Saturday, 27 April 2019

Food : Ground Eat & Drink Makassar

Tepatnya seminggu lalu (19/4), saya dan Hanif makan di Ground Eat & Drink Makassar yang berlokasi di Jl. Hertasning. Alasan awal kesini karena saya penasaran dengan tempat makan yang sudah ada sekitar setahun adalah tempatnya Istagramble dan juga penasaran dengan kata mahal menurut orang-orang yang pernah saya dengar ceritanya. Tapi nyatanya? Baca aja sampai habis ya review saya 😁

Sebelum memastikan kesini, kami melihat Instagramnya terlebih dahulu bukan karena apa-apa tapi  Hanif tidak bisa  makan makanan yang mentah jadi harus bisa memastikan dianya bisa makan atau tidak. Secara dia adalah pemilik modal makan kita kali ini..hahahaha 😝

Begitu tiba di Ground Eat & Drink Makassar kami disambut dengan ucapan khas Korea "Annyonghaseo" yang artinya selamat datang. Akhirnya kami memilih untuk duduk di bagian tengah ruangan karena hanya itu kursi sofa yang tersedia.  

Datanglah si mbak yang ramah memberikan menu dan kamipun minta untuk tidak menunggu karena akan kelamaan dan bisa pegel berdiri menunggu kami yang membolak balik menu yang ada 3 jenis karena berasal dari 3 restaurant yaitu Seorae, Patbingsoo dan Papa Jack. 

Kamipun masih asyik memilih, kemudian si mbak ramah datang lagi untuk memberikan informasi tambahan untuk makanan yang bisa dapat Gratisan. Hmmmm kesukaan kita berdua sih ini, ada Gratisan. wkwkwkwk. Tapi bukan hanya kami berdua kan yang suka konsep kayak gini kan? Pembaca juga suka kan? *nyari teman*

Maka semakin gencarlah kami membolak balik menu itu sampai kebingungan sendiri dan untungnya menu tidak sampai lecek.😅

Akhirnya kami memesan 5  menu yang saya lupa namanya apa. hikkksss. Karena notanya keburu saya  buang. hahahaha. Tapi tenang saja, saya bisa mendeskripsikan kok menunya. So let's move to the review 

1. Bibimbab


Kalau saya melihatnya ini seperti nasi campur karena terdiri atas nasi putih, telur goreng, telur orak arik, rumput laut dan kimchi sebagai sayuran yang cara makannya adalah kesemuanya ini di campur jadi satu kemudian di makan. 

Rasanya menurut saya kurang nampol karena tidak pedes. Hmmm seperti kami kelupaan minta saus gokujhang deh atau kami yang tidak perhatikan yah saking excited mau makan. Entahlah. Tapi buat yang ingin tahu rasanya bisa pilih ini. Tapi jangan kaget lihat telur gorengnya karena emang beneran sekecil itu, sepertinya menggunakan telur puyuh terus di ceplok gitu. 

2. Iga Mozarella


Kalau yang ini jangan ditanya, super enak banget. Iga nya sudah berbumbu dengan rasa manis dan bumbu yang cukup hingga tidak ada rasa anyir atau amis terus di balut dengan keju mozarella yang meleleh itu membuat kami harus menelan ludah karena menunggu untuk seperti gambar di atas. Saran saya segera makan begitu setelah dibuat karena akan kejunya akan dingin dan efek tariknya kurang. 

Cara makannya sangat ribet untuk mau makan yang anggun macam di restaurant steak karena mereka hanya menyediakan sarung tangan plastik dan jadinya macam cemong gitu, kena di samping-samping bibir. Huft... Sayapun jadinya cuma makan 1 potong dan hasilnya setelah makan itu berasa kita itu makan kok nyampah banget karena tulang belulang dari Iganya itu ditambah dengan sarung tangan yang sudah kena saos. 

