Saturday, 25 August 2018

Experience : Belajar Tulis Cerpen Fiksi



Beberapa saat yang lalu saya di ajak untuk ikut bergabung dalam membuat Cerita Fiksi oleh Ketua di Batch 06 Komunitas Menulis Online atau sering disebut KMO. Saya bergabung di KMO itu sendiri pada tahun 2016 dan berjanji akan membuat buku setahun kemudian, namun hasilnya Nihil. Kenapa? Karena memang belum ada ide, bingung mesti seperti apa dan bagaimana. Pokoknya belum ketemu jodohnya untuk menulis serius. Kali ini oleh Mas Dann begitu saya menyebutnya, mengajak alumni KMO untuk andil dalam menulis cerpen fiksi dan rencananya akan di kirimkan ke penerbit. 

Saya sebagai pemula merasa tertantang, karena saya sebelumnya belum pernah membuat Cerpen Fiksi yang benar-benar serius kalaupun di tilik secara mendalam kali terakhir itu ketika saya masih Sekolah Dasar Kelas 6. Sejauh ini saya memang lebih banyak menulis artikel non fiksi yang artinya memang berdasarkan pengalaman sendiri dan tidak ada unsur melebih-lebihkan, sedangkan untuk Fiksi harus mempunyai daya imajinasi yang baik dalam mengolahnya menjadi sebuah cerita yang menarik. Kebetulan kali ini temanya adalah "Anak". Untuk seorang saya yang menjadi anak sampai di usia segini tentu merasa sulit, terutama di sekeliling saya adalah orang dewasa. Maka saya mulai menulis dengan imajinasi dan membuat seolah-olah itu adalah saya.

Sampai pada akhirnya tugas saya kumpulkan, dan masih ada revisi baik dalam tanda baca maupun kalimatnya. Untuk cerita fiksi memang harus menggunakan bahasa yang baik dan benar, menurut saya sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan. Setelah itu saya kirim kembali. Untuk saat ini memang belum ada kabar lagi, karena proses dari pengiriman sampai dibaca penerbit biasanya memakan waktu paling cepat 3-6 bulan.  Sungguh ini pengalaman baru buat saya, dan sebuah langkah awal di beri kesempatan untuk ikut. 
This entry was posted in

0 comments:

Post a Comment