Tuesday, 26 February 2019

5 Tipe Pengendara Motor Gede

Mungkin, baru mungkin ya sih ini, jadi bagi sebagian pria ketika mengendari motor gede alias moge akan menambah standart ketampanannya. Dengan model motor gede yang sudah di modifikasi dengan beragam aksesoris, seperti ada bagasi tambahan yang terletak di bagian belakang sadel kemudian kaca spion dengan aneka model, knalpot dengan suara yang bikin greget, velg yang sudah diganti hinggal menggunakan helm full face beserta jaket kulit merupakan ciri-ciri pria menggunakan moge.

Mari kita bahas satu persatu tentang 5 Tipe Pengendara Motor Gede

1. Moge dengan bunyi knalpot gede

Saya punya seorang teman yang lumayan sering mengantar jemput saya ke kantor karena kampusnya hampir bersebelahan, hingga setiap pulang ataupun akan berangkat kantor akan berbarengan kami.

Suatu kali saya sedang menunggu untuk di jemput pulang kantor, tiba-tiba ada teman sayapun nyeletuk seperti ini :
"Cha, itu temanmu baru juga depan gerbang kantor 
sudah ketahuan kalau dia datang hanya dengan bunyi knalpotnya" 
 begitu ungkapnya

Dan sayapun hanya bisa ketawa cekikikan.

2. Moge dengan Warna Mencolok

Kalau ini lain soal, jadi Honda kan mengeluarkan motor dengan warna Orange yang membuat kita akan tahu letak motor itu walaupun di parkir agak jauh karena menurut kabar motor jenis ini limited edition dan kebetulan saat launching teman sayapun membelinya. Sampai suatu kali si mami datang ke kamar setelah siram bunga sambil ngomong 

"Cha itu temanmu yang kerja di kantor Pos datang, katanya mo jemput" 

Bergegas saya lari ke depan, sembari bertanya-tanya teman saya yang mana kerja di Kantor Pos dan alamak itu sih bukan motor milik orang Kantor Pos tapi itu teman saya yang datang. Ya kali si mami mikirnya cuma orang Kantor Pos pakai motor warna orange. Wkwkwkwkwk
Sumber Gambar : Motorsport.com

3. Moge dengan Knalpot yang Ngagetin

Ini nih hal yang paling gak saya suka kalau model mogenya pakai knalpot yang ngagetin sedikit-sedikit bawaannya mau meletus. Sudah kayak Mercon aja, tinggal atur gas sedikit terus di rem maka akan tiba-tiba bunyi. Boooom. Kaget dan kadang jadi latah. Bete!

Jadi pernah ada kejadian nih, dari jauh teman sudah melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi dan begitu mendekati lampu merah dan mengerem kendaraan hingga tiba-tiba meletus lah knalpot itu. Saya kaget kan, tapi orang yang dibelakang kami kaget karena naik becak motor (bentor).

 Huffffttt.. Langsung deh ngomel-ngomel sepanjang jalan kenangan lah saya.

4. Moge dengan Sadel bagian belakang Tinggi dan Seiprit

Duuuuuh beneran deh naik motor kayak gini bakal terPR buat saya, selain saya badannya kecil sehingga ketika naikpun harus memegang pundak pengendara sayapun harus berdiri dengan tegap agar tidak bersentuhan dengan punggung lelaki. Sampai-sampai saking sewotnya pernah ya minta di jemput naik motor matic saja atau naik taxi ketimbang naik mogenya.

Sumber Gambar : Kawasaki

Sunggu sangat membuat badan pegel karena  ditambah sadel seiprit mesti punya pertahanan kaki yang bagus belum lagi kalau mereka bergaya ala pembalap itu perbanyak istigfar saja sambil tangan menahan di punggung mereka mirip-mirip adegan "Memberi Tenaga Dalam" hahahahha

5. Moge standar tapi kelakuan macam Pembalap

Yang pakai motor gede itu kadang mengibaratkan mereka seperti pembalap yang ada di luar sana seperti Marquez, Valentino Rossi dkk. Lihat tikungan sedikit bawaanya langsung badan ikutan bungkuk seperti para pembalap sedang balapan di Sirkuit. Alamakjang, sungguh aku yang ketakutan karena kalau keseret kan serem juga kayak para pembalap itu. Sampai pernah request ke mereka kalau ada belokan tolong badan sama motornya tidak usah mengikuti alur soalnya badan saya sudah kaku. Parahnya lagi mereka suka mengendarai mogenya dengan kapasitas yang maksimal. Sehingga saya harus sering-sering mengingatkan ke mereka. Dan mau tau balasan mereka?

"Cha ini motor sport, ya harusnya melaju dengan kecepatan maksimal dong"
Dan saya hanya bisa bengong di  belakang.

