Sunday, 14 April 2019

REVIEW : ST. IVES GENTLE SMOOTHING OATMEAL SCRUB & MASK


Setelah sebelumnya saya menggunakan ST. Ives yang pink maka saya memutuskan untuk membeli produk lain dari ST. Ives, yaitu sesuai judul adalah ST. Ives Gentle Smoothing Oatmel Scrub & Mask.
Perlu kalian ketahui semua produk dari ST. Ives ini memiliki scrub atau butiran yang membantu untuk membersihkan dan mengangkat kulit mati yang ada di wajah kita. Tapi yang mesti kalian ketahui adalah jenis kulit kamu terlebih dahulu terus memutuskan untuk membelinya karena ada 3 macam yaitu Gentle, Moderate dan juga Deeply. Untuk ST. Ives Gentle Smoothing Oatmeal Scrub & Mask sifat dari scrub nya itu adalah Gentle. Kenapa Gentle? karena ini memang dikhususkan untuk membuat kulit wajah yang kering menjadi lebih lembut dan memperbaiki terkstur kulit wajah.

ST. Ives Gentle Smoothing Oatmeal Scrub & Mask berasal dari krim bubur gandum sehingga scrub yang ada pun bersifat gentle. Begitu pertama kali mencobanya akan tercium aroma oatmeal dengan campuran susu. Rasanya begitu pakai lebih lembut tapi saya sering hanya mendiamkan selama beberapa menit kemudian basuh. 

Saya sendiri menggunakan ini sesekali saja, ketika merasa kulit wajah kering dan setelah menggunakan masker wajah yang membuat kulit jadi kemerahan. Sesuai fungsi lainnya ini bisa dijadikan masker wajah tapi saya hanya menggunakan sekitar 5 menit ketika kemudian bilas. 

First Impression : Kulit terasa lebih lembut dan teksturnya kenyal terlebih kelihatan cerah.
Harga : Dengan harga Rp. 75.000,- saya rasa sebanding dengan kemasannya yang berukuran 170g
Rate : 7/10 

Kalian sendiri sudah menggunakan varian yang mana? Share cerita kamu dong menggunakan produk sejenis juga kalau ada.

Thursday, 11 April 2019

Traveling : Hotel Swiss Belinn Cibitung



Kali ini saya mau cerita tentang nginap di Hotel, namun bukan karena lagi liburan seperti biasanya tapi berkaitan dengan kerjaan. Seumur-umur baru kali ini ada yang terkait kerjaan di daerah Pulau Jawa, secara kalau ke Jakarta itu memang pas lagi liburan dan lagi pula saya langganan ke Ambon. hahahaha..

Tema kegiatannya adalah Akselerasi Penjualan. Sudah tentu sebagai orang penjualan harus ngerti dunia yang di geluti dan baru sekarang dapat kesempatan. Yang artinya tanpa ikut acara ini sudah bisa kan, dan anggap saja ini liburan karena pada akhirnya saya juga pindah bagian. Nah lho.😆

Lokasi kegiatannya berpusat di Lab Cibitung dan cuma satu-satunya hotel yang mudah di akses menggunakan jalan kaki adalah Hotel Swiss-Belinn Cibitung. Ini kali pertama saya berangkat di daerah sini, karena sejauh-jauhnya saya melangkah malah di Bandung. Dan ternyata lokasi nya memakan waktu sekitar hampir 3 jam dari Bandara Soekarno Hatta.

Begitu kami tiba, kebetulan saat malam hari kami sedikit ada kendala dengan kamarnya karena yang ada Smooking Room dan Resepsionisnya membantu untuk mengupgrade kamar. Tentunya dengan perasaan senang kami langsung check in ke kamar mandi dan berbekal cuci muka akhirnya kami tidur dengan pulas hingga pagi hari.

 
Lokasi Hotel Swissbell-inn Cibitung yang terletak di Jl. Teuku Umar km. 45 No. 26 Cibitung dapat dikategorikan dekat dengan tempat wisata seperti Go!Wet Waterpark, Columbus Waterpark, Citiwalk Lippo Cikarang dan juga yang sekarang lagi booming adalah Transpark Bekasi dimana kamu bisa menikmati salju tanpa harus jauh-jauh keluar negeri.

Sebelumnya hotel ini bernama Evitel sehingga beberapa kali memesan Ojek Online untuk makanan mereka sedikit kurang tahu dan ketika sampai malah bilang "Oh ini kan Evitel". Jadi saran saya sebaiknya informasikan nama hotel lama deh. hehehehe. Hotel Swiss-Belin Cibitung terdiri atas 4 lantai, dimana lantai 1 merupakan tempat aktivitas umum berupa restaurant dan kolam renang serta lobby utama, dan di lantai 2 - 4 merupakan kamar tidur para tamu.


Tempat yang menjadi favorit saya adalah corner menu makanan manis mulai dari Croisant, roti gandum, buah-buahan, Salad dan aneka puding selalu menghiasi meja makan saya 3 hari lamanya.

Dan setelah menceritakan semuanya, tiba-tiba rindu liburan. 😙😙😙😙😙


Wednesday, 10 April 2019

5 Hal Yang Perlu Disiapkan Saat Solo Traveling Keluar Negeri


Solo traveling atau yang kita artikan adalah bepergian secara sendiri ke suatu tempat membuat kita harus selalu membawa barang-barang yang kita butuhkan dengan cermat dan tidak ketinggalan tentunya karena akan sangat menyita waktu atau terkesan ribet bila ada yang di lewatkan apalagi tidak ada yang menemani. Berikut 5 hal yang perlu siapkan ketika memutuskan Solo Traveling.

1. Paspor

Tentunya barang yang satu ini wajib banget dibawa,  karena cuma dengan membawa tiket saja tak ada artinya. Untuk masuk ataupun keluar dari Indonesia kita butuh paspor, begitupun sebaliknya. Akan ada cap yang menandakan seberapa lama kita berada di luar negeri. Dan pastikan kalian memasukan barang penting dalam 1 tas yang bisa kami ambil kapan saja termasuk Handphone.

2. Tujuan / Itinerary

Apalah artinya sudah jauh-jauh pergi keluar negeri tanpa itinerary. Bingung? Kalian bisa contek contoh pakai tour yang ada kok. Gampang bukan?

3. Uang / Money Changer

Tentunya karena kita akan berangkat keluar negeri mesti menukarkan uang. Bawalah secukupnya saja karena setau saya sudah banyak tersedia money changer di hampir setiap tempat wisata apalagi kalau kalian masuk ke Mall tentu saja sudah tersedia Money changer. Masih ngerasa ribet? Kalian bisa menggunakan ATM yang mendukung dan juga Kartu Kredit bagi yang punya.

4. Barang Pribadi / Bagasi

Untuk kalian saya sarankan untuk tidak usah membawa banyak barang apalagi kalau tujuannya berangkat untuk belanja. Bawa secukupnya dan pulang dengan bagasi yang maksimal. Jangan lupa untuk membeli tiket yang sudah termasuk tambahan Biaya Over Bagasi ya. hahahahaha 😛

5. Obat-obatan

Ini merupakan paling penting buat saya, mau dimanapun saya selalu menyiapkan obat. Tidak perlu banyak, saya paling membawa obat anti nyeri saja dan tentunya minyak angin karena itu sangat membantu saya bila mulai pusing atau mencium bau aneh. Ngerti kan maksud saya? hehehehe




Monday, 8 April 2019

Review : Vivid Cotton Ink Lipstick dan Produk Innisfree Lainnya




Ingatkah kalian sama YoonA SNSD? Kalau tidak, yuuk kita flasback kalau YoonA itu masuk dalam Girl Band KPOP yang bernama SNSD. Terdiri atas Taeyon, Jessica Jung, Yuri, Sunny dan tentunya YoonA. Lagu-lagu yang mereka bawakan bahkan sempat ngehits di Indonesia seperti Gee dan The Boys.

