Sunday, 11 August 2019

Nekat Trip ke Gili Trawangan Cuma Sehari

Sunset depan Villa Coral Floral Gili Trawangan
Cha, yakin sendiri?Cha, ndak takut?Cha, jadi janjian sama pacar disana?Nah kalimat terakhir yang paling sering di tanyakan, mereka berpikiran seperti itu padahal  sebenarnya saya kan lagi jomblo. Wkwkwkwk. Dan entah kenapa setiap traveling emang kondisinya lagi tidak punya pasangan. Sedih? Gak kok, malah ketemu teman baru dan bakal pacar baru sih. Tapi dari itu semua saya memang suka jalan walaupun sendiri terlepas dari kata Mager alias Males Gerak yang terkadang selalu membuat saya lebih banyak di rumah. Sekalinya keluar rumah jadinya malah keluar kota. Hehehehe. Itu sih kata si mami.Nah trip ke Gili Trawangan ini sebenarnya mendadak dan nekat, karena saya memutuskan ke sini tepat seminggu sebelum hari H. Niat awal browsing hanya ingin mencari travel yang menyediakan water sport terus tau-taunya malah nyasar ke dunia perblogan tentang penyebrangan ke Gili Trawangan dari Bali. Baca-baca tentang cerita para Blogger membuat saya tertarik untuk mengunjunginya. Maka saya mulai mencoba untuk hubungi travel agent untuk menanyakan biaya penyebrangan dan juga pengantaran dari hotel ke Padang Bay yang merupakan tempat penyebrangan di Bali, begitupun sebaliknya setelah kembalinya dari Gili Trawangan. Gak cukup itu saja, saya pun harus mencari penginapan yang sesuai budget selama berada disana. Saya pun memilih menggunakan AirBNB untuk mendapatkan harga yang lebih murah dan gunakan link ini aja untuk daftar. Prosesnya cepat jugaSetelah fix tanggal berangkat saya ke Bali maka memastikan kembali ke travel agent untuk membooking kapal yang akan membawa saya ke Gili Trawangan. Sayangnya 1 (Satu) hari sebelum saya berangkat sudah ramai dengan berita gempa yang ada di Ternate dan Manado yang menurut info masih satu lempengan. Maka saya mulai deg-degan juga karena tahun 2018 Lombok habis kena gempa dan Gili Trawangan pun ikut kena imbasnya membuat saya harus beberapa kali minta untuk dapat memastikan bahwa disana aman-aman saja. Syukurnya si Bli Putu sabar menghadapi saya dan membuat kekhawatiran saya hilang dengan memastikan bahwa jadwal keberangkatan pada hari sebelum keberangkatan saya aman dan kalaupun cuaca tidak mendukung pasti akan di kabarin dan tidak akan diberangkatkan. Dan bagusnya lagi travel tempat Bli Putu, kita dapat membayar biaya penyebrangan setelah dijemput dan untuk saya sih ini termasuk safety tanpa harus kerugian uang kalau seumpama tidak jadi. Tapi jangan jadikan ini alasan kalian cancel kapanpun kecuali memang ada hal yang tidak di inginkan. 
----------------------------------------------------------------------------------------------

Pada hari keberangkatan, saya sudah dijemput di Hotel sekitar jam 06.30 karena akan menjemput 2 orang lagi di tempat sekitaran Kuta juga. Sayangnya saat itu kami harus menunggu seseorang sampai hampir sejam namun tak kunjung ada dan berujung kami terlambat sampai di Pelabuhan Padang Bay sehingga harus menunggu kapal datang 4 jam lagi. Sungguh hari yang berat menurut saya karena dimulai terlalu pagi dan bingung harus kemana sedangkan kalau keluar lagi tentu memakan waktu dan ongkosnya cukup mahal mengingat ojek online tidak di ijinkan masuk ke daerah sini. Maka saya putuskan untuk berjalan seputar tepi pantai dan mengambil beberapa foto. Tanpa terasa waktu menunjukan waktu sudah jam 12.30 tentu perut keroncongan, ingin beli makanan ternyata harganya cukup mahal dan membuat saya sedikit berpikir kalau lebih baik saya memakan cemilan yang ada di tas daripada mesti keluarkan uang disini. Tips saya bawa cemilan sebanyak-banyaknya karena perjalanan menuju Pelabuhan Padang Bay sekitar 90 menit dan menuju ke Gili Trawangan juga memakan waktu sekitar 90 menit. Cukup lama bukan?
Dan akhirnya kapal datang juga pada jam 13.30. Mau tau apa yang saya pikirkan saat sedang menunggu naik ke kapal? Yeah, cuma saya yang jalan sendiri dan juga asli orang Indonesia. Bisa dibayangkan? Serasa ini ada di luar negeri. hahaha.  Saat akan naik ke Kapal, saya dibantu sama seorang bapak yang awak kapal dari Semaya utnuk membawa koper saya di masukan ke dalam kapal. Langsung berasa ketemu orang baik itu masih ada ya. lebay gak sih? Atau mungkin Bapaknya kasian ada cewek cantik mungil dan sendirian harus membawa koper. hihihihi.. Setelah semua penumpang dengan tujuan Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air naik maka berangkatlah kami semua. Kebetulan sebelah saya itu cewek dari Jepang meskipun bahasa kami terbatas kami bisa bercakap-cakap sebentar karena dia juga berangkat sendiri tapi tujuannya ke Gili Air.
----------------------------------------------------------------------------------------------



