sepuasnya juga kah?






3 Hewan Peliharaan Yang Membuat Saya Sering Berhati Hati


Baca cerita kak Rey tentang Anjing bikin saya kepikiran untuk mengulik kisah lama. Ini juga bukan cuma sama Anjing saja, tapi ke hewan-hewan yang selalu berada di lingkungan sekitar bahkan merupakan hewan peliharaan para tetangga saya. Tapi ini semua ada awalnya kok yang membuat saya menjadi sedikit berhati-hati bila bertemu. 
-----------------------------------------------------------------------------------------------

Sumber Gambar : Google
Jadi dulu waktu saya masih Sekolah Dasar sering di titipkan di rumah mbah karena orang tua saya dua-duanya bekerja. Tetangga mbah mempunyai seorang anak, namanya Nok.

Nok ini berperawakan tinggi besar dan ceria tapi yang aneh saat itu dia kayak anak kecil tingkah lakunya. Di bandingkan saya tentu, kalau melihat Nok sudah seharusnya dia masuk SMP.

Sampai suatu saat saya bertanya ke si mbah kenapa Nok tidak pergi ke sekolah dan kalau kami bermain dia tidak menggunakan alas kaki dan mbah ku menjawab "Nok itu habis di gigit sama Anjing Rabies jadinya begitu" dan saat itu mulai merasa was-was sama Anjing karena sudah di peringatkan oleh mbah untuk tidak melewati rumah yang menjadi jalan pintas ke Mesjid. 

Tapi tak disangka-sangka saya melanggar itu dikarenakan pulang mengaji sudah sore dan saya akan dijemput, maka saya pun melintasi rumah itu. Padahal sebelumnya tidak terdengar suara apapun tapi tanpa di duga Anjing itu tiba-tiba menggonggong dan mengejar saya. Alhasil saya lari, menangis sambil teriak panggil nama Mami.. wkwkwkwk.. Mulai saat itu saya tidak pernah lagi lewat jalan pintas, trauma cuy..

Lain lagi cerita saat saya sudah segede ini di kejar sama Anjing. Bayangin segede gini masih juga di kejar Anjing, kan agak gak lucu juga walaupun lumayan sering di nasehatin sama Mami kalau ada Anjing untuk pura-pura ambil batu tapi kalau udah keburu tuh Anjing pasang aksi dan mengejar jadi lupa lah segala macam, yang ada di kepala adalah menyelamatkan diri dong.

Pagi itu saya memesan Grab Car or Gocar lupalah, terus karena banyak mobil sejurusan dengan rumah saya yang belum keluar. Maklum deh si mpu nya masih pada molor kali ya, jadinya mobil pesanan saya itu di ujung gang. Sayapun mulai berjalan ke arah mobil dan begitu kagetnya tiba-tiba tuh Anjing keluar dari kolong mobil sambil berlari ke arah saya. Bayangin udah dandan kece dan wangi ke kantor harus lari-lari ke arah rumah lagi karena di kejar sama hewan yang ucul ini karena Anjing yang ini putih bersih, pendek badannya dan bulunya lebat banget. Dan tiba-tiba teringat pesannya mami saya ingat, maka saya berhenti dan langsung pura-pura ambil batu. Eh Anjingnya cuma diam doang, dan karena masih parno saya ambil batu beneran dan lempar. Tuannya malah gak tau kalau Anjing sukses ngejar saya yang sudah mandi keringat. Selamaaaat 😂

Pernah sekali lagi pulang kantor ceritanya ini naik ojek online sih, karena masih agak parno-an lewat lorong sebelah karena Anjing itu maka saya alihkan perjalanan menuju rumah beda arah tapi kenyataannya sama juga dan ini lebih parah karena ada 5 Anjing sekaligus yang cukup tinggi dan besar yang mengejar kami saat berkendara. Bayangkan apa yang saya lakukan? Karena saya duduk di belakang ada kemungkinan saya yang akan duluan di gigit. Duuuuh amit-amit deh. Secara refleks saya mukul abang ojeknya sembari nyuruh ngegas biar Anjingnya gak ngejar.

Begitu sampai depan rumah, Abang Ojeknya bilang gini " waaah mbaknya kuat juga ya mukul sampai belakang saya sakit " wkwkwkwk. Sayapun meminta maaf.

-----------------------------------------------------------------------------------------------

Sumber Gambar : Google

Selain Anjing sebenarnya saya juga agak takut sama Ayam hidup, beneran ayam hidup. Ini berawal dulu suka kasih makan Ayam di rumah mbah pakai Beras terus karena tuh Beras dekat kaki jadinya di patuk lah kaki saya dan refleks saya tendang sih. wkwkwkwk. Mulai dari situ malas kalau ada Ayam, kalau bisa sih di usir duluan deh.

