Saturday, 15 September 2018

Journey : Ambon 3D2N


Keberangkatan saya ke Ambon sebenarnya dalam rangka tugas kantor. Dan karena disini ada perwakilan kantor, jadi ada yang menemani. Delay sekitar 30 menit dari yang dijadwalkan pada pukul 12.10, bertolak ke Ambon membutuhkan waktu 1 jam 30 menit. 

Tiba di Ambon sekitar jam 15.40, disambut dengan cuaca yang cerah membuat saya merasa beruntung dan perjalanan menuju kantor perwakilan disuguhi dengan pemandangan laut sangat menyegarkan mata teruntuk saya yang suka dengan laut. Perjalanannya sekitar 45menit dengan menggunakan sepeda motor. Setelah sampai, saya prepare untuk kunjungan disalah satu BUMN pada esok harinya. 

 
Karena sudah sangat sore, kami meninggalkan kantor dan melihat penginapan yang akan saya tinggali. Sebenarnya saya sudah booking, tapi teman saya yang tinggal disini, daerah yang ditinggali susah untuk cari makan dan aksesnya ribet karena ada semacam jam malam. Sebelumnya kami makan KFC dulu karena saya cuma sarapan indomie. Kepala sudah sakit saja. 



Penginapan Tiara itulah rekomendasi dari teman. Harganya variatif sekali mulai dari 150K - 230K tergantung dari kalian memilih ada di lantai berapa. Karena saya sudah pengalaman nginap di Ternate yang selantai dengan lobby, rasanya sangat bising sehingga saya memilih untuk berapa di lantai 3. Hitung-hitung bakar kalori nih. hahahaha.

Karena tidak bawa mukenah, saya bertanya petugas lobby tapi sayangnya tidak ada yang punya sehingga mereka memberi tahu Mesjid Raya Al-Fattah yang terdekat. Di jam 18.30 mulai lah ramai dengan berbagai macam dagangan. Mulai dari Nasi Goreng, Terang Bulan, Ketoprak aja ada, sampai ikan bakar yang semacam di Terminal Ternate pun ada. 

Kemudian pada jam 20.00 saya di jemput teman sekedar berkeliling di JMP, yaitu jembatan yang menyerupai suramadu. Apa lagi halu ya aku.. hahahaha.. Disini saya sempatkan foto ala kadarnya. Habisnya rada kayak katrok,padahal mank iya. wkwkwk. 

Untuk hari Pertama cukup, badan lelah banget dan saya memilih untuk tidur. 

Days 2 : 
Karena ke kantor pelanggan sudah selesai, sayapun mengajak teman untuk makan. Dia menyarankan tempat makan seperti prasmanan dekat hotel juga. Disini saya mencoba makan papeda yang ada kacang kenarinya. Ini hal baru buat saya, kalau di makassar namanya Kapurung tapi lebih ke sayur mayur isinya sedangkan di Poso namanya Dwi, kalau ini lebih ke kuah ikan. Dan ikan yang dipakai ikan katombo dan dimasak kuah bening yang rasanya pedas asam. 

Sekitar tengah hari tua, begitu biasa saya menyebutnya kami diajak ke batu kuda. Ini merupakan pantai tempat orang bisa snorkling karena ada karangnya. Sayangnya tidak bisa pergi ke tempat karang itu karena arusnya yang cukup deras ditambah saya masih newbie dalam hal seperti ini. Disini juga tersedia kamar mandi ganti, jadi setelah basah-basahan bisa bilas. Tempat ini dinamakan batu kuda, karena batu yang ada di sekitarnya berbentuk kuda ferrari, i think that.


Rasanya belum puas di batu kuda, tapi karena arus semakin besar kamipun harus beranjak kembali ke kota, namun sebelumnya kami mampir ke Pantai Natsepa. Dimana setiap kios disini menjajakan rujak dan es kelapa muda. Nama semua kios disini di awali dengan nama "Mama" cukup unik dan menarik untuk saya. Pantai Natsepa berwarna hijau muda,ingin rasanya turun mandi lagi tapi kalau tidak mengingat sudah sore dan perjalanan masih 30menit lagi ke arah kota. 

