Sunday, 11 August 2019

Nekat Trip ke Gili Trawangan Cuma Sehari

Sunset depan Villa Coral Floral Gili Trawangan
Cha, yakin sendiri?Cha, ndak takut?Cha, jadi janjian sama pacar disana?Nah kalimat terakhir yang paling sering di tanyakan, mereka berpikiran seperti itu padahal  sebenarnya saya kan lagi jomblo. Wkwkwkwk. Dan entah kenapa setiap traveling emang kondisinya lagi tidak punya pasangan. Sedih? Gak kok, malah ketemu teman baru dan bakal pacar baru sih. Tapi dari itu semua saya memang suka jalan walaupun sendiri terlepas dari kata Mager alias Males Gerak yang terkadang selalu membuat saya lebih banyak di rumah. Sekalinya keluar rumah jadinya malah keluar kota. Hehehehe. Itu sih kata si mami.Nah trip ke Gili Trawangan ini sebenarnya mendadak dan nekat, karena saya memutuskan ke sini tepat seminggu sebelum hari H. Niat awal browsing hanya ingin mencari travel yang menyediakan water sport terus tau-taunya malah nyasar ke dunia perblogan tentang penyebrangan ke Gili Trawangan dari Bali. Baca-baca tentang cerita para Blogger membuat saya tertarik untuk mengunjunginya. Maka saya mulai mencoba untuk hubungi travel agent untuk menanyakan biaya penyebrangan dan juga pengantaran dari hotel ke Padang Bay yang merupakan tempat penyebrangan di Bali, begitupun sebaliknya setelah kembalinya dari Gili Trawangan. Gak cukup itu saja, saya pun harus mencari penginapan yang sesuai budget selama berada disana. Saya pun memilih menggunakan AirBNB untuk mendapatkan harga yang lebih murah dan gunakan link ini aja untuk daftar. Prosesnya cepat jugaSetelah fix tanggal berangkat saya ke Bali maka memastikan kembali ke travel agent untuk membooking kapal yang akan membawa saya ke Gili Trawangan. Sayangnya 1 (Satu) hari sebelum saya berangkat sudah ramai dengan berita gempa yang ada di Ternate dan Manado yang menurut info masih satu lempengan. Maka saya mulai deg-degan juga karena tahun 2018 Lombok habis kena gempa dan Gili Trawangan pun ikut kena imbasnya membuat saya harus beberapa kali minta untuk dapat memastikan bahwa disana aman-aman saja. Syukurnya si Bli Putu sabar menghadapi saya dan membuat kekhawatiran saya hilang dengan memastikan bahwa jadwal keberangkatan pada hari sebelum keberangkatan saya aman dan kalaupun cuaca tidak mendukung pasti akan di kabarin dan tidak akan diberangkatkan. Dan bagusnya lagi travel tempat Bli Putu, kita dapat membayar biaya penyebrangan setelah dijemput dan untuk saya sih ini termasuk safety tanpa harus kerugian uang kalau seumpama tidak jadi. Tapi jangan jadikan ini alasan kalian cancel kapanpun kecuali memang ada hal yang tidak di inginkan. 
----------------------------------------------------------------------------------------------

Pada hari keberangkatan, saya sudah dijemput di Hotel sekitar jam 06.30 karena akan menjemput 2 orang lagi di tempat sekitaran Kuta juga. Sayangnya saat itu kami harus menunggu seseorang sampai hampir sejam namun tak kunjung ada dan berujung kami terlambat sampai di Pelabuhan Padang Bay sehingga harus menunggu kapal datang 4 jam lagi. Sungguh hari yang berat menurut saya karena dimulai terlalu pagi dan bingung harus kemana sedangkan kalau keluar lagi tentu memakan waktu dan ongkosnya cukup mahal mengingat ojek online tidak di ijinkan masuk ke daerah sini. Maka saya putuskan untuk berjalan seputar tepi pantai dan mengambil beberapa foto. Tanpa terasa waktu menunjukan waktu sudah jam 12.30 tentu perut keroncongan, ingin beli makanan ternyata harganya cukup mahal dan membuat saya sedikit berpikir kalau lebih baik saya memakan cemilan yang ada di tas daripada mesti keluarkan uang disini. Tips saya bawa cemilan sebanyak-banyaknya karena perjalanan menuju Pelabuhan Padang Bay sekitar 90 menit dan menuju ke Gili Trawangan juga memakan waktu sekitar 90 menit. Cukup lama bukan?
Dan akhirnya kapal datang juga pada jam 13.30. Mau tau apa yang saya pikirkan saat sedang menunggu naik ke kapal? Yeah, cuma saya yang jalan sendiri dan juga asli orang Indonesia. Bisa dibayangkan? Serasa ini ada di luar negeri. hahaha.  Saat akan naik ke Kapal, saya dibantu sama seorang bapak yang awak kapal dari Semaya utnuk membawa koper saya di masukan ke dalam kapal. Langsung berasa ketemu orang baik itu masih ada ya. lebay gak sih? Atau mungkin Bapaknya kasian ada cewek cantik mungil dan sendirian harus membawa koper. hihihihi.. Setelah semua penumpang dengan tujuan Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air naik maka berangkatlah kami semua. Kebetulan sebelah saya itu cewek dari Jepang meskipun bahasa kami terbatas kami bisa bercakap-cakap sebentar karena dia juga berangkat sendiri tapi tujuannya ke Gili Air.
----------------------------------------------------------------------------------------------



Begitu tiba di Gili Trawangan saya pun merasakan aura yang berbeda, lokasinya yang memang berada di sebuah pulau membuat merasakan ini tempat yang tepat untuk berlibur dengan tenang (ini versi saya lho) pantasan banyak yang menyarankan untuk minimal stay 3 hari sedangkan saya terlanjur memesan cuma sehari sungguh membuat saya menyesal dan juga merasa harus balik lagi ke Gili Trawangan.
Setelah turun dari kapal kalian akan ditawarkan untuk menaiki Cimodo atau yang biasa kita sebut Dokar atau Andong dan mengantarkan kalian ke penginapan. Namun karena saya sendirian, tentu cost yang akan di keluarkan menjadi besar, tarif yang ditawarkan sekitar 100rb tapi buat kalian yang bawaannya banyak dan lebih dari 2 orang bisa sharing cost sih. Maka saya memilih jalan kaki menuju penginapan mba Bulan yaitu Melati Cottage. Letaknya juga lumayan jauh dari pelabuhan tapi ini alasan saya karena tidak ingin terganggu dengan hiruk pikuk Party. Dan sepanjang perjalanan menuju penginapan para penduduk lokal sering menyapa saya sehingga membuat saya merasa tambah betah dengan situasi seperti ini. Gak kalah juga, sesama wisatawan pun saling melempar senyum.  



Dengan berjalan kaki sekitar 10 menit, maka tibalah saya di penginapan yang membuat saya sedikit kaget karena ternyata lokasinya tidak persis di depan pantai. Menurut si Bapak yang mengantarkan saya ke bungalows bahwa dulu seperti itu namun karena gempa itu yang bagus di bagian belakang itu. Setelah mendengar itu membuat kekecewaan saya terobati ditambah melihat kamar saya yang bagus, iya beneran bagus buat yang honey moon sih tapi rasanya back to nature. Kamarnya juga dilengkapi dengan AC dimana saya tak takut kepanasan setelah berjalan-jalan dari luar. Setelah tiba dikamar, saya menggunakan pakaian yang nyaman untuk bersepeda keliling pulau. Disini kalian bisa menyewa sepeda dengan harga sekitar 50ribu selama sehari dan bagusnya di Melati Cottage ini disediakan sepeda yang masih bagus dan pastinya remnya masih berfungsi.. hahahaha karena saya sudah lama tidak sepedaan tentunya merasa agak takut sih.


Waktu sudah menunjukkan waktu pukul 16.30 sayapun bergegas untuk mencari Sunset sambil duduk di pantai rasanya pasti romantis, sebelum mengayuh sepeda saya sempatkan untuk menyeruput kelapa muda yang disajikan mba Bulan sebagai welcome drink. Hitung-hitung bakar kalori juga maka saya langsung bergegas ke arah tempat Sunset yang begitu terkenal itu. Lagi asyik sepedaan, sok asyik tepatnya karena pegeul juga kaki ngayuh, eh ketemu si Ibu yang jualan nasi maka sayapun bergegas  turun dari sepeda dan bertanya isinya apa, dan syukurnya isinya nasi ayam bukan si ngoks itu soalnya kalau ada pasti saya tidak makan lagi. Berasa berat juga kali ini tripnya ngalah-ngalahin waktu ke Malaysia kemarin deh hanya karena perkara makanan.
Setelah membeli nasi ayam kepikiran untuk makannya nanti setelah balik saja dari lihat Sunset, tapi perut sudah tidak terkondisikan lagi, maka saya bertanya ke pembeli lainnya dimana tempat untuk cuci tangan dan dengan ramahnya memberikan saya tumpangan di Villa tempatnya kerja agar saya bisa makan menggunakan sendoknya saja dan makan dengan tenang. Sungguh saat itu juga saya merasa ketemu orang baik lagi. Di Villa tempat mas Vicky, begitu dia mengenalkan dirinya sangat bagus untuk yang kesini bersama keluarga atau honeymoon karena benar-benar jauh dari hiruk pikuk Party. Sangat nyaman sekali dan tidak perlu jauh-jauh lihat Sunset cukup depan Villa sudah tersajikan. Amazing banget deh. Oh iya harga nasi ayam ini cuma 15K dan masih cukup hangat nasinya. Sungguh terasa nikmat deh.


Setelah kenyang dan berbincang-bincang sebentar dengan mas Vicky tentang keadaan Gili Trawangan, sayapun melanjutkan perjalanan mengejar Sunset ke bukit. Tapi sayang karena kenyang dan capek, sayapun balik arah dan mampir ke tempat mas Vicky karena kebelet buang air kecil. wkwkwkwk. Eh disitu malah ngobrol panjang dan ditawari kalau stay masih nambah sehari akan diajak berjalan-jalan dan juga akan dibantu untuk dicarikan penginapan yang murah, namun itu tidak mungkin Sheyeng karena hotel di Bali menantiku untuk pulang.
Karena hari semakin gelap, sayapun berpamitan ke mas Vicky untuk kembali ke Melati Cottage dan minta panduannya bagaimana sampai lagi. Tapi nyatanya saya hampir hilang karena melewati semacam hutan dan juga tidak penerangan, syukurnya ada si Mas Dani yang menawarkan bantuan unutk mengantarkan, kebetulan dia yang punya stand pernak pernik sekitar situ juga dan akan kembali ke rumahnya. Sungguh kebetulan kan?