Padahal sebelah meja, makannya sudah heboh tapi kok rapih. Sedangkan kami?hahahaha. Yaudahlah yang penting bisa bayar kan. 😂

3. Ramen

Ekspetasi ku diluar dugaan, karena mikir akan seperti ramen di tempat-tempat yang saya kunjungi dihidangkan di mangkok sedangkan ini authentic di masak dengan panci kuningan macam di Drama yang bisa saya tonton. Rasanya itu mirip dengan salah satu merk mie yang ada di Supermarket. Sayangnya lupa foto karena asyik dengan makanan masing-masing 😌

4. Patbingso


Sebenarnya dengan menu - menu di atas sudah kenyang sekali walaupun kalian hanya share sepiring berdua. Maklum deh kami tim ogah rugi jadinya semua pesanan kami bagi berdua hanya untuk mengetahui rasanya kayak gimana.

Sayapun memesana Patbingso dengan rasa matcha dengan toping kacang merah kesukaan saya dan ada Corn Flakes jadi ada sensasi krenyes-krenyes begitu kamu memasukan sesuap ke dalam mulut. Rasanya enak cuman buat saya yang pernah makan Patbingsoo di Malaysia masih kalah dari segi es krim nya yang tidak selembut itu. Hanifpun mulai ikut-ikutan ngomong kayak es serut. hahahaha..

Tapi overoall perpaduan rasanya enak apalagi setelah makan makanan yang asin-asin, Patbingso ini jadi penyegar dahaga kami.

5. Minuman Soda dengan buah Peach


Nah ini minuman milik Hanif yang terdiri dari soda berwarna biru dengan buah yang kelihatan macam jelly gitu. Kalau saya sih gak excited karena udah mahal tapi gitu doang mah. Tapi gak papa juga, biar dia mengatasi rasa penasarannya. wkwkwkwk..😝

Setelah membayar, kamipun di tawari member yang kalau datang ke sana lagi akan mendapatkan Disc. 10% dan diberikan lagi voucher Buy 1 Get 1. Total semua yang kita makan sekitar 270K 

Kalian yang baca sudah ada yang cobain juga? Atau pernah makan di tempat sejenis? Atau malah penasaran mau cobain juga? 

Happy Eating

Sunday, 14 April 2019

REVIEW : ST. IVES GENTLE SMOOTHING OATMEAL SCRUB & MASK


Setelah sebelumnya saya menggunakan ST. Ives yang pink maka saya memutuskan untuk membeli produk lain dari ST. Ives, yaitu sesuai judul adalah ST. Ives Gentle Smoothing Oatmel Scrub & Mask.
Perlu kalian ketahui semua produk dari ST. Ives ini memiliki scrub atau butiran yang membantu untuk membersihkan dan mengangkat kulit mati yang ada di wajah kita. Tapi yang mesti kalian ketahui adalah jenis kulit kamu terlebih dahulu terus memutuskan untuk membelinya karena ada 3 macam yaitu Gentle, Moderate dan juga Deeply. Untuk ST. Ives Gentle Smoothing Oatmeal Scrub & Mask sifat dari scrub nya itu adalah Gentle. Kenapa Gentle? karena ini memang dikhususkan untuk membuat kulit wajah yang kering menjadi lebih lembut dan memperbaiki terkstur kulit wajah.

ST. Ives Gentle Smoothing Oatmeal Scrub & Mask berasal dari krim bubur gandum sehingga scrub yang ada pun bersifat gentle. Begitu pertama kali mencobanya akan tercium aroma oatmeal dengan campuran susu. Rasanya begitu pakai lebih lembut tapi saya sering hanya mendiamkan selama beberapa menit kemudian basuh. 

Saya sendiri menggunakan ini sesekali saja, ketika merasa kulit wajah kering dan setelah menggunakan masker wajah yang membuat kulit jadi kemerahan. Sesuai fungsi lainnya ini bisa dijadikan masker wajah tapi saya hanya menggunakan sekitar 5 menit ketika kemudian bilas. 

First Impression : Kulit terasa lebih lembut dan teksturnya kenyal terlebih kelihatan cerah.
Harga : Dengan harga Rp. 75.000,- saya rasa sebanding dengan kemasannya yang berukuran 170g
Rate : 7/10 

Kalian sendiri sudah menggunakan varian yang mana? Share cerita kamu dong menggunakan produk sejenis juga kalau ada.