Selepas tiba di kota, sayapun kembali ke penginapan untuk bebersih. Sekitar jam 8 malam, saya memutuskan untuk mencoba ikan bakar sepanjang jalan penginapan. Harga ikan disini bervariasi, mulai dari 40K dan jenis ikanpun variatif. Tergantung selera kalian. Masih ingin makan yang manis, saya pun naik angkot untuk beli terang bulan. Biaya untuk sekali naik angkot 3K. Akhirnya selesai juga kegiatan saya di hari kedua. 


Days 3 : Mengawali hari dengan sedikit malas-malasan dikasur karena hari ini the last day dan akan dijemput sekitar siangan. Packing kembali barang yang sudah di bawa. Rencana hari ini cuma mau ke Pabrik Roti dan Gong Perdamaian. 


Karena cuaca lagi gerimis, dan tidak ada yang menjaga di pintu masuk Gong Perdamaian, akhirnya
saya cuma bisa foto dari jarak jauh setelah itu saya ke Pabrik Roti, dimana yang terkenal adalah roti kaya sayapun membeli 5 bungkus roti kaya  dan 5 bungkus roti isi kacang dan harganya mulai dari 8K-35K.

Karena akan take off jam 18.10 maka saya mampir beli ikan asap atau di Ambon ini di sebut ikan Asar dengan dabu-dabu colo untuk dibawa pulang ke Makassar. 


Sekian perjalanan saya ke Ambon, next kalau ada rejeki pengen eksplore lagi. 

Experience : Red Corner Ex Goro Makassar



Sesuai namanya Red Corner, interior pembatasnya di dominasi dengan warna merah. Di bagian outdoor ada semacam dibuat menyerupai taman dengan menggunakan rumput elastis. 


Di Red Coner cukup instagramble juga, dengan wallpaper di indoor dan juga lukisan 3D di bagian outdoor. Lokasinya yang berada di jalan raya pendidikan, atau lebih sering kita sebutnya ex.Goro sangat ramai pengunjung. Terutama ketika saya datang pada saat malam, banyak pegawai yang berseragam. 



Menu yang di tawarkan juga cukup variatif, terkhusus buat yang cuma sekedar ketemu dengan teman ada menu kentang goreng, pisang goreng bahkan nasi goreng juga ada. Untuk dari segi minuman sudah hampir sama seperti kafe lainnya. Harga yang ditawarkan tidak terlalu mahal juga berkisar 20-30rb saja.

Journey : Rammang Rammang Maros


Finally bisa ke Rammang- Rammang,padahal sebelumnya sudah di planning tapi batal. 

Jadi kami memutuskan untuk menggunakan jasa rental mobil dengan alasan tidak ingin ribet. Kalau dari Bandara Hasanuddin cukup memakan waktu sekitar 30menitan saja dan ada papan penunjuk jalan ke Rammang-Rammang. 

Tiba di Rammang-Rammang kita bisa langsung ke dermaga, nanti akan ada petugas yang mencatat berapa jumlah penumpang dalam perahu dan memberi tahu kita perahu yang mana akan digunakan. Sebelum naik ke perahu, ada topi yang bisa di sewakan. Mengingat disini cukup terik. 


Perjalanan dari dermaga ke Rammang-Rammang, memakan waktu sekitar 20 menit dan kita banyak menemui spot bagus untuk foto. Terkadang yang punya perahu kami minta berhenti agar kami bisa mengambil foto. 


Ternyata disana sangat ramai, kesan seperti pasar terapung sangat terasa karena banyak perahu yang sekedar ingin sandar di dermaga ataupun menunggu tamunya kembali. Begitu sampai kita langsung ke spot pertama foto, dengan pemandangan karst yang tinggi. Kemudian kami memilih untuk pergi ke Goa Berlian. 