Sumber Gambar : Okezone Sport
 Kalau kamu punya pengalaman naik moge yang kayak bagaimana?

Thursday, 21 February 2019

7 Tempat Holywork Yang Wajib di Kunjungi Saat ke Ambon

Cha, dokumen untuk kelengkapan Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) sudah selesai?
 Begitu kira-kira pertanyaan si Bos saat selesai jam istirahat.
Ada beberapa yang masih kurang pak, tinggal menunggu email dari Kantor Pusat saja.
Begitu terang saya kala itu.
Ok, kalau begitu Minggu jadi berangkat ke Ambon. Siapkan dokumen dari sekarang.
Lanjut Si bos.

Begitulah percakapan bagaimana saya bisa sampai ke Ambon untuk ketiga kalinya. Sebenarnya ada perasaan malas, karena cuaca yang sangat tak menentu membuat hati bergetar juga. Tapi kuatkan hati dan minta di doakan sama si mami, Alhamdulillah sampai di Ambon juga.

Setelah sampai, saya pun masih sempat diskusi dengan Unit Ambon terkait dokumen yang akan saya bawa tentunya ke salah satu BUMN untuk di kumpulkan.

Sayapun memilih untuk nginap di Le Green Suite Waihaong saja. Jangan pikirkan Suite seperti hotel bintang 5 yang ada kamar suite nya, tapi ini lebih ke pelayanan yang ramah dari pegawainya.

Le Green Waihaong lokasinya dekat dari berbagai tempat sehingga tanpa di antar sama orang kantorpun, saya bisa jalan sendiri. Nah ini dia tempat yang saya kunjungi dalam rangka Holywork kemarin dan buat kamu yang Solo Traveling pun bisa coba alternatif dari saya ini.

1. Bakso Solo Hebring

Semua orang tentunya suka sama makanan yang satu ini, dan menurut saya Bakso Solo Hebring merupakan tempat makan yang enak. Selain rasanya yang gurih serta dagingnya yang terasa banget kalau menurut percampuran dagingnya lebih banyak daripada tepungnya membuat enaknya. Kalau makan di Bakso Solo Hebring seperti makanan prasmanan karena kita bisa memilih bakso yang kita suka, mulai dari Bakso Kotak, Bakso Bulat, Bakso Tahu, Bakso Kasar, Telur, Kerupuk, Mie Bihun, Mie Kuning. Selain itu, ada menu Ayam Lalapan juga.


Tempat bakso ini masuk dalam kategori tempat makan yang di coba menurut hasil pencarian di Google. Harganya juga tidak begitu mahal sekitar 60ribuan dengan 2 Porsi Bakso dan 2 Air Mineral sudah membuat perut kenyang.

2. Air Terjun Arbes

Medan menuju Air Terjun Arbes ini bisa membuat orang biasa akan berpikir berkali-kali karena untuk mencapai lokasi air terjunnya cukup memakan waktu sekitar 15 menitan dengan melewati semacam hutan, jalan setapak yang hanya bisa di lalui satu orang jadi ketika ada orang yang datang dari arah berlawanan harus berhenti atau salah satu harus melewati semak tanpa jalan setapak itu. Ditambah dengan banyak bebatuan yang besar yang di lalui jadi harus berhati-hati agar tidak tergelincir yang mengakibatkan luka.
 
Para Pemuda Ingin Difoto dengan Gaya Seperti ini

Nama Arbes sendiri diambil dari kepangan dari Air Besar karena disini airnya cukup deras dan juga air terjun ini di manfaatkan oleh warga sekitar untuk di pakai sebagai kebutuhan sehari-hari semisal mencuci sehingga saat saya sedang kesana ada banyak sampah-sampah bekas sabun cuci, sabun mandi, sampo dan lebih hebohnya ada kemasan sampah bumbu masak.  Sayangnya waktu ke sini sedang kemarau sehingga air terjunnya tampak kurang deras. Namun airnya masih hijau seperti air dari telaga gitu dan cukup dalam juga untuk kita berenang (seperti foto)

3. Patung Christina Martha Tiahahu

Ada yang tahu sama tokoh yang satu ini? Ya benar, Beliau merupakan tokoh Pahlawan dari daerah Maluku. Jadi ingat masa SD dulu ketika di suruh ingat nama-nama tokoh pahlawan di tiap daerah dan yang paling kena saat itu dari Maluku adalah Christina Martha Tiahahu dan satu lagi yaitu Thomas Matulesi.


Letak Patung Christina Martha Tiahahu berada di Kantor DPR Provinis Maluku tepatnya di bagian belakang. Disini kita bisa menikmati  Sunset di ketinggian namun saat saya datang sedang terkunci sehingga kami berpindah ke tempat lain jadinya.