YoonA SNSD ini merupakan brand Ambassador Innisfree untuk lipstik dan karena kemarin berkesempatan untuk nge-mall di Malaysia akhirnya saya pergi ke Toko Innisfree yang ada di Mall Pavilion. Toko Innisfree ini baru ada di Jakarta, Surabaya dan Medan. Semoga di Makassar segera menyusul lah. 

Berikut adalah produk yang saya dapatkan di Innisfree Mall Pavilion :


1. Innisfree Lipstick Vivid Cotton Ink

Innisfree lagi keluarkan produk Lipstick Matte yang bernama Lipstick Vivid Cotton Ink edisi musim semi dengan warna - warna pastel dan kemarin saya membeli Lipstick Vivid Cotton Ink 08. Lipstik ini agak lebih cari dan sekali ulas pun bisa mengcover seluruh bibir lho. Warna yang korea ala-ala ombre dapat banget dengan lipstik ini. Biasanya kan kalau saya ombre harus lipstik yang berbeda. Nah pakai Lipstic Vivid Cotton Ink 08 ini wanginya enak banget, rasanya bikin tenang deh. Gak percaya? Yaudah beli dan cobain sendiri. hehehhehe. Ternyata Lipstick Vivid Cotton Ink mengandung beberapa oil yang membuat bibir kita gak pecah-pecah lho, antara lain adalah Camellia Oil, Mango Seed Oil, Avocado Poil, dan Cotton Seed Oil. 

2. Innisfree My Lipbalm Wedding Peach Tea

Ini merupakan gratisan dari pembelian Innisfree Lipstick Vivid Cotton Ink, pakai pertama kali Lipbalm Wedding Peach Tea ini terasa lebih smooth dan untuk di bibir saya ada warnanya samar-samar. Saya menggunakannya saat mau tidur jadi sebagai Lip Sleeping Mask agar besok paginya terasa lebih lembab dan saya gak begitu khawatir juga kalau pakai lipstik matte. Kalau merasa agak terganggu dengan warnanya bisa di jadikan lipbalm biasa sebelum ataupun sesudah Lipbalm.

3. Green Tea Sleeping Mask

Lagi-lagi ini masih Gratisan juga. wkwkwkwk. Awalnya agak under estimate karena untuk sleeping mask saya masih maju mundur takut gak cocok secara jenis muka sensitif gini kan. Terus pakai pertama kali gak kenapa-napa, menurut saya ini ajaib. Karena produk yang tidak cocok di kulit saya maka akan timbul jerawat kecil-kecil dan setelah 2 minggu saya gunakan bahkan mengurangi kilang minyak sehabis tidur. Untuk fungsi seperti melembabkan malah saya kurang merasakan efeknya, hanya terasa lebih kencang saja.


Kalian sudah coba yang mana? Share dong pengalaman kalian menggunakan produk Innisfree ataupun yang sejenis.



    

Sunday, 7 April 2019

Traveling : Solo Traveling Ke Malaysia 4D3N




Tentunya kalau keluar negeri kalian ingin mengenal budaya ataupun sekedar berfoto-foto biar ada kenangan selama disana dan bisa berbagi pengalaman. Begitupun saya tentunya apalagi setiap kota / negara ada Landmark jadi kalau tidak foto dirasa rasanya kurang saja dan untuk mengetahui kota tersebut kita membutuhkan waktu minimal 3 hari agar bisa bebas kesana kemari meng-explore yang ada disekitarnya.

Nah pada hari Senin (11/3) saya ke Malaysia selama 4 hari dimana waktu yang bisa saya gunakan dengan maksimal hanya 2 Hari untuk bisa jalan-jalan sepuasnya dikarenakan hari pertama saya tiba itu sekitar jam 21.00 dan memakan waktu sekitar 90 menit ke arah kota Kuala Lumpur. Sayapun diajak teman sebelum menuju ke Hotel untuk mampir makan di Kampung Baru mengingat waktu sudah menunjukan waktu 23.00 waktu setempat. Agak berbeda dengan Alor Street yang sudah ramai dengan berbagai aneka ragam masakan dan tentunya banyak makanan yang Non Halal sedangkan di Kampung Baru malah kebalikannya. Jadi saya sarankan untuk yang Muslim dan mencari makanan yang Halal bisa mampir ke sini. Dan karena saya bisa melihat Menara Petronas dalam jarak cukup dekat, maka saya meminta teman untuk sekali lagi mampir sebelum ke Hotel

Sesampainya di Menara Petronas yang sangat fenomenal itu, maka saya siap untuk berfoto-foto karena rasanya kurang afdol juga kalau belum ada di Landmark Malaysia. Semakin malam, semakin ramai disini. Banyak turis yang datang dari berbagai Negara yang bikin saya sedikit Nganga kok bisa sebanyak ini. Dan mohon kalian yang sedang berfoto-foto di tempat yang tidak di perbolehkan agar menaati peraturan karena ada petugas yang tidak segan-segan untuk menegur dan tentunya kita akan menarik perhatian orang di sekitar. hahahahaha. Namun masih ada beberapa yang bandel juga.

Saya sendiri memilih untuk menginap di daerah Chowkit yang termasuk kawasan yang mudah di akses kemana saja dan tentunya tidak memakan biaya yang banyak. Kawasan Chowkit sendiri ramai disaat pagi hari karena ada pedagang buah-buahan dan saat malam hari menjadi kawasan kuliner serta ada juga yang jualan pakaian. Jadi ramai terus.

-----------------------------------------------------------------------------------------------
Pada hari kedua saya memutuskan untuk ikut Bus Hop On Hop Off namun saya malah memesan Grab dan Driver tidak bisa membantu saya untuk mengantarkan ke lokasi yang semestinya sehingga saya putuskan untuk berjalan kaki ke Suria KLCC lagi untuk mengademkan pikiran dan juga raga yang sudah mulai keringatan ini.

Tentunya saya karena berjalan kaki, maka saya putuskan untuk mengandalkan Google Maps dan bertanya kepada orang yang berjalan kaki searah dengan saya.

Begitu melihat tulisan Suria KLCC dari seberang jalan langsunglah ada perasaan lega, ibarat kata kalau habis buang air kecil rasanya plong banget kan. hahahahahaha. Itulah yang saya rasakan. Ok lanjut ceritanya.


Karena saat saya sampai sudah memasuki jam makan siang dan paginya tidak sarapan, sehingga saya memilih untuk makan McD saja. Harga pun tidak jauh beda sama yang ada di Makassar, bedanya sekitar 5ribuan. Yang berbeda adalah rasanya, kalau di Malaysia untuk Burger isi Ayam terasa bumbunya terutama Blackpapernya dan perbedaan satunya adalah di Makassar ada semacam acar yang membuat rasa Burger sedikit asam, sedangkan di Malaysia malah menggunakan Mayones alih-alih dari Acar itu.

