Thursday, 23 May 2019

Traveling : First Time Keluar Negeri dan Solo Traveling Pula

Rencana awal keluar negeri ini sebenarnya sudah ada dari bertahun-tahun yang lalu sejak kenal seorang teman, sebut saja dia Aa. Profesinya memang mengharuskan dia untuk sering-sering bepergian terutama bagian Middle East, alias Arab dan sekitarnya. Kalau cuma ke Malaysia dan Singapura semacam naik angkot saja bagi dia. Minimal sebulan sekali, sehingga membuat saya kadang iri. "Kapan saya bisa ke sana ya", itu terus yang ada dalam benak saya kala itu.

Sampai suatu ketika tahun 2018 tepatnya setelah lebaran. Si Aa cerita habis dari Malaysia dan Singapore karena urusan kerjaan sih memang, tapi makin memotivasi saya untuk pergi juga minimal salah satunya. Dan tiba-tiba di dukung oleh seorang teman lagi, yang suka traveling memberikan  kontak salah satu temannya di Malaysia. Senang gak tuh? Kayaknya mendukung banget semesta ini.

Langsung niat untuk bikin perpanjangan passport pada saat itu, tapi tak di nyana malah batal pergi karena ada kerjaan diluar kota saat itu dan gagal deh. Namun awal tahun 2019 ini teman ada yang berangkat, membuat saya teringat akan kejadi beberapa bulan lalu bagaimana antusiasnya saya untuk berangkat dan akhirnya berhasil membuat Paspor kembali.

Cara Mudah Buat Paspor di Imigrasi 

Planning awal saya untuk traveling kali ini cukup nekat karena mengingat keluar Negeri yang Notabene pasti berbeda kebudayaan dan tentunya bahasa. Meskipun di Malaysia sendiri menggunakan bahasa Melayu, tapi jangan harap semua menggunakan bahasa Melayu yang ada malah menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa lingual agar tetap terjalin komunikasi.

Sampai saat saya mengutarakan keinginan saya untuk berangkat ke Malaysia membuat orangtua pun kaget. Bukannya apa secara keluar kota saja masih dikhawatirkan apalagi ini ke negeri orang yang masih sangat baru untuk kita. Dan mamipun berkata :

"Cha itu yakin mau berangkat? Nanti sama-sama mami saja berangkat." Atau kasih batal saja dulu mumpung masih lama berangkat.

Tapi apa dikata karena saya sudah membeli tiket dan tiketpun tidak bisa refund tentunya sangat rugi buat saya untuk membatalkannya. Akhirnya dengan berbagai macam wejangan dari si Mami sayapun berangkat ke Malaysia.

Ya walaupun saya sudah sering solo traveling, tentu beda juga rasanya ketika berada di negara orang. Apalagi adanya banyak perbedaan. Tapi so far gak bikin kapok juga, malah tambah penasaran dengan negara lainnya. 

Tentunya karena ini hal yang baru untuk berangkat, maka masih agak terasa asing terutama bagian Imigrasi untuk dari segi proses keberangkatan di Bandara dan juga tujuan yang akan kita kunjungi.

Maka akan saya bagi menjadi 3 bagian cerita tentang masing-masing hal di atas.

1. Imigrasi dan Bea Cukai

Hal yang satu ini membuat saya sedikit merasa takut karena di Imigrasi pada saat keberangkatan kita akan ditanya berapa lama akan berada di Negara tujuan, tujuannya apa, dan saya kemarin ditanya sama siapa disana dikarenakan saya kelihatan cuma sendiri saja. hehehehe..

Begitupun sebaliknya setelah saya kembali bertemu dengan petugas Imigrasi, namun kali ini tidak begitu tegang karena di ajak bercanda sambil bertanya pendapat saya tentang Malaysia.

Sedangkan bea cukainya tentunya akan memeriksa barang kita melalui scan Xtra Tray dan kalau-kalau ada yang tidak sesuai ketentuan seperti cairan maksimal sebanyak 100ml, jadi yang bawa air mineral ataupun habis dari Starbucks mending di habiskan terlebih dahulu baru masuk ke dalam gate. Tapi buat kamu yang memang sering minum air, ada baiknya bawa tempat minum kecil tanpa isi. Ingat tanpa isi ya, karena di dalam gate ada semacam Dispenser yang bisa gunakan. Meskipun begitu, ada juga semacam cairan yang lebih thick semacam sampo dan sejenisnya meskipun ukurannya 100ml ada kalanya di buang. Teman saya bawa Botol Saos pun mesti merelakannya karena tidak sesuai ketentuan. Jangan nawar dengan kata-kata, itu sudah mau habis atau gimana karena tetap akan di buang pada akhirnya. Sing sabar ya ndo.

Nah saya kemarinpun kena ambil juga petugas Bea Cukai meskipun teksturnya lebih ke pasta , tidak lolos juga. wkwkwkwk. Nambah pengalaman kan?

Abisnya ngeyel juga sih, padahal kan teman saya lebih tahu karena kerjanya di Airlines ini. Dasaaar.

Buat kita yang ada di Makassar, ada baiknya mendownload e-CD di Play Store untuk memudahkan proses pengecekan kita di Imigrasi Makassar tanpa harus menulis-nulis lagi di dalam Pesawat. Gampang banget caranya tinggal isi Customs Declaration (CD) dan langsung otomatis masuk data kita lho. Secanggih itu kan. Coba deh daripada repot antri.

2. Itinerary

Jadi itinerary itu amat sangat penting, tau dong kalau ke suatu tempat terus sampai disana gak tau mo ngapain kan buang-buang duit. Saranku sih mending di print itinerary yang kalian punya supaya mengingatkan jadwal yang akan kita kunjungi termasuk waktunya, kecuali kalian ingin wisata yang santai seperti saya. Dan pentingnya itinerary ini, bisa kalian tunjukan ke Imigrasi apabila mereka bertanya tujuan kita selama berada di sana.

3. Pelajari Bahasa Setempat

Walaupun saya kemarin hanya ke Malaysia dan menurut saya mereka menggunakan bahasa Melayu, tentu kita harus mempelajari bahasanya yang pada umumnya mereka gunakaan seperti petunjuk arah karena selama disana saya banyak bertanya mengenai arah. Terutama ketika kalian berada di tempat yang wisatawannya banyak lebih banyak yang menggunakan bahasa Inggris malahan. Syukurnya saya bisa walaupun masih agak belibet. Tapi akhirnya kami saling mengerti maksud masing-masing kok dan sayapun terbantu.

Namun buat kalian yang ingin ringkas bisa mendownload applikasi bahasa membantu kalian nanti berkomunikasi dan sebaiknya kalian download saat masih di Indonesia untuk memastikan applikasi bisa digunakan dengan baik.


Well, Happy Holiday





2 comments:

  1. Kapan ya daku bisa ke luar negeri huhuhuhuh :')

    ReplyDelete
  2. setelah sekali ke LN, dijamin bakal nagiiih untuk seterusnyaaa ;p.. aku udh ngerasain itu, dan ga bisa stop sampe skr :D . udh kayak candu yg namanya traveling... kelamaan ga jalan, pasti deh ngaruh banget ke kerjaanku di kantor..

    ReplyDelete