Thursday, 11 April 2019

Traveling : Hotel Swiss Belinn Cibitung



Kali ini saya mau cerita tentang nginap di Hotel, namun bukan karena lagi liburan seperti biasanya tapi berkaitan dengan kerjaan. Seumur-umur baru kali ini ada yang terkait kerjaan di daerah Pulau Jawa, secara kalau ke Jakarta itu memang pas lagi liburan dan lagi pula saya langganan ke Ambon. hahahaha..

Tema kegiatannya adalah Akselerasi Penjualan. Sudah tentu sebagai orang penjualan harus ngerti dunia yang di geluti dan baru sekarang dapat kesempatan. Yang artinya tanpa ikut acara ini sudah bisa kan, dan anggap saja ini liburan karena pada akhirnya saya juga pindah bagian. Nah lho.😆

Lokasi kegiatannya berpusat di Lab Cibitung dan cuma satu-satunya hotel yang mudah di akses menggunakan jalan kaki adalah Hotel Swiss-Belinn Cibitung. Ini kali pertama saya berangkat di daerah sini, karena sejauh-jauhnya saya melangkah malah di Bandung. Dan ternyata lokasi nya memakan waktu sekitar hampir 3 jam dari Bandara Soekarno Hatta.

Begitu kami tiba, kebetulan saat malam hari kami sedikit ada kendala dengan kamarnya karena yang ada Smooking Room dan Resepsionisnya membantu untuk mengupgrade kamar. Tentunya dengan perasaan senang kami langsung check in ke kamar mandi dan berbekal cuci muka akhirnya kami tidur dengan pulas hingga pagi hari.

 
Lokasi Hotel Swissbell-inn Cibitung yang terletak di Jl. Teuku Umar km. 45 No. 26 Cibitung dapat dikategorikan dekat dengan tempat wisata seperti Go!Wet Waterpark, Columbus Waterpark, Citiwalk Lippo Cikarang dan juga yang sekarang lagi booming adalah Transpark Bekasi dimana kamu bisa menikmati salju tanpa harus jauh-jauh keluar negeri.

Sebelumnya hotel ini bernama Evitel sehingga beberapa kali memesan Ojek Online untuk makanan mereka sedikit kurang tahu dan ketika sampai malah bilang "Oh ini kan Evitel". Jadi saran saya sebaiknya informasikan nama hotel lama deh. hehehehe. Hotel Swiss-Belin Cibitung terdiri atas 4 lantai, dimana lantai 1 merupakan tempat aktivitas umum berupa restaurant dan kolam renang serta lobby utama, dan di lantai 2 - 4 merupakan kamar tidur para tamu.


Tempat yang menjadi favorit saya adalah corner menu makanan manis mulai dari Croisant, roti gandum, buah-buahan, Salad dan aneka puding selalu menghiasi meja makan saya 3 hari lamanya.

Dan setelah menceritakan semuanya, tiba-tiba rindu liburan. 😙😙😙😙😙


Wednesday, 10 April 2019

5 Hal Yang Perlu Disiapkan Saat Solo Traveling Keluar Negeri


Solo traveling atau yang kita artikan adalah bepergian secara sendiri ke suatu tempat membuat kita harus selalu membawa barang-barang yang kita butuhkan dengan cermat dan tidak ketinggalan tentunya karena akan sangat menyita waktu atau terkesan ribet bila ada yang di lewatkan apalagi tidak ada yang menemani. Berikut 5 hal yang perlu siapkan ketika memutuskan Solo Traveling.

1. Paspor

Tentunya barang yang satu ini wajib banget dibawa,  karena cuma dengan membawa tiket saja tak ada artinya. Untuk masuk ataupun keluar dari Indonesia kita butuh paspor, begitupun sebaliknya. Akan ada cap yang menandakan seberapa lama kita berada di luar negeri. Dan pastikan kalian memasukan barang penting dalam 1 tas yang bisa kami ambil kapan saja termasuk Handphone.