Perjalanan menuju Goa Berlian pun cukup jauh, melewati semacam persawahan terlebih dahulu kemudian bebatuan. Itupun setelah sampai di muka goa, kita meski melakukan pendakian yang cukup curam. Sebelumnya kita di wajibkan membayar 5K/Orang untuk naik ke atas goa. Baru sampai di mulut goa sudah merasa ngos-ngosan, soalnya ini tidak seperti di awal kita lihat. Tipsnya kalau mau ke Goa Berlian,menggunakan sepatu kets yang nyaman. Di mulut Goa Berlian, ada bebatuan yang menyerupai anak kecil di gendong, Dinosaurus,Telinga Gajah. Kemudian akan menaiki tangga yang terbuat dari kayu dan di bagian atas dapat melihat batu berlian menurut informasi pemandu. Sayangnya kami tidak naik ke atas, karena ada bule yang mengatakan very hot setelah turun jadinya kami memutuskan untuk tidak naik. Ditambah kami kurang suka tempat yang bikin keringetan. haahahaha. 


Setelah turun dari Goa Berlian, kami memilih minum es kelapa muda. Sangat segar ditambah angin yang cukup kencang. Keringat yang membuat baju basah berangsur kering. Kembali ke Dermaga, kami sempatkan untuk mampir lagi ke Cafe dan Cottage yang Eco Natural. Puas berfoto kami kembali. 



Total waktu kami selama disini sekitar 3 jam. 
Sewa Perahu : 200K/ 1-2 OranÄ£ 
Sewa Topi : 5K 
Beli Topi : 30K 

Selamat berkunjung dan temukan pengalaman seru ke Rammang-Rammang. 

Saturday, 8 September 2018

Experience : Hal Pertama Yang di Lakukan di Dokter Kulit

Jujur setiap datang kali pindah klinik kecantikan, rasanya H2C alias harap-harap cemas. Jadi saya memutuskan untuk nulis ini sebagai bahan refensi kalian untuk berkunjung ke dokter kulit.

Sebenarnya sekarang sudah banyak dokter yang tidak bergelar S.PKK tapi bekerja di klinik kecantikan atau bahkan punya klinik sendiri. Berikut tips saya untuk kalian.

1. Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah niat yang kamu butuhkan perawatan tertentu dari dokter ini.

2. Tapi hal yang paling pertama dan mendasar adalah Konsultasi ke dokter terhadap prahara apa yang sangat menggangu. Entah ingin lebih slim, lebih mancung, lebih keliatan awet muda dll. Dan pastikan sedetail-detailnya ke dokter apa yang kamu rasakan dan pernah melakukan tindakan apa saja sebelumnya.

3. Pastikan kamu sudan browsing ataupun searching harga. Ini juga penting banget buat kalian. 

4. Mau hasilnya sesuai? Ikutin semua instruksi dari dokter. Itu hal paling penting dan utama dari dokter.



Review : Johnson's Baby Oil


Percaya tidak percaya banyak yang menggunakan Johnsons Baby Oil untuk perawatan orang dewasa, jadi bukan buat bayi saja dan termasuk saya menggunakannya. Berawal dari beauty vlogger yang menggunakan Johnson's Baby Oil sebagai cleansing oil tau biasa juga kita sebut juga toner. 

Untuk wajah, membantu buat yang kehabisan toner dan tidak bikin kulit super oily bahkan malah membuat kulit lebih kenyal karena hasil residunya itu mungkin ya. Selama tidak bikin kulit breakout menurutku itu aman, dan ingridients ini cuma oil dan fragrance, pastinya fragrance disini yang aman untuk kulit bayi karena pada awalnya ini Johnson's Baby Oil di tujukan ke bayi.