Salah satu Restaurant di Gili Trawangan

Begitu sampai di penginapan saya memutuskan untuk mandi, akibat kegerahan seharian ini yang menurut saya benar-benar membuat saya capek ditambah tiba-tiba dari semalam saya sudah flu. Maka setelah mandi sayapun guling-guling cantik tapi rasanya masih kurang sreg masa cuma di kamar saja, jadinya sayapun keluar dan berjalan kaki ke arah pasar malam dan melewati bar yang sangat membuat saya ingin masuk dan bergoyang menikmati musik namun merasa under estimate sendiri, sehingga sayapun mengurungkan niat dan melihat sepintas saja. Setelah puas berjalan-jalan, sayapun berhenti di sebuah kios Kebab untuk mengisi perut dan nyatanya isinya sangat banyak mengingat harganya 85K pantas saja mahal. Gilee aja kan? padahal di Makassar kebab 35K sudah mahal menurutku. wkwkwkwk. Saat makanpun bertemu mas Dani lagi, maka kamipun bercerita juga tentang kehidupan malam di Gili Trawangan bahwa setiap harinya ada jadwal Bar yang akan mengadakan acara tertentu dan itu bergantian Bar. Sayapun tak heran dikarenakan saat itu ada sekitar 3 Bar yang punya pengunjung sangat ramai dibanding yang lain, tentunya di selingi oleh Games Ping Pong Glass. Ada yang tahu? Kalau belum, cari di google aja ya 😆


Villa Ombak Sunset

----------------------------------------------------------------------------------------------



Keesokan paginya, saya dibangunkan dengan suara telpon dimana saya memang minta dibangunkan untuk melihat Sunrise tapi dasar badan tidak bisa diajak kompromi sayapun kembali tidur dan saat benar-benar bangun makin terasa sakit di bagian badan terutama di bagian paha atas rasanya sakit banget karena sepedaan kemarin. Sayapun memaksakan diri untuk tetap sepedaan tapi tidak sanggup malahan sempat hampir nabrak kucing dan jatuh. Jadinya saya duduk depan pantai sambil menikmati breakfast dan berjemur kayak bule tapi sayangnya saya masih takut panas. Maklum lah hari itu memang lagi terik-teriknya dan saya lupa pakai sunscreen.
Begitu selesai sarapan sayapun memutuskan untuk kembali penginapan untuk bergegas mengemasi barang-barang karena akan pulang ke Bali. Lebih cepat dari perkiraan karena rencana awal saya balik sore jam 2 namun dikarenakan kondisi tidak memungkinkan alias terlalu capek jadinya saya memilih untuk segera pulang kalau semakin lama maka sampai Balipun akan kemalaman dan akan tepar.
Sayangnya saya kesini tidak menikmati snorkling di spot ketiga Gili ini, dan juga snorkling untuk melihat penyu padahal diajakin sama Mas Dani. Tapi sudah lah lebih penting itu adalah kesehatan dan keselamatan diri. Benar kan? Apalagi perginya sendirian, jadi protection terhadap diri sendiri itu terasa lebih ketimbang saat sedang beramai-ramai.

Gili Gelato

Namun tak lupa sebelum pulang sayapun mampir sebentr ke Gili Gelato yang terkenal tempat yang wajib di coba kalau ke sini. Ya walaupun menurut saya rasanya tetap es krim biasa dengan berbagai rasa. Sebenarnya penasaran sama rasa Rum Raisinnya tapi kan ada kadar alkoholnya sayapun skip dulu deh dan memilih rasa Brownies saja.
Tak lama setelah melaporkan ke agent Semaya, kapalpun datang. Sungguh short trip yang menyenangkan bisa sampai ke Gili Trawangan meskipun mendadak masuk dalam rencana.
----------------------------------------------------------------------------------------------1. Pastikan dijemput tepat waktu agar tidak ketinggalan kapal, rencana bisa berantakan
Pengalaman Traveling ke Malaysia Sendirian Catatan saat ke dan di Gili Trawangan
2. Belum nemu penginapan? Nih no. Mas Vicky 085961441240 / 082359259256. Harganya bisa dapat yang 150K/ Malam lho katanya. Atau kalau mau nginap di Villa Coral Flora tempat kerjanya juga bisa langsung kontak deh.
3. Harga makanan disini itu kalau mau Dinner ala-ala di pinggir pantai sekitar 300K tapi bisa buat berdua sih. Yang mau makan hemat juga sebenarnya ada nasi bungkus harganya pun affordable sekitar 15K saja, cari saja di daerah pasar ada yang jualan. Gorenganpun ada
4. Harga penyebrangan sekitar 200K kalau kamu langsung ke Pelabuhan Padang Bay, tapi karena saya di jemput di daerah Kuta maka saya membayar seharga 500K mengingat lokasi yang jauh juga dan diantarkan kembali ke hotel. Info beli tiketnya bisa hubungi Bli Putu 085253756873.

Friday, 24 May 2019

Review Acne Scar Treatment Selama di Arayu Aesthetic Clinic Makassar

Setelah tahun lalu terakhir saya melakukan perawatan berupa Laser CO2, dan tahun ini dimulai dengan Dermapen. maka saya akan mereview selama melakukan treatment Acne Scar di Klinik Arayu. Totally sudah 3 kali saya melakukan treatment dengan rincian 2 kali untuk Dermapen dan 1 kali untuk Laser CO2.

Perbedaan dari Dermapen adalah kulit wajah kita akan dilukai menggunakan alat yang menyerupai pulpen dengan isi jarum dan bekas lukanya berupa bintik-bintik yang dihasilkan dari jarumnya itu. Rasanya seperti apa? Biasa saja apalagi kita telah di anastesi. Hanya yang agak mengganggu wajah kita mengeluarkan darah dan harus menunggu keesokan harinya baru di bilas maka akan terasa gatal dan juga sedikit perih setelah anastesi hilang. Tapi itu cuma beberapa jam saja. Yang pasti wajah menjadi merah. Fungsi dermapen ini adalah membentuk jaringan baru dengan cara di lukai.

Sedangkan Laser CO2, adalah laser yang merangsang kolagen rasanya juga cuma cekit-cekit saja apalagi sebelumnya wajah kita di anastesi. Bentuk lukanya kotak-kotak karena sesuai dengan model mesinnya.

Jadi kalau ada yang tanya, bagusan mana? Maka saya akan bilang Laser CO2 namun setelah itu ada lagi yang bertanya murah mana diantara keduanya? Maka saya akan jawab Dermapen agak lebih murah sedikit. Dan ketika ada yang tanya lagi diantara kedua ini yang paling efektif dan sakit, maka saya hanya bisa menjawab mending di coba saja daripada kebanyakan nanya. *Mendadak Jutek*

Dan setelah itu saya akhirnya membongkar album di handphone tranformasi saya selama setahun ini treatment di Klinik Dr. Ayu, Arayu. Buka apa-apa juga, karena sudah banyak orang yang menegur bahwa ada perubahan setelah saya melakukan treatment.

Ini foto saya ketika berada di Jakarta, kelihatan kan kalau cerahnya sinar mentari tak sebanding dengan wajahku yang saat itu menurut saya asli super gak nyante banget kan? hiks..hiks.. sampai gak berani posting foto ini.

Terus di foto kedua ini, saya saat pertama kali melakukan Dermapen. Yang merah-merah itu memang wajah saja bukan hasil editan.

Foto ketiga menunjukan saat saya selesai Laser CO2 dengan wajah yang bengkak gitu. Udah pipi yang chubby tambah lagi bengkaknya. Ammpun deh yah, rasanya kok gini banget kalau mau cantik.

Dan foto keempat adalah hari keempat saya melakukan Dermapen lagi. Kelihatan hitam kan dan tentunya ketika di pegang rasanya kasar dan kering. Tapi di bantu dengan krim yang diberikan oleh Dr. Ayu membantu cepat prosesnya.

Dan terkahir ini adalah transformasinya saya setelah melakukan 3 treatment tersebut. Kelihatan kan hasilnya?

Namanya juga mau cantik, ya memang harus kayak gini. Bahkan harus menyediakan waktu, karena sekali berkunjung bisa sampai 4-5 jam kalau kalian berada di urutan 1-20 karena saya sendiri jujur sampai 7 jam dengan antrian nomor antrian ke 29. Gak kebayang deh capeknya Dokter yang menghadapi pasien yang 100an lebih.

Tapi kalau hasilnya sudah signifikan begini membuat saya menjadi jauh lebih pede daripada sebelumnya. Walaupun as always Confidence.

Thursday, 23 May 2019

Traveling : First Time Keluar Negeri dan Solo Traveling Pula

Rencana awal keluar negeri ini sebenarnya sudah ada dari bertahun-tahun yang lalu sejak kenal seorang teman, sebut saja dia Aa. Profesinya memang mengharuskan dia untuk sering-sering bepergian terutama bagian Middle East, alias Arab dan sekitarnya. Kalau cuma ke Malaysia dan Singapura semacam naik angkot saja bagi dia. Minimal sebulan sekali, sehingga membuat saya kadang iri. "Kapan saya bisa ke sana ya", itu terus yang ada dalam benak saya kala itu.

Sampai suatu ketika tahun 2018 tepatnya setelah lebaran. Si Aa cerita habis dari Malaysia dan Singapore karena urusan kerjaan sih memang, tapi makin memotivasi saya untuk pergi juga minimal salah satunya. Dan tiba-tiba di dukung oleh seorang teman lagi, yang suka traveling memberikan  kontak salah satu temannya di Malaysia. Senang gak tuh? Kayaknya mendukung banget semesta ini.

Langsung niat untuk bikin perpanjangan passport pada saat itu, tapi tak di nyana malah batal pergi karena ada kerjaan diluar kota saat itu dan gagal deh. Namun awal tahun 2019 ini teman ada yang berangkat, membuat saya teringat akan kejadi beberapa bulan lalu bagaimana antusiasnya saya untuk berangkat dan akhirnya berhasil membuat Paspor kembali.

