Monday, 11 February 2019

Mengenang Masa Indah di bangku SMA


Dapat challenge dari Ainhy Edelweis cerita tentang masa-masa di SMA, sama seperti lagu yang liriknya "masa-masa paling indah adalah masa-masa di sekolah" apalagi itu waktu SMA dimana lagi puber-pubernya aku. Tapi kali ini bukan cerita tentang drama percintaan kok, akan di bahas pada edisi berikutnya saja.

Saat SMA merupakan awal terjadi perombakan akan gejolak gejolak jiwa muda. Dimana kala itu saya baru pertama kali pindah ke kota yang lebih besar, yaitu Makassar. At least lebih besar dan ramai dari Palu, Sulawesi Tengah. Sebelumnya pun saya termasuk cewek yang tomboy. Kalau cuma masalah panjat pagar sekolah ataupun sekedar berantem dengan teman sekolah itu sudah hal biasa banget dan tiba-tiba berubah menjadi feminim.. Ceileeeee.. Setidaknya pas sekolah saya menggunakan high heels. Ada yang bisa tebak saya sekolah dimana? hehehehe

Berikut ini adalah teman-teman sekelas yang menyemarakkan masa remaja ku di SMA dan terdiri atas Mayang orang Bulukumba, Eka dari Pontianak, Dian dari Pomalaa, Sulawesi Tenggara dan  saya sendiri tentunya. 

1. Bolos

Setiap pulang sekolah, kebiasaan kami berempat adalah nongkrong di Cafe Net. Ini merupakan tempat warnet yang populer di sekitar Jl. Pettarani karena termasuk kencang buat browsingnya, lokasinya tepat berada Telkom Pettarani Makassar. Jadi tidak ada alasan untuk lemot jaringannya.

Ada yang ingat pertama kali main di warnet biasanya ngapain? Kalau kalian main mIRC, berarti kita seangkatan atau bisa di atas saya #MenolakTua. Biasanya kalau kami main di Cafe Net sampai lupa waktu, pernah saking serunya main internet sampai di kasih warning sama operator karena sudah waktunya mereka pulang dan kami masih pakai seragam sekolah. Terus tahu-tahu depan pintu kost sudah di sambut sama anaknya Ibu kost yang bertanya saya habis dari mana karena kenapa saya pulangnya malam, maka dengan sedikit berbohong saya mengatakan habis kerja tugas di Cafe Net. Amanlah hari itu.

Lain lagi ceritanya kalau hari Sabtu, tentunya karena merupakan hari bertugas saya membersihkan di kost. Maka pulang dari sekolah saya langsung membersihkan rumah dan mencuci perlengkapan alat masak memasak kemudian dilanjut dengan acara mencuci pakaian. Setelah semua beres maka saya akan segera bergegas untuk bersiap-siap untuk nginap di rumahnya Eka karena kalau di rumahnya kami akan bebas pulang agak malam karena kebiasaan kami sering makan di cafe yang berjejer sepanjang Tanjung Bunga sampai batas Jembatan CCC dan mungkin sekarang kalau di ingat itu cuma seperti warung biasa saja yang mana menu setiap cafe saat itu sama saja, sayangnya sekarang tidak akan menjumpainya dikarenakan sudah dibangun sebuah Rumah Sakit.

Kehidupan remaja saya tidak cuma itu saja, tentunya ada drama bolos dari sekolah juga dong. Ada satu cerita yang masih saya ingat ketika terima raport dan karena raport harus di tanda tangan sama orang tua maka saya pun membawanya ketika pulang ke Palu. Setelah saya serahkan ke Mami untuk di tanda tangan. Dan tiba-tiba sayapun di panggil ke kamar. Beginilah percakapaan saat itu.

Mami : Cha kenapa itu raport mu di tipe-x yang bagian "tanpa keterangan"?
Saya : ooo, itu mam salah guru ku karena ada teman sekelas yang namanya mirip-mirip jadinya tulisnya 18 kali. (Padahal emang kenyataannya seperti itu, 18 kali tidak masuk karena masalah bolos ataupun malas ke sekolah karena telat pergi sekolah saja)
Mami : Nanti mami tanya saja sama Ibu Guru (kebetulan Wakasek kami kenal sama mami).
Saya : ok mam. (Harap-harap cemas)

Setelah kejadian itu saya jarang bolos, takut ketahuan sama mami juga dan mau kenaikan kelas juga jadi lebih agak serius dan juga sudah pemilihan jurusan.

2. Pemilihan Jurusan

Waktu pemilihan jurusan sebuah momok yang agak menakutkan buat saya karena di berikan 2 pilihan antara jurusan Perhotelan ataupun jurusan Usaha Jasa Pariwisata. Disatu sisi guru-guru di perhotelan asyik punya karena mereka memang orang industri dan cara mereka mengajar seperti santai tapi kena banget pelajaran. Sampai pernah ya pas praktek saya bisa hapal semua jenis gelas, piring dan sendok sesuai dengan pemakaiannya. Yang menurut saya itu cukup susah bagi teman-teman lainnya.