Saya pernah ada kisah lucu dengan Ayam. Saat itu sudah H-3 Lebaran, tentunya sudah banyak orang yang prepare apa yang akan di masak menyambut Hari Raya. Kebetulan lokasi kantor saya saat itu pasti harus melewati Pasar, dan pasti banyak orang yang naik dari situ. 

Terus tiba-tiba seorang Ibu naik ke angkot dengan membawa 3 ayam yang kakinya di pegang, jadi ayamnya kelihatan terbalik. Tau reaksi saya saat itu? Yuuups, saya jejeritan meminta Ibu itu duduk di ujung dan jangan di samping saya karena saya takut. Ya takut lah kalau kaki saya di patuk ayam. Wkwkwkwk.

Dan semua orang yang ada di dalam angkot pun terkejut sambil tertawa dan mengatakan saya aneh. Gubraaakss orang sudah jejeritan malah di katain pula, nasib ya. Terus seorang Bapak pun bertanya, kalau ayam goreng takut? Dengan tegas saya jawab, masak makanan enak gak di makan sih. hahahaha..

Cerita lain lagi, saya menemani mami ke pasar untuk beli Ayam karena akan ada acara. Dan saya hanya menunggu di depan pintu yang jualan selain takut ayam, sayupun gak suka sama baunya yang amazing. Secara tempat pemotongan ayam tuh ya gitu.. Pahaam kan maksud saya? Maka sering minta ke Mami beli Ayam nya mending di supermarket aja lah, tidak ribet juga jadinya.

-----------------------------------------------------------------------------------------------


Sumber Gambar : Google   


Bagi semua orang, Kucing merupakan hewan kecil yang menggemaskan. Tapi bagi saya itu merupakan hal yang menakutkan. Di rumah oma saya, ada 3 ekor Kucing yang sebenarnya kami tidak pelihara tapi sering main ke rumah dan akrab dengan semua orang rumah kecuali saya yang datang ke rumah ketika ada momen tertentu. Dan karena saya lagi makan tiba-tiba Kucing itu naik di atas kursi dan mengeong dan ketika kami bertatapan.. tsaaaaah.. dan mengambil Ikan itu seketika. Mulai saat itu saya mulai parno sama Kucing, takut kegigit tangannya.

Sumber Gambar : Google


Begitu juga cerita ketika saya makan di Kantin, tempat yang paling banyak hewan yang satu ini ya pasti di Kantin selain area memang terbuka juga jadi cukup ramai kucing liar yang suka berkeliaran. Sampai suatu saat saya yang tergolong orang yang kalem dan suaranya kecil ini ketika teriak pada kaget dan menoleh. Dikiranya saya kenapa, padahal ada Kucing naik di atas meja dan satunya lagi ada di bawah kaki saya. Dan bagi mereka itu biasa, dan saya yang gak biasa 😓

Terus kalau kalian ada hewan yang kalian takut sampai separno itu kah? Di nantikan ceritanya



Saturday, 27 April 2019

Food : Ground Eat & Drink Makassar

Tepatnya seminggu lalu (19/4), saya dan Hanif makan di Ground Eat & Drink Makassar yang berlokasi di Jl. Hertasning. Alasan awal kesini karena saya penasaran dengan tempat makan yang sudah ada sekitar setahun adalah tempatnya Istagramble dan juga penasaran dengan kata mahal menurut orang-orang yang pernah saya dengar ceritanya. Tapi nyatanya? Baca aja sampai habis ya review saya 😁

Sebelum memastikan kesini, kami melihat Instagramnya terlebih dahulu bukan karena apa-apa tapi  Hanif tidak bisa  makan makanan yang mentah jadi harus bisa memastikan dianya bisa makan atau tidak. Secara dia adalah pemilik modal makan kita kali ini..hahahaha 😝

Begitu tiba di Ground Eat & Drink Makassar kami disambut dengan ucapan khas Korea "Annyonghaseo" yang artinya selamat datang. Akhirnya kami memilih untuk duduk di bagian tengah ruangan karena hanya itu kursi sofa yang tersedia.  

Datanglah si mbak yang ramah memberikan menu dan kamipun minta untuk tidak menunggu karena akan kelamaan dan bisa pegel berdiri menunggu kami yang membolak balik menu yang ada 3 jenis karena berasal dari 3 restaurant yaitu Seorae, Patbingsoo dan Papa Jack. 