Kembali ke saya, Johnson's Baby Oil ini saya gunakan seperti hair oil, berawal dari keisengan semata tapi ini bikin rambutku lebih mudah diatur karena pada dasarnya rambut saya kering. Menurut saya ini oil yang paling cocok, tidak buat ketombean dan wanginya juga tidak heavy jadi sangat-sangat membantu.

Palau kamu sudan coba paka Johnson's baby oil sebagai produk wajah, rambut atau lainnya?

Saturday, 1 September 2018

Review : Herborist Body Butter Kemasan Tube

Buat sebagian kalian pasti tau merk Herborist ini, mereka mengeluarkan produk khusus untuk skincare yaitu lulur, olive oil dan body butter. Kali ini saya akan membahas secara umum kedua produk ini, yakin Herborist Frangipani Body Butter with Shea Butter dan Herborist Body Butter Banana with Shea Butter.


Dari segi wangi, untuk seri Herborist Body Butter Frangipani with Shea Butter lebih ke rempah-rempah. Tau kan kalau kita lagi spa ala Bali, wanginya hampir mirip sedangkan untuk Herborist Body Butter Banana wanginya Sudah pasti bau pisang dong ya tapi ini tidak berapa lama kok karena perlahan seperti wangi bunga.


Dengan kemasan tube ini sangat praktis di bawa kemana saja termasuk ketika traveling tanpa takut tas akan menjadi berat. Hanya karena kemasan tube lebih banyak digunakan untuk saya seperti hand cream jatuhnya. Tanganpun terasa lebih lembut dan lembab tanpa membuat tangan terasa licin kok




Experience : Joenju Korea BBQ Prime





First time nya Cobain barbeque ala Korea, Karena sejauh ini paling makannya yang ala Jepang dan karena gak ada temannya lebih tepatnya untuk ke sini. Kalau kata temanku malah, kalau bisa makan yang orang biasanya makan, jangan coba yang aneh-aneh.

Kesan pertama datang ke sini, rasanya kok sepi banget. Emang sih baru setengah 6 sore juga jadi rada wajar kalau suasananya seperti itu. Karena kita juga makannya bukan di tempat biasa jadinya cuma saya berdua teman saja yang ada di ruangan dan kebetulan kami duduk di samping kasir.


Begitu buka pintu, kita akan disambut para waitress dengan sapaan khas korea "Annyoenghaseo", baru kita di persilahkan untuk duduk dan sambil menuggu menu datang sempatin untuk foto interiornya. Di Joenju Korea BBQ Prime ada promo lho, dapat 6 daging hanya denganseharga 298K sayangnya karena saya aja yang doyan, jadinya beli yang singel meat nya dan best seller disana.
Selesai memesan, maka akan datang 5 piring kecil yang di isi dengan berbagai macam isian, mulai dari kimchi sayur, salad sayur, lobak kimchi, telur puyuh, bakwan jagung dan juga ssam yang isinya selada air, bawang putih dan cabe beberapa iris. Ini merupakan pelengkap makan dengan daging yang di bbq nantinya.



Beberapa saat kemudian, dagingnya yang akan di panggang datang dan waitress akan menanyakan mau dibantu di panggang atau mau sendiri. Karena saya tidak berpengalaman maka saya meminta untuk di panggang, dan katanya sebelumnya mereka di training agar bisa barbeque seperti ini dan menggunakan alat panggangannya. 

Begitu selesai di panggang, maka saya mulai makan. Rasa dagingnya juicy banget, jadi ketika di panggang tidak membuat daging menjadi kering. Terus mulai mencoba dengan campuran isian tadi. Overall suka makan di sini karena pelayanan dan juga makanannya. Sayang kurang banyak. hahahaha.

Yang pengen makan ala korea dan gak perlu masuk mall bisa ke Joenju Korea BBQ Prime yang beralamat di Jl. Arief Rate dekat lampu merah perempatan H. Bau.