Begitu tiba di Gili Trawangan saya pun merasakan aura yang berbeda, lokasinya yang memang berada di sebuah pulau membuat merasakan ini tempat yang tepat untuk berlibur dengan tenang (ini versi saya lho) pantasan banyak yang menyarankan untuk minimal stay 3 hari sedangkan saya terlanjur memesan cuma sehari sungguh membuat saya menyesal dan juga merasa harus balik lagi ke Gili Trawangan.
Setelah turun dari kapal kalian akan ditawarkan untuk menaiki Cimodo atau yang biasa kita sebut Dokar atau Andong dan mengantarkan kalian ke penginapan. Namun karena saya sendirian, tentu cost yang akan di keluarkan menjadi besar, tarif yang ditawarkan sekitar 100rb tapi buat kalian yang bawaannya banyak dan lebih dari 2 orang bisa sharing cost sih. Maka saya memilih jalan kaki menuju penginapan mba Bulan yaitu Melati Cottage. Letaknya juga lumayan jauh dari pelabuhan tapi ini alasan saya karena tidak ingin terganggu dengan hiruk pikuk Party. Dan sepanjang perjalanan menuju penginapan para penduduk lokal sering menyapa saya sehingga membuat saya merasa tambah betah dengan situasi seperti ini. Gak kalah juga, sesama wisatawan pun saling melempar senyum.  



Dengan berjalan kaki sekitar 10 menit, maka tibalah saya di penginapan yang membuat saya sedikit kaget karena ternyata lokasinya tidak persis di depan pantai. Menurut si Bapak yang mengantarkan saya ke bungalows bahwa dulu seperti itu namun karena gempa itu yang bagus di bagian belakang itu. Setelah mendengar itu membuat kekecewaan saya terobati ditambah melihat kamar saya yang bagus, iya beneran bagus buat yang honey moon sih tapi rasanya back to nature. Kamarnya juga dilengkapi dengan AC dimana saya tak takut kepanasan setelah berjalan-jalan dari luar. Setelah tiba dikamar, saya menggunakan pakaian yang nyaman untuk bersepeda keliling pulau. Disini kalian bisa menyewa sepeda dengan harga sekitar 50ribu selama sehari dan bagusnya di Melati Cottage ini disediakan sepeda yang masih bagus dan pastinya remnya masih berfungsi.. hahahaha karena saya sudah lama tidak sepedaan tentunya merasa agak takut sih.


Waktu sudah menunjukkan waktu pukul 16.30 sayapun bergegas untuk mencari Sunset sambil duduk di pantai rasanya pasti romantis, sebelum mengayuh sepeda saya sempatkan untuk menyeruput kelapa muda yang disajikan mba Bulan sebagai welcome drink. Hitung-hitung bakar kalori juga maka saya langsung bergegas ke arah tempat Sunset yang begitu terkenal itu. Lagi asyik sepedaan, sok asyik tepatnya karena pegeul juga kaki ngayuh, eh ketemu si Ibu yang jualan nasi maka sayapun bergegas  turun dari sepeda dan bertanya isinya apa, dan syukurnya isinya nasi ayam bukan si ngoks itu soalnya kalau ada pasti saya tidak makan lagi. Berasa berat juga kali ini tripnya ngalah-ngalahin waktu ke Malaysia kemarin deh hanya karena perkara makanan.
Setelah membeli nasi ayam kepikiran untuk makannya nanti setelah balik saja dari lihat Sunset, tapi perut sudah tidak terkondisikan lagi, maka saya bertanya ke pembeli lainnya dimana tempat untuk cuci tangan dan dengan ramahnya memberikan saya tumpangan di Villa tempatnya kerja agar saya bisa makan menggunakan sendoknya saja dan makan dengan tenang. Sungguh saat itu juga saya merasa ketemu orang baik lagi. Di Villa tempat mas Vicky, begitu dia mengenalkan dirinya sangat bagus untuk yang kesini bersama keluarga atau honeymoon karena benar-benar jauh dari hiruk pikuk Party. Sangat nyaman sekali dan tidak perlu jauh-jauh lihat Sunset cukup depan Villa sudah tersajikan. Amazing banget deh. Oh iya harga nasi ayam ini cuma 15K dan masih cukup hangat nasinya. Sungguh terasa nikmat deh.


Setelah kenyang dan berbincang-bincang sebentar dengan mas Vicky tentang keadaan Gili Trawangan, sayapun melanjutkan perjalanan mengejar Sunset ke bukit. Tapi sayang karena kenyang dan capek, sayapun balik arah dan mampir ke tempat mas Vicky karena kebelet buang air kecil. wkwkwkwk. Eh disitu malah ngobrol panjang dan ditawari kalau stay masih nambah sehari akan diajak berjalan-jalan dan juga akan dibantu untuk dicarikan penginapan yang murah, namun itu tidak mungkin Sheyeng karena hotel di Bali menantiku untuk pulang.
Karena hari semakin gelap, sayapun berpamitan ke mas Vicky untuk kembali ke Melati Cottage dan minta panduannya bagaimana sampai lagi. Tapi nyatanya saya hampir hilang karena melewati semacam hutan dan juga tidak penerangan, syukurnya ada si Mas Dani yang menawarkan bantuan unutk mengantarkan, kebetulan dia yang punya stand pernak pernik sekitar situ juga dan akan kembali ke rumahnya. Sungguh kebetulan kan?