Kamipun masih asyik memilih, kemudian si mbak ramah datang lagi untuk memberikan informasi tambahan untuk makanan yang bisa dapat Gratisan. Hmmmm kesukaan kita berdua sih ini, ada Gratisan. wkwkwkwk. Tapi bukan hanya kami berdua kan yang suka konsep kayak gini kan? Pembaca juga suka kan? *nyari teman*

Maka semakin gencarlah kami membolak balik menu itu sampai kebingungan sendiri dan untungnya menu tidak sampai lecek.😅

Akhirnya kami memesan 5  menu yang saya lupa namanya apa. hikkksss. Karena notanya keburu saya  buang. hahahaha. Tapi tenang saja, saya bisa mendeskripsikan kok menunya. So let's move to the review 

1. Bibimbab


Kalau saya melihatnya ini seperti nasi campur karena terdiri atas nasi putih, telur goreng, telur orak arik, rumput laut dan kimchi sebagai sayuran yang cara makannya adalah kesemuanya ini di campur jadi satu kemudian di makan. 

Rasanya menurut saya kurang nampol karena tidak pedes. Hmmm seperti kami kelupaan minta saus gokujhang deh atau kami yang tidak perhatikan yah saking excited mau makan. Entahlah. Tapi buat yang ingin tahu rasanya bisa pilih ini. Tapi jangan kaget lihat telur gorengnya karena emang beneran sekecil itu, sepertinya menggunakan telur puyuh terus di ceplok gitu. 

2. Iga Mozarella


Kalau yang ini jangan ditanya, super enak banget. Iga nya sudah berbumbu dengan rasa manis dan bumbu yang cukup hingga tidak ada rasa anyir atau amis terus di balut dengan keju mozarella yang meleleh itu membuat kami harus menelan ludah karena menunggu untuk seperti gambar di atas. Saran saya segera makan begitu setelah dibuat karena akan kejunya akan dingin dan efek tariknya kurang. 

Cara makannya sangat ribet untuk mau makan yang anggun macam di restaurant steak karena mereka hanya menyediakan sarung tangan plastik dan jadinya macam cemong gitu, kena di samping-samping bibir. Huft... Sayapun jadinya cuma makan 1 potong dan hasilnya setelah makan itu berasa kita itu makan kok nyampah banget karena tulang belulang dari Iganya itu ditambah dengan sarung tangan yang sudah kena saos. 

Padahal sebelah meja, makannya sudah heboh tapi kok rapih. Sedangkan kami?hahahaha. Yaudahlah yang penting bisa bayar kan. 😂

3. Ramen

Ekspetasi ku diluar dugaan, karena mikir akan seperti ramen di tempat-tempat yang saya kunjungi dihidangkan di mangkok sedangkan ini authentic di masak dengan panci kuningan macam di Drama yang bisa saya tonton. Rasanya itu mirip dengan salah satu merk mie yang ada di Supermarket. Sayangnya lupa foto karena asyik dengan makanan masing-masing 😌

4. Patbingso


Sebenarnya dengan menu - menu di atas sudah kenyang sekali walaupun kalian hanya share sepiring berdua. Maklum deh kami tim ogah rugi jadinya semua pesanan kami bagi berdua hanya untuk mengetahui rasanya kayak gimana.

Sayapun memesana Patbingso dengan rasa matcha dengan toping kacang merah kesukaan saya dan ada Corn Flakes jadi ada sensasi krenyes-krenyes begitu kamu memasukan sesuap ke dalam mulut. Rasanya enak cuman buat saya yang pernah makan Patbingsoo di Malaysia masih kalah dari segi es krim nya yang tidak selembut itu. Hanifpun mulai ikut-ikutan ngomong kayak es serut. hahahaha..

Tapi overoall perpaduan rasanya enak apalagi setelah makan makanan yang asin-asin, Patbingso ini jadi penyegar dahaga kami.

5. Minuman Soda dengan buah Peach


Nah ini minuman milik Hanif yang terdiri dari soda berwarna biru dengan buah yang kelihatan macam jelly gitu. Kalau saya sih gak excited karena udah mahal tapi gitu doang mah. Tapi gak papa juga, biar dia mengatasi rasa penasarannya. wkwkwkwk..😝

Setelah membayar, kamipun di tawari member yang kalau datang ke sana lagi akan mendapatkan Disc. 10% dan diberikan lagi voucher Buy 1 Get 1. Total semua yang kita makan sekitar 270K 

Kalian yang baca sudah ada yang cobain juga? Atau pernah makan di tempat sejenis? Atau malah penasaran mau cobain juga? 