2. Tujuan / Itinerary

Apalah artinya sudah jauh-jauh pergi keluar negeri tanpa itinerary. Bingung? Kalian bisa contek contoh pakai tour yang ada kok. Gampang bukan?

3. Uang / Money Changer

Tentunya karena kita akan berangkat keluar negeri mesti menukarkan uang. Bawalah secukupnya saja karena setau saya sudah banyak tersedia money changer di hampir setiap tempat wisata apalagi kalau kalian masuk ke Mall tentu saja sudah tersedia Money changer. Masih ngerasa ribet? Kalian bisa menggunakan ATM yang mendukung dan juga Kartu Kredit bagi yang punya.

4. Barang Pribadi / Bagasi

Untuk kalian saya sarankan untuk tidak usah membawa banyak barang apalagi kalau tujuannya berangkat untuk belanja. Bawa secukupnya dan pulang dengan bagasi yang maksimal. Jangan lupa untuk membeli tiket yang sudah termasuk tambahan Biaya Over Bagasi ya. hahahahaha 😛

5. Obat-obatan

Ini merupakan paling penting buat saya, mau dimanapun saya selalu menyiapkan obat. Tidak perlu banyak, saya paling membawa obat anti nyeri saja dan tentunya minyak angin karena itu sangat membantu saya bila mulai pusing atau mencium bau aneh. Ngerti kan maksud saya? hehehehe




Monday, 8 April 2019

Review : Vivid Cotton Ink Lipstick dan Produk Innisfree Lainnya


Ingatkah kalian sama YoonA SNSD? Kalau tidak, yuuk kita flasback kalau YoonA itu masuk dalam Girl Band KPOP yang bernama SNSD. Terdiri atas Taeyon, Jessica Jung, Yuri, Sunny dan tentunya YoonA. Lagu-lagu yang mereka bawakan bahkan sempat ngehits di Indonesia seperti Gee dan The Boys.

YoonA SNSD ini merupakan brand Ambassador Innisfree untuk lipstik dan karena kemarin berkesempatan untuk nge-mall di Malaysia akhirnya saya pergi ke Toko Innisfree yang ada di Mall Pavilion. Toko Innisfree ini baru ada di Jakarta, Surabaya dan Medan. Semoga di Makassar segera menyusul lah. 

Berikut adalah produk yang saya dapatkan di Innisfree Mall Pavilion :


1. Innisfree Lipstick Vivid Cotton Ink

Innisfree lagi keluarkan produk Lipstick Matte yang bernama Lipstick Vivid Cotton Ink edisi musim semi dengan warna - warna pastel dan kemarin saya membeli Lipstick Vivid Cotton Ink 08. Lipstik ini agak lebih cari dan sekali ulas pun bisa mengcover seluruh bibir lho. Warna yang korea ala-ala ombre dapat banget dengan lipstik ini. Biasanya kan kalau saya ombre harus lipstik yang berbeda. Nah pakai Lipstic Vivid Cotton Ink 08 ini wanginya enak banget, rasanya bikin tenang deh. Gak percaya? Yaudah beli dan cobain sendiri. hehehhehe. Ternyata Lipstick Vivid Cotton Ink mengandung beberapa oil yang membuat bibir kita gak pecah-pecah lho, antara lain adalah Camellia Oil, Mango Seed Oil, Avocado Poil, dan Cotton Seed Oil. 

2. Innisfree My Lipbalm Wedding Peach Tea

Ini merupakan gratisan dari pembelian Innisfree Lipstick Vivid Cotton Ink, pakai pertama kali Lipbalm Wedding Peach Tea ini terasa lebih smooth dan untuk di bibir saya ada warnanya samar-samar. Saya menggunakannya saat mau tidur jadi sebagai Lip Sleeping Mask agar besok paginya terasa lebih lembab dan saya gak begitu khawatir juga kalau pakai lipstik matte. Kalau merasa agak terganggu dengan warnanya bisa di jadikan lipbalm biasa sebelum ataupun sesudah Lipbalm.