Setelah kenyang saya putuskan untuk berjalan-jalan keliling sambil memasuki toko-toko yang membuat saya penasaran dengan harganya. Tentu toko yang saya masuki adalah toko yang tidak ada di Makassar. Sampailah ke tujuan utama saya masuk Mall adalah belanja Skincare di Guardian 😝

Jangan bayangkan Guardian kita dengan mereka, sudah pasti barangnya jauh lebih banyak dan yang saya cari ada di sana. Pertama kali langsung melihat Masker Freeman. Disana banyak varian nya sampai saya bingung mau beli yang mana dan juga merk Sukin yang dari Australia dan Rosehip yang terkenal ada juga. Langsung pengen borong. Tapi karena rata-rata berbentuknya cairan dan ukurannya 100ml membuat saya memilih untuk tidak membeli. Mengingat pesan dari teman saya bahwa kalau ukuran 100ml ke atas akan di tahan di bagian Imigrasi maka saya putuskan untuk tidak membeli.

Beda hal nya dengan Freeman yang bentuknya seperti pasta dan maka saya putuskan untuk membelinya. Itupun masih dilema karena kemasannya 175gr sampai teman saya bilang kayak gini

"Mending kamu makan daripada beli Skincare karena saya berangkat saja dari sini mesti memindahkan ke dalam kemasan yang lebih kecil"

Namun karena penasaran dan juga ngeyel tentunya saya beli saja. Begitu sampai di hotel sayapun mencobanya, hasilnya sebagus itu menurut saya. Sayangnya pas pulang, Maskernya di ambil sama orang Imigrasi. wkwkwk padahal hampir kalap lagi di Bandara belanja-belanja. 

Tanpa terasa waktu sudah lebih dari sejam saya berada di Guardian, maka saya mencoba ke H&M dimana hampir teman-teman saya suka belanja merk ini namun tidak ada satupun yang nyangkut di hati saya. Lagian tujuan awal memang hanya untuk jalan-jalan kok. Setelah cukup capek saya putuskan untuk kembali ke Hotel. Namun apa yang terjadi? Memesan Grab kembali pulang jauh lebih sulit daripada saat akan pergi. Karena disana tidak sembarang bisa berhenti kendaraan dan terbatas di komunikasi. Mereka lebih mengandalkan chat di applikasi Grab dan as always ketemu dengan orang yang kurang paham bahasa Inggris bahkan mereka juga bukan orang Melayu karena dari namanya sudah cukup sulit saya ucapkan. 

Sampai pada akhirnya teman saya yang notabene orang sana malah khawatir dan meminta saya untuk menunggu untuk di jemput. Ya kali cuma 5 menit, ini dia lagi kerja di daerah Sepang dan jemput saya di Kuala Lumpur. Tapi dengan sok tegar saya bilang dia gak perlu khawatir, saya bisa pulang. hahahahaha padahal rada keder nih, masa' iya bisa pergi tapi gak bisa pulang. 

Tapi saya putuskan untuk pergi ke Pavilion Mall saja daripada galau nunggu panas-panasan di Halte tapi tak kunjung datang abang Grabnya. Saya menaiki GoKL dan sedikit berjalan untuk kesana. Setelah putar-putar keliling kebingungan dalam Mall, saya bertemu Ibu orang Madura yang bekerja di Mal tersebut untuk membantu saya menemukan sebuah tempat jajanan yang masuk dalam Wishlist.

Dan sebuah kebetulan kalau di sebelah tempat makan saya, ada Innisfree. Tentunya untuk pecinta produk Korea tau salah satu brand ini, apalagi Brand Ambassador nya itu Yoon A SNSD kesukaan si Bebong. Maka tanpa rencana sayapun membeli lipstick Vivid Cotton Ink yang edisi Autumn. Warnanya bagus-bagus tapi yang cocok no. 8 terus senangnya disini malah di kasih Gratis produk Lip Balm mini dan Green Tea Sleeping Mask dalam kemasan sachet. Terus langsung kepikiran untuk jadi bahan review tulisan nih.

Karena sungguh hati masih ingin jalan-jalan tapi kaki sudah gempor ya karena sudah jalan kaki ke KLCC pagi tadi dan juga keliling 2 mall maka saya putuskan untuk pulang. Namun ketakutan masih dilanda karena gimana pulangnya ini. Jadi karena keserahan itu, saya putuskan kembali ke Suria KLCC terlebih dahulu dengan berjalan kaki mengikuti jembatan yang sangat panjang dan tiba di halte Bus. 
Dalam Terowong Penghubung Suria KLCC - Pavilion Mall, Bikin Suasana Macam di Gallery
Syukurnya Bapak yang jaga sebagai koordinator mungkin bahasanya ya di sini, bisa berbahasa Melayu. wkwkwkwk. Soalnya sudah kehabisan tenaga dan merasa kurang bisa mikir maka saya menanyakan untuk balik ke arah Chowkit bisa naik Bus dari sini, dan jawabannya Bisa. Syukurlah akupun bahagia, senorak itu.

Saya bahagia tapi ada seseorang yang selalu chat dan telpon hanya untuk menanyakan saya sudah sampai mana. hahahaha. Namun drama tidak kunjung selesai, setelah saya menaiki Bus Rapid KL saya bingung turun dimana, karena ternyata hanya melewati ruas ujung jalan dan harus berjalan kaki sekitar 300meter. Tapi nyatanya saya nyasar di Chowkit dan semakin saya jalan kenapa mengarah ke tempat yang gelap maka saya memilih untuk kembali ke tempat saya turun semula dan mengikuti arah samping jalan. Dan sampailah. Begitu sampai sayapun mengabari teman yang khawatiran itu. 

Akhir yang melelahkan tapi menambah pengalaman menurut saya.
------------------------------------------------------------------------------------------------

Keesokan harinya tidak ingin mengulangi drama yang sama, bangunnya pagian dikit terus ganti simCard dulu karena urusan mau transfer harus pakai nomor yang terdaftar di applikasi. Setelah beres sayapun prepare segala pakaian yang akan saya gunakan, karena ini bakal naik Bus harus bisa yang menyerap keringat lah. 

Karena sudah agak canggihpun saya pesan Grab gak pake salah alamat lagi, begitu tiba langsung setor voucher ke mbak-mbak yang jaga. Namun dikarenakan aku tak sarapan lagi jadinya beli roti di Sevel dan juga air mineral. Takut kelaparan saat jalan-jalan lebih tepatnya.

Rute Bus Hop On Hop Off - Sumber : Myhoponhopoff

Terus saya memilih untuk naik Bus Hop On Hop Off yang Garden Line terlebih dahulu. Supaya apa? Karena rutenya termasuk yang jauh-jauh jadi biar nanti sorean agak santai dengan memilih City Line setelahnya. Bus Hop On Hop Off ini benaran berlaku 1x24 jam jadi kalau kalian tukarkan voucher / beli tiket di pagi jam 10 maka tiket berlaku sampai dengan jam 10 pagi keesokan harinya. Tiket ini juga ada yang 2x24 jam, tergantung kalian ingin seberapa sering singgah. Kalau saya sendiri tidak ingin singgah dan lebih menginginkan tur yang santai - santai saja kali ini. 
Duduk Depan Pintu Aja Masih Belum Bisa Macam Bule yang Duduk di Decker 

Setelah selesai melakukan tur Garden Line saya memilih untuk makan terlabih dahulu sebelum melanjutkan tur City Line di Sungei Wang Plaza. Disini cukup banyak pilihan tapi saya memilih untuk mencoba makanan khas disini. Rasanya mirip Kapurung yang ada asam-asam dan di tambah lombok biji persis karena kuahnya ini adalah kuah ikan. Terdiri atas Mie, Daun Mint dan juga serutan Ketimun. Puas dengan menu ini, sayapun melanjutkan perjalan mengikuti tur.