4. Kopi Sibu - Sibu

Waktu googling pertama kali tempat yang wajib di kunjungi di Ambon salah satunya tempat ngopi ini, Kopi Sibu - Sibu. 



Di Kopi Sibu - Sibu kita dapat menikmati Kopi Hitam yang ditambahkan Kacang Kenari dan juga Goraka mereka menyebutnya, atau di bahasa Indonesiakan adalah Jahe. Sudah kebayang rasa Kopi dicampur Goraka dan Kacang Kenari? Udah jangan di bayangin, tapi di coba gih. Kalau saya yang suka Kopi dengan campuran susu tentunya tidak cocok selera, masih belum bisa diterima di lidah.Rasa Pahit dari Kopi bertemu dengan Jahe yang ada sensasi Hangat dengan taburan Kacang Kenari tentunya di luar kebiasaan dan ketika ditambahkan gula rasa kopi malah semakin aneh dengan rasa manis dari gulanya itu.

Ketika baru bertandang ternyata banyak bule juga disini itu yang terpikir pertama kali masuk, dan g disambut dengan alunan live music yang suara penyanyi sangat bagus dan merdu. Disajikan lagu lawas ataupun lagu asli Ambon membuat sayapun ikut menghentakkan kaki dan sesekali ikut bernyanyi.

5. Nasi Kuning depan Mesjid Al-Fatah

Mungkin makanan khas dari tiap daerah di Wilayah Timur adalah Nasi Kuning. Ketika di Makassar ada namanya Nasi Kuning Bagadang, di Palu pun ada Nasi Kuning Sis Aljufri yang buka sampai tengah malam, di Tenate juga ada Nasi Kuning, dan di Ambon pun tak luput Nasi Kuning Ambon.

Kalau di seputaran Mesjid Al-Fatah Ambon banyak terdapat penjual Nasi Kuning mereka ada yang buka pada pagi hari dan ada juga yang buka ketika menjelang malam. Namun saya memilih Nasi Kuning yang tempatnya seperti di gang yang sempit dekat lampu merah. Rasanya gurih kaya dengan rempah ditambah dengan sesendok kentang goreng yang di iris kecil dan tipis, bihun goreng kecap dan sambel menambah cita rasanya. 

Untuk pilihannya ada Daging, Ikan Garo Rica, Telur dan Perkedel Kentang. Semuanya enak, tapi saya kali ini memilih Ikan Garo Rica.

Oh iya, ada yang unik disini. Sambil menikmati enaknya Nasi Kuning kalian bisa menikmati lagu barat lho karena Lampu Merah disini Unik. Setiap Lampunya Merah maka akan terdengar alunan lagu dan ketika Lampu sudah berubah menjadi Hijau maka musiknya akan berhenti sehingga tanpa terasa saya pun ikut bernyanyi. hahahaha

6. Lapangan Pattimura


Letak Lapangan Pattimura Ambon berada di depan kantor Gubernur Ambon, Balaikota dan juga Tugu Perdamaian. Lapangan Patimura ketika saya datang cukup ramai dengan ada beberapa anak sekolah sedang bermain basket, juga petugas bersenjata yang sedang menyisir lokasi dikarenakan ada Ibu Presiden dan Wakil Presiden ke Kota Ambon saat itu, dan juga yang lucu adalah ada sepasang muda mudi yang janjian ketemu di Lapangan Pattimura itu.

Ada ceritanya yang sepasang muda mudi ini ketemuan, ceritanya mereka baru ketemu lho. Si cowok yang berbaju hitam kelihatan segar karena lagi jogging menambah machonya, dan si cewek yang kelihatan menggunakan celana pendek dan baju berwarna hitam pula. So sweet banget kan.  Duuuh jadi pengen balik gilaaak kayak dulu deh. Percakapannya seperti ini :

Kak Edo kah? Begitu si cewek bertanya.
Beta yang kemarin chat kakak.
Terus di cowok jawab apa hayo?
---------------------------------------------------------
Iyo beta Edo, tong duduk dulu di bangku situ bacarita daripada badiri


Segeralah saya meninggalkan mereka dan kembali memotret sekitar lapangan yang luas itu. Sambil ikutan tertawa dalam hati, ternyata masih ada yang kayak jamanku dulu waktu masih main di miRC. 

7. Pantai Mardika


Lokasi Pantai Mardika Ambon dekat dari Lapangan Pattimura, lebih tepatnya di kawasan Terminal Pasar Mardika dan juga kawasan Pelabuhan Ambon. Hampir mirip dengan Pantai Losari di Makassar, karena hampir berdampingan antara kapal bongkar muat dan perahu milik nelayan. Di sekitaran situ banyak terdapat penjual hasil bumi terutama buah-buahan yang sedang musim seperti Durian dan Manggis. Sayangnya saya tidak begitu lama karena angin cukup kencang dengan kecepatan 7km/jam seperti yang tertera pada papan penunjuk ditambah hujan gerimis membuat saya ingin cepat sampai ke hotel.