3. Green Tea Sleeping Mask

Lagi-lagi ini masih Gratisan juga. wkwkwkwk. Awalnya agak under estimate karena untuk sleeping mask saya masih maju mundur takut gak cocok secara jenis muka sensitif gini kan. Terus pakai pertama kali gak kenapa-napa, menurut saya ini ajaib. Karena produk yang tidak cocok di kulit saya maka akan timbul jerawat kecil-kecil dan setelah 2 minggu saya gunakan bahkan mengurangi kilang minyak sehabis tidur. Untuk fungsi seperti melembabkan malah saya kurang merasakan efeknya, hanya terasa lebih kencang saja.


Kalian sudah coba yang mana? Share dong pengalaman kalian menggunakan produk Innisfree ataupun yang sejenis.



    

Sunday, 7 April 2019

Traveling : Solo Traveling Ke Malaysia 4D3N




Tentunya kalau keluar negeri kalian ingin mengenal budaya ataupun sekedar berfoto-foto biar ada kenangan selama disana dan bisa berbagi pengalaman. Begitupun saya tentunya apalagi setiap kota / negara ada Landmark jadi kalau tidak foto dirasa rasanya kurang saja dan untuk mengetahui kota tersebut kita membutuhkan waktu minimal 3 hari agar bisa bebas kesana kemari meng-explore yang ada disekitarnya.

Nah pada hari Senin (11/3) saya ke Malaysia selama 4 hari dimana waktu yang bisa saya gunakan dengan maksimal hanya 2 Hari untuk bisa jalan-jalan sepuasnya dikarenakan hari pertama saya tiba itu sekitar jam 21.00 dan memakan waktu sekitar 90 menit ke arah kota Kuala Lumpur. Sayapun diajak teman sebelum menuju ke Hotel untuk mampir makan di Kampung Baru mengingat waktu sudah menunjukan waktu 23.00 waktu setempat. Agak berbeda dengan Alor Street yang sudah ramai dengan berbagai aneka ragam masakan dan tentunya banyak makanan yang Non Halal sedangkan di Kampung Baru malah kebalikannya. Jadi saya sarankan untuk yang Muslim dan mencari makanan yang Halal bisa mampir ke sini. Dan karena saya bisa melihat Menara Petronas dalam jarak cukup dekat, maka saya meminta teman untuk sekali lagi mampir sebelum ke Hotel

Sesampainya di Menara Petronas yang sangat fenomenal itu, maka saya siap untuk berfoto-foto karena rasanya kurang afdol juga kalau belum ada di Landmark Malaysia. Semakin malam, semakin ramai disini. Banyak turis yang datang dari berbagai Negara yang bikin saya sedikit Nganga kok bisa sebanyak ini. Dan mohon kalian yang sedang berfoto-foto di tempat yang tidak di perbolehkan agar menaati peraturan karena ada petugas yang tidak segan-segan untuk menegur dan tentunya kita akan menarik perhatian orang di sekitar. hahahahaha. Namun masih ada beberapa yang bandel juga.

Saya sendiri memilih untuk menginap di daerah Chowkit yang termasuk kawasan yang mudah di akses kemana saja dan tentunya tidak memakan biaya yang banyak. Kawasan Chowkit sendiri ramai disaat pagi hari karena ada pedagang buah-buahan dan saat malam hari menjadi kawasan kuliner serta ada juga yang jualan pakaian. Jadi ramai terus.

-----------------------------------------------------------------------------------------------
Pada hari kedua saya memutuskan untuk ikut Bus Hop On Hop Off namun saya malah memesan Grab dan Driver tidak bisa membantu saya untuk mengantarkan ke lokasi yang semestinya sehingga saya putuskan untuk berjalan kaki ke Suria KLCC lagi untuk mengademkan pikiran dan juga raga yang sudah mulai keringatan ini.

Tentunya saya karena berjalan kaki, maka saya putuskan untuk mengandalkan Google Maps dan bertanya kepada orang yang berjalan kaki searah dengan saya.