Es Longannya Mengingatkanku Pada Rasa Yang Pernah Ada


Ternyata banyak juga tempat-tempat yang bisa kita kunjungi selama di Malaysia. Sekedar informasi buat kalian yang menginap di daerah Chowkit ada baiknya memilih untuk Garden Line untuk tur terakhir karena mereka berhenti di sana sehingga kita tidak perlu naik bus ataupun Grab lagi.

Puas dengan menaiki Bus Hop On Hop Off maka saya memilih untuk pulang ke penginapan. Karena cukup ngantuk dan capek juga serta harus prepare untuk pulang besok pagi. Yang paling terpenting ada orang yang selalu bertanya sudah dimana dan sampai dimana. hahahaha. Padahal kalau khawatir gitu mbok sayanya di ajak jalan, malah kerja dia. Ngarep mode on.

Tips : Buat yang gak kuat panas-panasan macam saya mending duduknya di dalam pas dekat pintu keluar jadi kalau berhenti dan ingin foto dari luar bisa banget. Tapi buat yang mau stop over, mending duduk di bagian bawah saja agar memudahkan kita untuk turun.
-----------------------------------------------------------------------------------------
The Last day, karena Pesawat take off jam 8 maka saya jam 04.30 sudah prepare jalan. Dan mau tau apa yang terjadi, selama perjalanan teman saya memutar radio untuk membunuh rasa kantuk kamu berdua, sampai-sampai selama perjalanan kami ngobrol tentang musik yang ada di Malaysia sebutannya semacam apa dan pada akhirnya saya teringat beberapa lagu itu hingga sampai di Makassar. hahahahaha.. . Contoh lagu-lagunya kayak gini :

1. Mencari Alasan - Exist
Nah kalau kita, eh ini beneran kita kan atau cuma saya aja ya jenis lagu macam begini kita sebutnya lagu Malaysia sedangkan mereka nyebutnya ini lagu lama. Mungkin karena musik mereka sudah beradaptasi juga ya karena sudah bercampuran budaya.

Sumber : Youtube 


2. Tak Tahu Malu - Atmosfera
Kalau lagu ini termasuk lagu Pop, masih menurut teman saya lho ini. Menurut kalian gimana?

Sumber : Youtube 



3. Aku Milik Orang - Harry
Nah kalau lagu ini saya sependapat jenis musiknya itu Dangdut, bahkan kok mirip sama Lagu Dangdut Indonesia ya. Nih kalian dengarkan ya persamaannya.

Versi Malaysia

Sumber : Youtube 



Versi Indonesia

Sumber : Youtube 


4.  Gadis Jolobu - W.A.R.I.S Feat Dato'Hattan
Hayo kalau kalian dengar lagunya ini lebih ke arah mana jenis musiknya? Menurut teman saya ini sudah perpaduan, jadi namanya Malaysia Minang karena kalau kalian perhatikan juga lirik lagunya hampir semua berakhiran dengan kata "O" macam lah orang Padang begitulah perjelasannya. 

Sumber : Youtube 


Dan sepanjang perjalanan membahas tentang musik tanpa terasa akhirnya kami sampai di Airport yang artinya liburan sudah selesai. Padahal masih mau lama-lama karena merasa cocok tinggal di sini. hahahahaha. 

Buat kalian, rencanakan perjalanan mu and Happy Holiday



Saturday, 23 March 2019

Budget Solo Traveling ke Malaysia





Ketika akan bepergian pasti kita menyiapkan dana yang cukup selama kita berada disana. Besar kecilnya dana tergantung kegiatan apa yang akan di lakukan begitu tiba di tempat tujuan. Saya pun waktu ke Malaysia kemarin sempat bertanya ke teman mengenai dana yang dibawa malah bilang bawa saja Rp. 500.000 atau kalau di Ringgit-kan menjadi sekitar RM.140 tapi teman saya sendiri yang tinggal di Malaysia lebih menyarankan untuk membawa Rp. 2.000.000 juta atau sekitar RM. 450 dan saya hanya bisa ketawa terkekeh-kekeh saat di hubungi sama dia seperti percakapan kami 

👨 : Kamu spent Rp. 2.000.000 kalau kamu ke sini biar ada apa-apa dan tidak ada ATM / Money Changer kamu masih bisa bayar pakai uang tunai. Dan balasan saya cukup bikin dia agak kesel

👧 : Ogaaah deh orang ada kamu ini yang bisa dihubungi kalau kurang duit. hahahaha

Tapi nyatanya itu tidak sampai terjadi seperti percakapan kami. Saya membawa sekitar RM. 250 saja dengan catatan hotel sudah terbayarkan dan tempat masuk yang saya kunjungi juga sudah saya beli sebelumnya. Kecuali deposit untuk hotel tentunya harus di bayarkan ketika akan check-in dan ada biaya pajak sebesar RM.10/malam itu juga saya masih merasa aman.


Mengenai kendaraan sebenarnya di Malaysia itu cukup murah asal tau rute-rute dari bus Go KL yang Gratis atau Rapid KL yang kalian bayar RM.1,- saja setiap kali naik. Tapi waktu itu saya terlambat bangun dan akan mengikuti tour menaiki Hop On Hop Off yang mulainya di Kiosk Bukit Bintang atau depan Sungei Wang Plaza maka saya naik Grab dan membayar RM. 7,- tapi pas pulang ke hotel karena saya sudah canggih, ceile secanggih itukah? maka saya akan berjalan kaki ke Suria KLCC terlebih dahulu dan menaiki Bus 302 dan sampailah saya di daerah Chowkit tempat saya menginap dan berjalan sedikit sekitar 200meter maka tiba di penginapan. Untuk pengantaran ke Bandara dari daerah Chowkit sekitar RM.65


Lain lagi tentang makanan, karena disini mayoritas penduduknya muslim tentu mudah sekali menemukan makanan halal. Sayapun juga tidak mengeluarkan dananya yang banyak untuk makanan, karena tujuan sayapun hanya ingin jalan-jalan bukan wisata kuliner. Jadi hari pertama saya sampai pun langsung diajak makan, jadi duit gak keluar. hahahaha. Pas hari kedua karena saya mainnya di Mall jadi makannya disana saja. Banyak sekali pilihan yang bisa dinikmati mulai dari jajanan yang harganya RM. 2,- saja sampai yang modelnya Restaurant secara ya di Pavilion Mall memang banyak tempat makan jadinya saya memilih untuk makan di McD saja karena pikiran saya saat itu tidak ingin makan yang terlalu heboh dan harga McD sepaket di Makassar ataupun McD Malaysia tidak jauh beda kok paling beda sekitar Rp.5.000,- itupun rasanya gak nyampe deh.

rapidKL- Depan Halte Suria KLCC
Sama satu hal lagi, setiap hari saya juga membeli air mineral untuk mencegah dehidrasi tentunya selama berada dalam perjalanan. Harganya itu sekitar RM.1,5 dan juga roti-rotian sampai harus beli 2x untuk roti croisant yang ada di Sevel karena enak rasanya. Hahaha dan pas di pesawat pulang saya memakannya. Terniat emang beli banyak.