Cerita Tambahan

-------------------------------------------------

1. Makan Durian

Nah kalau edisi cerita tambahan ini, mau saya ceritakan tentang makan buah-buahan tepatnya. Yang pertama saya mau bahas adalah Makan Durian. Ini merupakan salah satu buah favorit saya, kalau cuma makan 1 biji itu rasanya nanggung banget. Di Ambon sendiri Durian musimnya pada bulan April, namun karena saya berkunjung pada Bulan Februari sehingga belum begitu banyak yang jual.

Makan Durian Ngemper depan Toko Orang
Terlihat seperti di foto saya di atas, tentunya kalau di kota besar lainnya akan ada tempat makan atau semisal lapak. Namun kalau di Ambon jangan harap ada, mereka menjual di emperan toko orang atau malah di bawah pohon. Jadi kalau ingin membeli langsung di bawa pulang ke rumah, dan mungkin jarang ada yang makan di tempat jadi mereka ngemper lokasinya.

2. Makan Buah Gandaria 

Pertama kali lihat buah ini ketika melintas dari Bandara menuju kota, dan awalnya saya pikir itu adalah Jeruk Baby. Namun setelah saya arah balik mau ke Bandara maksudnya, di beritahukan bahwa buah yang berwarna Kuning itu namanya adalah Buah Gandaria.


Langsung deh buru-buru minta berhenti karena saya ingin membelinya. Selama ini taunya Gandaria itu Mall yang ada di Jakarta. hahahaha. Gaswat juga kan. Buah Gandaria ini bentuknya bulat seperti pentolan bakso seharga Rp.1000,-. Rasanya seperti buah Mangga dan dominan Asamnya tapi bikin nagih sih sampai di dalam Pesawat pun saya masih makan buah Gandaria ini. Cara makannya pun persis seperti buah Mangga, yaitu kulitnya di kupas saja. Sayangnya buah Gandaria ini cuma ada di beberapa wilayah di Indonesia, yaitu di daerah Sumatera dan Maluku tentunya. 

Sampai di Bandara ketemu seorang Ibu yang juga petugas Bandara dan bertanya seperti ini :
Dek, berapa harga sekantong itu?
Rp. 20.000,- jawab saya saat itu 
Balas Ibu itu : Mahal sekali, kalau di Morela cuma Rp. 5.000,-/kantong
Aduh Ibu kalau saya ke Morela lagi lebih ongkos lagi. Balas saya lagi
--Dan kami pun tertawa bersama--

Wednesday, 20 February 2019

Mudahnya Membuat Paspor di Kantor Imigrasi Sulawesi Selatan

Akhirnya Jadi Juga
Kalau ada yang bilang susah membuat paspor, jangan mudah percaya. Biasanya orang kan nakut-nakutin dan tentunya bisa jadi malah mengambil manfaat dari situ. Tapi gak perlu risau ataupun gundah gulana, berikut langkah-langkah yang bisa kalian lakukan dan praktis tentunya pengisian datanya :

Langkah yang harus di lakukan antara lain :

-------------------------------------------------

1. Yang pertama kali harus di lakukan adalah melakukan pendaftaran secara Online di http://www.imigrasi.go.id karena setiap yang datang kesana tanpa mendaftar pastinya tidak akan dilayani melainkan disarankan untuk langsung mendaftar secara online. Tentunya membuat kita ribet ketika sudah berada di tempat dan akan buru-buru. Pengalaman saya mendaftar 1 Minggu sebelumnya di karenakan menyiapkan datanya membutuhkan waktu dan juga biasanya di Minggu yang sama sudah full kuota ataupun sudah banyak yang mendaftar sehingga akan lama berada di sana, bisa jadi malah setengah hari berada di Kantor Imigrasi.

2. Setelah kita terdaftar maka langkah selanjutnya yaitu memilih lokasi untuk pengurusan paspor. Nah kalau di Makassar ada 2 lokasi yang bisa kalian pilihm yaitu di Jl. Perintis dan di Jl. Alauddin. Setelah memilih lokasi pengurusan, akan ada jadwal yang bisa kamu tentukan sendiri seperti tanggal akan mengurus dan juga waktu pagi hari atau siang hari akan pergi.

Kemudian, akan ada barcode yang muncul dan kamu diharuskan untuk memprint agar di tunjukan ke Petugas Imigrasi  untuk proses pengantrian.