Salah satu Restaurant di Gili Trawangan

Begitu sampai di penginapan saya memutuskan untuk mandi, akibat kegerahan seharian ini yang menurut saya benar-benar membuat saya capek ditambah tiba-tiba dari semalam saya sudah flu. Maka setelah mandi sayapun guling-guling cantik tapi rasanya masih kurang sreg masa cuma di kamar saja, jadinya sayapun keluar dan berjalan kaki ke arah pasar malam dan melewati bar yang sangat membuat saya ingin masuk dan bergoyang menikmati musik namun merasa under estimate sendiri, sehingga sayapun mengurungkan niat dan melihat sepintas saja. Setelah puas berjalan-jalan, sayapun berhenti di sebuah kios Kebab untuk mengisi perut dan nyatanya isinya sangat banyak mengingat harganya 85K pantas saja mahal. Gilee aja kan? padahal di Makassar kebab 35K sudah mahal menurutku. wkwkwkwk. Saat makanpun bertemu mas Dani lagi, maka kamipun bercerita juga tentang kehidupan malam di Gili Trawangan bahwa setiap harinya ada jadwal Bar yang akan mengadakan acara tertentu dan itu bergantian Bar. Sayapun tak heran dikarenakan saat itu ada sekitar 3 Bar yang punya pengunjung sangat ramai dibanding yang lain, tentunya di selingi oleh Games Ping Pong Glass. Ada yang tahu? Kalau belum, cari di google aja ya 😆


Villa Ombak Sunset

----------------------------------------------------------------------------------------------



Keesokan paginya, saya dibangunkan dengan suara telpon dimana saya memang minta dibangunkan untuk melihat Sunrise tapi dasar badan tidak bisa diajak kompromi sayapun kembali tidur dan saat benar-benar bangun makin terasa sakit di bagian badan terutama di bagian paha atas rasanya sakit banget karena sepedaan kemarin. Sayapun memaksakan diri untuk tetap sepedaan tapi tidak sanggup malahan sempat hampir nabrak kucing dan jatuh. Jadinya saya duduk depan pantai sambil menikmati breakfast dan berjemur kayak bule tapi sayangnya saya masih takut panas. Maklum lah hari itu memang lagi terik-teriknya dan saya lupa pakai sunscreen.
Begitu selesai sarapan sayapun memutuskan untuk kembali penginapan untuk bergegas mengemasi barang-barang karena akan pulang ke Bali. Lebih cepat dari perkiraan karena rencana awal saya balik sore jam 2 namun dikarenakan kondisi tidak memungkinkan alias terlalu capek jadinya saya memilih untuk segera pulang kalau semakin lama maka sampai Balipun akan kemalaman dan akan tepar.
Sayangnya saya kesini tidak menikmati snorkling di spot ketiga Gili ini, dan juga snorkling untuk melihat penyu padahal diajakin sama Mas Dani. Tapi sudah lah lebih penting itu adalah kesehatan dan keselamatan diri. Benar kan? Apalagi perginya sendirian, jadi protection terhadap diri sendiri itu terasa lebih ketimbang saat sedang beramai-ramai.

Gili Gelato

Namun tak lupa sebelum pulang sayapun mampir sebentr ke Gili Gelato yang terkenal tempat yang wajib di coba kalau ke sini. Ya walaupun menurut saya rasanya tetap es krim biasa dengan berbagai rasa. Sebenarnya penasaran sama rasa Rum Raisinnya tapi kan ada kadar alkoholnya sayapun skip dulu deh dan memilih rasa Brownies saja.
Tak lama setelah melaporkan ke agent Semaya, kapalpun datang. Sungguh short trip yang menyenangkan bisa sampai ke Gili Trawangan meskipun mendadak masuk dalam rencana.
----------------------------------------------------------------------------------------------1. Pastikan dijemput tepat waktu agar tidak ketinggalan kapal, rencana bisa berantakan
Pengalaman Traveling ke Malaysia Sendirian Catatan saat ke dan di Gili Trawangan
2. Belum nemu penginapan? Nih no. Mas Vicky 085961441240 / 082359259256. Harganya bisa dapat yang 150K/ Malam lho katanya. Atau kalau mau nginap di Villa Coral Flora tempat kerjanya juga bisa langsung kontak deh.
3. Harga makanan disini itu kalau mau Dinner ala-ala di pinggir pantai sekitar 300K tapi bisa buat berdua sih. Yang mau makan hemat juga sebenarnya ada nasi bungkus harganya pun affordable sekitar 15K saja, cari saja di daerah pasar ada yang jualan. Gorenganpun ada
4. Harga penyebrangan sekitar 200K kalau kamu langsung ke Pelabuhan Padang Bay, tapi karena saya di jemput di daerah Kuta maka saya membayar seharga 500K mengingat lokasi yang jauh juga dan diantarkan kembali ke hotel. Info beli tiketnya bisa hubungi Bli Putu 085253756873.

Friday, 24 May 2019

Review Acne Scar Treatment Selama di Arayu Aesthetic Clinic Makassar

Setelah tahun lalu terakhir saya melakukan perawatan berupa Laser CO2, dan tahun ini dimulai dengan Dermapen. maka saya akan mereview selama melakukan treatment Acne Scar di Klinik Arayu. Totally sudah 3 kali saya melakukan treatment dengan rincian 2 kali untuk Dermapen dan 1 kali untuk Laser CO2.