Untuk oleh-oleh tentatif mau mengeluarkan dana berapa karena saya sendiri juga malas bawa banyak barang dikarenakan jadi beli yang ringan-ringan semacam coklat kotakan. Itupun beli gak banyak karena untuk teman dan orang rumah rata-rata coklat harganya RM. 18-20 yang kotakan beda lagi kalau beli milo itu cuma emang saya malas bawa berat jadi bawa ringan tapi harganya gak ringan-ringan juga.


Oh ya selama disana saya gak belanja baju, tas dll padahal niat dalam hati pengen beli saat di Makassar tapi setelah sampai malah hasrat belanja tidak ada. Malah lebih milih belanja masker-masker Freeman yang katanya sebagus itu dan diakui sama Beauty Vlogger Indonesia seperti Suhay Salim dan juga saya membeli Lipstick di Innisfree karena tokonya baru ada di Jakarta juga sama ada di Online Shopping tapi karena saya sendiri susah menemukan warna yang tepat tentunya saya harus mencobanya secara langsung.

Rinciannya Detailnya Kayak Gini :

Makan : RM. 10-15 per sekali makan
Transportasi : Gratis naik GOKL atau naik bus RapidKL RM.1
Hotel : Biaya Check-in RM. 50 (akan dikembalikan saat check uot) dan tiap malam dikenakan biaya tambahan RM.10

3 Hal Yang Dianggap Solo Traveling Tidak Menyenangkan

Solo traveling bagi sebagian orang tentunya kurang seru. Bisa dibayangkan pergi ke suatu tempat sendiri tanpa ada yang menemani dan tidak ada yang bisa di ajak berbagi. Sampai rata-rata teman saya bilang kayak gini :

Cha ndak papa itu pergi sendirian? Berani sekali, apalagi kamu itu cewek bisa bahaya.



Ok itu tidak sampai begitu saja, mami pun juga sempat kaget dengan pilihan saya tapi karena saya sudah berjanjipun untuk tidak melakukan hal-hal yang di luar batas maka Beliau pun percaya.

Masalah berani atau tidak, saya rasa itu dari masing-masing pribadi apalagi saya sudah cukup terbiasa untuk pergi sendiri untuk makan, nonton atau belanja. Jadi pas kemana saja sendiri itu bukan hal yang aneh, toh di sana nantinya kan kita bertemu dengan banyak orang bahkan kita bisa ngobrol dengan mereka selama nyambung sih yah. hahahahaha. 

Selain yang saya bicarakan diatas, ada 3 hal yang dianggap Solo Traveling tidak menyenangkan antara lain :

1. Memotret

Tak lengkap rasanya ketika berkunjung ke suatu tempat tanpa ada foto-foto yang keren ataupun instagramble yang dapat kita bagi ke media sosial yang kita gunakan. Apalagi kalau ada kita ikut berpartisipasi dalam foto tersebut. Tapi karena menurut saya sudah canggih juga kan ada tongsis juga memudahkan kita, atau bisa minta tolong ke orang yang sedang memotret sekitar. Mereka dengan senang hati akan membantu dan tawarkan juga kamu bisa memotret mereka.

Selfie Aja Lagi
Namun akhir-akhir ini saya memang jarang Selfie jadi bukan masalah juga buat saya kok. Ditambah sekarang sudah ada jasa Fotographer yang bisa kalian bayar per beberapa jam juga. Lebih mudah kan?

2. Transportasi

Bagi yang bepergian secara rombongan tentu untuk transportasi menggunakan Rental Car jauh lebih enak tanpa harus berdesakan dan budget yang keluarkan akan lebih sedikit karena di bagi dengan beberapa orang yang ikut. 

Tapi ketika kamu memutuskan untuk Solo Traveling kalian tidak dapat melakukan kegiatan seperti di atas. Saran saya pastikan kamu mempelajari rute transportasi yang akan kalian gunakan. Misal mau naik MRT kalian tentu harus tahu dari mana start kereta dan akan berakhir dimana terus ketika sampai apa harus jalan lagi atau pindah MRT. Itu semua harus di siapkan. Kalau kalian merasa sedikit ribet seperti saya, maka saya memilih untuk naik Grab ataupun berjalan kaki ketika cuaca kurang mendukung.  

Ketika Kaki Capek Nunggu, Langsung Pesan Grab

Apalagi kalau kamu menginap di daerah yang dekat lokasi pariwisata tentu aksesnya sangat mudah, bahkan di Malaysia ada GoKL yang Gratis bisa kita gunakan. 

3. Hotel

Tidak dapat dipungkiri kita ketika ke suatu tempat membutuhkan hotel. Tempat dimana kita akan melalui malam dan memulai aktvitas berawal dari kamar hotel. Sama seperti hal di atas, kadang berpikir kalau berbagi kamar juga akan lebih murah. Namun sekarang banyak sekali hotel yang menyediakan kamar seperti Dormitory. Jadi kalian juga jauh mudah berbagi informasi yang dibutuhkan seperti tempat yang mereka sudah kunjungi ataupun tempat yang ingin kamu rekomendasikan.

Untuk saya malah sebaliknya, memilih kamar sendiri tapi tetap masuk dalam budget. Bukan karena temanya Solo Traveling lho ini, tapi lebih merasa aman dan nyaman terutama barang-barang yang kita bawa. Begitu sampai kamar langsung kunci kamar, bebersih dan tidur. Apalagi kalau seharian jalan tentu akan nyenyak tidur karena sudah capek juga.

Dari kesemuanya yang terpenting adalah kewaspadaan kita karena pergi sendirian harus memperhatikan segala sesuatu. Tapi itu tidak mempengaruhi kualitas liburan yang ada malah kita ingin membagikan pengalaman. Ada yang punya pengalaman seperti saya? Share dong.

Happy Holiday







Wednesday, 20 March 2019

Traveling : Pengalaman Pakai TravelokaPay Secara Tidak Sengaja

Mempunyai hobi yang lumayan mengurus dompet membuat kita harus extra nabung. Tapi gak sampai bikin kita jebol kantong dong. Jangan sampai ya, nah berikut ini pertama kalinya saya pakai TravelokaPay dengan promo yang GEDE dengan ketentuan yang sangat mudah lho dan tentunya seperti judul ini tidak sengaja.

 Apply TravelokaPay akibat Penasaran

_____________________________

Setelah 3 bulan Apply TravelokaPay akhirnya terpakai juga, padahal selama ini ngomong dalam hati kayak gini "Ahhh ini cuma buat jaga-jaga saja sapa tau butuh hiburan duit gak cukup tapi kalau emang ada jangan sampai kudu ngutang lah", eh tapi tapi malah tanpa sengaja terpakai. Berawal dari mau cari tiket dan hotel sepaket dengan niat dapat harga murah  ditambah bagasi pula, akhirnya saya coba mencari Promo di Menu Traveloka.


Kebetulan pada saat itu ada promo dari Traveloka berupa pembayaran menggunakan TravelokaPay pertama kali akan mendapatkan Diskon sebesar Rp. 500.000,- dengan pembelian Min. Rp. 1.500.000,- . Siapa yang gak minat dan tergiur menggunakan promo yang sangat sangat Gede ini. Dengan niat awal cuma coba-coba booking dulu dengan browsing tanggal keberangkatan dan kepulangan beserta hotelnya kemudian memasukan data lengkap yang berupa : 
             1. Nama Lengkap
             2. No. Passport

dan lengkaplah data di bagian Penumpang yang akan berangkat.