Cara Mudah Buat Paspor di Imigrasi 

Planning awal saya untuk traveling kali ini cukup nekat karena mengingat keluar Negeri yang Notabene pasti berbeda kebudayaan dan tentunya bahasa. Meskipun di Malaysia sendiri menggunakan bahasa Melayu, tapi jangan harap semua menggunakan bahasa Melayu yang ada malah menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa lingual agar tetap terjalin komunikasi.

Sampai saat saya mengutarakan keinginan saya untuk berangkat ke Malaysia membuat orangtua pun kaget. Bukannya apa secara keluar kota saja masih dikhawatirkan apalagi ini ke negeri orang yang masih sangat baru untuk kita. Dan mamipun berkata :

"Cha itu yakin mau berangkat? Nanti sama-sama mami saja berangkat." Atau kasih batal saja dulu mumpung masih lama berangkat.

Tapi apa dikata karena saya sudah membeli tiket dan tiketpun tidak bisa refund tentunya sangat rugi buat saya untuk membatalkannya. Akhirnya dengan berbagai macam wejangan dari si Mami sayapun berangkat ke Malaysia.

Ya walaupun saya sudah sering solo traveling, tentu beda juga rasanya ketika berada di negara orang. Apalagi adanya banyak perbedaan. Tapi so far gak bikin kapok juga, malah tambah penasaran dengan negara lainnya. 

Tentunya karena ini hal yang baru untuk berangkat, maka masih agak terasa asing terutama bagian Imigrasi untuk dari segi proses keberangkatan di Bandara dan juga tujuan yang akan kita kunjungi.

Maka akan saya bagi menjadi 3 bagian cerita tentang masing-masing hal di atas.

1. Imigrasi dan Bea Cukai

Hal yang satu ini membuat saya sedikit merasa takut karena di Imigrasi pada saat keberangkatan kita akan ditanya berapa lama akan berada di Negara tujuan, tujuannya apa, dan saya kemarin ditanya sama siapa disana dikarenakan saya kelihatan cuma sendiri saja. hehehehe..

Begitupun sebaliknya setelah saya kembali bertemu dengan petugas Imigrasi, namun kali ini tidak begitu tegang karena di ajak bercanda sambil bertanya pendapat saya tentang Malaysia.

Sedangkan bea cukainya tentunya akan memeriksa barang kita melalui scan Xtra Tray dan kalau-kalau ada yang tidak sesuai ketentuan seperti cairan maksimal sebanyak 100ml, jadi yang bawa air mineral ataupun habis dari Starbucks mending di habiskan terlebih dahulu baru masuk ke dalam gate. Tapi buat kamu yang memang sering minum air, ada baiknya bawa tempat minum kecil tanpa isi. Ingat tanpa isi ya, karena di dalam gate ada semacam Dispenser yang bisa gunakan. Meskipun begitu, ada juga semacam cairan yang lebih thick semacam sampo dan sejenisnya meskipun ukurannya 100ml ada kalanya di buang. Teman saya bawa Botol Saos pun mesti merelakannya karena tidak sesuai ketentuan. Jangan nawar dengan kata-kata, itu sudah mau habis atau gimana karena tetap akan di buang pada akhirnya. Sing sabar ya ndo.

Nah saya kemarinpun kena ambil juga petugas Bea Cukai meskipun teksturnya lebih ke pasta , tidak lolos juga. wkwkwkwk. Nambah pengalaman kan?

Abisnya ngeyel juga sih, padahal kan teman saya lebih tahu karena kerjanya di Airlines ini. Dasaaar.

Buat kita yang ada di Makassar, ada baiknya mendownload e-CD di Play Store untuk memudahkan proses pengecekan kita di Imigrasi Makassar tanpa harus menulis-nulis lagi di dalam Pesawat. Gampang banget caranya tinggal isi Customs Declaration (CD) dan langsung otomatis masuk data kita lho. Secanggih itu kan. Coba deh daripada repot antri.

2. Itinerary

Jadi itinerary itu amat sangat penting, tau dong kalau ke suatu tempat terus sampai disana gak tau mo ngapain kan buang-buang duit. Saranku sih mending di print itinerary yang kalian punya supaya mengingatkan jadwal yang akan kita kunjungi termasuk waktunya, kecuali kalian ingin wisata yang santai seperti saya. Dan pentingnya itinerary ini, bisa kalian tunjukan ke Imigrasi apabila mereka bertanya tujuan kita selama berada di sana.

3. Pelajari Bahasa Setempat

Walaupun saya kemarin hanya ke Malaysia dan menurut saya mereka menggunakan bahasa Melayu, tentu kita harus mempelajari bahasanya yang pada umumnya mereka gunakaan seperti petunjuk arah karena selama disana saya banyak bertanya mengenai arah. Terutama ketika kalian berada di tempat yang wisatawannya banyak lebih banyak yang menggunakan bahasa Inggris malahan. Syukurnya saya bisa walaupun masih agak belibet. Tapi akhirnya kami saling mengerti maksud masing-masing kok dan sayapun terbantu.

Namun buat kalian yang ingin ringkas bisa mendownload applikasi bahasa membantu kalian nanti berkomunikasi dan sebaiknya kalian download saat masih di Indonesia untuk memastikan applikasi bisa digunakan dengan baik.


Well, Happy Holiday





Wednesday, 22 May 2019

3 Hal Menarik Saat Jadi Sekretaris

Apakah kalian, pernah merasa seperti saya yaitu menuliskan kata "Sekertaris" seperti ini yang benar? Awal-awal sih saya tahu. Namun seiring berjalan waktu, tulisan yang benar adalah "Sekretaris". Kata ini berasal dari bahasa Inggris yang diambil dari kata Secret yang artinya rahasia.

Benar, salah satu tugas Sekretaris adalah menjaga kerahasiaan perusahaan. Itupun tertuang dalam surat perjanjian kerja kita kok bahkan siapapun yang berkerja dalam perusahaan tersebut. Bedanya adalah karena kita sebagai seorang Sekretaris tentunya orang terdekat dari Atasan akan mengetahui lebih banyak mengenai pekerjaan ataupun apa yang menjadi isu-isu hangat. Duuuh merasa seperti orang Politik mendadak 😆

Namun menjadi seorang Sekretaris tidak selalu berurusan dengan yang serius terus kok, malah ada beberapa pengalaman menarik yang saya alami dan merasakan itulah keseruan antara lain adalah : 

1. Banyak Kenalan

Menjadi seorang Sekretaris yang sering mengikuti rapat ataupun menghubungi klien membuat kita jadi dikenal banyak orang dan menambah relasi tentunya. Diluar kerjaan pun akhirnya kita menjadi teman dekat yang tidak selalu membahas tentang pekerjaan.

Jadi saya ada pengalaman, saat itu saya cukup sering ke tempat si Rangga untuk ikut rapat atau meminta data tertentu dan karena kita cuma beda sekitar 4 tahun sehingga tidak ada kecanggungan untuk kita kalau ingin ngobrol ataupun bercanda. Sehingga banyak yang bertanya kenapa bisa kami cepat akrab. Ternyata kami mempunyai kesamaan suka nonton.

Bahkan kami pun pernah jalan bareng ke Mall hanya untuk nonton. Hasilnya? kita serasa terciduk karena ada orang kantor yang melihat kami. Padahal kami hanyalah anak muda yang suka nonton dan hangout.

Lain lagi dengan si Dewi Sekretaris Direktur, walaupun kami hanya sering berkomunikasi via Gtalk. Tapi kesamaan kami adalah suka ngobrol. Kadang malah kesannya kita jadi curhat-curhatan tentang pacar masing-masing. Bahkan pernah saya membawakan dia Pisang Ijo ketika ada orang yang akan berangkat ke Jakarta.

2. Belajar Menulis

Karena lumayan sering surat menyurat baik untuk internal ataupun Eksternal melatih saya menggunakan bahasa yang baik ditambah hampir sering sebagai notulen rapat. Jadi harus menambah kosakata kata dan juga poin penting dalam hal yang ingin disampaikan. Bahkan saya ingat pertama kali punya blog ini karena atasan yang menyarankan saya untuk ikut kelas di salah satu learning centre. Ya walaupun saat itu saya hanya iseng juga untuk ikut dalam kegiatan ini dan hanya diajar kan cara membuat blog saja serta copy paste tulisan orang lain. Tapi tenang kok, saat ini saya tidak melakukan seperti itu. Hanya setelah Blog Walking membuat saya menemukan Ide-Ide baru dari para Blogger.

Seiring dengan ikutnya saya dalam bisnis Multi Level Marketing membuat saya membuat blog untuk mereview produk-produknya serta promo yang ada saat bergabung di bisnis ini. Tapi seiring berjalannya waktupun, saya mulai menuliskan hal-hal lain dan menemukan Niche sendiri.

3. Belajar bersosialisasi

Bagi saya yang seorang Introvert sudah tentu saya bisa secara mandiri walaupun itu harus pergi sendirian, tapi karena pekerjaan yang mengharuskan kita harus dengan mudah bersosialisasi dengan orang lain agar memudakan keperluan kita. Semisal kita butuh data dari salah satu perusahaan lain, maka dengan segera mereka segera mengirimkannya.

Ya walaupun awal-awalnya merasa malu dan takut salah ngomong, tapi pada akhirnya karena sering bertemu dengan orang akhirnya mulailah belajar bersosialisasi dan berbaur walaupun terkadang harus pakai cara SKSD. Pada taukan kepanjangan dari apa? Yuuup itu Sok Kenal Sok Dekat 😂 tapi daripada dianggap sombong dan jutek mending seperti itu. Ya maklum saja saya memang tampangnya gitu kelihatan dari awal apalagi kalau lagi serius. Makanya jarang ada mendekat hahahahaha. Tapi it's ok pada akhirnya kami bisa ngobrol hal ringan.

Kurang lebih itulah hal menarik yang bisa saya ceritakan ketika menjadi Sekretaris.

Sunday, 19 May 2019

3 Tipe Atasan Yang Bikin Kamu Jadi Sekretaris Berkualitas

Sekretaris merupakan salah satu orang terdekat Atasan karena mereka adalah orang yang sering berinteraksi secara langsung, terutama untuk diskusi terkait kendala pekerjaan.