Namun karena saya senang lihat para kakak kelas yang melakukan tur maka fix saya memilih ini. Program dari jurusan Usaha Jasa Pariwisata ini antara lain pas kenaikan kelas 2 maka kita akan ada tour ke Bali saat itu ya, terus pas kelas 2 kami melakukan magang di travel agent ataupun airlines yang notabene kantornya itu ada di dalam kota yang biasa disebut kantor kota dan di Bandara. Ini paling favorit kebanyakan, karena jaman-jamannya kita dulu kalau pulang terus ada foto sama artis sudah kayak hal yang wooow banget. Hahahaha dulu bahagia semudah itu. Dan pas kelas 3 kami akan melakukan tour BOSOWA (Bone, Soppeng dan Wajo) dan juga ke Toraja. Berasa kehidupan itu cuma jalan-jalan terus.

Ada cerita menarik ketika akan ke Toraja  

--------------------------------------------------------------------

Saat akan berangkat ke Toraja kami di bebaskan untuk memilih untuk mobil mana yang akan kami naiki, karena terdiri atas beberapa bus. Maka saya bersama geng, memilih untuk di mobil yang belum ada naiki. Karena kami tidak begitu banyak, ternyata ada teman yang mau ikut di mobil kami. Setelah grasak grusuk kami pun minta dia untuk pindah.

Yul, pindahmi ke mobil lain. Begitu desak kami
Ihhh masalahnya ndak ada yang mau semobil sama saya. 
Ihhh sama, kita juga ndak mau. Balas kami serempak.

Pulang dari Tour

---------------------------------------------------- 

Icha, bawakan ini untuk temanmu yang itu. (Benda dalam Bungkusan)
Apa ini pak? Tanya saya ke Pak Guru
Hmmmm diam-diam saja, Tawas itu untuk temanmu yang tidak mau kalian temani di mobil itu hari. Jelas Pak Guru
Sayapun tersentak dan ketawa terbahak-bahak.


3. PKL (Praktek Kerja Lapangan)

Kalau ini adalah part yang paling suka saya ceritakan. Saat itu saya magang di travel agent, dan karena pekerjanya adalah alumni dari sekolah jadi bawaannya malah lebih tegas bukan malah leha-leha. Dimulai dari angkat telpon pelanggan, cara reservasi dan issue tiket tentunya dan juga cara bersikap ke pelanggan. Secara pelanggan tuh ada yang banyak maunya. Setelah selesai PKL di Travel maka sayapun kembali ke sekolah tapi cuma sekitar 1 minggu sayapun di panggil Kepala Sekolah untuk ikut PKL di Airlines. Senang dong ya karena di percaya untuk bisa kembali ke Industri lagi. Di Airlines memang cuma 1 saja penerbangan yang di kuasai tapi apalah saya dulu bahkan pernah salah issued tiket pesawat dan akhirnya penumpang marah-marah. Galau gak tuh? Tapi syukurnya banyak yang membantu sehingga permasalahan itu terselesaikan. Catatan buat saya mulai saat itu saya menjadi lebih teliti lagi dalam make sure ke pelanggan dan berguna setelah saya benar-benar kerja.

Mau tau cerita tentang Ainhy Edelweis tentang Masa SMA? Kalian bisa baca disini








31 comments:

  1. Sekolah SMA dibolehin pakai highheels ?.
    Sekolah dimana sih itu, kak ?.
    Aku baru tau infonya.

    Oow oww .. , dulunya ternyata cewwk tomboy ... hehehe ..., kayak Tomb Rider gitu yaaa ... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aturannya mengharuskan setiap siswa pakai high heels untuk cewek dan cowoknya pakai fantofel.

      Aduh masih jauh lah kak dari aksinya dari Angelina Jolie.

      Delete
  2. Sejak SMA udah pisah dari ortu ya? SMAnya di mana, Cha?

    ReplyDelete
  3. Milih pariwisata yahh, kereen. Skrang sektor pariwisata benar2 sangat berkembang pesat, bahkan bnyk yg buka usaha dalam sektor ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amat sangat banyak, tapi butuh maintenance biar tetap bertahan. Karena ada yang hanga trend kak 😊

      Delete
  4. high school never end memang di kak klo di ceritakan kembali pasti langsung ketawaketawa ngakak,
    saya jg dulu suka main dwarnet buka friendster dan biasa sampe lupa waktu hahahah

    ReplyDelete
  5. Itu kos-kosan yah berarti jauh dong dari orang tua. Betewe, saya selalu kagum sama orang yang cepat mandiri. Tinggal di rumah sendiri, masak sendiri, nyuci sendiri, apa-apa sendiri. eh mirip lagu dangdut hihihi

    ReplyDelete
  6. Dari bit awalnya, pilihan potongan lagu yang diambil saya sudah bisa menebak dari masa mana cerita ini berlangsung. Masa lalu di sekolah menyenangkan untuk diingat. High School never end

    ReplyDelete
  7. "tiada masa paling indah, masak-masak di sekolah' adalah lirik lagu kami dulu. maklum anak perhotelan :D

    ReplyDelete
  8. Saya tahu ini sekolahnya hahaha. Pas ke sana juga saya kaget, Lah? Ini anak sekolah kenapa boleh pakai high heel ya? Hahaha

    Ternyata, satu sekolah Kakanchu .