Selanjutnya memasuki bagian menu Pembayaran, dengan memilih pembayaran menggunakan TravelokaPay dan memasukan  "Kode Promo"  maka akan ada kode verifikasi yang masuk ke Nomor Handphone yang kalian daftar dan ternyata Guys, langsung terproses kode verifikasi ngelink langsung masuk ke autorisasi Traveloka alias langsung terissued Hotel + Tiket + Bagasi yang sudah saya pilih sebelumnya. Maka kamu akan langsung mendapatkan email pemberitahuan dari Traveloka mengenai suksesnya pembelian tiket melalui TravelokaPay.

Awalnya sempat syok karena niat awal memang coba-coba dengan harga segitu berapa sih diskon yang akan kita peroleh dan ternyata memang Rp. 500.000,- dan merasa nyesal kenapa mesti coba-coba? Padahal kalau yang mahalan tiket kan gak papa karena budget saat itu masih ada spent lumayan banyak.

Tapi setelah menelpon Call Center Traveloka jadi ribet kenanya. Pertama karena itu sepaket jadinya harus di cancel semua dan harus booking baru dan yang kedua serta paling penting, kalau di Cancel berarti Tiket Pesawatku hangus secara itukan memang tiket promo yang No Refund. Akhirnya pasrah saja dan mencoba menerima kenyataan. Halaah gaya banget yak tapi untuk sekelas hotel mah masih mendingan hotel waktu di Ambon kemarin deh. Hehehehehehe.

TravelokaPay sendiri dapat digunakan untuk membayar tagihan PLN, pembelian pulsa, PDAM, Telkom dan lain-lain yang kalian bisa lihat seperti pada gambar di bawah. Cara membayar TravelokaPay ini gampang banget seperti membayar tagihan pembelian kita pada umumnya. Namun periodenya bisa kalian pilih, mau bayar 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan bahkan setahun tapi tentunya ada bunga beberapa persen. Nah saya kemarin milih untuk melakukan angsuran sebanyak 3 kali dan kalau di total sih bunganya tidak sampai 100rb kok. Ya tapi kalau kalian ingin langsung melakukan pembayaraan setelah memilih 3 bulan bisa juga. No Problemo. Semakin mudah kan? Yang udah coba share dong pengalaman kalian menggunakan TravelokaPay.




Wednesday, 6 March 2019

Review : Mirabella Chic - Colormoist Lipstick




Bagi sebahagian cewek, lipstik itu tidak cukup cuma 1 buah saja yang di bawa dalam Pouch mereka sehingga merasa selalu kekurangan lipstik dan akhirnya beli lagi, beli lagi dan tanpa terasa kok warnanya hampir menyerupai semua. Ada yang seperti saya kah? hehehehe.

Dan saya sendiri mempunyai kulit yang Cold Tone sehingga untuk menggunakan lipstik tidak bisa sembarangan, alih-alih pakai warna Peach biar kelihatan kalem yang ada malah kelihatan pucat bahkan pernah suatu kali saya di tegur sama teman cowok di kantor seperti ini :

Cha kenapa itu bibir? Jelek sekali pakai warna lipstikmu, yang kemarin saja di pakai.
Saya pun jadi kaget dong. Jadi selama ini ternyata dia memperhatikanku.
tapi dalam hati sih ya.

Sejak saat itu saya lebih memperhatikan warna lipstik karena sebenarnya ada warna yang istilah kata cocok-cocokan deh dan saya paling sering bermain dengan warna Nude. 

Harga lipstikpun tidak main-main lho mulai dari harga 10ribuan sampai ratusan ribu, yang pernah saya temui.Berikut ini saya akan mengulas terlebih dahulu lipstik dengan harga CUMA Rp. 10.300,- yang baru 2 hari saya beli di Carrefour.

Tau sendirikan kalau beli di Carrefour itu adalah barang yang memang "Layak" untuk digunakan bukan produk abal-abal menurutku lho yah.  

Merk yang akan saya bahas ini adalah Mirabella Chic - Colormoist Lipstick. Sekedar Informasi dan saya baru tahu juga kalau Produk Mirabella ini masih Group Martha Tilaar lho. Mirabella Chic - Colormoist ini tersedia 8 warna namun yang saya beli adalah No.1 dan No. 8.

Mirabella Chic Colormoist Lipstik No.8
Tekstur : Sesuai dengan namanya, tekstur dari Lipstik Mirabella memang Moist, lembut dan tidak membuat bibir pecah-pecah karena mengandung Vit. E juga. Cukup 2x Swatch ke Bibir langsung nutup, namun untuk hasil yang tipis bisa 1x saja dan bisa nutup juga. 

Warna : Pilihan warna juga beragam dari warna yang terang sampai yang nude lengkap. Dan saya memilih No.1 warna yang paling terang dan No.8 yang warnanya paling nude. Semuanya bisa saya gunakan dengan aman tanpa ada drama yang Kemenoran ataupun Kepucatan
Sumber Gambar : Marthatilaarshop.com

Ketahanan : Bagi saya nilai ketahanannya cukup OK lah untuk ukuran Lipstik dengan harga segitu, sekalipun saya sudah makan tidak begitu banyak yang hilang malah bagian dalam bibir atas masih stay saja warnanya.

Mirabella Chic Colormoist Lipstik No.1
Kesimpulan : Over all Mirabella Chic Colormoist Lipstick ini sangat cocok untuk yang ingin cari lipstik dengan harga murah meriah dan hasilnya cukup OK serta pilihan warnanya juga banyak tinggal kita menyesuaikan. Terlebih buat saya yang gak make-up heboh masih bisa menggunakan no.1 yang kalau mau di kata itu warna Merah.

 




Tuesday, 26 February 2019

5 Tipe Pengendara Motor Gede

Mungkin, baru mungkin ya sih ini, jadi bagi sebagian pria ketika mengendari motor gede alias moge akan menambah standart ketampanannya. Dengan model motor gede yang sudah di modifikasi dengan beragam aksesoris, seperti ada bagasi tambahan yang terletak di bagian belakang sadel kemudian kaca spion dengan aneka model, knalpot dengan suara yang bikin greget, velg yang sudah diganti hinggal menggunakan helm full face beserta jaket kulit merupakan ciri-ciri pria menggunakan moge.

Mari kita bahas satu persatu tentang 5 Tipe Pengendara Motor Gede

1. Moge dengan bunyi knalpot gede

Saya punya seorang teman yang lumayan sering mengantar jemput saya ke kantor karena kampusnya hampir bersebelahan, hingga setiap pulang ataupun akan berangkat kantor akan berbarengan kami.

Suatu kali saya sedang menunggu untuk di jemput pulang kantor, tiba-tiba ada teman sayapun nyeletuk seperti ini :
"Cha, itu temanmu baru juga depan gerbang kantor 
sudah ketahuan kalau dia datang hanya dengan bunyi knalpotnya" 
 begitu ungkapnya

Dan sayapun hanya bisa ketawa cekikikan.