Begitu melihat tulisan Suria KLCC dari seberang jalan langsunglah ada perasaan lega, ibarat kata kalau habis buang air kecil rasanya plong banget kan. hahahahahaha. Itulah yang saya rasakan. Ok lanjut ceritanya.


Karena saat saya sampai sudah memasuki jam makan siang dan paginya tidak sarapan, sehingga saya memilih untuk makan McD saja. Harga pun tidak jauh beda sama yang ada di Makassar, bedanya sekitar 5ribuan. Yang berbeda adalah rasanya, kalau di Malaysia untuk Burger isi Ayam terasa bumbunya terutama Blackpapernya dan perbedaan satunya adalah di Makassar ada semacam acar yang membuat rasa Burger sedikit asam, sedangkan di Malaysia malah menggunakan Mayones alih-alih dari Acar itu.

Setelah kenyang saya putuskan untuk berjalan-jalan keliling sambil memasuki toko-toko yang membuat saya penasaran dengan harganya. Tentu toko yang saya masuki adalah toko yang tidak ada di Makassar. Sampailah ke tujuan utama saya masuk Mall adalah belanja Skincare di Guardian 😝

Jangan bayangkan Guardian kita dengan mereka, sudah pasti barangnya jauh lebih banyak dan yang saya cari ada di sana. Pertama kali langsung melihat Masker Freeman. Disana banyak varian nya sampai saya bingung mau beli yang mana dan juga merk Sukin yang dari Australia dan Rosehip yang terkenal ada juga. Langsung pengen borong. Tapi karena rata-rata berbentuknya cairan dan ukurannya 100ml membuat saya memilih untuk tidak membeli. Mengingat pesan dari teman saya bahwa kalau ukuran 100ml ke atas akan di tahan di bagian Imigrasi maka saya putuskan untuk tidak membeli.

Beda hal nya dengan Freeman yang bentuknya seperti pasta dan maka saya putuskan untuk membelinya. Itupun masih dilema karena kemasannya 175gr sampai teman saya bilang kayak gini

"Mending kamu makan daripada beli Skincare karena saya berangkat saja dari sini mesti memindahkan ke dalam kemasan yang lebih kecil"

Namun karena penasaran dan juga ngeyel tentunya saya beli saja. Begitu sampai di hotel sayapun mencobanya, hasilnya sebagus itu menurut saya. Sayangnya pas pulang, Maskernya di ambil sama orang Imigrasi. wkwkwk padahal hampir kalap lagi di Bandara belanja-belanja. 

Tanpa terasa waktu sudah lebih dari sejam saya berada di Guardian, maka saya mencoba ke H&M dimana hampir teman-teman saya suka belanja merk ini namun tidak ada satupun yang nyangkut di hati saya. Lagian tujuan awal memang hanya untuk jalan-jalan kok. Setelah cukup capek saya putuskan untuk kembali ke Hotel. Namun apa yang terjadi? Memesan Grab kembali pulang jauh lebih sulit daripada saat akan pergi. Karena disana tidak sembarang bisa berhenti kendaraan dan terbatas di komunikasi. Mereka lebih mengandalkan chat di applikasi Grab dan as always ketemu dengan orang yang kurang paham bahasa Inggris bahkan mereka juga bukan orang Melayu karena dari namanya sudah cukup sulit saya ucapkan. 

Sampai pada akhirnya teman saya yang notabene orang sana malah khawatir dan meminta saya untuk menunggu untuk di jemput. Ya kali cuma 5 menit, ini dia lagi kerja di daerah Sepang dan jemput saya di Kuala Lumpur. Tapi dengan sok tegar saya bilang dia gak perlu khawatir, saya bisa pulang. hahahahaha padahal rada keder nih, masa' iya bisa pergi tapi gak bisa pulang. 

Tapi saya putuskan untuk pergi ke Pavilion Mall saja daripada galau nunggu panas-panasan di Halte tapi tak kunjung datang abang Grabnya. Saya menaiki GoKL dan sedikit berjalan untuk kesana. Setelah putar-putar keliling kebingungan dalam Mall, saya bertemu Ibu orang Madura yang bekerja di Mal tersebut untuk membantu saya menemukan sebuah tempat jajanan yang masuk dalam Wishlist.

