Skip to main content

Review : First Time Brazilian Waxing

Sumber Gambar : Pinterest


Sebelum saya ceritakan pengalaman saya tentang Brazilian Waxing, sudah pada tau kan apa itu Brazilian Waxing. Itu lho cabut bulu di Brazil tapi boong 😂 Jadi brazilian waxing itu adalah mencabut bulu di area pubic atau sekitar kemaluan. Yuuuuk maree dibaca, eh tapi buat yang cowok baca introduction semoga langsung out takut mikirnya kemana-mana yeeeey.


Hari itu sudah janjian sama therapys andalanku kalau mau cobain Brazilian Waxing, demi apa seterniat itu? Ya biar ada experience aja karena biar tau dan juga bengong aja kalau ada yang nyeritain. Uduuuduuuu biar gak ketinggalan versi saya lho ya bukan kalian. Ini bukan tolak ukur juga kok cuma pengen sharing betapa Brazilian Wax itu rasanya cenat cenut  bikin bederbar-debar saat akan di cabut caramel yang dipasang. So let's back to the story.

Setibanya di salon saya langsung masuk ke salah satu room dan prepare untuk memulai penyiksaan ini. Ya walaupun harus memohon biar jangan sakit-sakit tapi apalah daya kalau sampai tersakiti udah kayak hati aku yang lemah ini. Setelah mengganti pakaian, makan daerah pubic di bersihkan menggunakan air hangat kemudian di lap kering, gunanya biar bersihan area yang akandi waxing dan lebih mudah terangkat nanti bulu-bulunya tentunya dan dilanjutkan dengan memberikan bedak tabur. Udah kayak anak bayi belum sih 😆 terus kemudian ditarohlah karamel hangat di area yang akan di wax.

Pertama kali di bagian atas pubic di oleskan, udah mulai gelisah sih sambil minta tolong buat pelan -pelan aja di tariknya nanti tapi bukan mbak Aisyah namanya kalau ngerjain sesuatu itu dengan pelan, dan tanpa aba-aba langsung di tarik lah dan seketika itu saya berteriak sekencang kencangnya saking sakitnya yang luar biasa padahal ini satu kali doang. Apa kabar kalau sampai bersih yekaaan. 

Karena merasakan sakitnya yang lumayan gak nyante, akhirnya kami memutuskan untuk bergosip-gosip ria tapi nyatanya gak mempan juga maksud hati padahal biar lupa rasa sakitnya tapi sama aja. Terus karena gak berhasil, saya coba menghubungi Bebi buat nemenin biar mbak Aisyah fokus ke bagian bawah dan saya fokus ngobrol di telpon. Tapi nyatanya sama aja sih, rasanya tetap sakit juga dan Bebi kaget berkali-kali karena dengar jeritan ku. hahahaha. Dan finally selesai juga setelah sekitar sejam bergulat dengan per-karamelan ini dan rasa sakit ini. hufttt 🙈

First time dari brazilian wax ini bikin gak kapok, nyatanya sampai 3x saya melakukannya dan setelah itu memilih untuk di rapihinkan dengan cara di gunting. Emang ribet ya jadi cewek gitu kata pacar saat itu. Padahal cuma pengen bersih saja karena kan cewek setiap bulan menstruasi jadi harus diperhatikan daerah sekitarnya dong. 

Waktu downtime setelah waxing sekitar sehari makanya saya kalau mau wax saat sore hari jadi besoknya sudah tidak terasa sakitnya ataupun sudah tidak melakukan kegiatan lain. Masa pertumbuhan juga tergantung sih, kalau saya sekitar 1,5 bulan dan setiap mau tumbuh anehnya kayak ada bisul gitu awalnya biasa saja pas setelah cerita dengan teman lain katanya merasakan hal yang sama. Tapi gak perlu khawatir sih bisulnya kecil macam jerawat saya sih tinggal pencet dan keluarkan semuanya terus habis itu di totolin detol bentaran aja terus bilas. Besoknya udah kering. 

Manfaat lain dari waxing ini tidak membuat kulit sekitar jadi hitam seperti ketika mencukur, dari segi harga juga gak mahal-mahal banget, di tempat saya sekitar 100K aja kok. Setelah waxing saya sarankan menggunakan moisture atau oil, nah disini saya menggunakan natur-e daily noutshing moisturizing agar tidak membuat iritasi atau ada bintik merah. Cukup di oleskan tipis-tipis saja ya.

Buat kalian yang pertama kali mau cobain atau sudah mau cobain share dong.


Comments

Popular posts from this blog

Korea Peeling di Arayu Aesthetic Clinic

Kunjungan kedua di Arayu Aesthetic Clinic ini saya akan melakukan peeling. Menurut Dr. Kiki (Dokter Pengganti Dr. Ayu) saya masih halus melakukan chemical peeling kembali, cuma karena saya merasa tidak ada perubahan signifikan sehingga saya meminta untuk melakukan Korean Peeling ini, malah mau yang American Peeling tapi masih belum di sarankan dokter. Ok daripada tidak, jadinya saya melakukan peeling ini.
Cara peelingnya seperti pada umumnya, di pakaikan 3 layer di wajah sembari wajah kayak kesengat perih-perih gimana gitu dan kena kipas akhirnya selesai lah perawatan itu. Dokterpun sudah memberi tahu nanti akan terkelupas wajah di hari ke-3 dan paling lama seminggu prosesnya. Ya so far sama seperti di tempat lainnya yang pernah saya kunjungi. Berikut prosesnya saya jabarkan.
Review CO2 Laser di Dr. Ayu 
Hari pertama, muka keliatan kusam walaupun udah pakai bedak. Terlebih daerah kening keliatan kering seperti orang keriput modelnya. Tapi masih belum terkelupas.
Hari kedua, masih sama k…

Review Acne Scar Treatment Selama di Arayu Aesthetic Clinic Makassar

Setelah tahun lalu terakhir saya melakukan perawatan berupa Laser CO2, dan tahun ini dimulai dengan Dermapen. maka saya akan mereview selama melakukan treatment Acne Scar di Klinik Arayu. Totally sudah 3 kali saya melakukan treatment dengan rincian 2 kali untuk Dermapen dan 1 kali untuk Laser CO2.

Perbedaan dari Dermapen adalah kulit wajah kita akan dilukai menggunakan alat yang menyerupai pulpen dengan isi jarum dan bekas lukanya berupa bintik-bintik yang dihasilkan dari jarumnya itu. Rasanya seperti apa? Biasa saja apalagi kita telah di anastesi. Hanya yang agak mengganggu wajah kita mengeluarkan darah dan harus menunggu keesokan harinya baru di bilas maka akan terasa gatal dan juga sedikit perih setelah anastesi hilang. Tapi itu cuma beberapa jam saja. Yang pasti wajah menjadi merah. Fungsi dermapen ini adalah membentuk jaringan baru dengan cara di lukai.

Sedangkan Laser CO2, adalah laser yang merangsang kolagen rasanya juga cuma cekit-cekit saja apalagi sebelumnya wajah kita di …

Review : Xi Xiu Lovely Matte Warm Peach

Satu lagi lipstik yang harganya super murah meriah karena cuma 17K saja. Bentuk lipstiknya sama seperti stick lipstick lainnya. Dengan warna putih mutiara, kelihatan ekslusif dengan tampilannya. Warna yang saya gunakan Warm Peach, tapi sayangnya tidak cocok untuk cold tone saya. Jadinya gak bakal beli. Teksturnya juga cukup creamy dan kesan matte nya sesuai namanya malah saya tidak dapat.