2. Moge dengan Warna Mencolok

Kalau ini lain soal, jadi Honda kan mengeluarkan motor dengan warna Orange yang membuat kita akan tahu letak motor itu walaupun di parkir agak jauh karena menurut kabar motor jenis ini limited edition dan kebetulan saat launching teman sayapun membelinya. Sampai suatu kali si mami datang ke kamar setelah siram bunga sambil ngomong 

"Cha itu temanmu yang kerja di kantor Pos datang, katanya mo jemput" 

Bergegas saya lari ke depan, sembari bertanya-tanya teman saya yang mana kerja di Kantor Pos dan alamak itu sih bukan motor milik orang Kantor Pos tapi itu teman saya yang datang. Ya kali si mami mikirnya cuma orang Kantor Pos pakai motor warna orange. Wkwkwkwkwk
Sumber Gambar : Motorsport.com

3. Moge dengan Knalpot yang Ngagetin

Ini nih hal yang paling gak saya suka kalau model mogenya pakai knalpot yang ngagetin sedikit-sedikit bawaannya mau meletus. Sudah kayak Mercon aja, tinggal atur gas sedikit terus di rem maka akan tiba-tiba bunyi. Boooom. Kaget dan kadang jadi latah. Bete!

Jadi pernah ada kejadian nih, dari jauh teman sudah melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi dan begitu mendekati lampu merah dan mengerem kendaraan hingga tiba-tiba meletus lah knalpot itu. Saya kaget kan, tapi orang yang dibelakang kami kaget karena naik becak motor (bentor).

 Huffffttt.. Langsung deh ngomel-ngomel sepanjang jalan kenangan lah saya.

4. Moge dengan Sadel bagian belakang Tinggi dan Seiprit

Duuuuuh beneran deh naik motor kayak gini bakal terPR buat saya, selain saya badannya kecil sehingga ketika naikpun harus memegang pundak pengendara sayapun harus berdiri dengan tegap agar tidak bersentuhan dengan punggung lelaki. Sampai-sampai saking sewotnya pernah ya minta di jemput naik motor matic saja atau naik taxi ketimbang naik mogenya.

Sumber Gambar : Kawasaki

Sunggu sangat membuat badan pegel karena  ditambah sadel seiprit mesti punya pertahanan kaki yang bagus belum lagi kalau mereka bergaya ala pembalap itu perbanyak istigfar saja sambil tangan menahan di punggung mereka mirip-mirip adegan "Memberi Tenaga Dalam" hahahahha

5. Moge standar tapi kelakuan macam Pembalap

Yang pakai motor gede itu kadang mengibaratkan mereka seperti pembalap yang ada di luar sana seperti Marquez, Valentino Rossi dkk. Lihat tikungan sedikit bawaanya langsung badan ikutan bungkuk seperti para pembalap sedang balapan di Sirkuit. Alamakjang, sungguh aku yang ketakutan karena kalau keseret kan serem juga kayak para pembalap itu. Sampai pernah request ke mereka kalau ada belokan tolong badan sama motornya tidak usah mengikuti alur soalnya badan saya sudah kaku. Parahnya lagi mereka suka mengendarai mogenya dengan kapasitas yang maksimal. Sehingga saya harus sering-sering mengingatkan ke mereka. Dan mau tau balasan mereka?

"Cha ini motor sport, ya harusnya melaju dengan kecepatan maksimal dong"
Dan saya hanya bisa bengong di  belakang.

Sumber Gambar : Okezone Sport
 Kalau kamu punya pengalaman naik moge yang kayak bagaimana?

Thursday, 21 February 2019

7 Tempat Holywork Yang Wajib di Kunjungi Saat ke Ambon

Cha, dokumen untuk kelengkapan Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) sudah selesai?
 Begitu kira-kira pertanyaan si Bos saat selesai jam istirahat.
Ada beberapa yang masih kurang pak, tinggal menunggu email dari Kantor Pusat saja.
Begitu terang saya kala itu.
Ok, kalau begitu Minggu jadi berangkat ke Ambon. Siapkan dokumen dari sekarang.
Lanjut Si bos.

Begitulah percakapan bagaimana saya bisa sampai ke Ambon untuk ketiga kalinya. Sebenarnya ada perasaan malas, karena cuaca yang sangat tak menentu membuat hati bergetar juga. Tapi kuatkan hati dan minta di doakan sama si mami, Alhamdulillah sampai di Ambon juga.

Setelah sampai, saya pun masih sempat diskusi dengan Unit Ambon terkait dokumen yang akan saya bawa tentunya ke salah satu BUMN untuk di kumpulkan.

Sayapun memilih untuk nginap di Le Green Suite Waihaong saja. Jangan pikirkan Suite seperti hotel bintang 5 yang ada kamar suite nya, tapi ini lebih ke pelayanan yang ramah dari pegawainya.

Le Green Waihaong lokasinya dekat dari berbagai tempat sehingga tanpa di antar sama orang kantorpun, saya bisa jalan sendiri. Nah ini dia tempat yang saya kunjungi dalam rangka Holywork kemarin dan buat kamu yang Solo Traveling pun bisa coba alternatif dari saya ini.

1. Bakso Solo Hebring

Semua orang tentunya suka sama makanan yang satu ini, dan menurut saya Bakso Solo Hebring merupakan tempat makan yang enak. Selain rasanya yang gurih serta dagingnya yang terasa banget kalau menurut percampuran dagingnya lebih banyak daripada tepungnya membuat enaknya. Kalau makan di Bakso Solo Hebring seperti makanan prasmanan karena kita bisa memilih bakso yang kita suka, mulai dari Bakso Kotak, Bakso Bulat, Bakso Tahu, Bakso Kasar, Telur, Kerupuk, Mie Bihun, Mie Kuning. Selain itu, ada menu Ayam Lalapan juga.


Tempat bakso ini masuk dalam kategori tempat makan yang di coba menurut hasil pencarian di Google. Harganya juga tidak begitu mahal sekitar 60ribuan dengan 2 Porsi Bakso dan 2 Air Mineral sudah membuat perut kenyang.

2. Air Terjun Arbes

Medan menuju Air Terjun Arbes ini bisa membuat orang biasa akan berpikir berkali-kali karena untuk mencapai lokasi air terjunnya cukup memakan waktu sekitar 15 menitan dengan melewati semacam hutan, jalan setapak yang hanya bisa di lalui satu orang jadi ketika ada orang yang datang dari arah berlawanan harus berhenti atau salah satu harus melewati semak tanpa jalan setapak itu. Ditambah dengan banyak bebatuan yang besar yang di lalui jadi harus berhati-hati agar tidak tergelincir yang mengakibatkan luka.
 
Para Pemuda Ingin Difoto dengan Gaya Seperti ini

Nama Arbes sendiri diambil dari kepangan dari Air Besar karena disini airnya cukup deras dan juga air terjun ini di manfaatkan oleh warga sekitar untuk di pakai sebagai kebutuhan sehari-hari semisal mencuci sehingga saat saya sedang kesana ada banyak sampah-sampah bekas sabun cuci, sabun mandi, sampo dan lebih hebohnya ada kemasan sampah bumbu masak.  Sayangnya waktu ke sini sedang kemarau sehingga air terjunnya tampak kurang deras. Namun airnya masih hijau seperti air dari telaga gitu dan cukup dalam juga untuk kita berenang (seperti foto)

3. Patung Christina Martha Tiahahu

Ada yang tahu sama tokoh yang satu ini? Ya benar, Beliau merupakan tokoh Pahlawan dari daerah Maluku. Jadi ingat masa SD dulu ketika di suruh ingat nama-nama tokoh pahlawan di tiap daerah dan yang paling kena saat itu dari Maluku adalah Christina Martha Tiahahu dan satu lagi yaitu Thomas Matulesi.


Letak Patung Christina Martha Tiahahu berada di Kantor DPR Provinis Maluku tepatnya di bagian belakang. Disini kita bisa menikmati  Sunset di ketinggian namun saat saya datang sedang terkunci sehingga kami berpindah ke tempat lain jadinya.