Perbedaan dari Dermapen adalah kulit wajah kita akan dilukai menggunakan alat yang menyerupai pulpen dengan isi jarum dan bekas lukanya berupa bintik-bintik yang dihasilkan dari jarumnya itu. Rasanya seperti apa? Biasa saja apalagi kita telah di anastesi. Hanya yang agak mengganggu wajah kita mengeluarkan darah dan harus menunggu keesokan harinya baru di bilas maka akan terasa gatal dan juga sedikit perih setelah anastesi hilang. Tapi itu cuma beberapa jam saja. Yang pasti wajah menjadi merah. Fungsi dermapen ini adalah membentuk jaringan baru dengan cara di lukai.

Sedangkan Laser CO2, adalah laser yang merangsang kolagen rasanya juga cuma cekit-cekit saja apalagi sebelumnya wajah kita di anastesi. Bentuk lukanya kotak-kotak karena sesuai dengan model mesinnya.

Jadi kalau ada yang tanya, bagusan mana? Maka saya akan bilang Laser CO2 namun setelah itu ada lagi yang bertanya murah mana diantara keduanya? Maka saya akan jawab Dermapen agak lebih murah sedikit. Dan ketika ada yang tanya lagi diantara kedua ini yang paling efektif dan sakit, maka saya hanya bisa menjawab mending di coba saja daripada kebanyakan nanya. *Mendadak Jutek*

Dan setelah itu saya akhirnya membongkar album di handphone tranformasi saya selama setahun ini treatment di Klinik Dr. Ayu, Arayu. Buka apa-apa juga, karena sudah banyak orang yang menegur bahwa ada perubahan setelah saya melakukan treatment.

Ini foto saya ketika berada di Jakarta, kelihatan kan kalau cerahnya sinar mentari tak sebanding dengan wajahku yang saat itu menurut saya asli super gak nyante banget kan? hiks..hiks.. sampai gak berani posting foto ini.

Terus di foto kedua ini, saya saat pertama kali melakukan Dermapen. Yang merah-merah itu memang wajah saja bukan hasil editan.

Foto ketiga menunjukan saat saya selesai Laser CO2 dengan wajah yang bengkak gitu. Udah pipi yang chubby tambah lagi bengkaknya. Ammpun deh yah, rasanya kok gini banget kalau mau cantik.

Dan foto keempat adalah hari keempat saya melakukan Dermapen lagi. Kelihatan hitam kan dan tentunya ketika di pegang rasanya kasar dan kering. Tapi di bantu dengan krim yang diberikan oleh Dr. Ayu membantu cepat prosesnya.

Dan terkahir ini adalah transformasinya saya setelah melakukan 3 treatment tersebut. Kelihatan kan hasilnya?

Namanya juga mau cantik, ya memang harus kayak gini. Bahkan harus menyediakan waktu, karena sekali berkunjung bisa sampai 4-5 jam kalau kalian berada di urutan 1-20 karena saya sendiri jujur sampai 7 jam dengan antrian nomor antrian ke 29. Gak kebayang deh capeknya Dokter yang menghadapi pasien yang 100an lebih.

Tapi kalau hasilnya sudah signifikan begini membuat saya menjadi jauh lebih pede daripada sebelumnya. Walaupun as always Confidence.

Thursday, 23 May 2019

Traveling : First Time Keluar Negeri dan Solo Traveling Pula

Rencana awal keluar negeri ini sebenarnya sudah ada dari bertahun-tahun yang lalu sejak kenal seorang teman, sebut saja dia Aa. Profesinya memang mengharuskan dia untuk sering-sering bepergian terutama bagian Middle East, alias Arab dan sekitarnya. Kalau cuma ke Malaysia dan Singapura semacam naik angkot saja bagi dia. Minimal sebulan sekali, sehingga membuat saya kadang iri. "Kapan saya bisa ke sana ya", itu terus yang ada dalam benak saya kala itu.

Sampai suatu ketika tahun 2018 tepatnya setelah lebaran. Si Aa cerita habis dari Malaysia dan Singapore karena urusan kerjaan sih memang, tapi makin memotivasi saya untuk pergi juga minimal salah satunya. Dan tiba-tiba di dukung oleh seorang teman lagi, yang suka traveling memberikan  kontak salah satu temannya di Malaysia. Senang gak tuh? Kayaknya mendukung banget semesta ini.

Langsung niat untuk bikin perpanjangan passport pada saat itu, tapi tak di nyana malah batal pergi karena ada kerjaan diluar kota saat itu dan gagal deh. Namun awal tahun 2019 ini teman ada yang berangkat, membuat saya teringat akan kejadi beberapa bulan lalu bagaimana antusiasnya saya untuk berangkat dan akhirnya berhasil membuat Paspor kembali.

Cara Mudah Buat Paspor di Imigrasi 

Planning awal saya untuk traveling kali ini cukup nekat karena mengingat keluar Negeri yang Notabene pasti berbeda kebudayaan dan tentunya bahasa. Meskipun di Malaysia sendiri menggunakan bahasa Melayu, tapi jangan harap semua menggunakan bahasa Melayu yang ada malah menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa lingual agar tetap terjalin komunikasi.

Sampai saat saya mengutarakan keinginan saya untuk berangkat ke Malaysia membuat orangtua pun kaget. Bukannya apa secara keluar kota saja masih dikhawatirkan apalagi ini ke negeri orang yang masih sangat baru untuk kita. Dan mamipun berkata :

"Cha itu yakin mau berangkat? Nanti sama-sama mami saja berangkat." Atau kasih batal saja dulu mumpung masih lama berangkat.

Tapi apa dikata karena saya sudah membeli tiket dan tiketpun tidak bisa refund tentunya sangat rugi buat saya untuk membatalkannya. Akhirnya dengan berbagai macam wejangan dari si Mami sayapun berangkat ke Malaysia.