Tugas seorang Sekretaris adalah membantu dan mengatur kegiatan dari atasan. Tugas-tugas seorang antara lain adalah menangani surat menyurat, mengatur jadwal atau urusan Atasan dengan pihak External maupun Internal Corporate, memberikan laporan terupdate terkait dengan berbagai informasi yang terkait dengan kinerja kantor, serta menjaga kerahasiaan kerjaan. 

Pengalaman saya menjadi seorang Sekretaris sekitar 3 Tahun dengan memiliki karakter atasan yang berbeda-beda membuat saya punya segudang pengalaman yang kadang kalau di ingat-ingat bisa membantuk saya seperti sekarang ini dalam dunia pekerjaan

1. Atasan Yang Sering Rapat

Literally seorang Atasan pasti melakukan rapat bersama dengan bawahannya untuk mendiskusikan progress dari pekerjaan yang mereka tangani, termasuk atasan saya ini. Kebetulan kami berada di Divisi Collection yang biasanya adalah menagih pembayaran atas jasa yang telah di gunakan sama klien / pelanggan. Namun tentunya sering terjadi kendala dengan tagihan ini. Mulai dari pencairan dana yang terlambat, ataupun koreksi tagihan berdasarkan pekerjaan. Sehingga harus sering dilaporkan sudah sejauh mana kami dalam menangani masalah ini.

Saya sebagai seorang Sekretaris sudah barang tentu akan menemani Atasan dalam rapat karena akan menjadi Notulen bahkan tak jarang saya harus membuat surat ke Pelanggan terkait dengan tagihan ini. Bahkan pernah saking seriusnya untuk membuat surat ke Pelanggan bisa sampai seharian karena menyangkut nominal yang di bayarkan.

Poin pentingnya adalah Dari sini saya belajar istilah-istilah dalam keuangan semisal, Adjusment dan lainnya. Dan tak lupa saya ingin memberitahukan bahwa saya bisa menulis surat yang baik dan pastinya harus memperhatikan titik, koma dan tanda baca lainnya. 

Tapi kalau sudah sampai seharian pasti ada jatah makan siang dan juga snack. Bahagianya kalau kerja ditemani cemilan gini, langsung segar bugar. hahahaha 😝

2. Atasan Yang Cepat Tanggap

Sudah menjadi tugas seorang Atasan juga untuk secepat meungkin menuntaskan suatu permasalahan, apalagi saat itu kantor saya itu adalah kantor Area yang membawahi bagian Indonesia Timur termasuk Denpasar. Jadi saat-saat seperti itu, saya pun di minta untuk sigap menyiapkan line  untuk teleconfrence dan ikut duduk manis mengikuti jalannya teleconfrence serta siap menjadi notulen. 

Jangan salah setelah menjadi notulen tidak begitu saja saya filling, tapi saya harus mencatat itu sebagai pekerjaan dari cabang dan akan meminta progres dari pekerjaannya sesuai dari deadline yang sudah di sepakati sebelumnya.

Ini merupakan tugas yang agak banyak karena dari masing-masing cabang akan saya email ke cabang dan serta sekretarisnya juga dan meminta mereka segera menindaklanjutinya, terlebih kalau progressnya dalam jangka panjang setidaknya seminggu sekali mereka harus mengupdate nya dan kembali ke saya dan harus saya olah data yang mereka berikan dan laporkan kembali ke atasan.

Bahkan pernah nih saya harus menghubungi salah satu Supervisor hanya untuk menanyakan sedang berada dimana dan akan dipanggil ke ruang atasan. Namun karena sudah mengetahui tabit dari atasan saya ini maka yang ada pertanyaan kayak gini "Cha, ada masalah apalagi ini sampai saya di hubungi?" dan saya hanya bisa menjawab sambil tertawa kalau mau rapat mengenai persiapan Rakor saja bukan lagi mau marah-marah. hahahaha

Poin pentingnya punya atasan seperti ini adalah membuat kamu selalu dituntut untuk juga gercep alias gerakan cepat dan belajar hal baru yang bernama To Do List. Ini merupakan hal-hal yang perlu di tindak lanjuti. Bikin merasa makin pintar deh, ini menurut saya lho 😊

3. Atasan yang Efisien

Berbeda dari atasan-atasan saya sebelumnya, kali ini Beliau mempunyai sifat yang efisien dalam hal baik kok. Gebrakan yang saya suka adalah Less Paper. Nah Beliau ini sudah dari sebelumnya booming gerakan ini sudah mengimplementasikan ke kami para bawahannya. Sehingga untuk disposisi suratpun menggunakan email saja saat itu dan hanya untuk surat ke External saja yang masih menggunakan kertas.  

Sehingga sekalipun saya saat cuti, ya iya saya akui saya sangat sering cuti saat itu tidak akan merasa ribet bila ada surat masuk ataupun keluar. Sungguh ku akui sangat suka bekerja dengan atasan seperti ini.

Dari ketiga tipe atasan kalian, yang mana hampir mirip?



Review : Innisfree Capsule Recipe Pack



Sekitar sebulan ini suka semua sama produk Innisfree terutama Green Tea Sleeping Mask nya yang bisa bikin muka kalian terasa lebih plumpy kenyal- kenyal gitu, langsung berasa ini produk bisa buat kulit kelihatan lebih muda rasanya. Ya karena mau memasuki usia 30th saya merasa membutuhkan produk anti aging yang bisa memperlambat tanda-tanda penuaan bahkan penuaan dini lebih tepatnya.

Tapi karena masih ada jerawat yang sesekali hinggap yang membuat saya harus memberikan perhatian ekstra, udah ngalah-ngalahin ke pacar sih rasanya ini. Jadi bawaannya harus di rawat supaya jerawat ini mengempes tanpa harus meninggalkan bekas. Ya walaupun kadang masih berbekas tapi tidak sehitam itu kok seenggaknya masih pede juga kalau jalan.

Cerita Belanja Innisfree pertama kali malah di Malaysia

Terus saya pun berkesempatan kemarin ke Jakarta cari toko Innisfree-nya, saya masih penasaran sama produk Korea ini yang mana bisa mencegah jerawat ataupun kalau ada setidaknya bisa ya itu tadi memperparah.

Saya pun memilih untuk menggunakan masker yang terdiri atas 2 macam, yaitu wash off pack yang di cuci setelah digunakan sekitar 10 menit dan yang tanpa perlu di bilas dan bisa di gunakan sebagai sleeping mask.

 1. Innisfree Capsule Recipe Pack Bija and Tea Tree                                    
Varian ini merupakan masker wash off pack. Seperti yang kalian ketahui manfaat dari Tea Tree adalah meredakan kemerahan pada kulit dan juga tentunya jerawat. Ya walaupun sempat takut tidak cocok dengan kandungan Tea Tree yang pada produk The Body Shop saya pernah saya coba. Hasilnya? ini tidak membuat jerawat kalian nambah, yang ada malah jerawatnya kempes tanpa membuatnya jadi "matang" juga fungsi dari Bija Oil yang memperbaiki kulit kita yang bermasalah.

Bija Oil sendiri berasalah  dari pohon Bija yang berasal dari Pulau Jeju dan telah berumur 500-800 tahun dan dianggap sebagai sumber alamai dan turun temurun. Semakin tua usia pohon maka semakin efektif kandungan yang bekerja. Sumber Innisfree. Jadi pengen main ke Jeju lihat nih pohon Bija yang sangat bermanfaat ini deh. Ajakin dong 😆

Klaim dari masker  adalah membantu menenangkan kulit serta menjaga kelembapannya dan kamu bisa membuktikannya sendiri. Seberapa bagusnya walaupun ukurannya traveling size. Saya menggunakan ini saat pulang kantor dan setelah itu lanjut melanjutkan Innisfree Capsule Recipe Pack Bija & Aloe.

2. Innisfree Capsule Recipe Pack Bija and Aloe
Masker ini berbentuk gel dan digunakan seperti Sleeping Mask. Klaim dari produk ini membantu menenangkan kulit sensitif serta menyediakan kelembapan yang cukup pada kulit. Jadi memang benar setelah saya menggunakan Innisfree Capsule Recipe Pack and Tea Tree kulit saya menjadi sedikit lebih kering sehingga saya menggunakan produk ini untuk kembali menghidrasi kulit saya agar tetap lembab karena mengandung ekstra Aloe. Tapi tenang, lembabnya tidak bikin lebay sampai kulit kalian jadi lebih berminyak atau plumpy.

So, selamat mencoba 



Monday, 6 May 2019

Buka Puasa di Myko Hotel Makassar


Saat masih awal-awal kerja, saya sangat jarang berbuka puasa di rumah. Bukan apa-apa, saya kerja ada shift siang dan juga kalau masuk pagi biasanya akan ada acara buka puasa berbagai travel ataupun Airlines dan bahkan lebih memilih untuk bergabung bersama teman-teman. Hihihihi. Tapi sekarang merasa  sudah bukan jaman lagi. 😂

Kalaupun ada acara kumpul-kumpul pasti saya mengajak keluarga saya, minimal ada Mami. Ya kalau saya mengajak Mami agar Beliau bisa mengenal teman-teman saya dan kebetulan Mami adalah orang yang mudah bersosialisasi maka dengan mudah ngobrol dengan teman-teman saya juga. Jadi merasa tidak ada masalah. Bahkan pernah saking seringnya saya mengajak Mami, maka teman-teman saya bertanya "Mami mana Cha? Begitulah adanya kalau lagi bareng mereka.

Kegiatan yang paling sering dilakukan saat berbuka puasa adalah ngabuburit bersama apalagi kalau ke Mall pasti bisa keliling dulu ngiderin persiapan buat Lebaran tentunya. Benar kan? Tapi sejak setahun terakhir saya malah merasa malas untuk masuk mall karena selain sesak kita harus membooking tempat minimal itu 2 jam sebelum buka atau kalau kita dalam acara grup harus jauh-jauh hari karena tempat di mall agak terbatas. Makanya saya hampir lumayan sering ke Hotel. Hmmm jangan salah paham ya, Hotel sekarang itu sering mengadakaan acara buka puasa dengan program yang bernama All You Can Eat. Itu sih kesukaan saya, bisa makan sepuasnya dengan harga yang tidak akan berubah sebanyak apapun itu dan berkali-kali nambah.