3. Persiapkan data. Untuk kamu yang notabene adalah membuat paspor maka yang persyaratkan untuk membawa 3 item ini:
    a. Kartu Keluarga Asli dan 1 Lembar Foto Copy-an
    b. KTP Asli dan 1 Lembar Foto Copy-an
    c. Akte Kelahiran Asli dan 1 Lembar Foto Copy-an

Untuk perpanjangan paspor cukup membawa Paspor Lama Asli dan juga Kartu Keluarga Asli terkhusus paspor yang di keluarkan pada tahun 2009. Kalau tidak sempat foto copy, jangan khawatir ada tempat ATK di sebelah gedung.

Proses ketika berada di Kantor Imigrasi

---------------------------------------------

Sesampainya di kantor Imigrasi pilihan kamu tentunya, silahkan ambil antrian dahulu ke Satpam yang standby karena mereka sudah mempunyai daftar pembuat paspor. Lalu nanti akan dipanggil serta di periksa kelengkapan berkas,kalau sudah sesuai dan tidak ada yang kurang maka akan di keruangan Foto dan Wawancara. Disini saya mengantri agak cukup lama, sekitar 2 jam karena tiba sekitar jam 09.00
Setelah menunggu dengan perasaan agak tak menentu, gelisah yang tak jelas akhirnya di panggil antrian saya juga.

Begitu selesai wawancara, maka kita akan segera di foto dan membawa pulang seperti resi yang menginformasikan harga pembuatan paspor sebesar 355rb dan juga bank / kantor pos dimana kita bisa membayar. Maka 3 hari setelah pembayaran, paspor dapat di ambil dan di pakai tentunya.

Sekedar informasi nih, prosesnya cuma 3 hari kok setelah pembayaran jadi saya rasa kalau tidak begitu urgent dalam waktu seminggu sebelum berangkat bisa pakai yang reguler saja. Kecuali sudah urgent bisa menghubungi pihak calo yang dikenal. Biayanya bervariasi setahu saya sekitar 500-850rb. Pilih sesuai kebutuhan saja.

Monday, 11 February 2019

Mengenang Masa Indah di bangku SMA


Dapat challenge dari Ainhy Edelweis cerita tentang masa-masa di SMA, sama seperti lagu yang liriknya "masa-masa paling indah adalah masa-masa di sekolah" apalagi itu waktu SMA dimana lagi puber-pubernya aku. Tapi kali ini bukan cerita tentang drama percintaan kok, akan di bahas pada edisi berikutnya saja.

Saat SMA merupakan awal terjadi perombakan akan gejolak gejolak jiwa muda. Dimana kala itu saya baru pertama kali pindah ke kota yang lebih besar, yaitu Makassar. At least lebih besar dan ramai dari Palu, Sulawesi Tengah. Sebelumnya pun saya termasuk cewek yang tomboy. Kalau cuma masalah panjat pagar sekolah ataupun sekedar berantem dengan teman sekolah itu sudah hal biasa banget dan tiba-tiba berubah menjadi feminim.. Ceileeeee.. Setidaknya pas sekolah saya menggunakan high heels. Ada yang bisa tebak saya sekolah dimana? hehehehe

Berikut ini adalah teman-teman sekelas yang menyemarakkan masa remaja ku di SMA dan terdiri atas Mayang orang Bulukumba, Eka dari Pontianak, Dian dari Pomalaa, Sulawesi Tenggara dan  saya sendiri tentunya. 

1. Bolos

Setiap pulang sekolah, kebiasaan kami berempat adalah nongkrong di Cafe Net. Ini merupakan tempat warnet yang populer di sekitar Jl. Pettarani karena termasuk kencang buat browsingnya, lokasinya tepat berada Telkom Pettarani Makassar. Jadi tidak ada alasan untuk lemot jaringannya.

Ada yang ingat pertama kali main di warnet biasanya ngapain? Kalau kalian main mIRC, berarti kita seangkatan atau bisa di atas saya #MenolakTua. Biasanya kalau kami main di Cafe Net sampai lupa waktu, pernah saking serunya main internet sampai di kasih warning sama operator karena sudah waktunya mereka pulang dan kami masih pakai seragam sekolah. Terus tahu-tahu depan pintu kost sudah di sambut sama anaknya Ibu kost yang bertanya saya habis dari mana karena kenapa saya pulangnya malam, maka dengan sedikit berbohong saya mengatakan habis kerja tugas di Cafe Net. Amanlah hari itu.

