Wednesday, 19 December 2018

Review : Ibis Budget Makassar Airport Hotel



Untuk yang suka traveling daerah Timur Indonesia, pasti akan transit terlebih dahulu di Makassar. Dan penerbangan ke sana kebanyakan di sangat orang pada tidur terlelap, yaitu pada saat dini hari. Sehingga yang tiba di Makassar pada sore atau malam harinya, perlu mengistirahatkan tubuh sejenak.


Tiduran di dalam Bandara Sultan Hasanuddin bukan pilihan yang cukup baik menurut saya, apalagi kalau lebih dari 3jam. Badan terasa pegel, mau merem dikit tapi takut barang ada yang hilang. Nah sekarang Accor Group memberikan alternatif buat para traveller untuk bisa nginap di Bandara tanpa takut barang hilang dengan menghadirkan Ibis Budget Makassar Airport Hotel.


Hotel yang kelihatannya kecil ini, ternyata cukup besar di bagian lobby nya dan disambut dengan welcome drink dan resepsionis tentunya. Disini kita bisa memilih mulai dari 3 jam, 6 jam dan juga seharian untuk paket menginapnya. Harga yang ditawarkan untuk sekelas di Bandara ya cukup affordable, dimulai dari harga 200ribuan kita sudah bisa sejenak melepas lelah.



Didalam kamar, sudah tersedia air minum kemasan hanya saja untuk perlengkapan mandi seperti odol, sikat gigi, serta sendal hotel di jual di bagian depan resepsionis. Sebelum cek ini juga biasanya dijelaskan oleh resepsionisnya. Menuju area kamar ternyata cukup panjang juga koridornya dan terdiri atas 2 lantai. Memasuki kamar, agak sedikit kaget. Dengan kamar yang luasnya tidak seberapa tapi isinya lumayan lengkap bahkan ada wastafelnya dan juga ada tv sebagai hiburan di kamar. Tempat tidurnya cukup nyaman dan kelihatan bersih. Wangi sih tidak, tapi setidaknya gak ada bau yang aneh tercium. Ya maklum karena saya sangat terganggu dengan bebauan. hehehehe.




Jadi sekarang ada alternatif baru kan untuk kamu yang istirahat sejenak. Enjoy your trip.

2 comments:

  1. Wah seru kayaknya ya mbak. Terima kasih reviewnya, suatu hari semoga bisa berkunjung ke sana... ❤️❤️❤️🙏

    ReplyDelete
  2. ditunggu kak, biar kita bisa seseruan bareng

    ReplyDelete