Puasa tahun lalupun saya mencoba beberapa Hotel yang kala itu juga mempunyai program All You Can Eat. Hitung-hitung mencoba taste di hotel itu karena saya belum pernah menginap di Hotel tersebut. Dan bagi saya Hotel itu selain Kamar yang nyaman, akan terasa lebih lengkap lagi kalau makanan yang disediakan enak juga. Saya termasuk yang suka makan enak sih. Kalian sendiri gimana, suka juga kan sama makanan enak?

Berawal dari keisengan itu, saya sering browsing menu apa yang dihadirkan apalagi kalau menunya itu Chinese Food atau Japanase Food, itu menu favorit saya. Terutama untuk Sushi dan Aneka Dimsumnya yang menggugah selera rasa dan penampilannya yang eye catching.  Kesukaan saya semua itu, dan saya bisa menghabiskan waktu sekitar 2 jam untuk makan. Kalau kalian bagaimana? Setelah beberapa kali mencoba akhirnya saya lebih sering menjatuhkan pilihan ke Myko Hotel Makassar.

Lokasinya sangat strategis, ada di dalam Mall Panakukkang dan juga Myko Hotel menyediakan 3 Restaurant untuk kalian yang pilih dengan menu berbeda-beda, Asian Food, Indonesian Food, Italian Food juga ada. Saya sendiri suka di Hana Restaurant karena banyak makanan Asian Food yang bisa di coba, tapi saya lebih ke Tim Manis jadi saya akan mengambil banyak kue tart slices, Ice Cream, Hot Chocolate, Dimsum isi Kacang Merah, Dimsum Isi Durian yang jadi andalan saya. Sayangnya tidak selalu tersedia. Ketika memasuki Restaurant akan diiringi dari instrumen yang menunjukan kalau teman Restaurant ini adalah Japanese dan suasanya tidak melulu gedung karena bisa melihat ke bawah yang merupakan lobby hotel dan juga mall, konsepnya ini yang All You Can Eat. Sedangkan di Ding Ho itu bayar 70rban sudah dapat 3 menu sekaligus. Jadi kalian bisa menentukan menunya sendiri.

Kalian sendiri sudah sering makan dengan yang Menu Makan Sepuasnya juga kah?






3 Hewan Peliharaan Yang Membuat Saya Sering Berhati Hati


Baca cerita kak Rey tentang Anjing bikin saya kepikiran untuk mengulik kisah lama. Ini juga bukan cuma sama Anjing saja, tapi ke hewan-hewan yang selalu berada di lingkungan sekitar bahkan merupakan hewan peliharaan para tetangga saya. Tapi ini semua ada awalnya kok yang membuat saya menjadi sedikit berhati-hati bila bertemu. 
-----------------------------------------------------------------------------------------------

Sumber Gambar : Google
Jadi dulu waktu saya masih Sekolah Dasar sering di titipkan di rumah mbah karena orang tua saya dua-duanya bekerja. Tetangga mbah mempunyai seorang anak, namanya Nok.

Nok ini berperawakan tinggi besar dan ceria tapi yang aneh saat itu dia kayak anak kecil tingkah lakunya. Di bandingkan saya tentu, kalau melihat Nok sudah seharusnya dia masuk SMP.

Sampai suatu saat saya bertanya ke si mbah kenapa Nok tidak pergi ke sekolah dan kalau kami bermain dia tidak menggunakan alas kaki dan mbah ku menjawab "Nok itu habis di gigit sama Anjing Rabies jadinya begitu" dan saat itu mulai merasa was-was sama Anjing karena sudah di peringatkan oleh mbah untuk tidak melewati rumah yang menjadi jalan pintas ke Mesjid. 

Tapi tak disangka-sangka saya melanggar itu dikarenakan pulang mengaji sudah sore dan saya akan dijemput, maka saya pun melintasi rumah itu. Padahal sebelumnya tidak terdengar suara apapun tapi tanpa di duga Anjing itu tiba-tiba menggonggong dan mengejar saya. Alhasil saya lari, menangis sambil teriak panggil nama Mami.. wkwkwkwk.. Mulai saat itu saya tidak pernah lagi lewat jalan pintas, trauma cuy..

Lain lagi cerita saat saya sudah segede ini di kejar sama Anjing. Bayangin segede gini masih juga di kejar Anjing, kan agak gak lucu juga walaupun lumayan sering di nasehatin sama Mami kalau ada Anjing untuk pura-pura ambil batu tapi kalau udah keburu tuh Anjing pasang aksi dan mengejar jadi lupa lah segala macam, yang ada di kepala adalah menyelamatkan diri dong.

Pagi itu saya memesan Grab Car or Gocar lupalah, terus karena banyak mobil sejurusan dengan rumah saya yang belum keluar. Maklum deh si mpu nya masih pada molor kali ya, jadinya mobil pesanan saya itu di ujung gang. Sayapun mulai berjalan ke arah mobil dan begitu kagetnya tiba-tiba tuh Anjing keluar dari kolong mobil sambil berlari ke arah saya. Bayangin udah dandan kece dan wangi ke kantor harus lari-lari ke arah rumah lagi karena di kejar sama hewan yang ucul ini karena Anjing yang ini putih bersih, pendek badannya dan bulunya lebat banget. Dan tiba-tiba teringat pesannya mami saya ingat, maka saya berhenti dan langsung pura-pura ambil batu. Eh Anjingnya cuma diam doang, dan karena masih parno saya ambil batu beneran dan lempar. Tuannya malah gak tau kalau Anjing sukses ngejar saya yang sudah mandi keringat. Selamaaaat 😂

Pernah sekali lagi pulang kantor ceritanya ini naik ojek online sih, karena masih agak parno-an lewat lorong sebelah karena Anjing itu maka saya alihkan perjalanan menuju rumah beda arah tapi kenyataannya sama juga dan ini lebih parah karena ada 5 Anjing sekaligus yang cukup tinggi dan besar yang mengejar kami saat berkendara. Bayangkan apa yang saya lakukan? Karena saya duduk di belakang ada kemungkinan saya yang akan duluan di gigit. Duuuuh amit-amit deh. Secara refleks saya mukul abang ojeknya sembari nyuruh ngegas biar Anjingnya gak ngejar.

Begitu sampai depan rumah, Abang Ojeknya bilang gini " waaah mbaknya kuat juga ya mukul sampai belakang saya sakit " wkwkwkwk. Sayapun meminta maaf.

-----------------------------------------------------------------------------------------------

Sumber Gambar : Google

Selain Anjing sebenarnya saya juga agak takut sama Ayam hidup, beneran ayam hidup. Ini berawal dulu suka kasih makan Ayam di rumah mbah pakai Beras terus karena tuh Beras dekat kaki jadinya di patuk lah kaki saya dan refleks saya tendang sih. wkwkwkwk. Mulai dari situ malas kalau ada Ayam, kalau bisa sih di usir duluan deh.

Saya pernah ada kisah lucu dengan Ayam. Saat itu sudah H-3 Lebaran, tentunya sudah banyak orang yang prepare apa yang akan di masak menyambut Hari Raya. Kebetulan lokasi kantor saya saat itu pasti harus melewati Pasar, dan pasti banyak orang yang naik dari situ. 

Terus tiba-tiba seorang Ibu naik ke angkot dengan membawa 3 ayam yang kakinya di pegang, jadi ayamnya kelihatan terbalik. Tau reaksi saya saat itu? Yuuups, saya jejeritan meminta Ibu itu duduk di ujung dan jangan di samping saya karena saya takut. Ya takut lah kalau kaki saya di patuk ayam. Wkwkwkwk.

Dan semua orang yang ada di dalam angkot pun terkejut sambil tertawa dan mengatakan saya aneh. Gubraaakss orang sudah jejeritan malah di katain pula, nasib ya. Terus seorang Bapak pun bertanya, kalau ayam goreng takut? Dengan tegas saya jawab, masak makanan enak gak di makan sih. hahahaha..

Cerita lain lagi, saya menemani mami ke pasar untuk beli Ayam karena akan ada acara. Dan saya hanya menunggu di depan pintu yang jualan selain takut ayam, sayupun gak suka sama baunya yang amazing. Secara tempat pemotongan ayam tuh ya gitu.. Pahaam kan maksud saya? Maka sering minta ke Mami beli Ayam nya mending di supermarket aja lah, tidak ribet juga jadinya.

-----------------------------------------------------------------------------------------------


Sumber Gambar : Google   


Bagi semua orang, Kucing merupakan hewan kecil yang menggemaskan. Tapi bagi saya itu merupakan hal yang menakutkan. Di rumah oma saya, ada 3 ekor Kucing yang sebenarnya kami tidak pelihara tapi sering main ke rumah dan akrab dengan semua orang rumah kecuali saya yang datang ke rumah ketika ada momen tertentu. Dan karena saya lagi makan tiba-tiba Kucing itu naik di atas kursi dan mengeong dan ketika kami bertatapan.. tsaaaaah.. dan mengambil Ikan itu seketika. Mulai saat itu saya mulai parno sama Kucing, takut kegigit tangannya.

Sumber Gambar : Google


Begitu juga cerita ketika saya makan di Kantin, tempat yang paling banyak hewan yang satu ini ya pasti di Kantin selain area memang terbuka juga jadi cukup ramai kucing liar yang suka berkeliaran. Sampai suatu saat saya yang tergolong orang yang kalem dan suaranya kecil ini ketika teriak pada kaget dan menoleh. Dikiranya saya kenapa, padahal ada Kucing naik di atas meja dan satunya lagi ada di bawah kaki saya. Dan bagi mereka itu biasa, dan saya yang gak biasa 😓

Terus kalau kalian ada hewan yang kalian takut sampai separno itu kah? Di nantikan ceritanya



Saturday, 27 April 2019

Food : Ground Eat & Drink Makassar

Tepatnya seminggu lalu (19/4), saya dan Hanif makan di Ground Eat & Drink Makassar yang berlokasi di Jl. Hertasning. Alasan awal kesini karena saya penasaran dengan tempat makan yang sudah ada sekitar setahun adalah tempatnya Istagramble dan juga penasaran dengan kata mahal menurut orang-orang yang pernah saya dengar ceritanya. Tapi nyatanya? Baca aja sampai habis ya review saya 😁

Sebelum memastikan kesini, kami melihat Instagramnya terlebih dahulu bukan karena apa-apa tapi  Hanif tidak bisa  makan makanan yang mentah jadi harus bisa memastikan dianya bisa makan atau tidak. Secara dia adalah pemilik modal makan kita kali ini..hahahaha 😝

Begitu tiba di Ground Eat & Drink Makassar kami disambut dengan ucapan khas Korea "Annyonghaseo" yang artinya selamat datang. Akhirnya kami memilih untuk duduk di bagian tengah ruangan karena hanya itu kursi sofa yang tersedia.  