Ya walaupun saya sudah sering solo traveling, tentu beda juga rasanya ketika berada di negara orang. Apalagi adanya banyak perbedaan. Tapi so far gak bikin kapok juga, malah tambah penasaran dengan negara lainnya. 

Tentunya karena ini hal yang baru untuk berangkat, maka masih agak terasa asing terutama bagian Imigrasi untuk dari segi proses keberangkatan di Bandara dan juga tujuan yang akan kita kunjungi.

Maka akan saya bagi menjadi 3 bagian cerita tentang masing-masing hal di atas.

1. Imigrasi dan Bea Cukai

Hal yang satu ini membuat saya sedikit merasa takut karena di Imigrasi pada saat keberangkatan kita akan ditanya berapa lama akan berada di Negara tujuan, tujuannya apa, dan saya kemarin ditanya sama siapa disana dikarenakan saya kelihatan cuma sendiri saja. hehehehe..

Begitupun sebaliknya setelah saya kembali bertemu dengan petugas Imigrasi, namun kali ini tidak begitu tegang karena di ajak bercanda sambil bertanya pendapat saya tentang Malaysia.

Sedangkan bea cukainya tentunya akan memeriksa barang kita melalui scan Xtra Tray dan kalau-kalau ada yang tidak sesuai ketentuan seperti cairan maksimal sebanyak 100ml, jadi yang bawa air mineral ataupun habis dari Starbucks mending di habiskan terlebih dahulu baru masuk ke dalam gate. Tapi buat kamu yang memang sering minum air, ada baiknya bawa tempat minum kecil tanpa isi. Ingat tanpa isi ya, karena di dalam gate ada semacam Dispenser yang bisa gunakan. Meskipun begitu, ada juga semacam cairan yang lebih thick semacam sampo dan sejenisnya meskipun ukurannya 100ml ada kalanya di buang. Teman saya bawa Botol Saos pun mesti merelakannya karena tidak sesuai ketentuan. Jangan nawar dengan kata-kata, itu sudah mau habis atau gimana karena tetap akan di buang pada akhirnya. Sing sabar ya ndo.

Nah saya kemarinpun kena ambil juga petugas Bea Cukai meskipun teksturnya lebih ke pasta , tidak lolos juga. wkwkwkwk. Nambah pengalaman kan?

Abisnya ngeyel juga sih, padahal kan teman saya lebih tahu karena kerjanya di Airlines ini. Dasaaar.

Buat kita yang ada di Makassar, ada baiknya mendownload e-CD di Play Store untuk memudahkan proses pengecekan kita di Imigrasi Makassar tanpa harus menulis-nulis lagi di dalam Pesawat. Gampang banget caranya tinggal isi Customs Declaration (CD) dan langsung otomatis masuk data kita lho. Secanggih itu kan. Coba deh daripada repot antri.

2. Itinerary

Jadi itinerary itu amat sangat penting, tau dong kalau ke suatu tempat terus sampai disana gak tau mo ngapain kan buang-buang duit. Saranku sih mending di print itinerary yang kalian punya supaya mengingatkan jadwal yang akan kita kunjungi termasuk waktunya, kecuali kalian ingin wisata yang santai seperti saya. Dan pentingnya itinerary ini, bisa kalian tunjukan ke Imigrasi apabila mereka bertanya tujuan kita selama berada di sana.

3. Pelajari Bahasa Setempat

Walaupun saya kemarin hanya ke Malaysia dan menurut saya mereka menggunakan bahasa Melayu, tentu kita harus mempelajari bahasanya yang pada umumnya mereka gunakaan seperti petunjuk arah karena selama disana saya banyak bertanya mengenai arah. Terutama ketika kalian berada di tempat yang wisatawannya banyak lebih banyak yang menggunakan bahasa Inggris malahan. Syukurnya saya bisa walaupun masih agak belibet. Tapi akhirnya kami saling mengerti maksud masing-masing kok dan sayapun terbantu.

Namun buat kalian yang ingin ringkas bisa mendownload applikasi bahasa membantu kalian nanti berkomunikasi dan sebaiknya kalian download saat masih di Indonesia untuk memastikan applikasi bisa digunakan dengan baik.


Well, Happy Holiday





Wednesday, 22 May 2019

3 Hal Menarik Saat Jadi Sekretaris

Apakah kalian, pernah merasa seperti saya yaitu menuliskan kata "Sekertaris" seperti ini yang benar? Awal-awal sih saya tahu. Namun seiring berjalan waktu, tulisan yang benar adalah "Sekretaris". Kata ini berasal dari bahasa Inggris yang diambil dari kata Secret yang artinya rahasia.

Benar, salah satu tugas Sekretaris adalah menjaga kerahasiaan perusahaan. Itupun tertuang dalam surat perjanjian kerja kita kok bahkan siapapun yang berkerja dalam perusahaan tersebut. Bedanya adalah karena kita sebagai seorang Sekretaris tentunya orang terdekat dari Atasan akan mengetahui lebih banyak mengenai pekerjaan ataupun apa yang menjadi isu-isu hangat. Duuuh merasa seperti orang Politik mendadak 😆

Namun menjadi seorang Sekretaris tidak selalu berurusan dengan yang serius terus kok, malah ada beberapa pengalaman menarik yang saya alami dan merasakan itulah keseruan antara lain adalah : 

1. Banyak Kenalan

Menjadi seorang Sekretaris yang sering mengikuti rapat ataupun menghubungi klien membuat kita jadi dikenal banyak orang dan menambah relasi tentunya. Diluar kerjaan pun akhirnya kita menjadi teman dekat yang tidak selalu membahas tentang pekerjaan.