Dan sebuah kebetulan kalau di sebelah tempat makan saya, ada Innisfree. Tentunya untuk pecinta produk Korea tau salah satu brand ini, apalagi Brand Ambassador nya itu Yoon A SNSD kesukaan si Bebong. Maka tanpa rencana sayapun membeli lipstick Vivid Cotton Ink yang edisi Autumn. Warnanya bagus-bagus tapi yang cocok no. 8 terus senangnya disini malah di kasih Gratis produk Lip Balm mini dan Green Tea Sleeping Mask dalam kemasan sachet. Terus langsung kepikiran untuk jadi bahan review tulisan nih.

Karena sungguh hati masih ingin jalan-jalan tapi kaki sudah gempor ya karena sudah jalan kaki ke KLCC pagi tadi dan juga keliling 2 mall maka saya putuskan untuk pulang. Namun ketakutan masih dilanda karena gimana pulangnya ini. Jadi karena keserahan itu, saya putuskan kembali ke Suria KLCC terlebih dahulu dengan berjalan kaki mengikuti jembatan yang sangat panjang dan tiba di halte Bus. 
Dalam Terowong Penghubung Suria KLCC - Pavilion Mall, Bikin Suasana Macam di Gallery
Syukurnya Bapak yang jaga sebagai koordinator mungkin bahasanya ya di sini, bisa berbahasa Melayu. wkwkwkwk. Soalnya sudah kehabisan tenaga dan merasa kurang bisa mikir maka saya menanyakan untuk balik ke arah Chowkit bisa naik Bus dari sini, dan jawabannya Bisa. Syukurlah akupun bahagia, senorak itu.

Saya bahagia tapi ada seseorang yang selalu chat dan telpon hanya untuk menanyakan saya sudah sampai mana. hahahaha. Namun drama tidak kunjung selesai, setelah saya menaiki Bus Rapid KL saya bingung turun dimana, karena ternyata hanya melewati ruas ujung jalan dan harus berjalan kaki sekitar 300meter. Tapi nyatanya saya nyasar di Chowkit dan semakin saya jalan kenapa mengarah ke tempat yang gelap maka saya memilih untuk kembali ke tempat saya turun semula dan mengikuti arah samping jalan. Dan sampailah. Begitu sampai sayapun mengabari teman yang khawatiran itu. 

Akhir yang melelahkan tapi menambah pengalaman menurut saya.
------------------------------------------------------------------------------------------------

Keesokan harinya tidak ingin mengulangi drama yang sama, bangunnya pagian dikit terus ganti simCard dulu karena urusan mau transfer harus pakai nomor yang terdaftar di applikasi. Setelah beres sayapun prepare segala pakaian yang akan saya gunakan, karena ini bakal naik Bus harus bisa yang menyerap keringat lah. 

Karena sudah agak canggihpun saya pesan Grab gak pake salah alamat lagi, begitu tiba langsung setor voucher ke mbak-mbak yang jaga. Namun dikarenakan aku tak sarapan lagi jadinya beli roti di Sevel dan juga air mineral. Takut kelaparan saat jalan-jalan lebih tepatnya.

Sumber Gambar : Bushoponhoffcom

Terus saya memilih untuk naik Bus Hop On Hop Off yang Garden Line terlebih dahulu. Supaya apa? Karena rutenya termasuk yang jauh-jauh jadi biar nanti sorean agak santai dengan memilih City Line setelahnya. Bus Hop On Hop Off ini benaran berlaku 1x24 jam jadi kalau kalian tukarkan voucher / beli tiket di pagi jam 10 maka tiket berlaku sampai dengan jam 10 pagi keesokan harinya. Tiket ini juga ada yang 2x24 jam, tergantung kalian ingin seberapa sering singgah. Kalau saya sendiri tidak ingin singgah dan lebih menginginkan tur yang santai - santai saja kali ini. 
Duduk Depan Pintu Aja Masih Belum Bisa Macam Bule yang Duduk di Decker 