Lain lagi ceritanya kalau hari Sabtu, tentunya karena merupakan hari bertugas saya membersihkan di kost. Maka pulang dari sekolah saya langsung membersihkan rumah dan mencuci perlengkapan alat masak memasak kemudian dilanjut dengan acara mencuci pakaian. Setelah semua beres maka saya akan segera bergegas untuk bersiap-siap untuk nginap di rumahnya Eka karena kalau di rumahnya kami akan bebas pulang agak malam karena kebiasaan kami sering makan di cafe yang berjejer sepanjang Tanjung Bunga sampai batas Jembatan CCC dan mungkin sekarang kalau di ingat itu cuma seperti warung biasa saja yang mana menu setiap cafe saat itu sama saja, sayangnya sekarang tidak akan menjumpainya dikarenakan sudah dibangun sebuah Rumah Sakit.

Kehidupan remaja saya tidak cuma itu saja, tentunya ada drama bolos dari sekolah juga dong. Ada satu cerita yang masih saya ingat ketika terima raport dan karena raport harus di tanda tangan sama orang tua maka saya pun membawanya ketika pulang ke Palu. Setelah saya serahkan ke Mami untuk di tanda tangan. Dan tiba-tiba sayapun di panggil ke kamar. Beginilah percakapaan saat itu.

Mami : Cha kenapa itu raport mu di tipe-x yang bagian "tanpa keterangan"?
Saya : ooo, itu mam salah guru ku karena ada teman sekelas yang namanya mirip-mirip jadinya tulisnya 18 kali. (Padahal emang kenyataannya seperti itu, 18 kali tidak masuk karena masalah bolos ataupun malas ke sekolah karena telat pergi sekolah saja)
Mami : Nanti mami tanya saja sama Ibu Guru (kebetulan Wakasek kami kenal sama mami).
Saya : ok mam. (Harap-harap cemas)

Setelah kejadian itu saya jarang bolos, takut ketahuan sama mami juga dan mau kenaikan kelas juga jadi lebih agak serius dan juga sudah pemilihan jurusan.

2. Pemilihan Jurusan

Waktu pemilihan jurusan sebuah momok yang agak menakutkan buat saya karena di berikan 2 pilihan antara jurusan Perhotelan ataupun jurusan Usaha Jasa Pariwisata. Disatu sisi guru-guru di perhotelan asyik punya karena mereka memang orang industri dan cara mereka mengajar seperti santai tapi kena banget pelajaran. Sampai pernah ya pas praktek saya bisa hapal semua jenis gelas, piring dan sendok sesuai dengan pemakaiannya. Yang menurut saya itu cukup susah bagi teman-teman lainnya.

Namun karena saya senang lihat para kakak kelas yang melakukan tur maka fix saya memilih ini. Program dari jurusan Usaha Jasa Pariwisata ini antara lain pas kenaikan kelas 2 maka kita akan ada tour ke Bali saat itu ya, terus pas kelas 2 kami melakukan magang di travel agent ataupun airlines yang notabene kantornya itu ada di dalam kota yang biasa disebut kantor kota dan di Bandara. Ini paling favorit kebanyakan, karena jaman-jamannya kita dulu kalau pulang terus ada foto sama artis sudah kayak hal yang wooow banget. Hahahaha dulu bahagia semudah itu. Dan pas kelas 3 kami akan melakukan tour BOSOWA (Bone, Soppeng dan Wajo) dan juga ke Toraja. Berasa kehidupan itu cuma jalan-jalan terus.

Ada cerita menarik ketika akan ke Toraja  

--------------------------------------------------------------------

Saat akan berangkat ke Toraja kami di bebaskan untuk memilih untuk mobil mana yang akan kami naiki, karena terdiri atas beberapa bus. Maka saya bersama geng, memilih untuk di mobil yang belum ada naiki. Karena kami tidak begitu banyak, ternyata ada teman yang mau ikut di mobil kami. Setelah grasak grusuk kami pun minta dia untuk pindah.

Yul, pindahmi ke mobil lain. Begitu desak kami
Ihhh masalahnya ndak ada yang mau semobil sama saya. 
Ihhh sama, kita juga ndak mau. Balas kami serempak.

Pulang dari Tour

---------------------------------------------------- 

Icha, bawakan ini untuk temanmu yang itu. (Benda dalam Bungkusan)
Apa ini pak? Tanya saya ke Pak Guru
Hmmmm diam-diam saja, Tawas itu untuk temanmu yang tidak mau kalian temani di mobil itu hari. Jelas Pak Guru
Sayapun tersentak dan ketawa terbahak-bahak.


