Sunday, 17 January 2016

Patah tulang? Jangan Buru-Buru Minta di Operasi

Beberapa bulan yang lalu, menurut diagnosis dokter tangan saya patah setelah melihat hasil rontgen dari Rumah Sakit. Awalnya saya mikir, tangan saya cuma keseleo saja, karena cuma lebam dan terasa sakit itu dikarenaka sakitnya pas di otot tangan. Makanya saya cuma meminta saran dari teman yang kerja di apotik ternama, dia akhirnya pun memberikan saya obat pereda nyeri dan krim gel untuk di gunakan. Rutin minum 2x sehari, tangan pun sudah tidak begitu sakit tapi tetap tidak bisa digerakan secara maksimal. Namun karena masih kunjung belum sembuh, saya memutuskan untuk di rontgen, itupun atas desakan teman dan saya sendiri penasaran sebenarnya kenapa dengan tangan saya ini.

Pada saat itu,saya di rujuk untuk ke Pusat Kesehatan yang ada di Makassar untuk bertemu dengan spesialis Ortopedi. Setelah ke sana, saya hanya diberikan obat dan katanya mesti operasi. Kebayang dong gimana rasanya itu. Seumur-seumur sakit, ya baru kali ini yang paling nakutin omongan dokter. Karena bayangan awalnya tindakan yang dilakukan hanya di Gipsum.

Keesokan harinya saya bertemu dengan teman kantor yang kebetulan tahu tentang masalah patah tulang, ini juga dikarenakan istrinya seorang dokter. Dengan optimis dia mengatakan bahwa tangan saya tidak patah. Kalaupun patah pasti sudah tidak bisa di gerakan, atau jadi loyo gitu. Mamiku pun yang sebelumnya sudah mengatakan itu juga bukan patah tulang, tapi yang kita kan butuh more option agar hati lebih tenang. Bahkan kata si mami masa seumur saya sudah rapuh tulangnya, sebelumnya bahkan pernah jatuh dari motor saya cuma memar saja. 

Setelah  Namun pada sore itu, sepulang dari kantor saya diajak bicara sama mami untuk melakukan pengobatan secara tradisional saja. Saya sih nurut saja, karena memang masih terasa sakit. Sakit saya itu sudah sebulan lebih, tidur saja susah mesti satu gaya. Gerak dikit pasti terasa sakit sekali. Makanya saya pun ikut saran dari mami. Dicoba ini, sambil berdoa semoga diberikan kesembuhan sama Allah.

Di temani mami, sore itu saya bertemu dengan bapak yang mengobati, yang ternyata adalah teman kantor dari mamiku yang kerja. Setelah berbincang-bincang masalah terjadinya peristiwa ini, saya di bawa ke depan rumahnya untuk disiramkan air ke tangan yang sakit itu. Awalnya merasa kurang yakin, tapi setelah disiramkan terasa kok agak mendingan sakitnya, terus sudah bisa diangkat agak tinggi. Hari kedua dan ketigapun semakin baik. Tapi tetap berusaha agar tangan terus bisa diangkat lebih tinggi. Tangan di sejajarkan dengan bahu pada saat itu terasa sangat sulit. Dan pada minggu ketiga, Alhamdulillah tangan sudah bisa di sejajarkan walaupun tidak begitu lama. Dengan rutin dan telaten, saya minum air mineral yang sudah di "baca" ataupun mengkompres ke bagian tangan yang sakit dengan membaca shalawat tangan saya benar-benar sembuh. Alhamdulillah puji syukur saya ucapkan kepada semuanya, terlebih kepada Allah yang dengan ijinkan masih mengijinkan saya untuk sehat kembali. Sekarang sudah bisa beraktivitas kembali secara normal. 

Nb: Untuk setiap kali datang kita tidak dikenakan biaya, intinya mesti percaya yang dilakukan sama bapak ini. Insha Allah berkat bantuan Allah juga kita bisa segera sembuh