Datanglah si mbak yang ramah memberikan menu dan kamipun minta untuk tidak menunggu karena akan kelamaan dan bisa pegel berdiri menunggu kami yang membolak balik menu yang ada 3 jenis karena berasal dari 3 restaurant yaitu Seorae, Patbingsoo dan Papa Jack. 

Kamipun masih asyik memilih, kemudian si mbak ramah datang lagi untuk memberikan informasi tambahan untuk makanan yang bisa dapat Gratisan. Hmmmm kesukaan kita berdua sih ini, ada Gratisan. wkwkwkwk. Tapi bukan hanya kami berdua kan yang suka konsep kayak gini kan? Pembaca juga suka kan? *nyari teman*

Maka semakin gencarlah kami membolak balik menu itu sampai kebingungan sendiri dan untungnya menu tidak sampai lecek.😅

Akhirnya kami memesan 5  menu yang saya lupa namanya apa. hikkksss. Karena notanya keburu saya  buang. hahahaha. Tapi tenang saja, saya bisa mendeskripsikan kok menunya. So let's move to the review 

1. Bibimbab


Kalau saya melihatnya ini seperti nasi campur karena terdiri atas nasi putih, telur goreng, telur orak arik, rumput laut dan kimchi sebagai sayuran yang cara makannya adalah kesemuanya ini di campur jadi satu kemudian di makan. 

Rasanya menurut saya kurang nampol karena tidak pedes. Hmmm seperti kami kelupaan minta saus gokujhang deh atau kami yang tidak perhatikan yah saking excited mau makan. Entahlah. Tapi buat yang ingin tahu rasanya bisa pilih ini. Tapi jangan kaget lihat telur gorengnya karena emang beneran sekecil itu, sepertinya menggunakan telur puyuh terus di ceplok gitu. 

2. Iga Mozarella


Kalau yang ini jangan ditanya, super enak banget. Iga nya sudah berbumbu dengan rasa manis dan bumbu yang cukup hingga tidak ada rasa anyir atau amis terus di balut dengan keju mozarella yang meleleh itu membuat kami harus menelan ludah karena menunggu untuk seperti gambar di atas. Saran saya segera makan begitu setelah dibuat karena akan kejunya akan dingin dan efek tariknya kurang. 

Cara makannya sangat ribet untuk mau makan yang anggun macam di restaurant steak karena mereka hanya menyediakan sarung tangan plastik dan jadinya macam cemong gitu, kena di samping-samping bibir. Huft... Sayapun jadinya cuma makan 1 potong dan hasilnya setelah makan itu berasa kita itu makan kok nyampah banget karena tulang belulang dari Iganya itu ditambah dengan sarung tangan yang sudah kena saos. 

Padahal sebelah meja, makannya sudah heboh tapi kok rapih. Sedangkan kami?hahahaha. Yaudahlah yang penting bisa bayar kan. 😂

3. Ramen

Ekspetasi ku diluar dugaan, karena mikir akan seperti ramen di tempat-tempat yang saya kunjungi dihidangkan di mangkok sedangkan ini authentic di masak dengan panci kuningan macam di Drama yang bisa saya tonton. Rasanya itu mirip dengan salah satu merk mie yang ada di Supermarket. Sayangnya lupa foto karena asyik dengan makanan masing-masing 😌

4. Patbingso


Sebenarnya dengan menu - menu di atas sudah kenyang sekali walaupun kalian hanya share sepiring berdua. Maklum deh kami tim ogah rugi jadinya semua pesanan kami bagi berdua hanya untuk mengetahui rasanya kayak gimana.

Sayapun memesana Patbingso dengan rasa matcha dengan toping kacang merah kesukaan saya dan ada Corn Flakes jadi ada sensasi krenyes-krenyes begitu kamu memasukan sesuap ke dalam mulut. Rasanya enak cuman buat saya yang pernah makan Patbingsoo di Malaysia masih kalah dari segi es krim nya yang tidak selembut itu. Hanifpun mulai ikut-ikutan ngomong kayak es serut. hahahaha..

Tapi overoall perpaduan rasanya enak apalagi setelah makan makanan yang asin-asin, Patbingso ini jadi penyegar dahaga kami.

5. Minuman Soda dengan buah Peach


Nah ini minuman milik Hanif yang terdiri dari soda berwarna biru dengan buah yang kelihatan macam jelly gitu. Kalau saya sih gak excited karena udah mahal tapi gitu doang mah. Tapi gak papa juga, biar dia mengatasi rasa penasarannya. wkwkwkwk..😝

Setelah membayar, kamipun di tawari member yang kalau datang ke sana lagi akan mendapatkan Disc. 10% dan diberikan lagi voucher Buy 1 Get 1. Total semua yang kita makan sekitar 270K 

Kalian yang baca sudah ada yang cobain juga? Atau pernah makan di tempat sejenis? Atau malah penasaran mau cobain juga? 

Happy Eating

Sunday, 14 April 2019

REVIEW : ST. IVES GENTLE SMOOTHING OATMEAL SCRUB & MASK


Setelah sebelumnya saya menggunakan ST. Ives yang pink maka saya memutuskan untuk membeli produk lain dari ST. Ives, yaitu sesuai judul adalah ST. Ives Gentle Smoothing Oatmel Scrub & Mask.
Perlu kalian ketahui semua produk dari ST. Ives ini memiliki scrub atau butiran yang membantu untuk membersihkan dan mengangkat kulit mati yang ada di wajah kita. Tapi yang mesti kalian ketahui adalah jenis kulit kamu terlebih dahulu terus memutuskan untuk membelinya karena ada 3 macam yaitu Gentle, Moderate dan juga Deeply. Untuk ST. Ives Gentle Smoothing Oatmeal Scrub & Mask sifat dari scrub nya itu adalah Gentle. Kenapa Gentle? karena ini memang dikhususkan untuk membuat kulit wajah yang kering menjadi lebih lembut dan memperbaiki terkstur kulit wajah.

ST. Ives Gentle Smoothing Oatmeal Scrub & Mask berasal dari krim bubur gandum sehingga scrub yang ada pun bersifat gentle. Begitu pertama kali mencobanya akan tercium aroma oatmeal dengan campuran susu. Rasanya begitu pakai lebih lembut tapi saya sering hanya mendiamkan selama beberapa menit kemudian basuh. 

Saya sendiri menggunakan ini sesekali saja, ketika merasa kulit wajah kering dan setelah menggunakan masker wajah yang membuat kulit jadi kemerahan. Sesuai fungsi lainnya ini bisa dijadikan masker wajah tapi saya hanya menggunakan sekitar 5 menit ketika kemudian bilas. 

First Impression : Kulit terasa lebih lembut dan teksturnya kenyal terlebih kelihatan cerah.
Harga : Dengan harga Rp. 75.000,- saya rasa sebanding dengan kemasannya yang berukuran 170g
Rate : 7/10 

Kalian sendiri sudah menggunakan varian yang mana? Share cerita kamu dong menggunakan produk sejenis juga kalau ada.

Thursday, 11 April 2019

Traveling : Hotel Swiss Belinn Cibitung



Kali ini saya mau cerita tentang nginap di Hotel, namun bukan karena lagi liburan seperti biasanya tapi berkaitan dengan kerjaan. Seumur-umur baru kali ini ada yang terkait kerjaan di daerah Pulau Jawa, secara kalau ke Jakarta itu memang pas lagi liburan dan lagi pula saya langganan ke Ambon. hahahaha..

Tema kegiatannya adalah Akselerasi Penjualan. Sudah tentu sebagai orang penjualan harus ngerti dunia yang di geluti dan baru sekarang dapat kesempatan. Yang artinya tanpa ikut acara ini sudah bisa kan, dan anggap saja ini liburan karena pada akhirnya saya juga pindah bagian. Nah lho.😆

Lokasi kegiatannya berpusat di Lab Cibitung dan cuma satu-satunya hotel yang mudah di akses menggunakan jalan kaki adalah Hotel Swiss-Belinn Cibitung. Ini kali pertama saya berangkat di daerah sini, karena sejauh-jauhnya saya melangkah malah di Bandung. Dan ternyata lokasi nya memakan waktu sekitar hampir 3 jam dari Bandara Soekarno Hatta.

Begitu kami tiba, kebetulan saat malam hari kami sedikit ada kendala dengan kamarnya karena yang ada Smooking Room dan Resepsionisnya membantu untuk mengupgrade kamar. Tentunya dengan perasaan senang kami langsung check in ke kamar mandi dan berbekal cuci muka akhirnya kami tidur dengan pulas hingga pagi hari.

 
Lokasi Hotel Swissbell-inn Cibitung yang terletak di Jl. Teuku Umar km. 45 No. 26 Cibitung dapat dikategorikan dekat dengan tempat wisata seperti Go!Wet Waterpark, Columbus Waterpark, Citiwalk Lippo Cikarang dan juga yang sekarang lagi booming adalah Transpark Bekasi dimana kamu bisa menikmati salju tanpa harus jauh-jauh keluar negeri.

Sebelumnya hotel ini bernama Evitel sehingga beberapa kali memesan Ojek Online untuk makanan mereka sedikit kurang tahu dan ketika sampai malah bilang "Oh ini kan Evitel". Jadi saran saya sebaiknya informasikan nama hotel lama deh. hehehehe. Hotel Swiss-Belin Cibitung terdiri atas 4 lantai, dimana lantai 1 merupakan tempat aktivitas umum berupa restaurant dan kolam renang serta lobby utama, dan di lantai 2 - 4 merupakan kamar tidur para tamu.


Tempat yang menjadi favorit saya adalah corner menu makanan manis mulai dari Croisant, roti gandum, buah-buahan, Salad dan aneka puding selalu menghiasi meja makan saya 3 hari lamanya.