3. PKL (Praktek Kerja Lapangan)

Kalau ini adalah part yang paling suka saya ceritakan. Saat itu saya magang di travel agent, dan karena pekerjanya adalah alumni dari sekolah jadi bawaannya malah lebih tegas bukan malah leha-leha. Dimulai dari angkat telpon pelanggan, cara reservasi dan issue tiket tentunya dan juga cara bersikap ke pelanggan. Secara pelanggan tuh ada yang banyak maunya. Setelah selesai PKL di Travel maka sayapun kembali ke sekolah tapi cuma sekitar 1 minggu sayapun di panggil Kepala Sekolah untuk ikut PKL di Airlines. Senang dong ya karena di percaya untuk bisa kembali ke Industri lagi. Di Airlines memang cuma 1 saja penerbangan yang di kuasai tapi apalah saya dulu bahkan pernah salah issued tiket pesawat dan akhirnya penumpang marah-marah. Galau gak tuh? Tapi syukurnya banyak yang membantu sehingga permasalahan itu terselesaikan. Catatan buat saya mulai saat itu saya menjadi lebih teliti lagi dalam make sure ke pelanggan dan berguna setelah saya benar-benar kerja.

Mau tau cerita tentang Ainhy Edelweis tentang Masa SMA? Kalian bisa baca disini








Lomba Cerdas Cermat di TVRI Sulawesi Selatan


Hi semuanya saya sedang ingin membagikan kegiatan saya di bulan Februari ini menjadi tim hore hore di TVRI Sulawesi Selatan.


Acara yang telah berlangsung itu adalah Acara Cerdas Cermat K3 tingkat Provins dimana kegiatan ini memperingati bulan K3 yang jatuh pada bulan Februari. Nah kantor saya sudah sering mengikuti lomba K3 sejak 4 tahun terakhir dan tahun kemarin kami di percaya untuk penjadi panitia.

Suasana Off Air - Eksis
Jadi kemarin (7/2) begitu sampai di ruangan kerja dan belum sempat melepas penat sejenak dan tiba-tiba langsung di ajak keluar kantor. Padahal sebelumnya saya juga baru tiba dari kantor Imigrasi. Begitu lihat Pak Kepala Cabang sudah ada di depan lobby, maka mau tidak mau saya pun bergegas segera menuju ke lobby dikarenakan juga acara di mulai pada jam 16.00 sedangkan kami jalan tadi sudah jam 15.20.

Tim Juri
Perjalanan memakan waktu sekitar 20 menit dari kantor, dan begitu tiba kami langsung diarahkan  me studio untuk mengambil tempat dan dikasih arahan mengenai aturan sebagai penonton dilarang menyalakan nada dering handphone karena akan mengganggu jalannya acara dan juga diberitahukan yel-yel yang diberikan oleh pembawa acara nantinya dan juga yel-yel dari masing-masing kantor yang di briefing sama koordinato. Berasa kayak penonton bayaran *LOL*. hahahahaha

Kalau di lihat dari TV, Cakep Kan?

Begitu acara sudah On Air, maka para peserta acara Cerdas Cermat pun maju satu per satu mewakili kantornya masing-masing yang terdiri atas 3 Tim yaitu dari PT. Semen Tonasa, PT. CAS dan kantorku tentunya dan memperkenalkan diri dan di iringi oleh tim hore-hore seperti kami yang memeriahkan acara perkenalan.

Babak pertama berupa pilihan jawaban benar atau salah, membuat saya dan teman disamping sempat deg-degan karena tim lawan sempat unggul 200 poin, tapi kantor saya pun bisa menyamai nilainya karena ketika tim lawan salah maka bisa di lempar ke tim lainnya dan pada babak pertama kami menang poin selisih 400poin. 


Bukannya malah makin santai, tapi kami para tim hore-hore makin riuh karena pada babak kedua tim lainnya mulai berkejar-kejaran nilai dan puncaknya pada babak ketiga dimana pada awalnya kami berspekulasi cuma akan ada 15 pertanyaan saja dan bisa di pastikan kami juara tapi setelah sekian lama dengan keriuhan kami para supporter ketiga tim ini merasa ada yang janggal kenapa makin banyak pertanyaan dan ternyata sudah melewati 15 pertanyaan dan menurut informasi ada pertanyaan sekitar 80 yang disiapkan karena mengejar tayang dengan statusiun TVRI di Jakarta dan akhirnya kantor kami keluar sebagai Juara 1. 


Maka kami semakin riuh dan meneriakan kembali yel-yel " K3, Sucofindo Ahlinya". Setelah menerima Hadiah, kami semua menyempat diri untuk berfoto-foto dengan Para Juri dan MC serta peserta dari kantor lainnya.

Semoga tahun depan, kami masih bisa mempertahankan juara 1.

Sunday, 3 February 2019

Cerita Fiksi : Dibalik Cerita Terbelinya Goldenfil 6Kg


Siang itu di meja Resepsionis, terjadi percakapan yang cukup serius antara saya dan sebut saja teman saya ini adalah dince.