Setelah selesai melakukan tur Garden Line saya memilih untuk makan terlabih dahulu sebelum melanjutkan tur City Line di Sungei Wang Plaza. Disini cukup banyak pilihan tapi saya memilih untuk mencoba makanan khas disini. Rasanya mirip Kapurung yang ada asam-asam dan di tambah lombok biji persis karena kuahnya ini adalah kuah ikan. Terdiri atas Mie, Daun Mint dan juga serutan Ketimun. Puas dengan menu ini, sayapun melanjutkan perjalan mengikuti tur.


Es Longannya Mengingatkanku Pada Rasa Yang Pernah Ada


Ternyata banyak juga tempat-tempat yang bisa kita kunjungi selama di Malaysia. Sekedar informasi buat kalian yang menginap di daerah Chowkit ada baiknya memilih untuk Garden Line untuk tur terakhir karena mereka berhenti di sana sehingga kita tidak perlu naik bus ataupun Grab lagi.

Puas dengan menaiki Bus Hop On Hop Off maka saya memilih untuk pulang ke penginapan. Karena cukup ngantuk dan capek juga serta harus prepare untuk pulang besok pagi. Yang paling terpenting ada orang yang selalu bertanya sudah dimana dan sampai dimana. hahahaha. Padahal kalau khawatir gitu mbok sayanya di ajak jalan, malah kerja dia. Ngarep mode on.

Tips : Buat yang gak kuat panas-panasan macam saya mending duduknya di dalam pas dekat pintu keluar jadi kalau berhenti dan ingin foto dari luar bisa banget. Tapi buat yang mau stop over, mending duduk di bagian bawah saja agar memudahkan kita untuk turun.
-----------------------------------------------------------------------------------------
The Last day, karena Pesawat take off jam 8 maka saya jam 04.30 sudah prepare jalan. Dan mau tau apa yang terjadi, selama perjalanan teman saya memutar radio untuk membunuh rasa kantuk kamu berdua, sampai-sampai selama perjalanan kami ngobrol tentang musik yang ada di Malaysia sebutannya semacam apa dan pada akhirnya saya teringat beberapa lagu itu hingga sampai di Makassar. hahahahaha.. . Contoh lagu-lagunya kayak gini :

1. Mencari Alasan - Exist
Nah kalau kita, eh ini beneran kita kan atau cuma saya aja ya jenis lagu macam begini kita sebutnya lagu Malaysia sedangkan mereka nyebutnya ini lagu lama. Mungkin karena musik mereka sudah beradaptasi juga ya karena sudah bercampuran budaya.

Sumber : Youtube 


2. Tak Tahu Malu - Atmosfera
Kalau lagu ini termasuk lagu Pop, masih menurut teman saya lho ini. Menurut kalian gimana?

Sumber : Youtube 



3. Aku Milik Orang - Harry
Nah kalau lagu ini saya sependapat jenis musiknya itu Dangdut, bahkan kok mirip sama Lagu Dangdut Indonesia ya. Nih kalian dengarkan ya persamaannya.

Versi Malaysia

Sumber : Youtube 



Versi Indonesia

Sumber : Youtube 


4.  Gadis Jolobu - W.A.R.I.S Feat Dato'Hattan
Hayo kalau kalian dengar lagunya ini lebih ke arah mana jenis musiknya? Menurut teman saya ini sudah perpaduan, jadi namanya Malaysia Minang karena kalau kalian perhatikan juga lirik lagunya hampir semua berakhiran dengan kata "O" macam lah orang Padang begitulah perjelasannya. 

Sumber : Youtube 


Dan sepanjang perjalanan membahas tentang musik tanpa terasa akhirnya kami sampai di Airport yang artinya liburan sudah selesai. Padahal masih mau lama-lama karena merasa cocok tinggal di sini. hahahahaha. 

Buat kalian, rencanakan perjalanan mu and Happy Holiday