Jadi saya ada pengalaman, saat itu saya cukup sering ke tempat si Rangga untuk ikut rapat atau meminta data tertentu dan karena kita cuma beda sekitar 4 tahun sehingga tidak ada kecanggungan untuk kita kalau ingin ngobrol ataupun bercanda. Sehingga banyak yang bertanya kenapa bisa kami cepat akrab. Ternyata kami mempunyai kesamaan suka nonton.

Bahkan kami pun pernah jalan bareng ke Mall hanya untuk nonton. Hasilnya? kita serasa terciduk karena ada orang kantor yang melihat kami. Padahal kami hanyalah anak muda yang suka nonton dan hangout.

Lain lagi dengan si Dewi Sekretaris Direktur, walaupun kami hanya sering berkomunikasi via Gtalk. Tapi kesamaan kami adalah suka ngobrol. Kadang malah kesannya kita jadi curhat-curhatan tentang pacar masing-masing. Bahkan pernah saya membawakan dia Pisang Ijo ketika ada orang yang akan berangkat ke Jakarta.

2. Belajar Menulis

Karena lumayan sering surat menyurat baik untuk internal ataupun Eksternal melatih saya menggunakan bahasa yang baik ditambah hampir sering sebagai notulen rapat. Jadi harus menambah kosakata kata dan juga poin penting dalam hal yang ingin disampaikan. Bahkan saya ingat pertama kali punya blog ini karena atasan yang menyarankan saya untuk ikut kelas di salah satu learning centre. Ya walaupun saat itu saya hanya iseng juga untuk ikut dalam kegiatan ini dan hanya diajar kan cara membuat blog saja serta copy paste tulisan orang lain. Tapi tenang kok, saat ini saya tidak melakukan seperti itu. Hanya setelah Blog Walking membuat saya menemukan Ide-Ide baru dari para Blogger.

Seiring dengan ikutnya saya dalam bisnis Multi Level Marketing membuat saya membuat blog untuk mereview produk-produknya serta promo yang ada saat bergabung di bisnis ini. Tapi seiring berjalannya waktupun, saya mulai menuliskan hal-hal lain dan menemukan Niche sendiri.

3. Belajar bersosialisasi

Bagi saya yang seorang Introvert sudah tentu saya bisa secara mandiri walaupun itu harus pergi sendirian, tapi karena pekerjaan yang mengharuskan kita harus dengan mudah bersosialisasi dengan orang lain agar memudakan keperluan kita. Semisal kita butuh data dari salah satu perusahaan lain, maka dengan segera mereka segera mengirimkannya.

Ya walaupun awal-awalnya merasa malu dan takut salah ngomong, tapi pada akhirnya karena sering bertemu dengan orang akhirnya mulailah belajar bersosialisasi dan berbaur walaupun terkadang harus pakai cara SKSD. Pada taukan kepanjangan dari apa? Yuuup itu Sok Kenal Sok Dekat 😂 tapi daripada dianggap sombong dan jutek mending seperti itu. Ya maklum saja saya memang tampangnya gitu kelihatan dari awal apalagi kalau lagi serius. Makanya jarang ada mendekat hahahahaha. Tapi it's ok pada akhirnya kami bisa ngobrol hal ringan.

Kurang lebih itulah hal menarik yang bisa saya ceritakan ketika menjadi Sekretaris.

Sunday, 19 May 2019

3 Tipe Atasan Yang Bikin Kamu Jadi Sekretaris Berkualitas

Sekretaris merupakan salah satu orang terdekat Atasan karena mereka adalah orang yang sering berinteraksi secara langsung, terutama untuk diskusi terkait kendala pekerjaan.

Tugas seorang Sekretaris adalah membantu dan mengatur kegiatan dari atasan. Tugas-tugas seorang antara lain adalah menangani surat menyurat, mengatur jadwal atau urusan Atasan dengan pihak External maupun Internal Corporate, memberikan laporan terupdate terkait dengan berbagai informasi yang terkait dengan kinerja kantor, serta menjaga kerahasiaan kerjaan. 

Pengalaman saya menjadi seorang Sekretaris sekitar 3 Tahun dengan memiliki karakter atasan yang berbeda-beda membuat saya punya segudang pengalaman yang kadang kalau di ingat-ingat bisa membantuk saya seperti sekarang ini dalam dunia pekerjaan

1. Atasan Yang Sering Rapat

Literally seorang Atasan pasti melakukan rapat bersama dengan bawahannya untuk mendiskusikan progress dari pekerjaan yang mereka tangani, termasuk atasan saya ini. Kebetulan kami berada di Divisi Collection yang biasanya adalah menagih pembayaran atas jasa yang telah di gunakan sama klien / pelanggan. Namun tentunya sering terjadi kendala dengan tagihan ini. Mulai dari pencairan dana yang terlambat, ataupun koreksi tagihan berdasarkan pekerjaan. Sehingga harus sering dilaporkan sudah sejauh mana kami dalam menangani masalah ini.

Saya sebagai seorang Sekretaris sudah barang tentu akan menemani Atasan dalam rapat karena akan menjadi Notulen bahkan tak jarang saya harus membuat surat ke Pelanggan terkait dengan tagihan ini. Bahkan pernah saking seriusnya untuk membuat surat ke Pelanggan bisa sampai seharian karena menyangkut nominal yang di bayarkan.