4. Kopi Sibu - Sibu

Waktu googling pertama kali tempat yang wajib di kunjungi di Ambon salah satunya tempat ngopi ini, Kopi Sibu - Sibu. 



Di Kopi Sibu - Sibu kita dapat menikmati Kopi Hitam yang ditambahkan Kacang Kenari dan juga Goraka mereka menyebutnya, atau di bahasa Indonesiakan adalah Jahe. Sudah kebayang rasa Kopi dicampur Goraka dan Kacang Kenari? Udah jangan di bayangin, tapi di coba gih. Kalau saya yang suka Kopi dengan campuran susu tentunya tidak cocok selera, masih belum bisa diterima di lidah.Rasa Pahit dari Kopi bertemu dengan Jahe yang ada sensasi Hangat dengan taburan Kacang Kenari tentunya di luar kebiasaan dan ketika ditambahkan gula rasa kopi malah semakin aneh dengan rasa manis dari gulanya itu.

Ketika baru bertandang ternyata banyak bule juga disini itu yang terpikir pertama kali masuk, dan g disambut dengan alunan live music yang suara penyanyi sangat bagus dan merdu. Disajikan lagu lawas ataupun lagu asli Ambon membuat sayapun ikut menghentakkan kaki dan sesekali ikut bernyanyi.

5. Nasi Kuning depan Mesjid Al-Fatah

Mungkin makanan khas dari tiap daerah di Wilayah Timur adalah Nasi Kuning. Ketika di Makassar ada namanya Nasi Kuning Bagadang, di Palu pun ada Nasi Kuning Sis Aljufri yang buka sampai tengah malam, di Tenate juga ada Nasi Kuning, dan di Ambon pun tak luput Nasi Kuning Ambon.

Kalau di seputaran Mesjid Al-Fatah Ambon banyak terdapat penjual Nasi Kuning mereka ada yang buka pada pagi hari dan ada juga yang buka ketika menjelang malam. Namun saya memilih Nasi Kuning yang tempatnya seperti di gang yang sempit dekat lampu merah. Rasanya gurih kaya dengan rempah ditambah dengan sesendok kentang goreng yang di iris kecil dan tipis, bihun goreng kecap dan sambel menambah cita rasanya. 

Untuk pilihannya ada Daging, Ikan Garo Rica, Telur dan Perkedel Kentang. Semuanya enak, tapi saya kali ini memilih Ikan Garo Rica.

Oh iya, ada yang unik disini. Sambil menikmati enaknya Nasi Kuning kalian bisa menikmati lagu barat lho karena Lampu Merah disini Unik. Setiap Lampunya Merah maka akan terdengar alunan lagu dan ketika Lampu sudah berubah menjadi Hijau maka musiknya akan berhenti sehingga tanpa terasa saya pun ikut bernyanyi. hahahaha

6. Lapangan Pattimura


Letak Lapangan Pattimura Ambon berada di depan kantor Gubernur Ambon, Balaikota dan juga Tugu Perdamaian. Lapangan Patimura ketika saya datang cukup ramai dengan ada beberapa anak sekolah sedang bermain basket, juga petugas bersenjata yang sedang menyisir lokasi dikarenakan ada Ibu Presiden dan Wakil Presiden ke Kota Ambon saat itu, dan juga yang lucu adalah ada sepasang muda mudi yang janjian ketemu di Lapangan Pattimura itu.

Ada ceritanya yang sepasang muda mudi ini ketemuan, ceritanya mereka baru ketemu lho. Si cowok yang berbaju hitam kelihatan segar karena lagi jogging menambah machonya, dan si cewek yang kelihatan menggunakan celana pendek dan baju berwarna hitam pula. So sweet banget kan.  Duuuh jadi pengen balik gilaaak kayak dulu deh. Percakapannya seperti ini :

Kak Edo kah? Begitu si cewek bertanya.
Beta yang kemarin chat kakak.
Terus di cowok jawab apa hayo?
---------------------------------------------------------
Iyo beta Edo, tong duduk dulu di bangku situ bacarita daripada badiri


Segeralah saya meninggalkan mereka dan kembali memotret sekitar lapangan yang luas itu. Sambil ikutan tertawa dalam hati, ternyata masih ada yang kayak jamanku dulu waktu masih main di miRC. 

7. Pantai Mardika


Lokasi Pantai Mardika Ambon dekat dari Lapangan Pattimura, lebih tepatnya di kawasan Terminal Pasar Mardika dan juga kawasan Pelabuhan Ambon. Hampir mirip dengan Pantai Losari di Makassar, karena hampir berdampingan antara kapal bongkar muat dan perahu milik nelayan. Di sekitaran situ banyak terdapat penjual hasil bumi terutama buah-buahan yang sedang musim seperti Durian dan Manggis. Sayangnya saya tidak begitu lama karena angin cukup kencang dengan kecepatan 7km/jam seperti yang tertera pada papan penunjuk ditambah hujan gerimis membuat saya ingin cepat sampai ke hotel.

Cerita Tambahan

-------------------------------------------------

1. Makan Durian

Nah kalau edisi cerita tambahan ini, mau saya ceritakan tentang makan buah-buahan tepatnya. Yang pertama saya mau bahas adalah Makan Durian. Ini merupakan salah satu buah favorit saya, kalau cuma makan 1 biji itu rasanya nanggung banget. Di Ambon sendiri Durian musimnya pada bulan April, namun karena saya berkunjung pada Bulan Februari sehingga belum begitu banyak yang jual.

Makan Durian Ngemper depan Toko Orang
Terlihat seperti di foto saya di atas, tentunya kalau di kota besar lainnya akan ada tempat makan atau semisal lapak. Namun kalau di Ambon jangan harap ada, mereka menjual di emperan toko orang atau malah di bawah pohon. Jadi kalau ingin membeli langsung di bawa pulang ke rumah, dan mungkin jarang ada yang makan di tempat jadi mereka ngemper lokasinya.

2. Makan Buah Gandaria 

Pertama kali lihat buah ini ketika melintas dari Bandara menuju kota, dan awalnya saya pikir itu adalah Jeruk Baby. Namun setelah saya arah balik mau ke Bandara maksudnya, di beritahukan bahwa buah yang berwarna Kuning itu namanya adalah Buah Gandaria.


Langsung deh buru-buru minta berhenti karena saya ingin membelinya. Selama ini taunya Gandaria itu Mall yang ada di Jakarta. hahahaha. Gaswat juga kan. Buah Gandaria ini bentuknya bulat seperti pentolan bakso seharga Rp.1000,-. Rasanya seperti buah Mangga dan dominan Asamnya tapi bikin nagih sih sampai di dalam Pesawat pun saya masih makan buah Gandaria ini. Cara makannya pun persis seperti buah Mangga, yaitu kulitnya di kupas saja. Sayangnya buah Gandaria ini cuma ada di beberapa wilayah di Indonesia, yaitu di daerah Sumatera dan Maluku tentunya. 

Sampai di Bandara ketemu seorang Ibu yang juga petugas Bandara dan bertanya seperti ini :
Dek, berapa harga sekantong itu?
Rp. 20.000,- jawab saya saat itu 
Balas Ibu itu : Mahal sekali, kalau di Morela cuma Rp. 5.000,-/kantong
Aduh Ibu kalau saya ke Morela lagi lebih ongkos lagi. Balas saya lagi
--Dan kami pun tertawa bersama--