Dan setelah menceritakan semuanya, tiba-tiba rindu liburan. 😙😙😙😙😙


Wednesday, 10 April 2019

5 Hal Yang Perlu Disiapkan Saat Solo Traveling Keluar Negeri


Solo traveling atau yang kita artikan adalah bepergian secara sendiri ke suatu tempat membuat kita harus selalu membawa barang-barang yang kita butuhkan dengan cermat dan tidak ketinggalan tentunya karena akan sangat menyita waktu atau terkesan ribet bila ada yang di lewatkan apalagi tidak ada yang menemani. Berikut 5 hal yang perlu siapkan ketika memutuskan Solo Traveling.

1. Paspor

Tentunya barang yang satu ini wajib banget dibawa,  karena cuma dengan membawa tiket saja tak ada artinya. Untuk masuk ataupun keluar dari Indonesia kita butuh paspor, begitupun sebaliknya. Akan ada cap yang menandakan seberapa lama kita berada di luar negeri. Dan pastikan kalian memasukan barang penting dalam 1 tas yang bisa kami ambil kapan saja termasuk Handphone.

2. Tujuan / Itinerary

Apalah artinya sudah jauh-jauh pergi keluar negeri tanpa itinerary. Bingung? Kalian bisa contek contoh pakai tour yang ada kok. Gampang bukan?

3. Uang / Money Changer

Tentunya karena kita akan berangkat keluar negeri mesti menukarkan uang. Bawalah secukupnya saja karena setau saya sudah banyak tersedia money changer di hampir setiap tempat wisata apalagi kalau kalian masuk ke Mall tentu saja sudah tersedia Money changer. Masih ngerasa ribet? Kalian bisa menggunakan ATM yang mendukung dan juga Kartu Kredit bagi yang punya.

4. Barang Pribadi / Bagasi

Untuk kalian saya sarankan untuk tidak usah membawa banyak barang apalagi kalau tujuannya berangkat untuk belanja. Bawa secukupnya dan pulang dengan bagasi yang maksimal. Jangan lupa untuk membeli tiket yang sudah termasuk tambahan Biaya Over Bagasi ya. hahahahaha 😛

5. Obat-obatan

Ini merupakan paling penting buat saya, mau dimanapun saya selalu menyiapkan obat. Tidak perlu banyak, saya paling membawa obat anti nyeri saja dan tentunya minyak angin karena itu sangat membantu saya bila mulai pusing atau mencium bau aneh. Ngerti kan maksud saya? hehehehe




Monday, 8 April 2019

Review : Vivid Cotton Ink Lipstick dan Produk Innisfree Lainnya


Ingatkah kalian sama YoonA SNSD? Kalau tidak, yuuk kita flasback kalau YoonA itu masuk dalam Girl Band KPOP yang bernama SNSD. Terdiri atas Taeyon, Jessica Jung, Yuri, Sunny dan tentunya YoonA. Lagu-lagu yang mereka bawakan bahkan sempat ngehits di Indonesia seperti Gee dan The Boys.

YoonA SNSD ini merupakan brand Ambassador Innisfree untuk lipstik dan karena kemarin berkesempatan untuk nge-mall di Malaysia akhirnya saya pergi ke Toko Innisfree yang ada di Mall Pavilion. Toko Innisfree ini baru ada di Jakarta, Surabaya dan Medan. Semoga di Makassar segera menyusul lah. 

Berikut adalah produk yang saya dapatkan di Innisfree Mall Pavilion :


1. Innisfree Lipstick Vivid Cotton Ink

Innisfree lagi keluarkan produk Lipstick Matte yang bernama Lipstick Vivid Cotton Ink edisi musim semi dengan warna - warna pastel dan kemarin saya membeli Lipstick Vivid Cotton Ink 08. Lipstik ini agak lebih cari dan sekali ulas pun bisa mengcover seluruh bibir lho. Warna yang korea ala-ala ombre dapat banget dengan lipstik ini. Biasanya kan kalau saya ombre harus lipstik yang berbeda. Nah pakai Lipstic Vivid Cotton Ink 08 ini wanginya enak banget, rasanya bikin tenang deh. Gak percaya? Yaudah beli dan cobain sendiri. hehehhehe. Ternyata Lipstick Vivid Cotton Ink mengandung beberapa oil yang membuat bibir kita gak pecah-pecah lho, antara lain adalah Camellia Oil, Mango Seed Oil, Avocado Poil, dan Cotton Seed Oil. 

2. Innisfree My Lipbalm Wedding Peach Tea

Ini merupakan gratisan dari pembelian Innisfree Lipstick Vivid Cotton Ink, pakai pertama kali Lipbalm Wedding Peach Tea ini terasa lebih smooth dan untuk di bibir saya ada warnanya samar-samar. Saya menggunakannya saat mau tidur jadi sebagai Lip Sleeping Mask agar besok paginya terasa lebih lembab dan saya gak begitu khawatir juga kalau pakai lipstik matte. Kalau merasa agak terganggu dengan warnanya bisa di jadikan lipbalm biasa sebelum ataupun sesudah Lipbalm.

3. Green Tea Sleeping Mask

Lagi-lagi ini masih Gratisan juga. wkwkwkwk. Awalnya agak under estimate karena untuk sleeping mask saya masih maju mundur takut gak cocok secara jenis muka sensitif gini kan. Terus pakai pertama kali gak kenapa-napa, menurut saya ini ajaib. Karena produk yang tidak cocok di kulit saya maka akan timbul jerawat kecil-kecil dan setelah 2 minggu saya gunakan bahkan mengurangi kilang minyak sehabis tidur. Untuk fungsi seperti melembabkan malah saya kurang merasakan efeknya, hanya terasa lebih kencang saja.


Kalian sudah coba yang mana? Share dong pengalaman kalian menggunakan produk Innisfree ataupun yang sejenis.



    

Sunday, 7 April 2019

Traveling : Solo Traveling Ke Malaysia 4D3N




Tentunya kalau keluar negeri kalian ingin mengenal budaya ataupun sekedar berfoto-foto biar ada kenangan selama disana dan bisa berbagi pengalaman. Begitupun saya tentunya apalagi setiap kota / negara ada Landmark jadi kalau tidak foto dirasa rasanya kurang saja dan untuk mengetahui kota tersebut kita membutuhkan waktu minimal 3 hari agar bisa bebas kesana kemari meng-explore yang ada disekitarnya.

Nah pada hari Senin (11/3) saya ke Malaysia selama 4 hari dimana waktu yang bisa saya gunakan dengan maksimal hanya 2 Hari untuk bisa jalan-jalan sepuasnya dikarenakan hari pertama saya tiba itu sekitar jam 21.00 dan memakan waktu sekitar 90 menit ke arah kota Kuala Lumpur. Sayapun diajak teman sebelum menuju ke Hotel untuk mampir makan di Kampung Baru mengingat waktu sudah menunjukan waktu 23.00 waktu setempat. Agak berbeda dengan Alor Street yang sudah ramai dengan berbagai aneka ragam masakan dan tentunya banyak makanan yang Non Halal sedangkan di Kampung Baru malah kebalikannya. Jadi saya sarankan untuk yang Muslim dan mencari makanan yang Halal bisa mampir ke sini. Dan karena saya bisa melihat Menara Petronas dalam jarak cukup dekat, maka saya meminta teman untuk sekali lagi mampir sebelum ke Hotel

Sesampainya di Menara Petronas yang sangat fenomenal itu, maka saya siap untuk berfoto-foto karena rasanya kurang afdol juga kalau belum ada di Landmark Malaysia. Semakin malam, semakin ramai disini. Banyak turis yang datang dari berbagai Negara yang bikin saya sedikit Nganga kok bisa sebanyak ini. Dan mohon kalian yang sedang berfoto-foto di tempat yang tidak di perbolehkan agar menaati peraturan karena ada petugas yang tidak segan-segan untuk menegur dan tentunya kita akan menarik perhatian orang di sekitar. hahahahaha. Namun masih ada beberapa yang bandel juga.

Saya sendiri memilih untuk menginap di daerah Chowkit yang termasuk kawasan yang mudah di akses kemana saja dan tentunya tidak memakan biaya yang banyak. Kawasan Chowkit sendiri ramai disaat pagi hari karena ada pedagang buah-buahan dan saat malam hari menjadi kawasan kuliner serta ada juga yang jualan pakaian. Jadi ramai terus.

-----------------------------------------------------------------------------------------------
Pada hari kedua saya memutuskan untuk ikut Bus Hop On Hop Off namun saya malah memesan Grab dan Driver tidak bisa membantu saya untuk mengantarkan ke lokasi yang semestinya sehingga saya putuskan untuk berjalan kaki ke Suria KLCC lagi untuk mengademkan pikiran dan juga raga yang sudah mulai keringatan ini.

Tentunya saya karena berjalan kaki, maka saya putuskan untuk mengandalkan Google Maps dan bertanya kepada orang yang berjalan kaki searah dengan saya.

Begitu melihat tulisan Suria KLCC dari seberang jalan langsunglah ada perasaan lega, ibarat kata kalau habis buang air kecil rasanya plong banget kan. hahahahahaha. Itulah yang saya rasakan. Ok lanjut ceritanya.


Karena saat saya sampai sudah memasuki jam makan siang dan paginya tidak sarapan, sehingga saya memilih untuk makan McD saja. Harga pun tidak jauh beda sama yang ada di Makassar, bedanya sekitar 5ribuan. Yang berbeda adalah rasanya, kalau di Malaysia untuk Burger isi Ayam terasa bumbunya terutama Blackpapernya dan perbedaan satunya adalah di Makassar ada semacam acar yang membuat rasa Burger sedikit asam, sedangkan di Malaysia malah menggunakan Mayones alih-alih dari Acar itu.

Setelah kenyang saya putuskan untuk berjalan-jalan keliling sambil memasuki toko-toko yang membuat saya penasaran dengan harganya. Tentu toko yang saya masuki adalah toko yang tidak ada di Makassar. Sampailah ke tujuan utama saya masuk Mall adalah belanja Skincare di Guardian 😝

Jangan bayangkan Guardian kita dengan mereka, sudah pasti barangnya jauh lebih banyak dan yang saya cari ada di sana. Pertama kali langsung melihat Masker Freeman. Disana banyak varian nya sampai saya bingung mau beli yang mana dan juga merk Sukin yang dari Australia dan Rosehip yang terkenal ada juga. Langsung pengen borong. Tapi karena rata-rata berbentuknya cairan dan ukurannya 100ml membuat saya memilih untuk tidak membeli. Mengingat pesan dari teman saya bahwa kalau ukuran 100ml ke atas akan di tahan di bagian Imigrasi maka saya putuskan untuk tidak membeli.