Anunya sapa ini dince di bawah kakimu? Sambil tunjuk bungkusan

Oh.. Anunya kak Erni itu. Murahnya lagi di belikan, masa' cuma 55rb baru sudah dapat 1Kg makanya pesan 4Kg. Ujar dince dengan muka serius semacam orang lagi kasih penjelasan ke calon prospek

Astaga murahnya, kita nanti beli juga ya. Tinggal tanya kak Erni saja dimana tempatnya beli ini Goldenfil. Begitu Lanjut Icut


Dan pada keesokan harinya terjadi kehebohan dengan kedatangan Goldenfil pesanan orang kantor yang bernama Ibu Siti. Dia menceritakan kalau temannya menjual Goldenfil ini dengan sangat murah. Saking murahnya kita seruangan yang terdiri atas saya, kak Erni, Eki, Heri, dan Tutun kompak bertanya harganya berapa. Maklum kebanyakan para cewek menilai sesuatu dari harga. 

Dengan entengnya bu Siti berkata, murah kok saya belikan cuma 75rb sudah dapat 2Kg. Ya kalau dibagi 2 berarti harga perkilo cuma 37,5rb/Kg lebih murah daripada punya Kak Erni padahal kemasan, dan isinya sama persis. Akhirnya kami semua memutuskan untuk membelinya per kg sambil mencari pasangan karena memang harus di beli sepaket yang isi kemasannya masing-masing 1Kg.


Karena saya tidak mendapatkan teman, saya putuskan menghubungi Dince di meja Resepsionis untuk ikut berpartisipasi dalam pembelian Goldenfil. 

Maka terjadilah percakapan seperti ini diantara kami berdua.

Diiii, ayo beli Goldenfil murah di tempatnya Ibu Siti. Begitulah ajakan saya kala itu di telpon.

Kemudian Dince membalas kalau di tempatnya nini yang teman kantor kami juga lebih murah harganya, cuma 45rb/kg.

Astagaaaa lebih murah lagi di tempatnya Ibu Siti. Terang saya dengan rasa semangat.

Berapakah harganya? Tanya Dince kembali.

Kembali dengan semangatnya, sayapun menjawab, kalau harganya CUMA 37,5rb/Kg.

Dengan nada kaget, Dince berkata stugeeeet ternyata ada lagi yang lebih murah lagi.

Kalau begitu saya pesan 1 juga. Lanjut Dince cepat

Ceklek... telpon di tutup dan sayapun order Goldenfil sebanyak 6Kg pada akhirnya.


Nb:
1. Jangan remehin cewek, walaupun bukan Sarjana Ekonomi kita paham prinsip jual beli.

2. Semakin murah semakin seru

3. Yang enak itu yang murah terus bagus, apalagi Gratis



Friday, 1 February 2019

Lopis Jajanan Masa Kecilku


Dengan berkembang pesatnya teknologi, salah satunya membuat kita jadi melek akan kehadiran Internet. Dan banyak orang yang memanfaatkan kehadirannya untuk membagi berbagai macam informasi, termasuk berbagi informasi tentang makanan. Mulai dari resep makanan atau bahkan restaurant yang menyajikan hidangan tersebut.

Kalau kalian Tim Cari Resep atau Tim Cari Restaurant? Kalau saya bisa dipastikan jadi Tim Cari Restaurant saja deh, soalnya bakat bukan di masak memasak. Tapi kalau cuma sekedar masak yang ringkas pasti bisa dong, maklum mantan anak kost.

Nah waktu saya pindah ke Makassar, dimana belum secanggih itu untuk browsing dari handphone melainkan harus antri di Warnet dulu dan mulai berselancar di dunia maya dan referensi makanan belum banyak yang ulas, hanya mengandalkan cerita dari mulut ke mulut.

Salah satu makanan favorit saya yang termasuk kategori cemilan adalah Lopis atau bisa disebut juga Cenil. Membuat saya bernostalgia tentang masa kecil ketika berada di Poso dengan makanan jajanan ini. Dulu setiap ikut mami ke Pasar pasti menyempatkan untuk makan Lopis di lorong kecilnya itu. Campuran antara getuk dan lopisnya yang disajikan dengan cairan gula merah serta kelapa parut menambah rasa manis tanpa membuat eneg. 

Sayangnya setelah pindah ke Makassar beberapa tahun pun belum ketemu yang jualan Lopis, sampai pada akhirnya ke rumah teman disajikan Lopis dan saking excitednya tanya ke si tante dimana belinya dan sejak saat itu saya ketika melintasi daerah Pasar Senggol menyempatkan untuk mampir beli untuk sekedar bisa mengenang masa itu.

Cerita tentang makanan favoritmu apa? Ada yang sama kah dengan saya yang suka Lopis?


Ini cerita seru lainnya Kak Ery tentang Kuliner tentunya 
dan baca juga cerita fiksi tentang kuliner dari Ainhy Edelweis