Skip to main content

Experience : Belajar Tulis Cerpen Fiksi



Beberapa saat yang lalu saya di ajak untuk ikut bergabung dalam membuat Cerita Fiksi oleh Ketua di Batch 06 Komunitas Menulis Online atau sering disebut KMO. Saya bergabung di KMO itu sendiri pada tahun 2016 dan berjanji akan membuat buku setahun kemudian, namun hasilnya Nihil. Kenapa? Karena memang belum ada ide, bingung mesti seperti apa dan bagaimana. Pokoknya belum ketemu jodohnya untuk menulis serius. Kali ini oleh Mas Dann begitu saya menyebutnya, mengajak alumni KMO untuk andil dalam menulis cerpen fiksi dan rencananya akan di kirimkan ke penerbit. 

Saya sebagai pemula merasa tertantang, karena saya sebelumnya belum pernah membuat Cerpen Fiksi yang benar-benar serius kalaupun di tilik secara mendalam kali terakhir itu ketika saya masih Sekolah Dasar Kelas 6. Sejauh ini saya memang lebih banyak menulis artikel non fiksi yang artinya memang berdasarkan pengalaman sendiri dan tidak ada unsur melebih-lebihkan, sedangkan untuk Fiksi harus mempunyai daya imajinasi yang baik dalam mengolahnya menjadi sebuah cerita yang menarik. Kebetulan kali ini temanya adalah "Anak". Untuk seorang saya yang menjadi anak sampai di usia segini tentu merasa sulit, terutama di sekeliling saya adalah orang dewasa. Maka saya mulai menulis dengan imajinasi dan membuat seolah-olah itu adalah saya.

Sampai pada akhirnya tugas saya kumpulkan, dan masih ada revisi baik dalam tanda baca maupun kalimatnya. Untuk cerita fiksi memang harus menggunakan bahasa yang baik dan benar, menurut saya sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan. Setelah itu saya kirim kembali. Untuk saat ini memang belum ada kabar lagi, karena proses dari pengiriman sampai dibaca penerbit biasanya memakan waktu paling cepat 3-6 bulan.  Sungguh ini pengalaman baru buat saya, dan sebuah langkah awal di beri kesempatan untuk ikut. 

Comments

Popular posts from this blog

Korea Peeling di Arayu Aesthetic Clinic

Kunjungan kedua di Arayu Aesthetic Clinic ini saya akan melakukan peeling. Menurut Dr. Kiki (Dokter Pengganti Dr. Ayu) saya masih halus melakukan chemical peeling kembali, cuma karena saya merasa tidak ada perubahan signifikan sehingga saya meminta untuk melakukan Korean Peeling ini, malah mau yang American Peeling tapi masih belum di sarankan dokter. Ok daripada tidak, jadinya saya melakukan peeling ini.
Cara peelingnya seperti pada umumnya, di pakaikan 3 layer di wajah sembari wajah kayak kesengat perih-perih gimana gitu dan kena kipas akhirnya selesai lah perawatan itu. Dokterpun sudah memberi tahu nanti akan terkelupas wajah di hari ke-3 dan paling lama seminggu prosesnya. Ya so far sama seperti di tempat lainnya yang pernah saya kunjungi. Berikut prosesnya saya jabarkan.
Review CO2 Laser di Dr. Ayu 
Hari pertama, muka keliatan kusam walaupun udah pakai bedak. Terlebih daerah kening keliatan kering seperti orang keriput modelnya. Tapi masih belum terkelupas.
Hari kedua, masih sama k…

Review Acne Scar Treatment Selama di Arayu Aesthetic Clinic Makassar

Setelah tahun lalu terakhir saya melakukan perawatan berupa Laser CO2, dan tahun ini dimulai dengan Dermapen. maka saya akan mereview selama melakukan treatment Acne Scar di Klinik Arayu. Totally sudah 3 kali saya melakukan treatment dengan rincian 2 kali untuk Dermapen dan 1 kali untuk Laser CO2.

Perbedaan dari Dermapen adalah kulit wajah kita akan dilukai menggunakan alat yang menyerupai pulpen dengan isi jarum dan bekas lukanya berupa bintik-bintik yang dihasilkan dari jarumnya itu. Rasanya seperti apa? Biasa saja apalagi kita telah di anastesi. Hanya yang agak mengganggu wajah kita mengeluarkan darah dan harus menunggu keesokan harinya baru di bilas maka akan terasa gatal dan juga sedikit perih setelah anastesi hilang. Tapi itu cuma beberapa jam saja. Yang pasti wajah menjadi merah. Fungsi dermapen ini adalah membentuk jaringan baru dengan cara di lukai.

Sedangkan Laser CO2, adalah laser yang merangsang kolagen rasanya juga cuma cekit-cekit saja apalagi sebelumnya wajah kita di …

Review : Xi Xiu Lovely Matte Warm Peach

Satu lagi lipstik yang harganya super murah meriah karena cuma 17K saja. Bentuk lipstiknya sama seperti stick lipstick lainnya. Dengan warna putih mutiara, kelihatan ekslusif dengan tampilannya. Warna yang saya gunakan Warm Peach, tapi sayangnya tidak cocok untuk cold tone saya. Jadinya gak bakal beli. Teksturnya juga cukup creamy dan kesan matte nya sesuai namanya malah saya tidak dapat.