Beda hal nya dengan Freeman yang bentuknya seperti pasta dan maka saya putuskan untuk membelinya. Itupun masih dilema karena kemasannya 175gr sampai teman saya bilang kayak gini

"Mending kamu makan daripada beli Skincare karena saya berangkat saja dari sini mesti memindahkan ke dalam kemasan yang lebih kecil"

Namun karena penasaran dan juga ngeyel tentunya saya beli saja. Begitu sampai di hotel sayapun mencobanya, hasilnya sebagus itu menurut saya. Sayangnya pas pulang, Maskernya di ambil sama orang Imigrasi. wkwkwk padahal hampir kalap lagi di Bandara belanja-belanja. 

Tanpa terasa waktu sudah lebih dari sejam saya berada di Guardian, maka saya mencoba ke H&M dimana hampir teman-teman saya suka belanja merk ini namun tidak ada satupun yang nyangkut di hati saya. Lagian tujuan awal memang hanya untuk jalan-jalan kok. Setelah cukup capek saya putuskan untuk kembali ke Hotel. Namun apa yang terjadi? Memesan Grab kembali pulang jauh lebih sulit daripada saat akan pergi. Karena disana tidak sembarang bisa berhenti kendaraan dan terbatas di komunikasi. Mereka lebih mengandalkan chat di applikasi Grab dan as always ketemu dengan orang yang kurang paham bahasa Inggris bahkan mereka juga bukan orang Melayu karena dari namanya sudah cukup sulit saya ucapkan. 

Sampai pada akhirnya teman saya yang notabene orang sana malah khawatir dan meminta saya untuk menunggu untuk di jemput. Ya kali cuma 5 menit, ini dia lagi kerja di daerah Sepang dan jemput saya di Kuala Lumpur. Tapi dengan sok tegar saya bilang dia gak perlu khawatir, saya bisa pulang. hahahahaha padahal rada keder nih, masa' iya bisa pergi tapi gak bisa pulang. 

Tapi saya putuskan untuk pergi ke Pavilion Mall saja daripada galau nunggu panas-panasan di Halte tapi tak kunjung datang abang Grabnya. Saya menaiki GoKL dan sedikit berjalan untuk kesana. Setelah putar-putar keliling kebingungan dalam Mall, saya bertemu Ibu orang Madura yang bekerja di Mal tersebut untuk membantu saya menemukan sebuah tempat jajanan yang masuk dalam Wishlist.

Dan sebuah kebetulan kalau di sebelah tempat makan saya, ada Innisfree. Tentunya untuk pecinta produk Korea tau salah satu brand ini, apalagi Brand Ambassador nya itu Yoon A SNSD kesukaan si Bebong. Maka tanpa rencana sayapun membeli lipstick Vivid Cotton Ink yang edisi Autumn. Warnanya bagus-bagus tapi yang cocok no. 8 terus senangnya disini malah di kasih Gratis produk Lip Balm mini dan Green Tea Sleeping Mask dalam kemasan sachet. Terus langsung kepikiran untuk jadi bahan review tulisan nih.

Karena sungguh hati masih ingin jalan-jalan tapi kaki sudah gempor ya karena sudah jalan kaki ke KLCC pagi tadi dan juga keliling 2 mall maka saya putuskan untuk pulang. Namun ketakutan masih dilanda karena gimana pulangnya ini. Jadi karena keserahan itu, saya putuskan kembali ke Suria KLCC terlebih dahulu dengan berjalan kaki mengikuti jembatan yang sangat panjang dan tiba di halte Bus. 
Dalam Terowong Penghubung Suria KLCC - Pavilion Mall, Bikin Suasana Macam di Gallery
Syukurnya Bapak yang jaga sebagai koordinator mungkin bahasanya ya di sini, bisa berbahasa Melayu. wkwkwkwk. Soalnya sudah kehabisan tenaga dan merasa kurang bisa mikir maka saya menanyakan untuk balik ke arah Chowkit bisa naik Bus dari sini, dan jawabannya Bisa. Syukurlah akupun bahagia, senorak itu.

Saya bahagia tapi ada seseorang yang selalu chat dan telpon hanya untuk menanyakan saya sudah sampai mana. hahahaha. Namun drama tidak kunjung selesai, setelah saya menaiki Bus Rapid KL saya bingung turun dimana, karena ternyata hanya melewati ruas ujung jalan dan harus berjalan kaki sekitar 300meter. Tapi nyatanya saya nyasar di Chowkit dan semakin saya jalan kenapa mengarah ke tempat yang gelap maka saya memilih untuk kembali ke tempat saya turun semula dan mengikuti arah samping jalan. Dan sampailah. Begitu sampai sayapun mengabari teman yang khawatiran itu. 

Akhir yang melelahkan tapi menambah pengalaman menurut saya.
------------------------------------------------------------------------------------------------

Keesokan harinya tidak ingin mengulangi drama yang sama, bangunnya pagian dikit terus ganti simCard dulu karena urusan mau transfer harus pakai nomor yang terdaftar di applikasi. Setelah beres sayapun prepare segala pakaian yang akan saya gunakan, karena ini bakal naik Bus harus bisa yang menyerap keringat lah. 

Karena sudah agak canggihpun saya pesan Grab gak pake salah alamat lagi, begitu tiba langsung setor voucher ke mbak-mbak yang jaga. Namun dikarenakan aku tak sarapan lagi jadinya beli roti di Sevel dan juga air mineral. Takut kelaparan saat jalan-jalan lebih tepatnya.

Sumber Gambar : Bushoponhoffcom

Terus saya memilih untuk naik Bus Hop On Hop Off yang Garden Line terlebih dahulu. Supaya apa? Karena rutenya termasuk yang jauh-jauh jadi biar nanti sorean agak santai dengan memilih City Line setelahnya. Bus Hop On Hop Off ini benaran berlaku 1x24 jam jadi kalau kalian tukarkan voucher / beli tiket di pagi jam 10 maka tiket berlaku sampai dengan jam 10 pagi keesokan harinya. Tiket ini juga ada yang 2x24 jam, tergantung kalian ingin seberapa sering singgah. Kalau saya sendiri tidak ingin singgah dan lebih menginginkan tur yang santai - santai saja kali ini. 
Duduk Depan Pintu Aja Masih Belum Bisa Macam Bule yang Duduk di Decker 

Setelah selesai melakukan tur Garden Line saya memilih untuk makan terlabih dahulu sebelum melanjutkan tur City Line di Sungei Wang Plaza. Disini cukup banyak pilihan tapi saya memilih untuk mencoba makanan khas disini. Rasanya mirip Kapurung yang ada asam-asam dan di tambah lombok biji persis karena kuahnya ini adalah kuah ikan. Terdiri atas Mie, Daun Mint dan juga serutan Ketimun. Puas dengan menu ini, sayapun melanjutkan perjalan mengikuti tur.


Es Longannya Mengingatkanku Pada Rasa Yang Pernah Ada


Ternyata banyak juga tempat-tempat yang bisa kita kunjungi selama di Malaysia. Sekedar informasi buat kalian yang menginap di daerah Chowkit ada baiknya memilih untuk Garden Line untuk tur terakhir karena mereka berhenti di sana sehingga kita tidak perlu naik bus ataupun Grab lagi.

Puas dengan menaiki Bus Hop On Hop Off maka saya memilih untuk pulang ke penginapan. Karena cukup ngantuk dan capek juga serta harus prepare untuk pulang besok pagi. Yang paling terpenting ada orang yang selalu bertanya sudah dimana dan sampai dimana. hahahaha. Padahal kalau khawatir gitu mbok sayanya di ajak jalan, malah kerja dia. Ngarep mode on.

Tips : Buat yang gak kuat panas-panasan macam saya mending duduknya di dalam pas dekat pintu keluar jadi kalau berhenti dan ingin foto dari luar bisa banget. Tapi buat yang mau stop over, mending duduk di bagian bawah saja agar memudahkan kita untuk turun.
-----------------------------------------------------------------------------------------
The Last day, karena Pesawat take off jam 8 maka saya jam 04.30 sudah prepare jalan. Dan mau tau apa yang terjadi, selama perjalanan teman saya memutar radio untuk membunuh rasa kantuk kamu berdua, sampai-sampai selama perjalanan kami ngobrol tentang musik yang ada di Malaysia sebutannya semacam apa dan pada akhirnya saya teringat beberapa lagu itu hingga sampai di Makassar. hahahahaha.. . Contoh lagu-lagunya kayak gini :

1. Mencari Alasan - Exist
Nah kalau kita, eh ini beneran kita kan atau cuma saya aja ya jenis lagu macam begini kita sebutnya lagu Malaysia sedangkan mereka nyebutnya ini lagu lama. Mungkin karena musik mereka sudah beradaptasi juga ya karena sudah bercampuran budaya.

Sumber : Youtube 


2. Tak Tahu Malu - Atmosfera
Kalau lagu ini termasuk lagu Pop, masih menurut teman saya lho ini. Menurut kalian gimana?

Sumber : Youtube 



3. Aku Milik Orang - Harry
Nah kalau lagu ini saya sependapat jenis musiknya itu Dangdut, bahkan kok mirip sama Lagu Dangdut Indonesia ya. Nih kalian dengarkan ya persamaannya.

Versi Malaysia

Sumber : Youtube 



Versi Indonesia

Sumber : Youtube 


4.  Gadis Jolobu - W.A.R.I.S Feat Dato'Hattan
Hayo kalau kalian dengar lagunya ini lebih ke arah mana jenis musiknya? Menurut teman saya ini sudah perpaduan, jadi namanya Malaysia Minang karena kalau kalian perhatikan juga lirik lagunya hampir semua berakhiran dengan kata "O" macam lah orang Padang begitulah perjelasannya. 

Sumber : Youtube 


Dan sepanjang perjalanan membahas tentang musik tanpa terasa akhirnya kami sampai di Airport yang artinya liburan sudah selesai. Padahal masih mau lama-lama karena merasa cocok tinggal di sini. hahahahaha. 

Buat kalian, rencanakan perjalanan mu and Happy Holiday