Happy Eating

Sunday, 14 April 2019

REVIEW : ST. IVES GENTLE SMOOTHING OATMEAL SCRUB & MASK


Setelah sebelumnya saya menggunakan ST. Ives yang pink maka saya memutuskan untuk membeli produk lain dari ST. Ives, yaitu sesuai judul adalah ST. Ives Gentle Smoothing Oatmel Scrub & Mask.
Perlu kalian ketahui semua produk dari ST. Ives ini memiliki scrub atau butiran yang membantu untuk membersihkan dan mengangkat kulit mati yang ada di wajah kita. Tapi yang mesti kalian ketahui adalah jenis kulit kamu terlebih dahulu terus memutuskan untuk membelinya karena ada 3 macam yaitu Gentle, Moderate dan juga Deeply. Untuk ST. Ives Gentle Smoothing Oatmeal Scrub & Mask sifat dari scrub nya itu adalah Gentle. Kenapa Gentle? karena ini memang dikhususkan untuk membuat kulit wajah yang kering menjadi lebih lembut dan memperbaiki terkstur kulit wajah.

ST. Ives Gentle Smoothing Oatmeal Scrub & Mask berasal dari krim bubur gandum sehingga scrub yang ada pun bersifat gentle. Begitu pertama kali mencobanya akan tercium aroma oatmeal dengan campuran susu. Rasanya begitu pakai lebih lembut tapi saya sering hanya mendiamkan selama beberapa menit kemudian basuh. 

Saya sendiri menggunakan ini sesekali saja, ketika merasa kulit wajah kering dan setelah menggunakan masker wajah yang membuat kulit jadi kemerahan. Sesuai fungsi lainnya ini bisa dijadikan masker wajah tapi saya hanya menggunakan sekitar 5 menit ketika kemudian bilas. 

First Impression : Kulit terasa lebih lembut dan teksturnya kenyal terlebih kelihatan cerah.
Harga : Dengan harga Rp. 75.000,- saya rasa sebanding dengan kemasannya yang berukuran 170g
Rate : 7/10 

Kalian sendiri sudah menggunakan varian yang mana? Share cerita kamu dong menggunakan produk sejenis juga kalau ada.

Thursday, 11 April 2019

Traveling : Hotel Swiss Belinn Cibitung



Kali ini saya mau cerita tentang nginap di Hotel, namun bukan karena lagi liburan seperti biasanya tapi berkaitan dengan kerjaan. Seumur-umur baru kali ini ada yang terkait kerjaan di daerah Pulau Jawa, secara kalau ke Jakarta itu memang pas lagi liburan dan lagi pula saya langganan ke Ambon. hahahaha..

Tema kegiatannya adalah Akselerasi Penjualan. Sudah tentu sebagai orang penjualan harus ngerti dunia yang di geluti dan baru sekarang dapat kesempatan. Yang artinya tanpa ikut acara ini sudah bisa kan, dan anggap saja ini liburan karena pada akhirnya saya juga pindah bagian. Nah lho.😆

Lokasi kegiatannya berpusat di Lab Cibitung dan cuma satu-satunya hotel yang mudah di akses menggunakan jalan kaki adalah Hotel Swiss-Belinn Cibitung. Ini kali pertama saya berangkat di daerah sini, karena sejauh-jauhnya saya melangkah malah di Bandung. Dan ternyata lokasi nya memakan waktu sekitar hampir 3 jam dari Bandara Soekarno Hatta.

Begitu kami tiba, kebetulan saat malam hari kami sedikit ada kendala dengan kamarnya karena yang ada Smooking Room dan Resepsionisnya membantu untuk mengupgrade kamar. Tentunya dengan perasaan senang kami langsung check in ke kamar mandi dan berbekal cuci muka akhirnya kami tidur dengan pulas hingga pagi hari.

 
Lokasi Hotel Swissbell-inn Cibitung yang terletak di Jl. Teuku Umar km. 45 No. 26 Cibitung dapat dikategorikan dekat dengan tempat wisata seperti Go!Wet Waterpark, Columbus Waterpark, Citiwalk Lippo Cikarang dan juga yang sekarang lagi booming adalah Transpark Bekasi dimana kamu bisa menikmati salju tanpa harus jauh-jauh keluar negeri.

Sebelumnya hotel ini bernama Evitel sehingga beberapa kali memesan Ojek Online untuk makanan mereka sedikit kurang tahu dan ketika sampai malah bilang "Oh ini kan Evitel". Jadi saran saya sebaiknya informasikan nama hotel lama deh. hehehehe. Hotel Swiss-Belin Cibitung terdiri atas 4 lantai, dimana lantai 1 merupakan tempat aktivitas umum berupa restaurant dan kolam renang serta lobby utama, dan di lantai 2 - 4 merupakan kamar tidur para tamu.


Tempat yang menjadi favorit saya adalah corner menu makanan manis mulai dari Croisant, roti gandum, buah-buahan, Salad dan aneka puding selalu menghiasi meja makan saya 3 hari lamanya.

Dan setelah menceritakan semuanya, tiba-tiba rindu liburan. 😙😙😙😙😙