    ReplyDelete
  9. woke..
    yang senang panjat tembok..
    wkwkwkwk..
    kalau saya jaman kuliah paling seru mbak, lebih berasa hidup.. hehe..

    ReplyDelete
  10. Pekerjaan yang berkesan yang sudah saya jalani adalah menjadi karyawan hotel dan travel.

    Hospitality industry memang msnyenmenyen untuk yang punya dasar melayani, membahagiakan orang lain beda rasanya ^^

    ReplyDelete
  11. Saya justru merasa masa sma adalah masa-masa paling membosankan *eh mungkin krn sy nggak menemukan hal yang menarik aja semasa SMA😅 bolos pun kayaknya nggak pernah

    ReplyDelete
  12. Pekerjaan yang berkesan yang sudah saya jalani adalah menjadi karyawan hotel dan travel.

    Hospitality industry memang msnyenmenyen untuk yang punya dasar melayani, membahagiakan orang lain beda rasanya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul mamie lily, hospitaly industry menyenangkan bertemu dengan orang banyak

      Delete
  13. Kayaknya PKL bisa dibuatkan postingan sendiri kak �� walau sekolahnya beda-beda kayaknya masa-masa SMA itu paling seru untuk dikenang saat transisi menjadi dewasa

    ReplyDelete
  14. Cerita semasa SMA memang nd pernah berakhir 😁 btw kak Icha jg pernah bolos di 😂 oiya pnsrnka dgn kisah cinta monyetnya ini 😁

    ReplyDelete
  15. Padahal saya menunggu cerita cinta-cintaannya gank, hehehe... Oh sekolah di perhotelan gitu di, pantas bingung ka waktu bilangnya ke sekolah pakai highheels. Tooss sesama yang suka manjat tembok 🙌

    ReplyDelete
  16. Masa sma adalah masa paling indah. Beberapa tahun setelah lulus SMA, ungkapan ini terasa makin benar :D

    Cerita tidak pernah habis, dari cerita cinta-cintaan hingga kenakalan-kenakalan tipis masa sma hihi.

    ReplyDelete
  17. Pas masuk SMA sudah mandiri jauh dari keluarga. Saya jugaa rasakan bagaimana survive saat SMA yang jauh dari keluarga, apalagi pas di tanggal tua hahahha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha iyye kak nah, ada itu drama pinjam stok indomie di tempatku

      Delete
  18. ini pasti anak SMK **tooss*** tapi saya jurusan informatika. hehe

    ReplyDelete
  19. Asal Palu ? sama dong mba hehehe.

    Masa SMA masa yang penuh nostalgia kata orang2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul bang.

      Orang Palu juga toh, tos dulu kita bang.

      Delete
  20. Kebanyakan masa-masa SMA adalah masa yang susah dilupakan karena banyak kenangan indah, meskpipun itu tentang kenakalan tapi tetap lucu kan ya, hehe.

    Tapi buat saya tidak. Memori saya waktu SMA justru paling nge-blang alias sebagian besar sudah lupa. Paling ingat tuh justru saat SD, seperti baru kemarin aja :).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga masih ingat masa SD apalagi saya masih temenan sama mereka jadi sesekali jadi bahan lelucon kalau ingat masa itu

      Delete
  21. di sekolah ku nggak ada sistem praktek sih hehe

    tapi tetep aja masa SMA emang yang paling berkesan sih

    Tiada masa paling indah~
    Masa masa sekolaaah~

    ReplyDelete
  22. Hahaha, boloosssss..
    Saya jarang bisa bolos, soalnya pagar sekolah tinggi, sulit banget dipanjat hahaha.

    Saya dulu di STM, asyiknya sih bisa ikutan kejar mobil pick up buat nebeng pulang, naik truck juga pernah.

    Gak ada feminim2nya.
    Tiap minggu manjat2, praktek pasang atap, plafon dll.
    Entahlah mengapa saya dulu sekolahnya kayak tukang bangunan haha

    ReplyDelete
  23. Kalau ingetin masa SMA pasti banyak kenangan yang tersimpan rapih mbak, yaa salah satunya bolos dan naik tembok hahaa... Dan yang paling berkesan tentunya ada teman deket yang tidak bisa dilupakan :)

    ReplyDelete