Poin pentingnya adalah Dari sini saya belajar istilah-istilah dalam keuangan semisal, Adjusment dan lainnya. Dan tak lupa saya ingin memberitahukan bahwa saya bisa menulis surat yang baik dan pastinya harus memperhatikan titik, koma dan tanda baca lainnya. 

Tapi kalau sudah sampai seharian pasti ada jatah makan siang dan juga snack. Bahagianya kalau kerja ditemani cemilan gini, langsung segar bugar. hahahaha 😝

2. Atasan Yang Cepat Tanggap

Sudah menjadi tugas seorang Atasan juga untuk secepat meungkin menuntaskan suatu permasalahan, apalagi saat itu kantor saya itu adalah kantor Area yang membawahi bagian Indonesia Timur termasuk Denpasar. Jadi saat-saat seperti itu, saya pun di minta untuk sigap menyiapkan line  untuk teleconfrence dan ikut duduk manis mengikuti jalannya teleconfrence serta siap menjadi notulen. 

Jangan salah setelah menjadi notulen tidak begitu saja saya filling, tapi saya harus mencatat itu sebagai pekerjaan dari cabang dan akan meminta progres dari pekerjaannya sesuai dari deadline yang sudah di sepakati sebelumnya.

Ini merupakan tugas yang agak banyak karena dari masing-masing cabang akan saya email ke cabang dan serta sekretarisnya juga dan meminta mereka segera menindaklanjutinya, terlebih kalau progressnya dalam jangka panjang setidaknya seminggu sekali mereka harus mengupdate nya dan kembali ke saya dan harus saya olah data yang mereka berikan dan laporkan kembali ke atasan.

Bahkan pernah nih saya harus menghubungi salah satu Supervisor hanya untuk menanyakan sedang berada dimana dan akan dipanggil ke ruang atasan. Namun karena sudah mengetahui tabit dari atasan saya ini maka yang ada pertanyaan kayak gini "Cha, ada masalah apalagi ini sampai saya di hubungi?" dan saya hanya bisa menjawab sambil tertawa kalau mau rapat mengenai persiapan Rakor saja bukan lagi mau marah-marah. hahahaha

Poin pentingnya punya atasan seperti ini adalah membuat kamu selalu dituntut untuk juga gercep alias gerakan cepat dan belajar hal baru yang bernama To Do List. Ini merupakan hal-hal yang perlu di tindak lanjuti. Bikin merasa makin pintar deh, ini menurut saya lho 😊

3. Atasan yang Efisien

Berbeda dari atasan-atasan saya sebelumnya, kali ini Beliau mempunyai sifat yang efisien dalam hal baik kok. Gebrakan yang saya suka adalah Less Paper. Nah Beliau ini sudah dari sebelumnya booming gerakan ini sudah mengimplementasikan ke kami para bawahannya. Sehingga untuk disposisi suratpun menggunakan email saja saat itu dan hanya untuk surat ke External saja yang masih menggunakan kertas.  

Sehingga sekalipun saya saat cuti, ya iya saya akui saya sangat sering cuti saat itu tidak akan merasa ribet bila ada surat masuk ataupun keluar. Sungguh ku akui sangat suka bekerja dengan atasan seperti ini.

Dari ketiga tipe atasan kalian, yang mana hampir mirip?



Review : Innisfree Capsule Recipe Pack



Sekitar sebulan ini suka semua sama produk Innisfree terutama Green Tea Sleeping Mask nya yang bisa bikin muka kalian terasa lebih plumpy kenyal- kenyal gitu, langsung berasa ini produk bisa buat kulit kelihatan lebih muda rasanya. Ya karena mau memasuki usia 30th saya merasa membutuhkan produk anti aging yang bisa memperlambat tanda-tanda penuaan bahkan penuaan dini lebih tepatnya.

Tapi karena masih ada jerawat yang sesekali hinggap yang membuat saya harus memberikan perhatian ekstra, udah ngalah-ngalahin ke pacar sih rasanya ini. Jadi bawaannya harus di rawat supaya jerawat ini mengempes tanpa harus meninggalkan bekas. Ya walaupun kadang masih berbekas tapi tidak sehitam itu kok seenggaknya masih pede juga kalau jalan.

Cerita Belanja Innisfree pertama kali malah di Malaysia

Terus saya pun berkesempatan kemarin ke Jakarta cari toko Innisfree-nya, saya masih penasaran sama produk Korea ini yang mana bisa mencegah jerawat ataupun kalau ada setidaknya bisa ya itu tadi memperparah.

Saya pun memilih untuk menggunakan masker yang terdiri atas 2 macam, yaitu wash off pack yang di cuci setelah digunakan sekitar 10 menit dan yang tanpa perlu di bilas dan bisa di gunakan sebagai sleeping mask.

 1. Innisfree Capsule Recipe Pack Bija and Tea Tree                                    
Varian ini merupakan masker wash off pack. Seperti yang kalian ketahui manfaat dari Tea Tree adalah meredakan kemerahan pada kulit dan juga tentunya jerawat. Ya walaupun sempat takut tidak cocok dengan kandungan Tea Tree yang pada produk The Body Shop saya pernah saya coba. Hasilnya? ini tidak membuat jerawat kalian nambah, yang ada malah jerawatnya kempes tanpa membuatnya jadi "matang" juga fungsi dari Bija Oil yang memperbaiki kulit kita yang bermasalah.

Bija Oil sendiri berasalah  dari pohon Bija yang berasal dari Pulau Jeju dan telah berumur 500-800 tahun dan dianggap sebagai sumber alamai dan turun temurun. Semakin tua usia pohon maka semakin efektif kandungan yang bekerja. Sumber Innisfree. Jadi pengen main ke Jeju lihat nih pohon Bija yang sangat bermanfaat ini deh. Ajakin dong 😆

Klaim dari masker  adalah membantu menenangkan kulit serta menjaga kelembapannya dan kamu bisa membuktikannya sendiri. Seberapa bagusnya walaupun ukurannya traveling size. Saya menggunakan ini saat pulang kantor dan setelah itu lanjut melanjutkan Innisfree Capsule Recipe Pack Bija & Aloe.

2. Innisfree Capsule Recipe Pack Bija and Aloe
Masker ini berbentuk gel dan digunakan seperti Sleeping Mask. Klaim dari produk ini membantu menenangkan kulit sensitif serta menyediakan kelembapan yang cukup pada kulit. Jadi memang benar setelah saya menggunakan Innisfree Capsule Recipe Pack and Tea Tree kulit saya menjadi sedikit lebih kering sehingga saya menggunakan produk ini untuk kembali menghidrasi kulit saya agar tetap lembab karena mengandung ekstra Aloe. Tapi tenang, lembabnya tidak bikin lebay sampai kulit kalian jadi lebih berminyak atau plumpy.

So, selamat mencoba 



Monday, 6 May 2019

Buka Puasa di Myko Hotel Makassar


Saat masih awal-awal kerja, saya sangat jarang berbuka puasa di rumah. Bukan apa-apa, saya kerja ada shift siang dan juga kalau masuk pagi biasanya akan ada acara buka puasa berbagai travel ataupun Airlines dan bahkan lebih memilih untuk bergabung bersama teman-teman. Hihihihi. Tapi sekarang merasa  sudah bukan jaman lagi. 😂

Kalaupun ada acara kumpul-kumpul pasti saya mengajak keluarga saya, minimal ada Mami. Ya kalau saya mengajak Mami agar Beliau bisa mengenal teman-teman saya dan kebetulan Mami adalah orang yang mudah bersosialisasi maka dengan mudah ngobrol dengan teman-teman saya juga. Jadi merasa tidak ada masalah. Bahkan pernah saking seringnya saya mengajak Mami, maka teman-teman saya bertanya "Mami mana Cha? Begitulah adanya kalau lagi bareng mereka.

Kegiatan yang paling sering dilakukan saat berbuka puasa adalah ngabuburit bersama apalagi kalau ke Mall pasti bisa keliling dulu ngiderin persiapan buat Lebaran tentunya. Benar kan? Tapi sejak setahun terakhir saya malah merasa malas untuk masuk mall karena selain sesak kita harus membooking tempat minimal itu 2 jam sebelum buka atau kalau kita dalam acara grup harus jauh-jauh hari karena tempat di mall agak terbatas. Makanya saya hampir lumayan sering ke Hotel. Hmmm jangan salah paham ya, Hotel sekarang itu sering mengadakaan acara buka puasa dengan program yang bernama All You Can Eat. Itu sih kesukaan saya, bisa makan sepuasnya dengan harga yang tidak akan berubah sebanyak apapun itu dan berkali-kali nambah.

Puasa tahun lalupun saya mencoba beberapa Hotel yang kala itu juga mempunyai program All You Can Eat. Hitung-hitung mencoba taste di hotel itu karena saya belum pernah menginap di Hotel tersebut. Dan bagi saya Hotel itu selain Kamar yang nyaman, akan terasa lebih lengkap lagi kalau makanan yang disediakan enak juga. Saya termasuk yang suka makan enak sih. Kalian sendiri gimana, suka juga kan sama makanan enak?

Berawal dari keisengan itu, saya sering browsing menu apa yang dihadirkan apalagi kalau menunya itu Chinese Food atau Japanase Food, itu menu favorit saya. Terutama untuk Sushi dan Aneka Dimsumnya yang menggugah selera rasa dan penampilannya yang eye catching.  Kesukaan saya semua itu, dan saya bisa menghabiskan waktu sekitar 2 jam untuk makan. Kalau kalian bagaimana? Setelah beberapa kali mencoba akhirnya saya lebih sering menjatuhkan pilihan ke Myko Hotel Makassar.

Lokasinya sangat strategis, ada di dalam Mall Panakukkang dan juga Myko Hotel menyediakan 3 Restaurant untuk kalian yang pilih dengan menu berbeda-beda, Asian Food, Indonesian Food, Italian Food juga ada. Saya sendiri suka di Hana Restaurant karena banyak makanan Asian Food yang bisa di coba, tapi saya lebih ke Tim Manis jadi saya akan mengambil banyak kue tart slices, Ice Cream, Hot Chocolate, Dimsum isi Kacang Merah, Dimsum Isi Durian yang jadi andalan saya. Sayangnya tidak selalu tersedia. Ketika memasuki Restaurant akan diiringi dari instrumen yang menunjukan kalau teman Restaurant ini adalah Japanese dan suasanya tidak melulu gedung karena bisa melihat ke bawah yang merupakan lobby hotel dan juga mall, konsepnya ini yang All You Can Eat. Sedangkan di Ding Ho itu bayar 70rban sudah dapat 3 menu sekaligus. Jadi kalian bisa menentukan menunya sendiri.

Kalian sendiri sudah sering makan dengan yang Menu Makan Sepuasnya juga kah?